NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kekuatan Mutiara surgawi

​Dunia masih terbungkus dalam selimut kegelapan saat Tian Hao membuka matanya.

Di saat para murid lain masih terbuai dalam mimpi tentang kejayaan, ia sudah membasuh wajahnya dengan air sumur yang membeku.

Dinginnya air itu bukan sekadar penghilang kantuk, melainkan pengingat bahwa ia masih bernapas dalam daging yang fana.

​Ia melangkah keluar dari kediaman keluarga Tian tanpa suara, menyelinap di antara bayang-bayang paviliun. Langkahnya ringan, setipis kabut pagi. Ia tahu benar satu hukum universal yang tak pernah berubah dalam lima ratus tahun perjalanannya:

​"Manusia adalah makhluk yang paling rakus," gumamnya pada kesunyian. "Satu helai emas di tangan orang lemah akan mengundang seribu belati dari kegelapan. Jika mereka tahu aku memegang kunci langit, mereka tidak akan ragu untuk menguliti tubuh ini demi merebutnya."

​Setelah memastikan dirinya cukup jauh di dalam rimbunnya hutan yang mengelilingi wilayah keluarga, Tian Hao berhenti di sebuah celah sempit di antara dua tebing batu.

Ia mengeluarkan Mutiara Surgawi dari balik bajunya. Benda itu berdenyut pelan, memancarkan cahaya putih susu yang lembut namun sarat dengan energi purba.

​"Aktifkan."

​Mutiara itu melayang, berdenging rendah. Detik berikutnya, fenomena mistis terjadi. Dari dalam cahaya itu, muncul puluhan kupu-kupu biru transparan. Mereka tidak terbang menjauh, melainkan berputar mengelilingi Tian Hao, membentuk badai kecil yang indah namun mematikan.

​Tian Hao duduk bersila. Ia memejamkan mata, membiarkan jiwanya terbuka. Secara normal, seorang pemula di tahap ini harus berjuang mati-matian hanya untuk merasakan energi alam.

Namun, Mutiara Surgawi memutarbalikkan logika tersebut. Bukan Tian Hao yang menjemput energi, melainkan kupu-kupu itu yang menyuntikkan energi murni langsung ke dalam pori-porinya.

​Sensasinya tidaklah indah. Rasanya seperti ribuan jarum perak yang membara ditusukkan secara bersamaan ke setiap sarafnya.

Otot-ototnya menjerit, tulangnya berderak seolah sedang digiling dan disusun kembali.

Namun, Tian Hao tidak mengeluarkan suara. Ia justru menyerap rasa sakit itu, mengubahnya menjadi bahan bakar untuk memperkuat fondasi tubuhnya.

​Kupu-kupu biru itu mulai hinggap di ubun-ubunnya, perlahan meluruh dan menyatu ke dalam darahnya.

Dua jam berlalu dalam siksaan yang tenang. Ketika fajar menyingsing, Tian Hao membuka mata. Sinar matanya kini lebih tajam, dan ada aura berat yang kini menetap di tubuh kecilnya.

​Ia telah berhasil melampaui batas, mencapai Ranah Pemurnian Tubuh Tahap Pertama.

​Ia menyeka keringat yang membasahi tubuhnya, lalu terkekeh pelan—sebuah tawa kering yang terdengar jauh lebih tua dari wajahnya. "Haha... Inilah keindahan hidup yang sesungguhnya. Tenang. Sunyi. Sendiri.

"Karena pada akhirnya, keabadian bukanlah tentang siapa yang bersamamu, tapi tentang siapa yang tetap berdiri saat semua orang telah tiada"."

​Pagi itu di lapangan latihan, suasana terasa lebih tegang dari biasanya. Fei Lin, sang instruktur, mengernyitkan dahi saat melihat Tian Hao berjalan masuk ke barisan. Ada sesuatu yang berbeda. Cara anak itu menapakkan kaki ke tanah terasa lebih kokoh, seolah ia memiliki akar yang menghujam dalam.

​"Hm? Tampaknya kau berlatih cukup giat semalam," dengus Fei Lin, mencoba menyembunyikan rasa herannya di balik nada sombongnya. "Tapi ingat, kerja keras bagi orang yang tidak berbakat hanyalah cara untuk menunda kegagalan. Sampah tetaplah sampah, setinggi apa pun kau menumpuknya."

​Cemoohan itu disambut gelak tawa oleh para murid lain. "Aku bahkan tidak merasakan aura energi darinya," bisik seorang murid dengan nada menghina. "Untuk apa dia berpura-pura tegap? Hanya membuang-buang waktu."

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!