NovelToon NovelToon
TAWAKU TERBALUT LUKA

TAWAKU TERBALUT LUKA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:919.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mei_Mei

(Taka season 1)


Cerita yang memiliki selera humor tinggi yang mungkin akan mengocok perut kalian.
Menggunakan bahasa Jawa tetapi akan tetap ada terjemahan arti.

Arselio Reytaka Milard, seorang pemuda masih berstatus pelajar SMA disalah satu sekolah elite yang ada dikota Jakarta. Ia memiliki saudara kembar bernama Arselio ReyNata Milard. Nama mereka begitu mirip, meski saudara kembar namun keduanya memiliki wajah yang berbeda begitupun dengan karakter sikap mereka yang juga berbeda. Namun, saudara kembar itu begitu menyayangi satu sama lain, dimana ada sang kakak maka disitu juga ada sang adik.

Dia anak horang kaya keempat, tetapi tingkah laku disekolah seperti orang biasa. Bahkan disekolah selalu bersikap konyol, apa yang dia ucapkan selalu sukses membuat orang lain tertawa.

Apakah perjalanan mencari jati diri seorang Taka akan penuh tawa seperti julukannya?
Mari kita ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibawah Jalan Layang

Saat istirahat satu geng itu tengah berdiskusi dirumah pohon, yang mereka sebut base camp.

Taka berada dibawah tangga yang menghubungkan untuk naik keatas rumah pohon. Memegang sebuah buku dengan pena yang diselipkan diantara daun telinga.

"Ayo setor, kemarin kita nggak jadi ke Kremang. Nanti sepulang sekolah kita harus kesana." ajaknya.

"Siap Bos." jawab yang lain bersamaan.

"Ren, kamu setor berapa?" tanya Taka, ia mengambil pena yang diselipkan tadi dan bersiap untuk mencatat nama Mujiren.

"Aku cuma punya 50ribu, Bos. Uang ini kemarin aku dikasih si Mbok karna bantuin cari rumput buat makan wedos (kambing)" Mujiren memberikan satu lembar uang bernilai 50ribu pada Taka.

"Wes, ra po-po. ( Ya sudah, tidak pa-pa)." jawab Taka. Ia mengambil uang itu dan diselipkan diantara lembaran buku.

"Mujirah..." panggil Taka.

"Aku juga 50 ribu Kak, 'kan aku sama kerjanya sama kak Ren."

"Oke."

"Ba, kamu setor berapa?" kini bergilir pada Ali Baba.

"Aku punya 35ribu."

"Kamu, Dung?" Taka menanyai Dudung.

"Bos, aku cuma punya 10ribu. Buat benerin rem pit yang rusak. Pie yo? (Gimana ya?)" ucapnya dengan sedih.

Taka menepuk bahu Dudung, ia tidak mempermasalahkan temannya yang tidak memberi uang setoran. Ia tau kesulitan yang dialami Dudung.

"Nggak pa-pa Dung, nanti aku bantu buat benerin rem sepeda kamu yang rusak." kata Taka.

"Nggak usah Bos. Bos udah terlalu baik sama aku, selalu membantuku. Aku berhutang banyak padamu." Dudung mencebik, ia bersedih dan tidak enak hati terus menerus merepotkan kawan yang lainnya.

"Jangan sedih, Dung. Kalau kamu sedih, aku juga sedih." ucap Taka. Ia merentangkan tangan disamping badan Dudung. Keduanya sedang dalam masa galau-galauan.

"Hadeh, kalian ini malah kayak orang pacaran." kata Ali Baba.

Taka segera menjauh dari Dudung. "Enak saja, emang kita singkong makan singkong." kesal Taka. Ali Baba dan yang lain malah tertawa.

"Nata, kamu mau setor berapa?" setelah semua sudah berhenti tertawa, Taka berganti menanyai adiknya.

"Aku 200ribu aja, ya Kak." jawabnya.

"Oke... semua dapat... 335ribu. Aku setor 500ribu. Jadi totalnya 835ribu. Nanti pulang sekolah kita langsung ke Andamaret ya."

"Siap Bos."

