NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa

Perjalanan Menjadi Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:248.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mager nulis nama

Terlahir di dataran es membuat Hao Chen harus menjalani pelatihan ekstra dari sekte kecil tempatnya tinggal.

Namun tidak di sangka, Hao Chen yang polos dan baik hati ternyata dulunya adalah dewa kematian yang begitu di takuti oleh dewa lain hanya dengan mendengar namanya.

Huhuhuhu.... 😭 Sangking bersalahnya author pengen ngubah judulnya jadi perjalanan penembusan dosa author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mager nulis nama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. TURNAMEN IV

Babak ke 2 benar-benar menenggangkan, membuat penonton yang ada merasa terhibur dengan kehebatan dari banyak kandidat sekte.

Sejauh ini tidak ada yang terlalu mencolok, semuanya berjalan begitu lancar tanpa adanya hambatan.

Selama menonton pertandingan pendekar lain, paling tidak Hao Chen berhasil menyuri semua kemampuan hebat dari pendekar yang berada di podium istimewa.

"Meski meniru kemampuan orang lain adalah perbuatan yang salah karena bisa dianggap mencuri, aku tidak ada pilihan lain. Teknik-teknik yang selama ini di ajarkan oleh kakak An tidak terlalu efektif untuk digunakan sebagai senjata sekarang ini, mengingat lawan memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat dari teknik itu. Namun.. Aku pernah melihat kakek berlatih, mungkin aku akan menggunakan kemampuan itu jika terdesak."Gumam Hao Chen di dalam hati, mencoba menyiasati pertarungan selanjutnya.

Tiba-tiba nomor urutan Ling An dipinta untuk menaiki arena 2, wanita cantik itupun segera berdiri untuk bersiap-siap bertarung.

"Kak, apakah kau yakin tangan mu tidak apa-apa ?"

Ling An tersenyum,"Tidak apa-apa adik, semangati kakak ya."

"Kalau soal itu tentu saja.. Namun aku tidak masalah jika kita menyerah.

Lagian pil embun malam bisa di beli dengan uang, sedangkan kakak tidak bisa digantikan dengan apapun."

Ling An menatap heran Hao Chen."Kenapa kamu menjadi sangat pesimis, bukanya kita sudah berjanji akan menang ??"

"Itu..

Ling An kembali tersenyum."Sudah, adik. Kau hanya khawatir, kakak tidak akan menjadi beban untuk mu."

Hao Chen tidak lagi berbuat apa-apa ketika melihat kakak sepupunya berjalan menuju ke arena 2. Hao Chen takut bukan tanpa alasan, sejak awal dia tau siapa yang akan menjadi lawan kakaknya itu.

"Sial.. Semoga kakak bisa bertahan kali ini."Batin Hao Chen dengan raut nampak gelisah.

Di atas arena dua nampak seorang wanita cantik kandidat dari sekte naga langit bernama Qian Yu berdiri di sisi lain arena.

Ling An yang melihat lawannya segera mengerti mengapa Hao Chen berkata seperti tadi. Namun sebagai kakak,

Ling An tidak mau menyerah meski sudah cidera lumayan parah.

Seorang wasit yang berdiri di tengah arena segera berjalan menepi lalu mengangkat sebelah tangan sebagai tanda dimulainya pertarungan.

Ling An tau kalau lawannya sangat berbahaya, untuk itu dia segera menggunakan teknik tapak es untuk memperkuat telapak tangannya.

Segera Ling An dan Qian Yu berlari ke arah satu sama lain, keduanya langsung bertukar teknik sampai membuat arena bergetar dengan suara ledakan hasil dari pukulan keduanya.

Dari kursi penonton perhatian banyak orang segera tertuju ke arena dua, mereka merasa terpukau. Kaget dan tidak percaya kalau anak muda seperti mereka bisa bertarung seintens ini.

"He-Hebat sekali.. Serangan mereka begitu kuat sampai membuat arena berguncang, Jika begini terus siapa yang akan menjadi pemenang ?

"Ku rasa kandidat dari sekte lotus keabadian. Sejak awal aku sudah menduga kali gadis itu bukan hanya cantik namun juga kuat,"

"Halah ! Bilang aja kau menyukainya.

Kita ini lagi membicarakan siapa yang lebih kuat, bukan siapa yang lebih cantik."

"Jika boleh memberikan pendapat, kurasa mereka imbang. Dari awal keduanya sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaik, sampai sekarang tidak ada satupun yang terpukul mundur."

"Benar ! Kita hanya perlu melihat siapa yang bisa bertahan sampai akhir."

Di kursi penonton, Hao Chen merasa perasaannya campur aduk antara marah, kesal, khawatir dengan keadaan kakaknya yang memburuk.

