Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Proyek bermasalah
Jakarta,
Fahri mondar-mandir di dalam ruang kantornya,laporan dari pegawainya yang di Bali bahwa proyek raksasa yang tengah dia kerjakan mengalami masalah membuatnya semakin pusing,banyak investor yang berniat menarik saham mereka.
"Tuan,apa anda akan ke Bali?"tanya Reno.
"Apa kau fikir masalah ini tidak berat,bayangkan saja karena kesalahan konstruksi bangunan membuat para pemegang saham demo masal.
"Jadi kapan anda akan berangkat,apakah saya harus ikut?"
"Kau di sini saja,bantu tangani proyek yang di sini,aku juga tak tau berapa lama di sana" jawab Fahri.
"Baik tuan".
Kepala Fahri sudah mau pecah,dari tadi tangannya tak berhenti memijit pelipisnya,bertahun-tahun dia menangani berbagai proyek besar tapi kenapa justru sekarang dia terancam kehilangan proyek karena konstruksinya berbeda dengan kesepakatan dengan para pemegang saham.
Reno kembali keruangan Fahri dan melaporkan bahwa akan ada meeting sore ini dengan Hansel corp.
"Maaf tuan,sore ini ada janji dengan Hansel corp" ingat Reno.
"Kau bisa urus Ren,kepalaku pusing,aku ingin pulang cepat hari ini" jawab Fahri.
"Baiklah tuan,saya akan menghubungi sopir kantor untuk mengantarkan anda pulang"
Setelah itu Reno keluar dari ruangan Fahri dan meminta Sesil sekertaris Fahri untuk menghubungi sopir kantor,mengantar Fahri pulang.
Fahri keluar dari ruangannya,mobil sudah menunggu di depan Lobby.
"Sore tuan"sapa sang sopir yang tak mendapatkan jawaban dari Fahri seperti biasa.
"Kita ke apartment" perintah Fahri saat dia sudah masuk kedalam mobil.
"Baik tuan".
Sampai di apartment Fahri mematikan ponselnya,dia sudah sangat yakin akan berbagai pertanyaan dari mamanya,merupakan kebiasaan Fahri kalau terjadi masalah dia akan selalu memilih menenangkan diri di apartmentnya,pulang kerumah akan membuatnya semakin pusing karena kali ini permasalahannya tidak bisa di anggap enteng.
Fahri duduk di balkon kamarnya,pandangannya kosong,sakit kepalanya tak kunjung hilang,sedang ditempat lain,tepatnya di rumah Farah sedang cemas,karena sudah puluhan kali menghubungi anaknya tapi ponselnya mati.
"Dimana kamu Fahri,sudah malam begini belum pulang" gumam Farah.
Devan pulang dan melihat istrinya gelisah di ruang tengah.
"Ada apa sayang,kenapa kamu terlihat sangat gelisah?".
"Kemana saja jam segini baru pulang,anakmu jam segini blm pulang,ponselnya juga gak bisa di hubungi"cerita Farah.
"Ayolah sayang,Fahri sudah dewasa,dia bisa membedakan mana yang benar dan salah,jangan terlalu khawatir".
"Jangan khawatir bagaimana maksudmu,anak gak bisa di hubungi kok suruh tenang".
"Ada masalah di dengan proyek resort yang di Bali,anakmu pasti ada di apartmentnya sekarang".
"Dari mana papa tau,ponselnya saja tidak bisa di hubungi" tanya Farah heran.
"Kamu ya,makanya jangan terlalu panik,jadi ilang akal kan?".
"Maksud papa apa sih,mau bilang mama bodoh?".
"Tadi papa sudah menghubungi Reno".
"Astaga kenapa mama melupakan Reno".
Terlalu khawatir Farah sampai kelupaan kalau Reno adalah asisten pribadi anaknya,dan pasti tau apa yang terjadi pada Fahri.
Devan mengajak istrinya istirahat dan butuh waktu lama untuk menenangkan istrinya,meyakinkan dia kalau Fahri memang ada di apartmentnya.
***
Pagi harinya Fahri memutuskan untuk pulang ke rumah,mengambil beberapa pakaian untuk dia bawa ke Bali,baru saja sampai rentetan pertanyaan Farah membuatnya kembali pusing.
"Mahh pleasee,Fahri sedang tidak berselera berdebat dengan mama".
"Siapa juga yang mau berdebat,mama hanya ingin memarahimu,kebiasaan mengurung diri di apartment dan mematikan ponsel,apakah membuatmu senang?".
