Novel ini aku tulis berdasarkan kisah nyata dari seseorang, tapi disini aku menambahkan sedikit ceritanya..
Namaku Melati, aku memiliki seorang sahabat , Lani namanya, yang sudah ku anggap seperti saudara sendiri.
Tapi Lani dengan teganya mengkhianati aku. Ia menikah dengan suamiku secara diam diam.
Marah... benci dan kecewa... itu yang aku rasakan ketika aku mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatku.
Aku mencoba bertahan dengan menerima Lani sebagai maduku karena ia lagi mengandung anak dari suamiku.
Akankah aku sanggup bertahan selamanya atau aku pergi meninggalkan suami dan sahabatku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Enam
Seminggu kemudian Willy menepati janjinya. Tepat jam sembilan malam ia datang ke butik. Menunggu Melati sampai ia pulang kerja. Sementara menunggu ia berbincang dengan pemilik butik yang kebetulan ada di tempat. Tampak Willy sudah sangat akrab dengan pemilik butik.
"Tumben malam baru muncul.... sudah mau tutup loh"ucap Pak Erwin pemilik butik
"Saya kesini bukan buat cari pakaian pak... tapi mau menjemput salah satu karyawan bapak"ucap Willy.
"Siapa... kok aku baru tahu jika kamu dekat dengan salah seorang karyawan saya"
"Melati pak. .."
"Oh.. karyawan baru itu. Kamu tahu saja ya dimana ada cewek cantik.. "
"Namanya juga cowok pak... pasti lah tahu dimana ada bunga yang lagi mekar.. ha.. ha"
"Walau Melati baru bekerja disini.. aku tahu dia anak yang baik, kamu jangan mempermainkan dia.. "
"Aman pak... jangan takut"
"Tuh Melati nya sudah siap mau pulang.. "
"Kalau begitu saya pamit dulu pak.. terima kasih waktunya.... "
"Sama sama.. selamat berjuang... "
"Bapak bisa saja.. "
Willy mempercepat langkahnya ingin mensejajarkan dengan Melati.
"Selamat malam cantik... "ucap Willy dibelakang Melati.
"Selamat malam.. kamu Willy. Aku kira siapa"
"Kamu masih ingat nama dan wajahku... aku jadi tersanjung nih.. "
"Tentu saja... aku harus mengingat nama dan wajahmu, karena kamu salah satu pelanggan setia butik kamu"
"Kamu mematahkan hatiku Melati"
"Mengapa aku... "
"Karena kamu mengingatku hanya sebagai pelanggan butik.. bukan sebagai lelaki istimewa "
"Kamu bisa saja Wil.... "
"Ha.. ha... kamu aku antar pulang ya.. "
"Nggak usah Willy.. aku bisa pulang sendiri"
"Tapi aku sudah sengaja datang ingin menjemputnya, aku rela datang jauh jauh dan menunggu kamu pulang kerja.. masa kamu tega sih menyuruhku pulang... "
"Baiklah Wil... kamu menang"
Willy membawa Melati ke salah satu restoran sebelum pulang.
###################
Sejak saat itu hubungan Willy dan Melati makin akrab. Ibu Melati sudah mengenal Willy, karena ia sering mampir setelah mengantar Melati pulang.
Hari ini tepat sudah dua bulan Willy dan Melati jalan bersama. Willy membawa Melati ke salah satu restoran buat makan malam.
Melati kebetulan hari ini sedang off kerja.
"Melati... aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius denganmu.. "ucap Willy ketika mereka selesai menyantap makan malam.
"Willy.. aku sudah pernah katakan.. jika aku tak ingin pacaran.. Aku ingin jika menjalin hubungan langsung kepernikahan."
"Kalau begitu menikahlah denganku... "ucap Willy sambil memegang tangan Melati
"Willy kamu baru mengenali selama dua bulan... apakah kamu sudah yakin ingin menikahiku"
"Aku yakin Melati.. aku tak pernah jatuh cinta seperti ini pada wanita lain. Aku mencintaimu sepenuh hatiku. Aku berjanji akan membuat kamu bahagia sampai akhir hayat.. "
"Willy... kamu tahu kan bagaimana keadaan keluargaku... dan aku yakin kamu dari keluarga mampu walau kamu belum pernah mengenalkan aku dengan keluarga kamu"
"Melati.. aku menikahimu.. bukan hartamu. Bagiku sudah cukup dirimu yang akan menjadi pendamping hidupku. Nanti harta aku akan mencarinya... aku akan mencukupi hidupmu dengan kebahagiaan dari diriku dan dengan harta yang aku beri"
"Willy... aku juga tak mengharapkan harta benda. Aku hanya mengharapkan seorang suami yang bertanggung jawab, jujur dan setia"
"Aku akan memenuhi semua keinginan kamu Melati.. aku berjanji akan setia mendampingimu sampai kita menua bersama"
"Willy.. tapi kita tidak bisa memutuskannya tanpa persetujuan kedua orang tuamu dan juga orang tuaku.. "
"Pulang dari sini aku akan melamarmu langsung dengan ibumu. Mengenai orang tuaku, aku pastikan ia akan menuruti kemauan aku, karena aku lah satu satu nya anak lelaki mereka... "
"Willy.. . jika orang tuamu ternyata menentang hubungan kita bagaimana.. "
"Aku akan meyakinkan mereka sampai mereka merestui hubungan ini.. "
"Semoga saja kedua orang tua kamu dan bundaku merestuinya.. "
Setelah mereka selesai makan sesuai dengan perkataannya, Willy menemui bunda Melati.