"Sial, meski terlihat imbang jelas-jelas kakak sudah tidak berada di kondisi prima. Jika saja kakak tidak terluka, dapat dikatakan dia bisa melawan kandidat dari sekte naga langit dan mengalahkannya dimenit 30. Tetapi karena keadaannya, kakak mungkin hanya bisa bertahan jika masih memiliki cukup tenaga. Namun yang menjadi masalahnya adalah luka di pergelangan tangan kakak. Dilihat dari ekspresi nya kurasa kakak sedang menahan sakit."Hao Chen juga berpendapat kalau luka di pergelangan tangan Ling An akan menguras banyak tenaga dalam cukup signifikan.

Awalnya Hao Chen tidak terlalu khawatir karena luka Ling An sebelumnya tidak parah. Namun akibat menggunakan kemampuan tapak es, luka itu semakin parah dan menggerogoti fisik Ling An sampai membuatnya harus bertahan agar tidak tumbang.

Di atas arena dua, Qian Yu dari sekte naga langit masih tetap menyerang dengan kekuatan penuh, sedangkan Ling An yang mulai lelah mencoba bertahan tetapi hal itu malah berdampak buruk dan membuat lukanya semakin parah.

Saat melihat celah cukup besar pada gerakan bertahan Ling An. Qian Yu segera memperkuat pukulannya dengan tenaga dalam, lalu menyerang bagian perut Ling An sampai membuatnya terpental kebelakang.

*Bruuuk !

Mata Hao Chen melebar, hatinya menggelora seakan ingin meledak melihat Ling An terbaring tidak berdaya di atas arena dengan keadaan terluka semakin parah.

Saat Hao Chen akan mengangkat tangan sebagai tanda pihaknya telah menyerah, tiba-tiba Ling An kembali bangkit berdiri dengan darah segar mengalir dari salah satu sudut bibirnya.

"Ka-Kakak, kenapa kau begini.."

Hao Chen terlihat tidak berdaya,

dia merasa begitu ingin melompat kedalam arena untuk menyelamatkan kakaknya. Namun Hao Chen tau kalau menyerah bukanlah kemauan kakaknya dari awal.

Dengan keadaan perban di kedua pergelangan tangannya berubah warna menjadi merah akibat darah yang merembes. Ling An kembali menggunakan teknik tapak es dan menyerang ke depan, membuat Qian Yu tersenyum sinis melihatnya.

"Sekuat apapun kau mencoba, sudah jelas akulah pemenangnya."

Dengan cepat Qian Yu menyambut serangan Ling An dan kembali membuat gadis itu terpental kebelakang dengan tendangannya.

Penonton yang melihat segera sadar dengan cidera di tangan Ling An,

itulah alasan mengapa kemampuan

Ling An menurun jauh. namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena pertarungan sejati adalah pertarungan hidup dan mati, kalah dan menang.

Setelah mendapat poin keduanya,

Qian Yu semakin percaya diri kalau ia akan menang. Tetapi senyumannya seketika menghilang ketika melihat

Ling An kembali bangkit untuk kedua kalinya.

Hao Chen yang melihatnya tidak berkedip sama sekali, entah apa yang membuat Ling An sampai segitunya ingin menang.

"Kak.."Gumam Hao Chen.

Di atas arena Ling An kembali mengangkat tinjunya, dengan wajah nampak pucat serta napas memburuh.

"Ini demi adik ku, dia bercita-cita ingin melihat dunia luar. Aku akan menemaninya sampai keinginannya bisa terhujud."

"Omong kosong ! Akan ku patahkan tangan dan semangat mu !!"

Dengan cepat Qian Yu melesat ke depan dengan kedua telapak tangan dibalut energi kehitaman. Iapun menyerang Ling An secara bertubi-tubi.

Dengan keadaannya sekarang, hanya sedikit serangan Qian Yu yang bisa Ling An tangkis dengan akurat. Qian Yu kembali memukul perut Ling An hingga membuatnya termundur kebelakang. Entah mengapa Qian Yu merasa ada yang aneh dengan dataran yang ia injak, sejak awal pertarungan.

Namun hal itu bukanlah sesuatu yang penting untuk dipikirkan. Melihat lawannya sedang mengambil nafas, Qian Yu segera melesat ke depan dan menyerang Ling An. Namun dengan kemauan yang begitu tinggi, Ling An mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menyerang.

"Tapak bintang es"

Ling An melakukan serangkaian gerakan memukul dengan cepat. Gerakan tangan Ling An yang cepat tidak memberikan waktu untuk Qin Yu menghindar, hingga tiga pukulan Ling An berhasil mengenai tubuh Qian Yu dan membuatnya terpaksa melangkah mundur.

"Kau !"

