Hai pembaca yang budiman😊
ini adalah novel kedua ku, Lanjutan cerita dari novel pertama ku yang berjudul JENIUS NAKALKU, tapi dibuat terpisah agar rasa nya berbeda😅
Maklum di novel kali ini, yang jadi pemeran utamanya si sad boy tampan Peter Chow yang menjadi liar kembali karena harus ikhlas dengan kenyataan yang ada, bahwa Bella wanita pujaan nya menikah dengan Mark chow kakak kesayangannya, meski sebenarnya belum bisa move on.
Mami Laura yang khawatir dengan percintaan anak bungsunya, mengenalkan banyak wanita cantik di kotanya untuk menjadikan calon menantu nya. Bahkan Queen, keponakan kesayangannya selalu mengikutinya demi mengawasi tindak - tanduk peter, agar memilih wanita yang tepat sebagai pendamping hidupnya.
Kira - kira siapa ya gadis yang bisa merebut hati Peter yang telah terluka🤔
Yuk, baca langsung tiap episodenya, biar ga penasaran!
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haura Kanza Nabilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. malam akhir pekan Queen
***
Setelah selesai makan di luar, Peter dan Queen pun segera pulang ke mansion Tuan Chow.
" oma... " teriak Queen ketika sampai di Mansion karena ia sudah kangen dengan oma nya dan ingin segera menceritakan apa yang terjadi di sekolah dan di perjalanan tadi.
" hmmm... malaikat kecil oma sudah pulang" panggilan baru nyonya Laura kepada Queen cucu semata wayang nya saat ini.
" Hehehe... makasih omaku sayang..." jawab Queen sambil melambaikan tangan memeluk oma yang dirindu kan nya.
"sama - sama honey" ucap nyonya Laura sambil membalas pelukan Queen. Dan tak lama kemudian mereka berdua lanjut bercerita panjang lebar di ruang santai keluarga.
***
Malam hari nya, Peter yang sedang asyik berbalas chat dengan seorang wanita barunya. Tampak senyum - senyum sendiri, pasalnya wanita yang satu ini baru kemarin malam di kenalkan Robert dan wanita ini cukup cantik meski tak secantik Bella😊. Namun, lumayan lah untuk dijadikan teman kencan. Dan malam ini , Peter sudah janjian dengan wanita tersebut jam 9 malam di club ***.
wew... senyum segaris, tapi maksud terselubung seember. Peter oh peter🎶.
Queen yang tak sengaja melihat kelakuan aneh om nya, sengaja mencari tahu ke oma nya.
"oma... sini..." panggil Queen berbisik kepada oma nya yang sedang asyik nonton tv bersama opa nya.
"ada apa malaikat ku?" tanya nyonya Laura bingung.
" oma... aku boleh ga ikut om keluar nanti malam?" pinta Queen memohon.
" hmmm... tidak malaikat ku, besok kau kan sekolah pagi." tolak nyonya Laura.
" hmmm... berarti kalau aku libur sekolah boleh ya oma?" protes Queen.
" Ya, boleh. " setuju oma.
"hore... makasih oma cantik." ucap Queen memuji oma nya kemudian berlari kecil menuju kamar nya.
Karena dalam pikir Queen, gadis seusianya memang berkewajiban belajar. Main di hari libur, itu bonus, sebagai refreshing otak, agar tak jenuh.
***
Akhir nya hari yang di tunggu - tunggu Queen tiba juga.
Besok adalah akhir pekan, Queen yang menagih janji oma, untuk mengijinkan nya ikut dengan Peter ke tempat biasa peter kunjungi.
Queen yang gak sabar dengan aktifitas nya nanti malam, melihat dunia malam remaja seusianya di negara R nampak senang sekali. Maklum, selama di negara nya, Queen gak pernah sekalipun pergi keluar malam, apalagi ke tempat - tempat club malam. Bella melarang nya, karena khawatir pergaulan bebas, dan Bella juga tak ingin Queen mengalami nasib one night seperti dirinya.
Nih tampang Queen yang gak sabaran membayangkan indah nya suasana kehidupan malam di negara R.
"hei... bocah nakal, ingusan. Sudah puas mengkhayal nya? Mandi sana, jika tidak rencana kita batal." suruh Peter yang aneh melihat kelakuan keponakan nya.
"hmmm... bagai mana cara nya membuat gadis ini kapok, dan tak ingin mengikuti ku lagi ya?" gumam Peter berpikir keras.
***
Sesampai nya di Club tempat Peter biasa menghabiskan waktu, Peter tampak bingung, memikir kan cara bagai mana menangani Queen yang nakal itu, karena biar bagai manapun Queen itu seorang gadis dan keponakan nya juga. Meski Peter suka melihat gadis segar yang cantik, polos dan lugu seperti Queen di club untuk di jadikan teman kencan ataupun mangasanya, tapi ia tak ingin hal itu terjadi menimpa Queen.
Sementara gadis yang menjadi bahan pikiran Peter nampak sedang tersenyum bahagia sambil memegang minuman di mejanya.
" hmmm... kamu nampak sangat imut Queen, meski kau sangat nakal dan menjengkel kan ku, aku tak bisa membenci mu, Queen. Aku justru khawatir kau jadi mangsa lelaki lain. Andai kau bukan keponakan ku, mungkin aku juga akan menjadi lelaki yang berbahaya untuk mu Queen" gumam Peter dalam hati.
Peter hanya asyik memperhatikan Queen dari meja Bar saja. Ia sengaja menjauhi Queen karena takut tak bisa mengontrol dirinya dan Queen duduk di meja tamu VVIP, ruangan minimalis yang terbuat dari kaca, namun transparan.
Agar tetap bisa merasakan suasana club namun tak bisa disentuh sembarang orang iseng. (keren kan club nya? wkwkwk... tp sayangnya hanya ada dalam imajinasi Author😅)
"woi... bengong aja. Ngeliatin siapa sih?" ucap Robert ingin tahu dengan apa yang terjadi dengan sahabat nya.
"eh... engga koq." balas Peter salah tingkah karena malu kegep sama sahabat nya.
"wow... ternyata ada bunga segar dan cantik, pantes lu bengong aja." teriak Robert yang langsung melihat Queen.
" eh... jangan macam-macam ya! itu Queen keponakan wa, anaknya kak Mark." jelas Peter.
" hmm... bagus lah, berarti bisa wa seriusan keponakan lu, mohon restu om." guyon Robert menggoda sahabat nya yang casanova, 11 12 dengan nya.
" enak aja lu, wa enggak sudi punya keponakan macam lu" tolak Peter.
" Yakin lu om?" tanya Robert serius dan kemudian mereka pun saling tertawa karena bagi mereka berdua, wanita itu ibarat baju di Mall. (di pilih-pilih, suka di beli lalu di pakai, ketika bosen dikasih orang, atau dibuang)
(wew... horor banget ya!)
*** bersambung
terima kasih atas like n koment nya🙏
untung readernya pinter2 yaa. . .
seru thor, semoga sukses dan makin banyak karya ya
semoga oma cepet sembuh
mmpir juga y ke cucu manja oma
semangat