Kehidupan Lili dan Steve setelah menikah.
Steve yang ternyata mempunyai saudara kembar. Stefan Liu.
Yang meninggal ketika masih berusia 8 tahun.
Karena sebuah racun yang di berikan oleh Lili. Bagaimana Steve akan menjalani kehidupan nya dengan Lili.
Simak kisah ini.
Buat kalian yang ingin tahu bagaimana pertemuan Steve dan Lili.
Kalian bisa mampir di CINTA MANIS CEO part 1. Yang disana juga langsung di sambung dengan part 2. Novel ini hanya mempermudah readers untuk membedakan part 1 dan part 2. Thank you.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Yuniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Dapur Vila Diamon
Tengah malam itu Dona membangunkan Lili. Dan berjalan keluar menuju dapur. Sembari menutup mulut milik Lili. Lili ketakutan hingga seluruh tubuhnya gemetar.
"Ah........"
Dona melempar tubuh Lili hingga jatuh kelantai.
Ia menekan kedua pipi Lili dengan erat.
"Ah.... sakit Dona..." Rintih Lili.
Yang bersandar di tembok.
"Sakit ya.....?Aku tidak peduli tuh..." Ucap Dona dan menghempaskan wajah Lili. Kemudian berdiri.
"Aku ingin tinggal di sini ...!"Ucap Dona tanpa basa-basi.
"Hah.....?" Lili terkejut. Dan melihat ke arah Dona , masih bingung dengan ucapan Dona.
"Hah....? Hah kepalamu. ! Aku di usir oleh laki-laki yang kamu rebut. Sekarang kembali kan dia padaku. Bisa ?" Ucap Dona membentak.
Lili tertunduk terdiam.
"Steve tidak akan memilih Dona lagi. Dia tetap memilihku. Akhirnya... Aku tau cinta Steve pada ku memang tulus.bTapi, Apakah yang dikatakan Dona benar jika aku merebut Steve darinya. Aku rasa aku tidak merebutnya. Tapi mungkin takdir yang mempersatukan kita." Batin Lili. Ada sedikit kelegaan dalam hati nya.
"Kau....... Kau hanya melamun saja. " Ucap Dona, Memegang erat lengan Lili dan mengangkat tubuhnya agar berdiri.
"Kau harus membujuk Steve supaya aku tinggal disini. Entah bagaimana cara mu" Ucap Dona.
"Apa urusan ku dengan keinginan mu. Kalau Steve tidak menginginkan mu lagi. Mungkin kamu bisa memenuhi ucapannya. Untuk pergi meninggalkan nya" Jawab Lili dengan berani.
"Kau....."
Amarah Dona menjadi hingga hampir melayangkan tangannya untuk memukul Lili.
Lili yang terkejut menutup pipinya seketika.
"Baiklah....." Ucap Dona sembari menghela nafas.
"Kalau kamu tidak mau membantuku. Aku yang akan membuat Steve menjauh dari mu...Aha...ha...ha"
"Kau tidak akan bisa merusak kami"Ucap Lili dan langsung berlari pergi.
Namun tangannya di tarik paksa oleh Dona.
"Kalau kau tidak bersedia. Aku bersedia. Bagaimana ya jika Steve tau bahwa adik kembarnya. Kamu yang membunuh.. ?" Ucap Dona. Mengecilkan suara di kata-kata terakhirnya.
Lili terkejut dan menatap wajah Dona.
"Apa yang kamu katakan ? Kau jangan memfitnah dengan mengatakan hal sembarangan !" Ucap Lili.
"O ...... Kau tidak tau ya kalau Steve itu punya adik kembar..." Ucap Dona.
"Aku mungkin perlu membantumu untuk mengingatnya. Apakah kau pernah memberi kan permen coklat kepada 2 anak kecil yang mukanya mirip saat kau masih kecil. Dan apa kau tau. 1 diantara 2 permen itu beracun. Membuat 1 diantara 2 anak kecil itu meninggal karena racun dari permen yang kau berikan. Dan dia adalah adik Steve. Stefan Liu. Dan kau. Kau malah menikahi kakak dari adik yang kau bunuh. Sangat ironis sekali ya Lili." Ucap Dona
Lili langsung membalikkan badannya dan langsung menghadap Dona.
Ia mulai ketakutan dengan ucapan Dona.
"Apa.... apa yang kau katakan itu benar ?."
Ucap Lili tak percaya.
"Aku ingat... aku ingat pernah memberi permen kepada 2 orang anak laki-laki yang sedang bermain" Batin Lili melihat kelantai dengan mata yang terlihat amat kebingungan.
"Tapi.... tapi permen itu bukan dari aku. Aku diberikan oleh orang lain. Bagaimana kau bisa tau masalah ini ?" Ucap Lili tak terima.
"Em....... Tidak penting aku tau dari mana.Tapi tetap saja kamu yang memberikannya. " Ucap Dona menakuti Lili.
"Bukan... bukan aku yang membunuhnya. Aku tidak membunuhnya...." Teriak Lili.
"Pelan kan suaramu. Aku akan menyembunyikan ini. Asal kau bisa membuatku tinggal di tempat ini." Ucap Dona menutup mulut Lili.
Steve yang tidurnya terganggu terbangun dan melihat ranjangnya hanya ada dirinya.
"Lili....."
Ia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mencari Lili.
Lili berjalan menuju kamar dengan langkah pelan dan ada rasa khawatir menemani. Tetap berusaha menemui Steve. Namun dalam benaknya hanya ada pikiran bahwa Lili tidak membunuh adik Steve.
