NovelToon NovelToon
Jodohku Yang Luar Biasa

Jodohku Yang Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Poligami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: zien

Ririn, seorang gadis sederhana yang tiba-tiba mendapat lamaran dari Devan yang merupakan direktur perusahaan tempat Ririn bekerja.

Devan, seorang direktur perusahaan sekaligus seorang suami dari wanita bernama Citra.

Citra, seorang istri yang baik tetapi malang nasibnya. Dokter telah memvonisnya mandul, tidak bisa mempunyai anak. Karena rasa sayang luar biasa pada suaminya, Citra menyuruh suaminya yaitu Devan untuk menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan.

Bagaimana kelanjutan cerita Ririn, Devan dan Citra? Yuk baca novel ini sampai tamat😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ultimatum

Dengan pikiran tak menentu, Ririn kembali ke mejanya di ruangan produksi. Setelah duduk di kursinya ia kembali membuka laptopnya. Ia menatap layar laptopnya dengan tatapan kosong.

"Rin.. modul modem sudah beres ditesting semuanya," suara Rendi mengagetkan Ririn.

"A..apa.. A Rendi?," tanya Ririn sambil membelalakkan matanya.

" Deuhh... makanya jangan ngelamun! Nanti kesambet. Daripada kesambet mendingan Neng Ririn .. Aa sabet," Rendi tertawa senang.

"Sabet ... sabet... emangnya A Rendi jambret," Ririn mengerucutkan bibirnya.

"Nggak apa-apa jadi jambret.. kalo buat ngejambret hati Neng Ririn," Rendi ngegombalin Ririn.

"Wew," Ririn meleletkan lidahnya. "Yang bener ah, tadi ngomong apa?"

"Deuhh.. harus diulang lagi emangnya aku repeater... Neng Ririn yang cantik, nih Aa mau lapor.. kalau semua modul modem sudah beres ditesting... sekian laporannya.. terima kasih," Rendi berkata dengan tempo yang lambat.

Sekarang Ririn yang tertawa. "Baiklah laporan saya terima, modul modem akan segera saya pindahkan ke bagian QC."

Ririn beranjak dari kursinya lalu mengikuti Rendi ke ruang testing. Ketika sampai di ruang testing, Ririn melihat teman-temannya Rendi lagi pada jongkok mengelilingi alat yang sedang dites. Mereka bertiga Opik, Iman dan Erwin.

"Kok lagi ngetes alat, tapi matanya melirik-lirik kearah meja Mbak Erna sekretarisnya Pak Yudha?" gumam Ririn dalam hatinya. Ririn pun ikut berjongkok dan melihat kearah meja Mbak Erna. "Astaghfirullaah... ," Ririn melihat kaki Mbak Erna dibawah mejanya, karena roknya sangat pendek, membuat pahanya terbuka ketika duduk. Mereka lagi pada ngintip rupanya. "Dasar otak mesum!" Ririn berbalik kearah mereka bertiga sambil melotot.

"Mau dibilangin ke Mbak Erna ya?!"

Mereka bertiga langsung berdiri, "Jangan Rin.. jangan ya."

"Awas kalau keliatan ngintip lagi, dilaporin!"

Mereka bertiga malah nyengir kuda.

Di perusahaan ini mayoritas pegawainya adalah laki-laki mungkin karena perusahaan ini bergerak dalam bidang elektronika. Tapi tetap saja ada beberapa sekretaris yang senang memakai rok pendek terkadang super pendek.

"A Rendi mana modemnya?" Ririn tersadar tujuan semula ia kesini.

"Nih.. Rin," Rendi menyerahkan troli yang berisi modul modem.

Ririn mendorong troli tersebut ke ruangan QC. "Nin... nih ada modul yang beres testing ... tolong di cek ya."

"Oke," jawab Nina sambil tersenyum.

...***...

Ririn kembali ke mejanya, matanya kembali menatap layar laptopnya. Ia kembali teringat akan ultimatum yang diberikan oleh Devan. "Huhh...," Ririn menarik nafas panjang. Dadanya terasa sangat berat.