"Mahhh,Fahri mau berkemas,nanti ketinggalan pesawat".
"Berkemas?,pesawat?,kamu mau kemana?".
"Fahri akan ke Bali mah,mungkin kali ini agak lama,karena masalahnya lumayan berat" jelas Fahri.
"Ya sudah,tapi ingat jangan pernah matikan ponselmu lagi" ancam Farah.
Fahri masuk kedalam kamarnya dan mengambil koper yang ada di walk in closet,memasukkan beberapa pakaian serta berkas-berkas yang dia butuhkan.
Setelah semuanya masuk kedalam koper,Fahri mengambil handuk kemudian membersihkan dirinya.
Fahri turun ke bawah dan bergabung dengan papa mamanya yang sedang menikmati sarapan bersama.
"Apa masalahnya berat?"tanya Devan pada Fahri.
"Lumayan" jawab Fahri singkat.
"Jangan bahas pekerjaan di meja makan" sela Farah.
Devan dan Fahri makan dalam diam,selesai sarapan Devan memutuskan untuk pergi ke kantor membantu Reno,bagaimanapun dia tidak mau ada kesalahan yang akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan saat Fahri di Bali.
Fahri berangkat ke Bandara diantar sopir kantor,mang Diman memang sudah tua jadi Devan melarangnya untuk menyetir dan hanya membatu membersihkan taman belakang.
Sampai di Bandara Fahri dibuat tambah pusing karena pesawat yang yang akan dia tumpangi Delay.
"Astaga,masalah apa lagi ini"desis Fahri.
Setengah jam kemudian pesawatnya berhasil lepas landas,dan dua jam setelah itu dia sudah sampai di Bandara Ngurah Rai.
Fahri memesan taxi dan langsung bergegas ke kantor cabang Bali,ada setempuk berkas yang harus dia periksa sesampainya dia dikantor.
Roy orang kepercayaan Fahri yang di Bali membantunya lembur dikantor.
"Kenapa bisa terjadi seperti ini,apa gambar dari arsiteknya kurang jelas?,kenapa bisa berbeda hasilnya?"tanya Fahri pada Roy.
"Aku juga bingung,kenapa bisa terjadi kesalahan,padahal jelas-jelas kita mengambil gambar yang benar" jelas Roy.
Roy memang orang kepercayaan Fahri yang dia tempatkan di Bali,bukan hanya itu,dia adalah satu-satunya pria yang mampu bersahabat dengan seorang Fahri.
Roy adalah teman kuliahnya,dan mereka bersahabat saat masih sama-sama duduk di bangku kuliah,memilih cabang Bali karena Roy menikah dengan gadis Bali yang dia kenal saat dia dan Fahri melakukan kunjungan ke kantor cabang Bali.
"Apa kau akan menemaniku disini sampe tengah malam?"tanya Fahri.
" Tentu saja tidak,kasihan istriku di rumah sendirian,tapi jangan khawatir aku sudah menyiapkan dua gelas kopi untukmu"
"Dasar pegawai kurang ajar"
" Eettt,sudah perjajian kita tak ada lembur di atas jam 10 malam"
"Pulanglah sekarang,ocehanmu membuatku tambah pusing" usir Fahri.
"Siap bos" jawab Roy dan langsung pergi meninggalkan Fahri.
Tepat jam 1 dini hari Fahri sudah merasakan lelah,dia bergegas pergi meninggalkan kantor menuju apartmentnya di Bali.
Fahri menempelkan cardnya di pintu dan membukanya perlahan,di dalam kamar Queen merasa haus,dan pergi ke dapur,belum sempat kakinya melangkah belok ke dapur dia mendengar pintu apartmentnya seperti ada yang membuka.
Queen mengambil kemoceng yang ada di sudut ruang tengah,berjalan dengan mengangkat kakinya tanpa menimbulkan suara dan bersembunyi di balik dinding pembatas antara ruang tengah dan depan.
Fahri berjalan menuju ruang tengah,belum juga tiga langkah,dia dikejutkan dengan serangan dadakan.
"Brukk..brukk..malingg dasar maling"Queen memukul Fahri membabi buta.
Antara bingung dan kesakitan dia mulai menangkap kemoceng yang ada ditangan Queen.
"Siapa kamu?".
"Siapa kamu?".
♡♡♡
To be continue....
Up tergantung vote dan bunga serta kopi buat pengusir ngantuk author 😂🤣.jangan lupa vote dan hadiahnya ya,hanya itu yang membuat author semangat nulisnya,makasihh 😘😘😘