NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 5
Nama Author: vi_via

Setiap rumah tangga pasti memiliki yang namanya masalah begitu pun dengan rumah tangga Dian dan Andara.

Karena sebuah kejadian Dian harus menerima kenyataan, bahwa kemungkinannya kecil untuk dia bisa memiliki anak atau bisa hamil lagi! Bagai disambar petir di siang bolong, saat Dian mendengar kenyataan itu.

Tetapi wanita itu tidak kehilangan semangat hidupnya, dia percaya usaha dan doa pasti tidak akan mengkhianati hasil.

Tapi sayang, ujian rumah tangganya tidak sampai di situ, karena saat mertuanya meminta dia untuk mengizinkan suaminya menikah lagi, dia pun dengan terpaksa mengiyakan hal itu.



Sakit, kecewa dan hancur! Tentu saja Dian rasakan, tetapi Dian berusaha tegar menghadapi setiap keadaan sampai pada akhirnya ia lelah dan merelakan semuanya.

Kenapa? Karena dunianya menuntut dia untuk berdamai dengan keadaan, sementara keadaan membunuhnya secara perlahan. Dengan menangis di tengah malam dan tersenyum serta tertawa di pagi hari. Walaupun dia tahu semuanya tidak akan seindah dulu lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan menantu dan mertua.

Baru beberapa minggu Dian hidup tenang, karena mertuanya pulang ke rumahnya. Kini wanita itu kembali lagi ke rumah mereka dan bukannya membaik perlakuannya kepada Dian. Wanita paruh bayah itu malah semakin menjadi saja. Entah kenapa semua yang di lakukan Dian selalu salah di matanya.

" Bagaimana kamu bisa punya anak! Kalau kerjanya cuma kerja, habis itu pulang ke rumah orang tua kamu." Ucap wanita paruh baya itu, ketika Dian hendak menapaki anak tangga menuju kamarnya. Dian memang baru pulang lagi ke rumah ini, setelah tiga hari menginap di rumah kedua orang tuanya." Orang yang di nyatakan sehat saja akan susah punya anak kalau jarang ketemu suaminya, apalagi kamu yang jelas-jelas bermasalah! Entah apa yang kamu kasih ke An sampai dia sebegitu cintanya sama kamu yang tidak berguna ini." Semakin sakit hati Dian mendengar kata-kata mertuanya.

" Maaf ma. " Tidak ada bantahan dari bibir Dian, wanita itu justru minta maaf, padahal jelas-jelas semua ini bukan salah dia.

" Selalu seperti ini, minta maaf dan minta maaf! Harusnya kamu belajar dari Elana. Baru nikah udah bisa hamil dan sekarang mereka sudah punya Alesya. Bukan seperti kamu yang sudah lama menunggu, tetapi tidak dapat juga. Sekali nya dapat kamu tidak bisa menjaganya dengan baik." Ucap sang Mertua. Wanita yang biasa di panggil Tika itu, terus mencari kesalahan Dian, kalau sudah berkunjung ke rumah anak dan menantunya, ia seakan tidak ada bosannya mengatakan hal yang sama terus-menerus bahkan dia tidak segan-segan mempertanyakan kelebihan menantunya itu sampai dia masih berada di rumah ini.

Sementara Dian hanya tersenyum getir seraya menahan sakit di dadanya. Dia yang sudah terbiasa dengan toxis dari sang mertua. hanya bisa tersenyum sembari kembali meminta maaf lagi, walaupun dia tahu dia tidak salah tapi tidak mungkinkan dia menyalahkan tuhan atas takdir yang dia punya. " Maaf Ma." Kata itu kembali terucap. seakan kata itu telah melekat si bibirnya, jika dia berada di posisi ini. 

Toh Dian juga sadar  rezeki, jodoh dan maut sudah ada yang atur. Sekeras apapun dia berusaha, kalau tuhan belum memberinya kesempatan lagi! Ya sama saja. " Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin mama katakan. Dian izin ke kamar! Dian capek." Ucapnya lagi. Dan tanpa mendengar jawaban mertuanya. Wanita itu meneruskan langkahnya ia bahkan tidak menghiraukan omelan serta teriakkan mertuanya yang terus me manggil-manggil namanya.

" Pantas saja tuhan menghukum kamu dengan tidak memberikan kamu anak, karena sikap kamu ke orang tua aja sudah seperti itu, Jangan salahkan An jika suatu saat dia berpaling dari kamu. Salahkan saja diri kamu yang tidak becus melayani suami kamu dengan benar." Teriak wanita itu membuat Dian berhenti dan berbalik menentang mertuanya.