Menikah? Pacaran aja belum pernah. Jangankan pacaran, punya teman dekat pria aja belum pernah. Bukan tidak ada yang mendekati, Ririn tidak punya keberanian untuk menerima pernyataan cinta mereka. Ririn sadar diri dengan keadaan keluarganya.

Bukan malu atau rendah diri dengan keadaan keluarganya, tapi Ririn tidak ingin membebani pasangannya dengan keadaan keluarganya itu. Biarlah dirinya sendiri yang menanggung keluarganya.

"Teh Ririn, pulang duluan ya...," suara itu membuyarkan lamunan Ririn. Karyawan assembling mulai membubarkan diri.

"Oh, ya..ya.. saya pulang sebentar lagi," kata Ririn sambil melambaikan tangannya.

Ririn mematikan laptopnya, mulai membersihkan mejanya. Tadinya ia akan pulang telat untuk mengerjakan laporan, tapi pikirannya kalut, lebih baik pulang cepat pikirnya.

...***...

Ririn melangkahkan kakinya menuju halte bus terdekat. Pada jam-jam begini bisa lama atau bahkan sangat lama menunggu bus lewat dan juga harus rela berdesak-desakan yang penting bisa terangkut.

Ah, akhirnya lewat juga bus ditunggu, Ririn mengacungkan tangannya untuk memberhentikan. Ririn naik bus itu, untunglah tidak terlalu penuh. Walaupun tidak kebagian tempat duduk, Ririn tidak terhimpit.

Perjalanan pulang lumayan lama karena macet. Ini mungkin yang dikatakan padat merayap. Setelah kurang lebih satu jam akhirnya sampai juga di halte dekat rumah Ririn. Ketika bus berhenti, ia pun turun.

...***...

"Assalaamu'alaikum," Ririn melangkah masuk kedalam rumah.

"Wa'alaikumsalaam," jawab ibu Nani. Ririn mencium tangan ibunya itu.

"Makan dulu Teh."

"Teteh mau sholat dulu Mak, makannya habis sholat aja Mak."

Setelah sholat, Ririn duduk di meja makan disamping ibunya. "Masak apa Mak?"

"Sayur asem, asin sepat, kesukaanmu," Emak menjawab.

"Amran sama Tami kemana Mak?" tanya Ririn sambil menyendok nasi ke piringnya.

"Ke Mesjid, sebentar lagi pulang."

"Mak, Teteh teh ada yang mau diomongin sama Emak."

"Ngomong apa Teteh? Emak mah sok asa rareuwas..." (ngomong apa Teteh? Emak suka kaget)

"Teteh ada yang ngajak nikah, tapi mau dijadikan istri yang kedua."

"Euleuh-euleuh Teteh jangan mau! ...Teteh jangan merebut suami orang... itu teh istilahnya pelakor jaman kiwari mah ( jaman sekarang), jangan sampai Teteh teh jadi pelakor... Teteh teh masih gadis, masih muda, cantik, jangan... Teteh jangan ngerebut suami orang," Bu Nani nyerocos hampir tak bernafas.

"Euleuh-euleuh Emak, Emak jangan sewot dulu, dengerin Teteh dulu."

"Siapa laki-laki yang berani nawarin Teteh jadi istri kedua?" tanya Bu Nani tetap sewot.

"Bosnya Teteh di kantor. Dia bilang akan menikahi Teteh karena istrinya yang menyuruh supaya menikah lagi."

"Jangan percaya Teteh! .. jangan!... laki-laki mah begitu.. banyak alasannya kalo pengen nikah lagi, mana ada istri nyuruh suaminya nikah lagi," Bu Nani makin menjadi-jadi sewotnya.

"Kalo Teteh nggak mau diajak nikah, Teteh mau dipecat dari tempat kerja sekarang."

Langsung nyep... Bu Nani diam tak bersuara. Ririn menunduk sambil tetap makan dengan perlahan.

"Dia ngasih waktu tiga hari buat Teteh berfikir."

