Karina Amalia putri menjadi anak angkat keluarga Wijaya sejak usianya 10 tahun.Tepatnya setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Rangga wijaya anak tertua tuan Wijaya yang terpaut 15 tahun darinya begitu menyayangi Karina layaknya adiknya sendiri.
Berbanding terbalik dengan Reno Wijaya, adiknya yang usianya 10 tahun diatas Karina, dia begitu tidak menyukai gadis itu. Bahkan terlihat sangat membencinya.
Karin sangat berharap Reno bisa menerima dan menyayanginya seperti Rangga. Segala usaha ia coba namun tidak pernah berhasil.
Apakah Karin akan terus berjuang mendapatkan cinta Kakak angkatnya, atau kah ia akan menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada yang berubah
Semakin hari ada yang berubah dalam keseharian Reno. Lelaki yang terlihat tampan diusianya yang menginjak 31 tahun itu, sekarang lebih banyak menghabiskan waktu senggang nya dengan Sarah dibanding dengan Karin dan Keysha.
Setiap hari sabtu dan minggu sudah dipastikan Reno tak ada di rumah. Laki-laki itu akan kembali ke rumah menjelang tengah malam.
Keysha semakin kurang mendapatkan perhatian dari daddy nya. Reno berangkat ke kantor ketika bocah kecil itu masih tidur, dan ketika pulang Keysha sudah tidur.Jadi hampir dipastikan gadis kecil itu jarang bertemu daddy nya.
Bahkan Reno tidak tahu bagaimana repotnya istrinya itu ketika harus menitipkan Keysha ke rumah mamih nya atau ke rumah mama Rani jika gadis itu kuliah.
Tadi pagi Karin menitipkan Keysha di rumah mamih nya. Gadis itu membawa semua keperluan Keysha dan dirinya untuk dua hari. Rencananya sepulang kuliah Karin akan menginap disana.
Karin tidak perlu minta ijin dari Reno karena laki-laki itu mana peduli padanya. Sama halnya Reno jika pergi kemanapun dia tak pernah minta ijin padanya. Dan Karin pun berusaha untuk tak peduli.
Sebetulnya mamih dan papihnya sudah mencium adanya ketidak harmonisan pada hubungan pernikahan mereka. Pada awalnya mereka anggap hal yang wajar karena pernikahan mereka tanpa dilandasi cinta.
Mereka berharap dengan seiring waktu keduanya bisa saling menerima satu sama lain, seperti pernikahan Reno dan Angel dulu.Tapi hampir menginjak dua tahun pernikahan mereka,hubungan keduanya tampak tidak ada kemajuan sama sekali.
Menurut informasi dari mbak Ela sampai sekarang pun Reno dan Karin tetap tidur di kamar terpisah.
#Dikediaman tuan Wijaya#
Selepas magrib Keysha sudah tertidur, rupanya bocah lucu itu kelelahan setelah seharian bermain dengan opanya.
Karin merebahkan tubuhnya diatas kasur ketika nyonya Wijaya masuk ke kamarnya. Karin meletakkan kepalanya dipangkuan nyonya Wijaya begitu wanita itu duduk di ranjang.
Nyonya Wijaya mengusap kepala Karin lembut. Karin menggenggam tangan mamih nya itu dan menciumnya.
"sayang.. apa kamu bahagia dengan pernikahan kalian " lirih suara nyonya Wijaya.
" tentu saja mih " Karin berbohong.
nyonya Wijaya menatap mata Karin dalam, mencari kebohongan di mata gadis itu.
"Kamu tidak pandai berbohong nak" nyonya Wijaya seolah menemukan apa yang dicarinya di mata sendu gadis itu.
Ia kembali mengelus kepala Karin lembut. " Entah kenapa rasanya mamih menyesal telah membiarkan kalian menikah"
Bagaimana mamih nya bisa tau apa yang Karin rasakan? apakah insting seorang ibu? yang pasti Karin ingin sekali menghambur ke dalam dekapan wanita itu dan menangis disana sambil berkata.. Aku tidak bahagia
Dua hari menginap di rumah tuan Wijaya, tak sekalipun Reno menelpon ataupun mengirim pesan menanyakan keberadaan mereka. Atau mungkin Karin dan Keysha tak ada di rumah pun dia tidak tahu?
Ada rasa sesak memenuhi rongga dada gadis itu. Walau tidak dianggap sebagai istri setidaknya Karin ingin diakui sebagai adik.. seperti Rangga memperlakukan Karin.
Sore ini Karin kembali ke rumah. sesampainya di rumah,Karin dan Keysha memilih menghabiskan waktu seharian di kamar. Hingga malam menjelang ketika Reno pulang pun mereka tak ada yang keluar kamar.
Reno tahu kalau Karin ada di rumah karena mobil gadis itu ada di garasi.Dua hari tak melihat putri kecilnya tentu saja ia rindu.
Bahkan ketika makan malam pun keduanya tak ada yang keluar kamar.Tak ingin makan malam sendirian akhirnya lelaki itu memilih pergi menemui Sarah.