"Aku tidak membunuhnya... Aku tidak membunuhnya... Aku bahkan masih kecil saat itu. Aku bukan pembunuh."
Lili terus menguat kan dirinya sendiri. Berjalan sembari memainkan jemarinya
"Lili......"
Steve membuka pintu dan melihat Lili berdiri hanya berdiri, Tidak masuk kedalam kamar. Ia menghampiri dan menyentuh tangannya.
"Kenapa kau terjaga. Sampai kau pergi meninggalkan kamar ?" Tanya Steve. Terus memegang tangannya dan tak berpaling menatap wajah Lili.
Lili yang melihat Steve menyentuhnya tangannya. Ia tiba-tiba teringat akan perkara Dona.
"Hah......"
Dengan cepat Lili melepaskan pegangan tangan Steve.
"Eh... maaf Steve... aku sangat haus. Jadi... jadi aku mencari minum. Mari kita tidur. Aku akan masuk. " Lili berjalan menuju ranjang dengan cepat.
"Ada apa dengannya. Aku rasa tadi masih baik-baik saja" Rasa aneh akan sikap Lili mulai muncul di pikiran Steve.
"Heh.... sudahlah. Mungkin hanya perasaan ku" Steve mengangkat pundaknya dan kemudian berjalan menuju ranjang.
Pagi Hari
Lili yang sudah terbangun karena tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia menuju dapur untuk menyiapkan makanan. Bibi Yang dan Paman Zam sudah tidak ada di sana. Sebab mereka sudah tinggal di rumah keluarga Liu. Hanya pelayanan bersih rumah dan tukang kebun yang bekerja pagi dan sorenya pulang. Ia menyiapkan semua masakan sendiri.
"Wuah..... Kau hebat juga ya." Puji Dona. Tanpa sopan santun dan seenaknya sendiri. Ia duduk di kursi mengambil makanan yang sudah Lili siapkan di atas meja.
Lili hanya mengacuhkannya tanpa memandang keberadaan Dona.
Dona kemudian berdiri menghampiri nya.
"Jangan lupa ucapan ku. " Bisik Dona ditelinga Lili.
Lili yang masih sibuk dengan masakannya. Hanya diam menundukkan kepala.
Dalam benaknya saat ini. Jika sampai Dona melaporkannya pada polisi. Dan membuat dirinya masuk penjara. Siapa yang akan menjaga Exel.
"Steve......" Teriak Dona dan langsungnya menghampirinya.
"Kenapa kau masih disini..?" Tanya Steve kesal. Karena Dona masih saja di vila.
Lili yang mendengar ucapan Steve. Langsung menghampiri dirinya.
"Steve.... bagaimana kalau kita biarkan Nona Dona tinggal di sini. Dia mungkin tidak punya tempat tinggal." Ucap Lili berdiri disamping Steve yang masih duduk. Sembari memainkan Jemarinya.
Steve yang mendengar ucapan Lili. Merasa kesal dan tak senang. Dan mengacuhkan nya. Diam tak menanggapi ucapan Lili.
Dona berpura-pura bersedih namun hatinya senang mendengarnya ucapan Lili.
Steve kemudian berjalan masuk ke dalam kamar.
Dona mengisyaratkan Lili untuk mengikuti nya.
Lili berjalan mengikuti Steve di belakangnya.
"Steve.... apa yang kau lakukan..?" Tanya Lili.
"Kau menulis cek ? Untuk siapa ?" Tanya Lili berulang.
"Tentu saja untuk mengusir wanita itu " Ucap Steve tanpa melihat ke arah Lili.
"Hah.....Steve" Teriak Lili.
"Apa kau tak mendengar ucapan ku. ?"
"Lili...." Balas Steve berteriak.
"Apa yang ada di dalam pikiranmu. Kau ingin dia tinggal disini ? Kau ingin dia menggoda ku. Kau ingin aku kembali padanya begitu ?" Ucap Steve semakin emosi.
"Eh......??" Lili terkejut dengan ucapan Steve.
"Steve bukan itu maksudku... Aku hanya... aku hanya kasian saja pada Nona Dona." Ucap Lili dan kemudian menundukkan kepalanya.
"Steve... aku sangat senang kau mengusir Dona. Itu bukan keinginan ku. Percayalah..Tapi.... tapi bagaimana jika kau tau aku yang membunuh adik mu. Apakah kau akan tetap mempertahankan aku. " Batin Lili.
Steve kesal dengan sikap Lili. Dan masih tidak mempedulikan nya. Ia berjalan pergi dan tetap akan mengusir Dona.
"Steve.... Jika kau mengusirnya. Maka kau juga mengusirku dan Exel." Teriak Lili.
Steve terkejut dan menghentikan langkahnya.
TEMAN-TEMAN TETEP IKUTI NOVEL INI YA. LIKE DAN FAVORITNYA DI TUNGGU. JANGAN LUPA VOTE NOVEL INI JUGA YA. SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA. MAKASIH
ijin promo 😀
jgn lupa mampir di novel dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🎉🎉🎉
kisah cinta beda agama 🍦🍦🍦
jgn lupa tinggalkan jejak ya 🍦🍦🍦
langsung cek yuk
CINTA YANG MENYELAMATKAN.
Kalian akan dibawa didalam romantis nya kehidupan percintaan. Yang membuat emosi mu bercampur aduk. Marah , Kesal , benci bahkan Bahagia.
Semoga kalian suka.
Jangan lupa mampir di novelku dengan judul "The garden of lies", jangan lupa jejak juga ya!!
senja yang kelam,jangan lupa like n rate di tiap episodenya,,trima kasih sebelumnya