NovelToon NovelToon
Gelombang Kehidupan.

Gelombang Kehidupan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Menjalin hubungan serius dan hari pernikahan pun telah ditetapkan, tentunya membuat gadis manapun akan berpikir bahwa pria itulah yang akan menjadi imam dalam rumah tangganya, tak terkecuali gadis cantik bernama Azira putri. Namun semua mimpi dan harapan indah itu hancur seketika, dengan kedatangan seseorang dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

Sekalipun mengecam pembuatan Lexi kepadanya namun sebagai penonton, Zira mengakui kepiawaian Lexi dalam bermain basket. Maka tak heran jika Leon begitu mengidolakan sang kakak dalam bermain basket. Tinggi badan Lexi yang mencapai seratus sembilan puluh sentimeter memudahkan pria itu menguasai permainan. Jika dilihat dengan kasat mata mungkin orang-orang tidak akan menyangka jika usia Lexi empat tahun diatas usia Leon dan teman-temannya, karena mereka terlihat seperti sebaya.

Tak terasa sudah hampir satu jam mereka berkutat dengan keseruan di tengah lapangan basket. Karena kaosnya sudah setengah basah oleh keringat, dengan santainya Lexi melepas kaos yang dikenakannya hingga membuat tubuh atletisnya terekspos dengan jelas. Jangankan kaum hawa, sebagai sesama pria saja para teman-teman Leon dibuat kagum melihatnya.

Kini mereka telah berada di pinggir lapangan untuk beristirahat.

"Wah.... Tubuh idaman para cewek-cewek nih." Celetuk salah seorang teman Leon yang bernama Abdi.

Leon tersenyum tipis, seolah membenarkan ucapan Abdi.

"Aku jadi penasaran, ngomong-ngomong sudah berapa cewek nih yang pernah menik-matinya" Leon berani melontarkan celetukan demikian karena melihat mood kakaknya sedang baik.

"Hanya wanita spesial yang pernah menik-matinya." Diluar ekspektasi Leon, rupanya Lexi merespon celetukannya.

Sementara Zira yang kini duduk di bangku penonton, langsung menundukkan pandangannya saat menyadari lirikan Lexi kepadanya.

"Wanita spesial?." Cicit Leon dengan wajah penasaran, mengingat selama ini ia tidak pernah mendengar kakaknya dekat dengan wanita manapun. "Aku jadi penasaran dengan sosok wanita spesial itu." Lanjut Leon. Tadinya Leon hanya bercanda tapi jawaban sang kakak justru terdengar sangat serius dan berhasil menciptakan rasa penasaran dihati Leon.

"Jangan terlalu penasaran! Suatu hari nanti kamu juga pasti akan tahu siapa dia." Lexi menepuk pelan pundak adiknya sebelum sesaat kemudian beranjak untuk mengambil tasnya yang berada di atas salah satu bangku penonton, kemudian berpamitan pada Leon dan yang lainnya.

Pulang ke rumah adalah tujuan Lexi setelah meninggalkan lapangan basket.

"Kamu benar-benar keterlaluan, Lexi. Bagaimana mungkin kamu tega berkata seperti itu di saat Reka sedang sakit seperti sekarang ini." Seharian disibukkan dengan kegiatan mengunjungi beberapa bisnisnya secara langsung dan di tambah lagi dengan ajakan Leon untuk bermain basket sudah membuat Lexi cukup lelah, tapi setibanya di rumah mommy justru menambahkannya lagi dengan perkataan melelahkan.

"Hari ini, besok, ataupun lusa, jawaban saya akan tetap sama. Saya tidak ingin dijodohkan dengan gadis manapun, termasuk gadis bernama Reka itu. Lantas, apa salahnya jika saya mengatakannya sekarang?." Meskipun kesal, Lexi masih berbicara dengan nada yang sopan.

"Reka adalah gadis yang cantik dan juga baik, lalu mengapa kamu masih saja menolak dijodohkan dengannya? Lagipula, apa kurangnya Reka?." Mommy tidak habis pikir dengan keputusan Lexi yang masih saja menolak perjodohan yang sejak lama diatur olehnya.

"Jawabannya simple, saya tidak mencintainya dan saya tidak ingin menikah dengannya. Jika memang anda sangat ingin berbesan dengan keluarga tuan Albert, mengapa tidak menjodohkan gadis itu dengan putra anda saja!." Kekesalan mulai terdengar dari setiap kata yang terucap dari mulut Lexi.

