NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 — Perhatian yang Tak Seharusnya

Pagi itu, Naya terbangun lebih awal dari biasanya.

Sinar matahari yang menembus celah gorden menerangi kamar besar yang masih terasa asing baginya.

Perlahan ia duduk di tepi ranjang.

Pandangannya tertuju pada perban putih yang membalut punggung tangan kanannya.

Rasa perih memang masih ada, tetapi tidak separah semalam.

Salep yang dioleskan Adrian ternyata cukup membantu.

Mengingat kejadian semalam membuat hati Naya kembali tidak tenang.

Ia masih tidak mengerti mengapa pria yang selama ini begitu dingin tiba-tiba mengobati lukanya sendiri.

Namun Naya memilih mengusir pikiran itu.

Ia tidak ingin berharap terlalu jauh.

Harapan yang terlalu tinggi hanya akan berakhir dengan kekecewaan.

Setelah menunaikan salat Subuh, Naya segera keluar kamar.

Baru beberapa langkah berjalan di koridor, suara Bi Sumi sudah terdengar.

"Kamu baru keluar sekarang?"

Naya langsung menundukkan kepala.

"Maaf, Bi."

Tatapan wanita paruh baya itu jatuh pada perban di tangan Naya.

Raut wajahnya langsung berubah tidak suka.

"Jangan bilang kau berniat bermalas-malasan karena luka kecil itu."

Naya menggeleng cepat.

"Tidak, Bi."

"Kalau begitu turun ke dapur."

Bi Sumi menyerahkan sebuah lap kain.

"Banyak pekerjaan yang belum selesai."

Naya ragu-ragu.

"Tapi semalam Tuan Adrian mengatakan—"

"Jangan membawa-bawa nama Tuan Adrian di hadapanku."

Suara Bi Sumi langsung memotong.

"Tuan hanya kasihan. Jangan salah paham dan merasa dirimu istimewa."

Naya kembali terdiam.

Pada akhirnya ia memilih mengikuti perintah tersebut.

---

Di dapur belakang, Naya mulai membantu membersihkan peralatan makan.

Ia berusaha menggunakan tangan kirinya semaksimal mungkin.

Namun beberapa kali rasa nyeri membuat wajahnya meringis.

Meski demikian, ia tidak mengeluh.

Sejak kecil, Naya sudah terbiasa menahan sakit seorang diri.

Sementara itu, di lantai dua.

Adrian sedang membaca laporan yang baru dikirim Dimas.

Namun konsentrasinya tidak penuh.

Entah mengapa, pikirannya beberapa kali teringat pada luka di tangan Naya.

Ketika hendak menandatangani sebuah dokumen, Adrian tiba-tiba menghentikan gerakannya.

"Dimas."

"Ya, Tuan?"

"Naya sedang apa?"

Dimas sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu.

Biasanya Adrian tidak pernah peduli dengan aktivitas siapa pun di rumah.

"Saya kurang tahu, Tuan."

"Cari tahu."

"Baik."

Tak sampai lima menit kemudian, Dimas kembali.

"Nyonya Naya sedang membantu pekerjaan dapur."

Rahang Adrian langsung mengeras.

"Dapur?"

"Ya, Tuan."

"Bukankah tangannya masih terluka?"

Dimas mengangguk.

"Sepertinya Bi Sumi tetap memberikan pekerjaan seperti biasa."

Untuk beberapa detik ruangan menjadi sunyi.

Ekspresi Adrian sulit dibaca.

Namun tatapan matanya berubah jauh lebih dingin.

"Temui Bi Sumi."

"Baik, Tuan."

"Sampaikan bahwa selama luka Naya belum sembuh, pekerjaannya dikurangi."

Dimas mengangguk.

"Saya mengerti."

Adrian tidak mengatakan apa-apa lagi.

Namun jauh di dalam hatinya, ia sendiri merasa aneh.

Mengapa ia mulai memperhatikan keadaan wanita itu?

---

Menjelang siang.

Naya selesai merapikan dapur.

Saat hendak kembali ke kamar, seorang pelayan muda menghampirinya.

"Nyonya Naya."

Naya terkejut mendengar panggilan itu.

"Saya?"

Pelayan itu mengangguk.

"Pak Dimas meminta saya mengantarkan ini."

Ia menyerahkan sebuah kotak kecil.

Saat dibuka, ternyata berisi salep baru, perban steril, dan beberapa obat luka.

Naya membelalak.

"Ini dari siapa?"

Pelayan itu tersenyum kecil.

"Saya hanya menjalankan perintah."

Setelah mengatakan itu, pelayan tersebut segera pergi.

Naya menatap kotak di tangannya cukup lama.

Ia tidak perlu bertanya lagi.

Ia sudah tahu siapa yang mengirimkannya.

Perasaan hangat yang aneh perlahan muncul di dalam dadanya.

Namun ia buru-buru menepisnya.

Pria itu tetap Adrian.

Pria yang membencinya.

Pria yang memaksanya menandatangani kontrak pernikahan.

Ia tidak boleh salah mengartikan perhatian kecil tersebut.

---

Sementara itu, di ruang kerja.

Ponsel Adrian tiba-tiba bergetar.

Pesan baru dari Dimas masuk.

"Tuan, saya menemukan sesuatu terkait kecelakaan tiga tahun lalu."

Tatapan Adrian langsung berubah tajam.

Ia segera membuka lampiran yang dikirim.

Sebuah foto CCTV lama muncul di layar.

Kualitasnya memang buram.

Namun sosok seorang wanita berhijab terlihat jelas berlari menuju mobil yang mengalami kecelakaan.

Adrian memperbesar gambar itu.

Jantungnya berdetak semakin cepat.

Karena pada leher wanita tersebut...

Tampak samar sebuah tanda kecil yang sangat dikenalnya.

Tanda berbentuk kelopak bunga melati.

Sama seperti yang dimiliki Naya.

Napas Adrian langsung tertahan.

Tangannya mengepal kuat.

Untuk pertama kalinya, ia mulai takut terhadap kemungkinan yang selama ini berusaha diabaikannya.

Bagaimana jika wanita yang menyelamatkannya memang Naya?

Dan bagaimana jika selama ini...

Ia telah menyakiti orang yang justru pernah menyelamatkan nyawanya?

Bersambung...

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!