Jam sebelas malam Reno kembali, yang membuka pintu pun mbak Ela bukan Karin. Mungkin gadis itu sudah tidur batin Reno.
Keesokannya Reno harus ke Surabaya.Ada pekerjaan yang harus ia urus disana selama tiga hari. Sebenarnya ia ingin bertemu putri kecilnya sebelum keberangkatannya kesana.
namun hingga saatnya ia pergi Karin dan Keysha tak tampak keluar dari kamarnya.
Padahal biasanya pagi-pagi sekali gadis itu sudah sibuk didapur menyiapkan sarapan.
Reno merasa kalau Karin sedang menghindarinya.Entah mengapa ada rasa tidak terima diperlakukan seperti itu.
Tiga hari di Surabaya pikiran Reno tidak tenang. Ia begitu merindukan putrinya.
Sebelumnya ia sudah terbiasa meninggalkan putri kecilnya itu keluar kota untuk urusan pekerjaan, tapi entah mengapa saat ini rasanya berbeda sekali.
Mungkin karena ia tidak sempat bertemu dengan Keysha sebelum pergi ke Surabaya.
Demi mengobati rasa rindu pada putrinya akhirnya Reno melakukan panggilan video kepada nomer ponsel Karin. Satu kali.. dua kali panggilan tidak diangkat.
Reno sangat kesal pada Karin. Gadis itu seperti sedang menjauhkan Ia dengan Keysha putri kecilnya.
Akhirnya Reno menghubungi mbak Ela. Melalui panggilan Video.
Reno menyuruh pembantunya itu mengarahkan kamera ponselnya ke arah ranjang Karin.
Dilihatnya Keysha sedang tidur dengan posisi memeluk Karin. Reno tampak tersenyum puas sudah bisa melihat putri kecilnya.
Hari ini Reno telah kembali dari Surabaya. Pak Mul menjemput di bandara. Reno ingin sekali segera sampai di rumah melihat putri kecilnya yang semakin hari semakin menggemaskan.
Sesampainya di rumah didapatinya gadis kecil itu sedang bermain dengan boneka hello kitty kesayangannya. Sementara Karin duduk tak jauh dari sana sambil memainkan ponselnya.
" daddy pulang.. " Keysha berlari menyambut Reno. laki-laki itu memeluk Keysha dan menghujani dengan ciuman.
Reno merasa bersalah karena akhir-akhir ini kurang memperhatikan putrinya. Selain sibuk dengan pekerjaan tak bisa dipungkiri kalau Sarah juga telah menyita sebagian waktunya.
Karin tetap anteng dengan ponselnya. Sepertinya gadis itu tidak terpengaruh sama sekali dengan kehadiran Reno.
"bagai mana kuliah kamu " Reno bertanya
Karin melongo.. apa ga salah dengar? tidak biasanya Reno menanyakan kuliahnya. Biasanya tidak peduli.
" bagaimana kuliah kamu " Reno mengulangi pertanyaanya.
"b.. baik " jawab Karin. " tinggal nunggu sidang "
Sebentar lagi gadis itu akan mendapat gelar sarjana. Reno baru sadar kalau ia telah melewatkan banyak hal selama ini.
Pasti selama ini Karin telah sangat bekerja keras membagi waktu antara mengurus Keysha dengan kuliahnya.Ia sama sekali tak mengetahuinya. Ada sedikit rasa bersalah dalam hati Reno.
Karin benar-benar berperan menjadi ibu yang baik untuk putrinya. Mungkin inilah alasan mendiang istrinya yang begitu menginginkan Karin menjadi ibu sambung untuk Keysha.
Karin selalu bersikap baik padanya, dari sejak awal kehadirannya di keluarga Wijaya, Reno adalah satu-satunya orang yang tidak menyukai kehadiran gadis itu.
Bagi Reno gadis itu hanyalah orang luar yang telah mencuri kasih sayang mamih, papih dan kakaknya.
Dengan sikapnya yang manis dan penurut membuat keluarganya begitu sangat menyayanginya. Membuat Reno semakin membenci gadis itu.
Sekarang gadis yang ia benci itu telah rela mengorbankan masa mudanya menjadi ibu sambung putrinya.
Reno jadi semakin merasa bersalah. Ia ingin memperbaiki sikapnya yang kurang baik selama ini pada Karin. Bukan sebagai suami, tapi sebagai seorang kakak.
coba lihat karin dibuat tidak enak, tidak tenang, merasa bersalah, menyesal, gampang minta maaf, pada lelaki lain seakan begitu menjaga perasaan pria lain tapi lihat pada suami dia seakan tidak peduli suami suami merasa sakit hati dia seakan tidak peduli mau suami menderita dia tidak peduli, terlihat dia sama sekali tidak peduli perasaan suami dan tidak ada sama sekali usaha menjaga perasaan suaminya, baru kalian bilang dia wanita dan istri baik2 bagai berlian, miris sekali
karya novel yang lebih mementingkan perasaan pria lain dari pada sang suami sah adalah novel wanita egois