"Jangan mengada-ada kamu, Leon sudah memiliki tunangan."

"Putuskan saja pertunangan Leon dengan tunangannya itu kemudian atur perjodohannya dengan putri dari keluarga Albert, gampangkan!." Dengan santainya Lexi memberi saran, tapi sarannya tersebut justru memancing rasa kesal dihati mommy. Wanita itu berlalu begitu saja meninggalkan Lexi, hendak kembali ke kamarnya untuk menemui sang suami. Untuk apalagi kalau bukan untuk mengadukan sikap Lexi kepadanya.

Sepeninggal mommy, Lexi kembali melanjutkan langkahnya menapaki anak tangga menuju kamarnya. Setiap kali istri Daddy-nya itu memaksakan kehendaknya, Lexi kembali teringat pada mendiang ibu kandungnya, wanita yang telah bertaruh nyawa untuk melahirkanmu ke dunia ini. Di usianya yang baru empat tahun, Lexi harus kehilangan ibu kandungnya akibat penyakit jantung yang dialami oleh ibunya. Saat itu Lexi masih terlalu kecil sehingga tak banyak kenangan tentang kebersamaannya dengan sang ibu yang melekat di memory Lexi. Namun begitu, satu kenyataan yang melekat dan tidak akan pernah hilang dari memorinya, yakni kejadian di mana ibunya harus menghembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung. Kalau saja ibu kandungnya masih hidup, ayahnya pasti tidak akan menikah lagi.

Setibanya di kamar, Lexi hendak membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket akibat seharian beraktivitas. Saat membuka lemari untuk mengambil handuk bersih, pandangannya tak sengaja menangkap keberadaan jas putih yang menggantung dengan rapi bersama deretan jasnya yang lainnya. Lexi menyentuh jas putih yang sudah beberapa tahun terakhir tak lagi dikenakannya tersebut.

"Andai mommy masih ada di sini, mungkin dunia Lexi tidak akan sesepi ini. Dan jika mommy masih ada di sini, mommy pasti bisa menyaksikan Lexi meraih kesuksesan." Pria itu bergumam dengan hati yang hampa. Setelah ibu kandungnya meninggal dan ayahnya menikah lagi setahun kemudian, Lexi semakin merasa hidupnya kesepian. Kasih sayang ibu sambungnya tak sanggup menggantikan kasih sayang ibu kandungnya di hati Lexi. Bukan hanya itu saja, di saat usianya sudah menginjak usia remaja, Lexi sering merasa ibu sambungnya terlalu mengatur kehidupannya, itulah mengapa Lexi memilih pergi meninggalkan tanah air dan membangun jati dirinya di negara asal Daddy-nya. Kini Ia bukan lagi seorang anak remaja yang hidupnya bisa diatur sesuka hati oleh sang ibu sambung, itulah alasan Lexi selalu menolak apapun yang diatur oleh ibu sambungnya, termasuk sebuah perjodohan.

Lexi mengambil handuk di sela lipatan kemudian kembali menutup pintu lemari, seolah ingin meninggalkan kesedihannya di dalam sana, dan tak ingin membawanya bersama di dalam hati.

*

Sungguh, Zira merasa penasaran dengan pembuatan Lexiano kepadanya tiga tahun lalu. Karena rasa penasarannya, Zira memberanikan diri untuk mencari informasi tentang Lexi dari kakaknya, Tomi. Mungkin Tomi tahu sedikit tentang sosok Lexiano Fernandez.

"Ada apa?." Sudah beberapa saat Zira duduk di kursi depan meja kerjanya namun adiknya itu masih nampak diam saja, hingga akhirnya Tomi pun bertanya.

Zira tidak langsung merespon, ia masih mencari kata-kata yang pas untuk memulai pembicaraan.

"Apa mas tahu tentang kakaknya Leon yang menetap di Amerika belasan tahun terakhir?." Zira bertanya dengan nada hati-hati.

"Memangnya ada apa dengannya? Apa dia tidak suka dengan keberadaan mu sebagai calon istrinya Leon?." Itulah yang dikhawatirkan oleh Zira, Tomi pasti akan overthinking jika ia mencari tahu sesuatu yang berkaitan dengan keluarga besar Fernandez.