"Assalaamu'alaikum," Amran dan Tami muncul dari balik pintu.

"Wa'alaikumsalaam."

"Hey udah makan belum? Sini temenin Teteh makan disini."

"Ade hari ini kamu ngapain aja?" tanya Ririn pada Amran.

"Ah Teteh si Ade mah maenin si Beno seharian," Tami yang menjawab sambil mengerucutkan bibirnya. Beno adalah nama ayam jago kesayangan Amran.

"Masa Emak nyuruh ke warung aja si Ade nggak mau, jadi aku yang pergi. Disuruh nganterin kue pesenan Bu RT juga nggak mau, jadi aku juga yang nganterin," tambah monyong deh bibirnya.

Aku menatap Amran. "Ade,... Ade harus jadi anak sholeh, Teteh nggak ngelarang Ade punya piaraan, tapi inget ya,.. tetep bantu Emak di rumah."

Amran menatap Ririn lalu menganggukkan kepalanya. Ririn mengelus-elus kepala Amran.

"Teteh ke kamar dulu, mau istirahat."

Di kamar Ririn mengganti bajunya dengan daster. Kemudian membersihkan mukanya melakukan perawatan rutin malam hari.

Setelah itu ia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Pikirannya mulai melayang, mengingat lagi ultimatum yang diajukan Devan. Kalau saja Devan belum beristri tentu saja Ririn tidak akan terlalu sulit memberi jawaban.

"Atau tolak saja lamarannya, paling dipecat. Kalau dipecat, katanya dapat pesangon bisa sepuluh kali gaji, mudah-mudahan sesudah dipecat, bisa cepat dapat kerja lagi," pikir Ririn.

Tak lama Ririn Tertidur...

*********************************************

terima kasih sudah membaca novel ini, mohon beri dukungan author dengan memberikan rate, vote, comment n like ya 😘😘😘

*********************************************

1
Naimatul Jannati
blum ada lnjutannya thor ririn sm mas devan
kohuna kojana
jempol
Sri Mulya
lanjut
Susantri
kayaknya hanya citra ja yg da dihati Devan..bilang I love u ja hny ma Citra ma Ririn hny kt syg gk lebih..kesal AQ ma Devan lama2..
mizuki
makin kesini ceritanya jadi monoton yg gak perlu di ceritain jangan di tulis dong thor😴😴😴
mizuki
Mak sama anak sama matrenya....maknya ngerestui anaknya nikah sama suami orang biar bisa hidup enak
mizuki
Ternyata si ririn matre juga ya..
Ucy (ig. ucynovel)
aku baru mampir thor

ceritanya kyk keseharian bagus 👍
anggita
👌✌,,
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama...
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
seru cerita nya
Fiwanaka
aku mampir Thor...
mampir juga di karya ku ya Tangis Gadis Tegar dan Dikhianati tapi Dicintai karya Fiwanaka
terimakasih
Fiwanaka
aku mampir Thor saling dukung ya thor
N13
btw ini cerita dilanjutkan / nggak ya
N13
Citraaaaa mulu yg diprioritaskan, sepertinya cuma citra yg punya rasa cemburu, jadi seolah2 citra yg jd korban,,,, helowwww
yg maksa minta devan nikah lagi sopo,,, devan jelas² saranin adopsi, citra ngeyelll !!!
akh sumpah kasian aku mah sama Ririn, sekolah yg tinggi Rin, trus berkarier, buka usaha ato apa,,, hempaskan lah Devan n Citra,,, seumur hidup makan ati klu kayak gitu ceritanya,,,
N13
ya iyalah citra dan devan sdh liburan 2x,,, Ririn ?????
N13
nah jd apalagi pertimbangan nya,,, ceraikan Ririn, Ririn jg wanita biasa, yg butuh dicintai
N13
ya sdh minta Devan ceraikan Ririn,,, disini Ririn korban Ego mu Citra,,, biarlah Ririn bebas, kasian mentang² istri kedua harus banyak nahan rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!