Qian Yu kembali melesat ke depan, namun dengan sigap Ling An menyambut serangan Qian Yu dan menendang perut Qian Yu sampai membuatnya terpental keluar arena.

Ini semua sudah direncanakan oleh Ling An, dia sengaja kalah di awal untuk membuat lantai arena menjadi licin oleh kemampuannya. Pintarnya lagi, Ling An mampu berdiri seperti biasa sehingga bisa membuat Qian Yu tidak sadar kalau yang dia injak adalah es licin.

Ling An menggunakan kelebihannya untuk bertahan, sehingga dia bisa mengontrol laju sekaligus membalik keadaan, karena pertarungan di atas es adalah tempatnya sehari-hari bermain bersama Hao Chen.

Qian Yu yang terjatuh dari arena otomatis telah di diskualifikasi. Namun ia terlihat tidak terdiam setelah sadar kalau permukaan arena telah di lapisi es yang begitu tipis sampai tidak terlihat.

Meski begitu Qian Yu tidak bisa berbuat apa-apa, Karena dari awal tidak ada peraturan yang mengatakan tidak boleh melakukan hal ini.

Semua penonton awalnya terdiam sangking tidak menyangka kalau

Ling An mampu membalikkan keadaan dengan begitu baik, merekapun kompak menyoraki nama Ling An dan memuji bakat gadis itu.

Jangankan penonton, Hao Chen sendiri tidak sadar kalau Ling An telah lebih dulu berpikir kalau dia akan kalah jika tidak memutar otaknya.

"Kakak, kau berhasil."Hao Chen tersenyum ke arah Ling An. Gadis itu juga tersenyum ke arah Hao Chen sambil mengangkat tangannya.

Wasit yang bertugas segera mengumumkan kalau Ling An berhasil keluar sebagai pemenang, sedangkan Qian Yu terlihat sangat amat kesal sambil berjalan kembali ke podium khusus.

Ketika akan menaiki kursi, dia disambut dengan senyuman sinis dari Ryu Jin.

"Ku kira kau segitu kuatnya, namun untuk melawan orang cidera saja kau tidak bisa. Kau sungguh bodoh membuat malu tetua di hadapan teman-temannya."

Langkah Qian Yu terhenti dan sedikit melirik Ryu Jin."Lebih baik kau urus saja pertarungan mu sendiri. Belum bertarung saja sudah banyak bicara, kau itu memang harus diberi pelajaran."

"Aku di hajar ? Kau bercanda, lawan ku itu hanya anak kecil. Lagian aku tidak sebodoh dirimu."

"Kita lihat siapa nanti yang tertawa terkahir kali."Qian Yu kembali duduk di kursinya.

Di podium tamu kehormatan, terlihat beberapa tetua menertawai tetua dari sekte naga langit.

"Astaga, apakah dia murid mu ? Kenapa dia tidak sadar kalau arenanya sudah beku oleh lawan ?? Apakah dia bertarung dengan mengandalkan hawa *****,"Tetua dari sekte gunung tengkorak berkata diikuti dengan tawaan.

Tetua dari sekte naga langit hanya bisa pasrah di tertawai teman-temannya.

"Iy-iya dia juga termasuk murid ku. Namun sepertinya dia terlalu terbawa emosi sampai tidak sadar dengan hal seperti itu. Namun bukan itu masalahnya, setelah ini bocah yang kita tunggu-tunggu akan bertarung dengan murid terbaik ku."

"Ah, benar. Kurasa setelah ini akan ada pertarungan hebat, mengingat bocah itu melihat kakaknya dipukul habis-habisan oleh murid mu."Kata pria sepuh dari sekte pedang iblis.

"Senior, dia itu murid terbaik ku.

Aku menaruh harapan besar untuknya, aku yakin dia bisa menang."

1
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
ttap semangaaat Thor
💪
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
🤩😎 muantaaab👍
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
ttap extra semangaaat Thor
💪
Xuan Yan
sungguh prolog yg bgs
🤩😎
minak jinggo
pihak admin mana nieh.. author kyak gini d lolosin.. apa kepepet gk punya author yg kompeten d APK ini
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Eren Yeager
maaf maaf, khilaf sampe lupa pernah bikin novel gw njirrr
Lucas Immanuella: emng BABI kau nii Thor🗿
total 1 replies
Erlangga Wahyudi
udh hampir 4 thn ga up...udh hbs brp galon kopi thor nunggunya
إندر فرتما: aku kira udah meninggal author nya
total 1 replies
Christian Matthew Pratama
copypaste
Bonar Afrianto
Luar biasa
Alex Kawun
luar biasa kau hao chen
sayang nya pembaca tdk pernah tahu bgmana HC bisa menguasai kepandaian yg di miliki nya itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!