" Mama, menyumpai aku! Atas dasar apa ma? Apa karena keadaan aku sekarang. Ma mungkin saja ini cara tuhan menunjukkan siapa kalian untuk aku. "

" Apa maksud kamu? Jangan kurang ajar ya kamu." Wanita paruh baya itu mulai tersulut emosi nya.

" Aku tidak bermaksud kurang ajar sama mama, tapi apa yang aku maksud udah jelas, bisa saja ini cara tuhan menunjukkan seperti apa lelaki yang pernah aku inginkan bersama keluarganya. Karena aku sadar, ma tuhan menciptakan kebaikan dan keburukan itu berdampingan, agar aku tetap teguh kepadanya karena aku yakin setelah ini tuhan pasti akan memberikan aku yang terbaik. Jika di luar sana seorang wanita dapat bertahan dalam rumah tangga yang berantakan karena anak mereka. maka di sini aku akan bertahan karena rasa sayang dan cinta aku untuk Mas Andara sampai aku merasakan lelah dan tidak ingin kembali. Jika saat itu tiba mama tidak perlu khawatir. Aku akan pergi dengan sendirinya. Tapi untuk saat ini aku belum mau pergi ma, karena aku cuma punya alasan untuk pergi. Dan belum mendapatkan alasan untuk tidak kembali lagi di kehidupan mas Andara. Tapi Jika mama bosan melihat wajah Aku di rumah ini, mama bisa membantu aku untuk pergi secepatnya dari sini atau mama bisa menunggu di rumah mama." Sebaik apapun orang itu, kalau sudah terlalu sakit dan lelah dia pasti akan memberontak. Seperti yang dilakukan Dian saat ini.

" Dasar menantu tidak tahu diri. Mama akan meminta Andara untuk menceraikan kamu. Kamu tunggu saja." Sahut Nyonya Wartika dengan mengebu-gebu.

" Oh silahkan saja ma, Aku juga bosen menjadi pel*cur halal anak mama." Balas Dian sebelum menghilang dari pandangan wanita paruh baya itu.

...\=\=\=\=\=\=\=...

Perdebatan Dian dan mertuanya sore itu. Langsung di sampaikan Elana untuk Andara begitu lelaki itu pulang kerja. Entah apa tujuan wanita itu yang pasti hal itu dapat berdampak buruk untuk Dian, jika Andara menanggapinya dengan kemarahan.

Andara menyerahkan tas kerjanya kepada Ellana setelah itu, dia langsung menghampiri Dian di kamarnya. Di lihatnya sang istri tengah duduk sambil menyisir rambutnya di depan meja rias.

Tanpa membuang waktu Andara langsung mendekati Dian dan memeluk tubuhnya dari belakang, dikecupnya pipi sang istri sembari minta maaf. " Maafin mama ya! Aku yakin mama nggak maksud jahat sama kamu." Dian tidak menyahuti ucapan Andara. " Sayang kamu kenapa Diam." Dian berdiri dari duduknya dan melepaskan tangan Andara yang melingkar di perutnya.

" Sebaiknya kamu kembali ke kamar El mas! Jangan datang ke aku kalau ada yang melarang kamu. " Seru Dian seraya menahan sakit dan rindu di dadanya. Perdebatannya dengan mamanya Andara cukup menguras emosinya dan kini Dian benar-benar lelah untuk menjawab pertanyaan Andara.

" Kamu kenapa sih Sayang? dengar ya! Tidak ada yang dapat melarang aku untuk menemui istriku." Sahut Andara mencoba untuk menyentuh wajah istrinya. Tetapi Dian membuang pandangan nya dengan sengaja menghindari sentuhan Andara.

" Istri atau pelac*r pribadi kamu?"

" DIANA. Jangan buat aku marah ya." Teriak Andara sembari, mencengkram pundak Dian dengan begitu kuatnya. " Aku udah Bela-bela in kamu! Dengan mencoba bicara baik baik! Tapi kenapa sikap kamu jadi kaya gini. Harusnya tuh aku marah sama kamu! Karena kamu sudah kurang ajar sama mama aku. Dan Sebagai istri harusnya kamu tahu tugas kamu itu, memberi kenyamanan di rumahan ini bukan membuat masalah dengan merusak kenyamanan rumah ini. " Lanjutnya lagi.

