NovelToon NovelToon
WANITA SAMARAN UNTUK CEO

WANITA SAMARAN UNTUK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pengganti / Tamat
Popularitas:19.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Demi pergi bersama selingkuhannya seorang wanita bernama Camila tega menempatkan saudari kembarnya bernama Camelia disisi suaminya bernama Dion. Camila lebih memilih pria selingkuhannya lantaran Dion selalu saja bersikap kasar dan menyiksanya saat sedang kesal kepadanya.

Malam pertama ketika Camelia berada di kediaman Dion, semua pelayan merasakan sesuatu yang janggal pada sikap Camelia yang mereka anggap adalah Camila. Tentu saja karena Camelia dan Camila memiliki sikap yang sangat bertolak belakang, lagipula tidak ada yang mengetahui bahwa Camelia dan Camila adalah saudari kembar termasuk Dion.

Bagaimana hari-hari yang akan dijalani Camelia sebagai wanita samaran untuk Dion?
Apakah Camelia bisa menempatkan dirinya sebagai Camila tanpa sepengetahuan Dion?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa sakit hati

"Jangan berteriak pada ibuku!!!" seru Camelia tak terima Baren meneriaki Shofia.

Baren menoleh pada Camelia lalu melangkah mendekatinya.

"Sayang, aku adalah ayahmu! Kau darah dagingku ... kenapa kau tidak percaya padaku? Apa kau mau melakukan tes DNA agar kau yakin kalau aku adalah ayah kandungmu?" ucap Baren dengan nada lembut serta membelai rambut Camelia, namun dengan segera Camelia menepis tangan Baren.

Camelia hanya diam dan terus menatap kesal pada Baren. Lalu Baren merogoh ponsel dari saku celananya dan memperlihatkan foto Camila yang tersimpan di dalam memory ponselnya tersebut.

"Lihatlah, Camelia ... dia adalah adikmu, Camila! Dia saudari kembarmu!" ucap Baren sembar menunjukkan foto tersebut.

Camelia melebarkan kedua matanya saat melihat wajah yang ada di foto tersebut begitu serupa dengan wajahnya.

"Tidak mungkin! Kenapa begitu mirip denganku?" gumam Camelia seolah tak dapat mempercayai kenyataan bahwa dirinya memang memiliki kembaran.

Camelia segera mendekat pada Shofia yang wajahnya sudah dibanjiri air mata.

"Ibu, kenapa Ibu diam saja? Katakan kalau semua yang diucapkan pria itu tidak benar, Ibu!" ucap Camelia mendesak Shofia untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi.

"Nak ...."

"Shofia, jangan lagi-lagi kau membohongi Camelia! Kalau kau melakukan hal itu ... berarti kau memiliki sikap yang lebih buruk daripada aku!" lontar Baren memotong ucapan Shofia yang ingin menjelaskan semuanya pada Cameila.

Shofia kembali menguraikan air matanya yang seakan tak dapat terbendung lagi. Apa yang Camelia tunggu tak kunjung keluar sepatah katapun dari mulut Shofia. Tangisan Shofia menandakan bahwa apa yang dikatakan Baren adalah benar dan membuat Camelia merasa sakit hati lantaran selama ini telah dibohongi oleh ibunya sendiri.

"Jadi semuanya benar ...." ucap Camelia lirih.

"Maafkan Ibu, Nak." ucap Shofia dalam isak tangisnya.

"Kenapa Ibu membohongiku?" tanya Camelia dengan tatapan kecewanya teradap Shofia.

"Ibu terpaksa membohongimu karena dulu sangat yakin kalau Ayahmu tidak akan pernah kembali pada kita," sahut Shofia.

"Shofia, kedatanganku kesini untuk membawa Camelia bertemu dengan kembarannya! Mereka sudah lama hidup terpisah dan aku rasa sudah saatnya mereka hidup berdampingan selayaknya anak kembar," kata Baren terus terang dan tak ingin bertele-tele dalam bertindak.