Setelah jam pelajaran selesai, mereka bersiap untuk meninggalkan kelas.

Berjalan bersama dengan saling bercanda dan tertawa.

Mereka mengambil sepeda onthel dan mulai beriringan keluar menuju jalan yang sering mereka lalui.

Setelah sampai di tempat pembelanjaan, Taka dan Nata masuk untuk membeli barang yang dibutuhkan.

Mereka berdua keluar dari Andamaret dengan menenteng 4kantong plastik.

"Sini Bos, kita bantuin." kata Mujiren. Para lelaki membawa belanjaan kantong plastik.

"Kita berhenti diwarung biasanya ya." perintah Taka.

"Soke."

Belum lama mereka mengayuh sepeda, mereka sudah berhenti disebuah warung langganan.

"Eh cah ganteng. Kok baru dateng? biasanya kemarin datengnya hari rabu." sapa pemilik warung yang sudah hapal dengan rombongan Taka. Satu geng itu sudah menjadi langganan sejak lama.

"Iya Te. Kemarin ada keperluan, makanya diganti hari ini." jawab Taka ramah pada pemilik warung yang dipanggilnya Tante.

"Ini mau pesen nasi berapa bungkus?" tanya pemilik warung kelontong dengan berbagai olahan masakan lainnya.

"Pesen 35 bungkus." jawab Taka.

"Ada bonusnya nggak, Te?" imbuh Taka.

"Ada, 2bungkus."

"Genepin 5 juga nggak pa pa loh, Te." kata Taka dengan tersenyum.

"Kamu mah, nanti Tante nggak untung malah buntung." jawab Tante dengan senyum.

Keempat lainnya menunggu dibawah pohon rindang. Nata sendiri sedang fokus berbalas WhatsApp dengan Martin, ia tak begitu perduli dengan percakapan kakaknya.

"Te, es tehnya pesan 40 bungkus ya."

"Eum, sip cah ganteng. Nanti Tante buatin."

Menunggu sangat lama, kini pesanan itu sudah selesai dikemas. Taka membayar jumlah uang yang lumayan untuk pemesanan 35 nasi bungkus dengan 40 es teh.

"Cah ganteng, terima kasih yo. Jangan lupa, minggu depan pesan disini lagi."

"Oke Te, yang penting Tante juga jangan pelit-pelit ngasih bonus."

"Tante mesti kasih bonus loh sama kalian, 'kan kalian pelanggan setia."

"Iyo. Ya udah Te, kita cabut." pamit Taka.

"Iyo, kalian ati-ati yo." kata Tante pemilik warung yang masih menunggu mereka didepan warung.

"Woi... ewangi to. Iki abot Rek.(Woi, bantuin dong. Ini berat, Rek.)" Taka memanggil teman-temannya untuk membantu.

"Iyo Bos. Ayo-ayo diewangi (Iya Bos. Ayo-ayo kita bantuin.)" kata Dudung.

"Berat ya Bos." ucap Ali Baba.

"Iya. Makanya kita pelan-pelan aja naik onthelnya."

kata Taka dan dijawab dengan anggukan oleh lainnya.

Mereka melanjutkan perjalanan dengan beriringan. Nata dan Mujirah ikut membantu membawa kantong plastik yang tidak terlalu berat.

Sampai digang sempit dengan keadaan yang kumuh, mereka menyandarkan sepeda disudut jalan.

6orang itu masing-masing membawa kantong plastik ditangan mereka.

"Kak Taka..." panggil bocah kecil berumur sekitar 6tahunan yang begitu gembira melihat rombongan geng Taka datang.

"Hei, teman-teman Kak Taka sama kakak lainnya datang...! ayo cepat kesana." teriaknya dengan suara lantang, sesaat banyak anak seumuran itu berlari kearah Taka dan kawannya.

Taka dan kawan-kawan tersenyum lebar, mereka duduk bergerombol dibawah jalan layang yang kumuh. Disana ada jajaran kardus untuk alas duduk.

"Kakak masih datang kesini?" tanya salah satu anak yang memanggilnya tadi, bernama Dimas.

"Ya masih dong." jawab Taka.

