Kartel Varo Sinaloa
Pria 29 tahun yang tumbuh sebagai pewaris sementara Sinaloa Group sebab adiknya lah pemegang tahta tertinggi dalam keluarga yang telah berantakan tersebut sedangkan Varo adalah seorang mafia yang berhasil mendirikan kelompok besar sehingga dihindari oleh beberapa kelompok lain.
Valerie Ishana
Gadis 19 tahun yang merupakan putri dari seorang mafia, dia terpaksa harus ditahan karena ulah papanya yang mencari masalah dengan Kartel Varo Sinaloa, seiring berjalannya waktu melewati rintangan menemukan sebuah kebenaran dibalik misteri keduanya sering dipertemukan hingga perlahan rasa itu muncul dalam diri masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 07
setelah beristirahat cukup tiba alfin datang mengetuk pintu
tok,,,,tok,,,,,tok
"lina keluar makan siang" ucap alfin lalu pergi kebawah untuk makan siang
lina yang mendengar merasa aneh kenapa sampai bosnya sendiri yang memanggil untuk sekedar makan siang
aneh kenapa mereka semua memperlakukan aku seperti putri raja sih, disini yang pelayan siapa yang bos siapa, heran deh sama tingkah mereka. batin lina
setelah turun menuju lantai bawah lina duduk berhadapan dengan alfin lalu memakan makanannya tanpa bicara
"lina jangan salahkan aku atas tindakan yang akan ku lakukan" ucapnya datar
"maksudnya? aku nggak ngerti fin" ucap lina mengernyitkan kening sambil mengunyah makanannya namun alfin diam membisu
15 menit berlalu lina selesai dengan makanannya, saat hendak bangun lina merasa pusing dan hampir jatuh karena merasa sakit dikepalanya, beberapa menit kemudian lina tak mampu menahan sakit sampai akhirnya jatuh pingsan
"bawa dia" perintah alfin dengan tatapan tajam, wajah asli alfin keluar saat itu
"baik tuan muda" ucap pelayan wanita itu
***
ketika bangun lina merasa pusing dibagian kepalanya dan melihat disekitar, dia tau bahwa dirinya tidak berada dikamar yang tadi ditempati melainkan kamar yang berukuran 3 kali lipat lebih luas dari kamar yang tadi ditempati
"awww aku dimana, aduuh kok pusing" ucapnya sambil memegang kepala
"astaga aku salah masuk kamar ni kayaknya" ucap lina lagi saat sadar bahwa kamar tersebut berbeda dengan kamar yang sedang ditempatinya
beberapa saat setelah mulai sadar lina berusaha bangun dan pindah ke kamarnya namun dia terkejut dengan pakaian yang sedang dia gunakan, ya gaun putih mirip seperti gaun pengantin
"aku nggak pernah ganti baju kok bisa ganti baju kayak gini" lina bingung dengan keadaannya saat ini,
tiba tiba seseorang masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu
ceklek, pintu terbuka
lina heran melihat alfin menggunakan pakaian yang serasi dengannya
"kita sudah menikah dan sebentar lagi surat nikah kita akan selesai, tunggu saja" ucap alfin santai tanpa rasa bersalah
sontak perkataan alfin membuat lina membelalakkan mata tidak percaya
"nggak fin kamu bercanda kan? nggak mungkin" ucapnya tidak percaya
"hey kamu menyimpan rahasia ku, jadi aku tidak ingin rahasia ku terbongkar dihadapan banyak orang, jadi kenapa harus tidak mungkin, semuanya bisa menjadi mungkin untuk ku, mengerti?" ucap alfin yang mulai mengeluarkan seringai licik memandang lina
"nggak, pernikahan ini tidak sah, sampai kapan pun aku tidak akan menerima pernikahan ini" ucapnya sambil beranjak dari tempat tidur ingin keluar dari kamar tersebut namun tangan lina ditarik oleh alfin
"fin lepasin, kamu gila ya, aku nggak bakal bocorin rahasia kamu jadi aku mohon jangan gila kayak gini" ucapnya berusaha melepaskan tangannya