"Jangan bawa putriku!" ucap Shofia segera menggenggam tangan Camelia dengan erat.

"Kau tidak berhak melarangku, Shofia! Camelia darah dagingku dan aku berhak membawanya serta memberikannya penghidupan yang layak!" tutur Baren merasa dirinya sangat berhak atas Camelia.

"Kau sudah membawa Camila bersamamu dan memisahkan kami darinya, jangan bersikap sangat kejam, Baren ... saat ini aku hanya memiliki Camelia di hidupku!" tampik Shofia tetap tidak akan menyerahkan Camelia begitu saja pada suaminya tersebut.

Nafas Shofia tampak tersengal-sengal lantaran tak kuat menahan rasa sakit di tubuhnya, di tambah lagi dengan kehadiran pria yang selama bertahun-tahun menyisakan kepedihan di kehidupannya. Tak ingin terjadi apa-apa pada ibunya, Camelia langsung mengambil sikap untuk mengusir Baren keluar dari ruangan tersebut.

"Keluar dari sini!" seru Camelia mengusir Baren.

"Nak, aku Ayahmu ... ikutlah bersama Ayah! Ayah akan mempertemukanmu dengan saudari kembarmu ... dia sudah menantimu di ibukota." kata Baren berusaha untuk membujuk Camelia.

"Aku tidak mau!" seru Camelia menolak.

"Nak, jangan menolak Ayah! Kalau kau bersedia ikut tinggal bersama Ayah ... Ayah akan memberikan kehidupan yang sangat mewah padamu dan kau tidak perlu lagi merasakan hidup susah seperti apa yang kau rasakan saat tinggal bersama Ibumu seperti sekarang." kata Baren lagi terus membujuk Camelia agar mau ikut pergi bersamanya.

"Aku tidak sudi ikut denganmu! Aku tidak mau!" pekik Camelia kesal.

"Pergi dari sini! Keluar!!!" teriak Camelia sembari mendorong Baren keluar dari ruangan tersebut.

Setelah Baren keluar dari ruangan itu, Camelia lantas mengunci pintunya lalu ia terduduk lemas di lantai dan merunduk sedih lantaran merasa sangat kecewa dengan kenyataan pahit yang harus ia terima.

Suara isak tangis masih terdengar di telinga Camelia. Ia melihat kearah ibunya yang terus saja menguraikan air mata kesedihan lantaran kembali teringat akan masa lalu yang begitu kelam. Tak ingin ibunya semakin menderita, Camelia pun kembali mendekati sang ibu serta memeluknya.

"Ibu jangan nangis lagi ... aku tak ingin melihat Ibu menderita seperti ini." ucap Camelia sambil menitikkan air matanya.

"Maafin Ibu, Nak ... karena Ibu selalu membohongimu, hiks-hiks-hiks." ucap Shofia dalam rintihan tangisannya.

"Ibu berhentilah menangis, aku tidak menyalakan Ibu dalam hal ini ... aku sangat mengerti apa yang Ibu lakukan." sambung Camelia.

"Nak, berjanjilah pada Ibu kau tidak akan meninggalkan Ibu ... hanya kau yang Ibu miliki di dunia ini." ucap Shofia sembari menggenggam jemari Camelia.

Camelia mengangguk cepat mengiyakan apa yang dikatakan Ibunya barusan.

"Iya, Ibu! Aku janji tidak akan meninggalkan Ibu," sahut Camelia.

"Tapi Ibu, bisakah Ibu menceritakan semua yang terjadi di masa lalu dengan jujur padaku? Aku hanya ingin mengetahui yang sebenarnya? Aku hanya ... aku ingin mengetahui saudari kembarku." sambung Camelia.