"Ada apa nak Willy, Melati bilang ada yang ingin kamu sampaikan"
"Ya bu.. aku ingin menyampaikan kalau aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Melati.. apakah ibu merestuinya"
"Maksud kamu yang lebih serius bagaimana nak"
"Aku ingin menikahi Melati "
"Apakah keputusan kamu ini tidak tergesa gesa, kamu dan Melati belum lama berkenalan "
"Tak perlu waktu lama buat aku meyakinkan hatiku untuk dapat menerima Melati dan menjadikan ia pendamping hidupku"
"Kalau bagi bunda tidak ada masalah jika kamu dan Melati memang sudah sepakat ingin menikah"
"Jadi ibu merestui hubungan kami"
"Tentu saja.. hanya satu pinta ibu. Kamu menjaga Melati seumur hidupmu, jangan pernah tinggalkan dia... karena Melati sudah tidak memiliki siapa siapa. Hanya ibu satu satunya keluarga Melati . Jika ibu tiada kamulah tempat ia bersandar dan berlindung"
"Ya bu.. aku janji tidak akan pernah meninggalkan Melati, aku janji akan setia selamanya.. "
"Bagaimana dengan orang tuamu.. apakah mereka sudah mengenal Melati dan apakah mereka merestui hubungan ini"
"Aku akan mengenalkan Melati pada kedua orang tuaku dan aku akan mengatakan pada mereka maksudku.. yang akan menikahi Melati dalam waktu dekat ini. Aku yakin kedua orang tuaku akan merestui hubungan kami"
"Baiklah nak.. ibu akan menanti kedatangan orang tuamu yang akan melamar Melati secara resmi"
"Ya.. bu.. secepatnya akan aku bawa kedua orang tuaku datang ke rumah ini... "
"Semoga semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana kalian berdua.. "
"Semoga bu.. aku pamit dulu ya bu sudah larut malam"
"Ya nak.. hati hati"
"Melati aku pamit dulu.. "
"Ya... Willy.. hati hati"
Willy meninggalkan rumah Melati dengan mengendarai mobilnya secara perlahan.
"Semoga mama merestui hubungan aku dengan Melati. Aku harus mengatakan maksudku ingin menikahi Melati sama mama secepatnya. Jika papa ..aku tahu, ia tidak pernah menentang apapun keinginan dari anak anaknya"
*********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
ternyata ada ya, kisah nyata yg mirip kisah halu di dunia pernovelan..
ternyata main ku kurang jauh, hehehe..
semua memang telah ditakdirkan dan kita hanya tinggal menjalankan..
tetapi dalam menjalani kehidupan, kita jg diberi kesempatan untuk memilih mana jalan yg akan kita tempuh..
jadi walau semua telah ditakdirkan, tetapi kita jg tetap punya andil dalam memilih jalan yg akan dilalui..
rasanya bener2 gak habis pikir, sekeluarga dipenuhi dg laki2 yg suka mendua bahkan lebih..
semua perbuatan pasti ada balasannya..
dan semua tokoh telah mendapatkan balasannya sesuai dg perbuatan masing2..
semoga kita bisa menjadi pribadi yg selalu bersyukur dg apa yg kita punya dan terhindar dari penyakit hati, salah satunya iri dengki..
manusia memang tempatnya salah dan lupa..
tapi dengan belajar ilmu agama, kita bisa memilih jalan benar untuk ditempuh..
keren banget ceritanya mam..
kadang ikut kesel jg sama mama Elly terutama..
kok ada orang sesombong dan se-egois itu..
maunya menang sendiri dan gak mau disalahkan..
selalu berprasangka buruk dan keinginannya harus selalu dituruti..
oke deh mama, semoga sehat terus yaa..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
cuss lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️