"Kita pikir kakak dan yang lain udah nggak mau bertemu kita, kemarin aku dan yang lain nunggu kakak disini tapi kakak-kakak nggak ada yang dateng." adunya.

"Maaf ya, kemarin keponakan kakak lagi sakit jadi nggak bisa dateng kesini. Tapi udah kakak ganti dengan hari ini."

"Hore-hore..." teriak anak-anak jalanan dengan penuh keceriaan.

"Kalian udah makan belum?" tanya Taka.

"Belum kak, berapa dari kami harus puasa karna sakit nggak bisa kerja nyemir sepatu." ucap salah satu anak umur 7tahunan yang memakai kain lusuh dengan penampilan yang dekil.

Taka melihat kearah kawan-kawannya, sedang yang lain mengangguk.

"Kakak sama teman-teman bawain makanan, sama jajanan. Kalian bisa makan sepuasnya."

"Asik... terima kasih ya kak."

"Ayo Rek, bagiin satu-satu." perintah Taka pada anggota gengnya.

Mereka membagi satu persatu. Masih ada sisa, Taka membagi pada teman-temannya. Dia dan Nata makan satu bungkus berdua, meskipun ada sisa, lebih baik diberikan pada anak jalanan yang tidak hadir. Ia dan Nata bisa memakan menu apa saja dirumahnya, sedangkan anak-anak kurang beruntung itu harus bekerja menyemir sepatu baru mendapat makanan. Terkadang tak jarang juga mereka harus menahan lapar karna tak ada yang memakai jasa mereka.

Tak lupa untuk membagi bungkusan es teh.

"Setelah ini, harus apa?" tanya Taka.

"Belajar..." jawab anak-anak bersamaan.

1
Narawin's~
lanjutttt
Qaisaa Nazarudin
Nama rakyat banget,Gak ada nama yg nikin lidah ku keseleo menyebutnya..👏👏👍👍Mantap thor aku suka..👍👍
Qaisaa Nazarudin
Oaalahh siapa sih yg killer di sini? Taka atau pak gurunya? 🤣🤣🤣🤣

Mampir thor,kayaknya seru ceritanya..🙋🙋😄
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Nurma Lisa
ternyata novel ini bisa untuk obat stress🤭🤭
Akakdidi Kakdidi
bagus jalan ceritanya
Mmh Na Aas Tea
makin sedih cerita nya
Mmh Na Aas Tea
sedih banget 😭😭😭😭
Mmh Na Aas Tea
aduh parah si raja🙄🙄
Mmh Na Aas Tea
🤣🤣🤣🤣,,perut ku Ampe sakit bacanya karna lucu
Kenzi Kenzi
jadi inget sama pilem si dudung
Kenzi Kenzi
bahkan,nama aja kembaran....hahhahaa....kek nya bakalan ada nama2.kembar lainnya nih...mujiren mujirah...mujiran...
Kenzi Kenzi
ini pangkal karya2mu selanjutnyankan thor....,gw mampir....
Akak Mei: Ada banyak Kak, klik profile saya dan ikuti biar tau setiap kali saya buat karya baru. Terima kasih sudah mampir ya.
total 1 replies
Lisna Wati
terimakasih ceritanya thoor sy suka
Lies Mulyadi
ngakak poll,bulu kaki digambar
THE END.MD
aku udah baca tulisan kak mei yang ini beberapa kali dan tetep bikin aku ketawa dan nagis lagi dan aku salut buat bikin karya yang bagus ini ma kak mei semanagt terus ya kak mei nulis nya kalo bisa tulis juga cerita kisah cinta nya ayah ansel ma bunda 👏👏👏👏👍👍👍👍
Yani Srihastuti
lucu banget,suka genre yg seperti ini
Rini Apriyanti
Yg baca ikutan nangis, tissue mana tissue
Hani Hanie
haduuhh takaDung...sampai keluar air mata aq ketawanya..dasarr😂
Nuranita
gila ini novel.....bner2 bkin menyedih tiap kali bca....nangis tanpa dmnta kek airmata jtuh sndri....😭😭😭😭😭😭😭😭padahal udah 3x bacax
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!