Shofia pun menceritakan semua kejadian di masa lalu ketika hubungannya bersama Baren mulai retak lantaran Baren tidak sanggup lagi hidup miskin setelah di pecat dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik. Saat itu Shofia baru saja melahirkan putri kembar mereka. Baren merasa bebannya semakin bertambah dengan kelahiran putri kembarnya tersebut. Membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk merawat putri kembarnya membuat Baren semakin frustasi lantaran tidak mendapatkan pekerjaan lagi di kota itu.

"Semenjak itu ayahmu bilang pada Ibu untuk pergi merantau ke ibukota dan mencari pekerjaan disana. Dengan berat hati Ibu pun terpaksa membiarkan ayahmu pergi dan itu semua juga demi kau dan saudari kembarmu." ucap Shofia menceritakan kenanang masa lalunya bersama Baren.

"Setelah dua bulan ayahmu pergi ke ibukota dia pun kembali ... Ibu sangat senang, namun ternyata kembalinya ayahmu saat itu hanya untuk mengatakan bahwa dia sudah menikah lagi dengan wanita lain disana dan dia juga mengambil Camila dari Ibu lalu membawanya pergi ke ibukota bersamanya." ucap Shofia lagi.

"Kenapa Ibu tidak mencegah ayah?" tanya Camelia.

"Apa yang bisa Ibu lakukan? Ibu sama sekali tidak berdaya di hadapan ayahmu! Selain menangis sambil memelukmu saat itu ... tidak ada lagi yang bisa Ibu lakukan." sahut Shofia.

"Sampai sekarang Ibu tidak pernah tau kabar mengenai adikmu, Camila ... Ibu hanya bisa melihat dirinya dari dirimu karena kalian kembar identik." sambung Shofia lagi.

"Berapa usai kami saat kami dipisahkan?" tanya Camelia.

"Dua tahun ... Ya, Ibu masih ingat saat itu kalian masih berusia dua tahun." sahut Shofia.

"Apa kami berdua sangat dekat saat itu?" tanya Camelia lagi.

"Tentu saja, Nak! Kau dan Camila selalu bermain bersama ... kalian juga saling menyayangi." jawab Shofia lagi.

"Lalu kenapa aku tidak pernah mengingat dia?" tanya Camelia heran.

"Mungkin karena saat kalian bersama kalian masih sangat kecil dan kenangan di saat usia seperti itu mudah terlupakan." sahut Shofia.

"Ya, mungkin itu faktor yang membuatku tidak pernah mengingat kalau aku memiliki saudari kambar." ucap Camelia.

1
petronela naimnule
Kecewa
petronela naimnule
Buruk
Dg Nambung
Luar biasa
Mamah Anisah
seru
Winda Puspa Anggraeni
ok
siti yanti
Hadeeuuhh bang Navier yang pingsan mulu nih
Panjilah Panjilah
MMG best mantap
Ica Susanti
sayang boleh tapi otak dipake buat berpikir klu sudah begitu kan yg rugi siapa
siti yanti
baca ke 3 kalinya tak bosan2 juga,selalu aja kangen kesomplakan,kegesrekan dan kocaknya para penghuni ini novel eh bukan ci author yg benar hihi, lope lope looe sakebon lah bwt ci author tercintah emuuaach
siti yanti
hahahaha cara daddy Simon sayang sama anaknya agar segera dirilis calon cucu dan segera launcing
siti yanti
wakwakwakwakwakwak haduuh Adam kocak somplak abis calon pamud
siti yanti
Sampe sakit ni perut ketawa ngakak ngikik ngekek benar2 Lucas somplak bin gesrek abis
siti yanti
hehehehe Camila dapat lawan yang sepadan yaitu Lucas
siti yanti
Seteah Navier ada Lucas
Kevinasaputri Putri Vina
🤣🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
dibongkar sama lisa 🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
ceritanya bgs thor 👍👍👍
chaaa
kocak bgt Camelia ini 🤣
chaaa
pantes Dion benci penghianatan. ternyata udh pernah d selingkuhi sblum nya sama mamanya Lisa.dan skrg sama si Camila..sebenar nya Dion ini baik kalau org itu setia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!