"Lina menurut lah, aku tidak akan menyakiti mu, percaya pada ku" kata alfin masih mengeratkan genggaman nya
"gila! lepasin,,, Alfin lepasiiiiinnn" kata lina meronta ronta sambil menangis
alfin yang geram melihat tingkah lina melempar nya kembali keatas ranjang miliknya
"berhenti menangis, aku benci melihat air mata" bisik alfin ke telinga lina
"pergi dari sini, pergi!!!!" teriak lina hingga menggema dikamar yang super besar tersebut
"berisik!!!" teriak alfin tak kalah besarnya dengan suara lina membuat lina diam seribu kata
"ganti pakaian mu, semuanya sudah siap dilemari" perintah alfin namun lina masih saja diam tak bergerak sedikitpun
alfin geram melihat tingkah lina, alfin menarik tangan lina sampai ke kamar mandi dan menyalakan shower lalu mengguyur tubuh lina
lina berusaha lari dari kamar mandi itu namun tangan alfin terlalu kuat
"fin gila kamu, lepasin!! aku mau pergi dari sini, lepaaaaaassss!!!" teriak lina
"diaaamm!!!" ucap alfin sambil membanting shower
"tadi aku suruh apa? mandi tapi kamu nggak nurut, oke tidak ada cara lain selain memaksa" tambahnya
"alfin keluar sekarang" ucap lina dengan suara lemah hampir tidak bertenaga
alfin keluar dengan membanting pintu dengan keras sementara lina masih dengan keadaan lemas dibawah guyuran air, dia tidak akan menyangka menikah dengan alfin hanya karena mengetahui rahasianya menurutnya ini tidak masuk akal, kenapa harus menikah, jika banyak orang yang tau rahasianya apa dia juga akan menikahi orang orang yang tau rahasianya
30 menit berada didalam kamar mandi lina keluar menggunakan kimono yang sudah disiapkan, lina melihat sekeliling namun tidak menemukan alfin didalam kamarnya, lina berjalan menuju lemari dan benar saja saat membuka lemari semua pakaiannya sudah tertata rapi disana, lina mengambil salah satu baju tidur lengan pendek celana panjang dengan warna senada lalu memakainya
setelah beberapa menit duduk diatas ranjang mengayunkan-ayunkan kakinya alfin membuka pintu
"keluar, makan malam" perintahnya dengan tatapan dingin
tapi bukannya bergeri lina malah membuang tatapannya dan memilih tidur menutup seluruh bagian tubuhnya dengan selimut
alfin yang melihat tingkah lina semakin emosi
"bangun!!" titah alfin sambil membuka selimut dengan paksa dan membuangnya
alih alih bangun lina memiringkan tubuhnya agar tida melihat wajah alfin,,, namun. bukan alfin namanya jika tidak bisa mengurus gadis kecil sepertinya
"Lina hitungan ke-tiga kamu tidak bangun maka,,,,,,," belum sempat menyelesaikan kalimatnya lina sudah bangun dan keluar dari kamarnya menuju meja makan
alfin tersenyum tipis melihat tingkah lina yang kadang keras kadang seperti anak kecil
"makan!" perintah alfin lagi
"nggak kamu aja, udaj kenyang sama makan siang beracun yang kamu kasih" ucapnya dengan tatapan sinis lalu membuang tatapan ke arah lain
"lina jangan buat kesabaran ku habis, kalau aku bilang makan ya makan" ucap nya dengan sedikit nada tinggi
"cih,,, siapa kamu ngatur ngatur" jawab lina tak mau kalah
"suami mu" jawab alfin dengan tatapan mengerikan membuat para pelayan disana ketakutan
"setelah ini jangan pernah ganggu aku" ucap lina tegas dan langsung menyantap makanannya
alfin tersenyum sinis mendengar perkataan lina namun dia puas karena lina mau memakan makan malamnya
ngulangnya tiap episode sampe lebih dari 4x
apa iya kayak aq yg baru nemuin jd bawaannya maraton deh bacanya