"Bukan, bukan seperti itu, mas. Sebenarnya Zira hanya sedikit penasaran saja, mengapa sampai kakaknya Leon memilih menetap di Amerika, bukannya justru tinggal di tanah air bersama kedua orang tua serta adiknya." Zira berusaha meyakinkan Tomi bahwasanya ia hanya sekedar ingin tahu saja.

"Oh, Begitu rupanya." Tomi lega jika faktanya Zira hanya sekedar ingin tahu.

"Sebenarnya mas tidak mengenal dan bahkan belum pernah sekalipun bertemu dengan putra sulung tuan Fernandez. Tapi dari cerita Abil, Tuan Lexiano Fernandez adalah putra sulung tuan Fernandez dari istri pertama beliau. Setahun setelah istri pertamanya meninggal, tuan Fernandez menikah lagi dan dari pernikahan keduanya tersebut lahirlah seorang anak yang kini menjadi calon suami kamu, Leonardo Fernandez. Hubungan tuan Lexiano dan ibu sambungnya kurang harmonis, makanya beliau memutuskan untuk meninggalkan tanah air dan menetap di negara asal tuan Fernandez, yakni Amerika." Tomi hanya menyampaikan dari cerita Abil tentang sosok putra sulung tuan Fernandez, Lexiano Fernandez.

1
Felycia Fernandez
Jelas lah Zira..
kamu benci banget ma Lexi,tanpa kamu sadari suami mu banyak pengagumnya
Felycia Fernandez
ini nih ciri perempuan,nggak jelas apa maunya..
dan aku begitu juga 😆😆😆
Felycia Fernandez
good Leon 👍👍👍👍👍
Felycia Fernandez
nikahi aja Reka Leon..
kesian dia karena ambisi gila orang tuanya yang ingin berbesan dengan orang tua mu
Felycia Fernandez
sering cedera di perut ya bisa fatal nantinya...😡
Felycia Fernandez
jiaaaaah...
Mimi aja Lex 🤣
Uba Muhammad Al-varo
udah mulai terbuka hati dan pikirannya Zira ke Lexiano gara2 mendengarkan omongan orang lain🤔🤔🤔
nayoon
cie cie ada yg mulai penisirin ni
nayoon
semngat BG aku padamu 👍
nayoon
lamban laut .kamu bakal sadar zira bahwa takdir lebih indah dari yg kita rencanakan
nayoon
mungkin awalnya menikah tanpa cinta,tapi percayalah akan indah akhirnya,karna itu yg sudah aku rasakan , langsung nikah tanpa pacaran dan Alhamdulillah aku bahagia,malahan yg awalnya pacaran 2 th tanpa kejelasan aku tinggalkan dengan orang baru yg jelas pasti,ehhh malah curhat aku 🤭🤣
Felycia Fernandez: Oalah sama kita kk..
aku malah nikah karena di jodohkan 😆😆😆
sangat lama untuk menerima satu sama lain..
tapi yang sudah di satukan Tuhan sebisa mungkin jangan ada perpisahan...
total 1 replies
Ayila
makin seru ceritanya
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
thanks you thorrr dah crazy up
Lia siti marlia
yap itu lah cinta zira tak memandang logika seperti cinta lexi ke kamu zira 🥰🥰🥰🥰
Lia siti marlia
yap aku setuju kamu menikahi reka leon anggap aja simbiosis mutualisme siapa tahu nantinya ada benih benih cinta di antara kalian 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
ok thorrr gak apapa semangat buat up nya 🤗🤗🤗🤗
Lia siti marlia
aku harap lexi tidak mengeajak zira untuk tinggal selamanya di rumah keluarga fernandes 😌 supaya zira tidak merasa canggung sama leon 😁
Balqistri
dengar zira kalo dr lexi menikah karena mencintai mu
Selvia
maaf atas ketidaknyamanannya sayang🙏 sepertinya terjadi sedikit kesalahan akibat jaringan wifi yang kurang stabil sehingga terjadi update untuk pengulangan bab, tapi sudah direvisi ya.... tinggal menunggu untuk lulus review....
Uba Muhammad Al-varo: 👍💪💪💪💪💪
total 1 replies
Felycia Fernandez
ternyata pengulangan bab
Felycia Fernandez: ma sama kk Selvi..
aku nggak sabar liat Lexi meluluh kan hati Zira , apakah setangguh Dika meluluhkan hati Zaliva atau se tulus Devan meluluhkan hati aaah lupa aku kk nama mantan si Sandi 😭🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!