" Jadi aku salah? Kamu tersinggung aku bilang aku pelac*r pribadi kamu. Kamu lupa! Selama El Hamil Sampai tiga hari yang lalu kamu memperlakukan aku seperti itu. Kamu datang ambil hak kamu setelah puas kamu kembali ke kamar El dan anak kalian. Kamu tinggalin aku gitu aja. Sekarang katakan bedanya aku dan pelac*r itu dimana? Apa karena aku nggak bisa kasih kamu anak jadi perasaan aku nggak penting lagi buat kamu? Haaah! Jawab aku jangan diam aja. " Ucap Dian sambil menarik kerak baju Andara." Mama kamu mempertanyakan pelayanan aku di rumah ini dan kamu mempertanyakan kenyamanan di rumah ini sama aku! Harusnya kamu dan mamamu tahu bagaimana seorang istri bisa melayani dan memberikan kenyamanan di rumah ini. Kalau dia sendiri tidak nyaman di rumah, kalau dia sendiri tidak bahagia , kalau dia sendiri tiap hari menangis dan menderita bahkan dia menyesal berada di sini lalu bagaimana caranya aku memberikan pelayanan dan kenyamanan itu sementara aku sendiri tertekan." Lanjut Dian dengan berurai air mata.

" Maaf_"

" Sudahlah! Sebaiknya kamu keluar, malam ini aku ingin sendiri." Potong Dian sebelum Andara menyelesaikan ucapannya.

" Say_"

"AKU BILANG KELUAR." Teriaknya.

Andara pun mundur dengan perlahan sebelum berbalik untuk meninggalkan kamar Dian. Begitu Kaki Andara selangkah berada di luar kamar. Dian bergegas untuk menutup pintu tetapi sebelum itu dia sempat mengucapkan kalimat yang membuat Andara bingung. " Mas, jika El sudah bisa menepati hati kamu bilang ya." Dan pintu itu pun tertutup dengan begitu kerasnya.

.... ...

.... ...

.... ...

.... ...

...Bersambung. ...

...Happy reading.. 💔💔...

...Maaf baru nongol. 🙏🙏 ...

1
Lita Pujiastuti
Gimana kabar Andara .. jd korban gengsi mamanya...
Lita Pujiastuti
waduh... siapa wanita yg nyusul Kem?
Lita Pujiastuti
Ken emg suami idaman. 1 aja buat aq yg ky Ken, Thor.... 😄
Lita Pujiastuti
Belajar dr kisah ini, bhw setiap pemderitaan yg kita alami asalkan ikhkas dan sabar akan ada kebahagiaan menjelang
Lita Pujiastuti
Coba deh sekaliiiii aja... Ken pura² berubah dan cuek sm Dian.... nanti Dian ngerasa kehilangan Ken....
Lita Pujiastuti
Pepet terus Ken..... 😀
Lita Pujiastuti
Pengawal Dian byk banget.... 😀
Lita Pujiastuti
yeeeee... nglirik Ken nih yeee.... cie cie... mm😄
Lita Pujiastuti
Salah kamu sendiri Andara, kenapa kamu nurut terus dg semua kata mama mu. Kalau tdk mau cerai knp dulu tanda tangan, krn menuruti kemauan mama mu kan...
sekarang nikmati saja penyesalanmu...itu gk sebanding dg penderitaan Diana selama ini
Lita Pujiastuti
Semangat Ken... dptkan Dian....
Agustiany
goblok dian
Lita Pujiastuti
Nyesek mmg di akhir....
Lita Pujiastuti
Berul tuan Xavier.... jauhkan Dian dr Andara...
Lita Pujiastuti
Puassss...
Lita Pujiastuti
Kanu akan menyesal Andara...
Lita Pujiastuti
Hadir di acara adik ipar sj ogah... Andara... Andara.. jg. ngarep lg deh ..
Lita Pujiastuti
Nah... terus gmn itu , jadi cerai?
Lita Pujiastuti
Nah ... gitu dong. Nangislah hari ini sepuasnya, tapi esok... tataplah hari dg wajah baru.. sakit memang . pelan² sj dijalani. Yakinlah semua akan baik² saja
Lita Pujiastuti
nganyelke Dian ki .. sdh diperlakukan sprti itu, masih aja bertahan .
Lita Pujiastuti
mamanya ky gitu kok suruh sabar terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!