NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Kota Bawah Tanah dan Harga Sebuah Informasi

​Hawa dingin Hutan Kabut Hitam menusuk hingga ke sumsum tulang, namun bagi Lin Tian, rasa dingin eksternal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sensasi membeku yang merayap di meridiannya. Setiap kali ia mencoba mengalirkan Qi, Racun Darah Kaisar bereaksi seperti ribuan jarum es yang menusuk jantungnya.

​"Sistem, berapa lama waktu yang aku miliki sebelum racun ini mencapai titik balik?" bisik Lin Tian di balik topeng kayunya.

​[Ding!]

[Estimasi waktu: 7 hari. Jika dalam 7 hari Inang tidak mendapatkan 'Teratai Es Penawar Darah' atau herbal setingkatnya, Racun Darah akan merusak Fondasi Inti Bintang secara permanen.]

​Lin Tian mengepalkan tangannya yang tersembunyi di balik lengan jubah hitamnya. Tujuh hari. Waktu yang sangat sempit untuk mencari harta karun langka di tempat asing.

​Setelah berjalan menembus kabut selama beberapa jam, ia tiba di sebuah celah sempit di antara dua tebing batu yang menyerupai taring raksasa. Di sana, berdiri sebuah gerbang kayu tua yang tampak rapuh, dijaga oleh dua pria bertubuh besar dengan zirah kulit binatang. Keduanya berada di puncak Tahap Pengumpulan Qi.

​Di dunia luar, mereka mungkin dianggap kuat, namun di mata Lin Tian, mereka hanyalah semut. Sayangnya, saat ini Lin Tian harus terlihat seperti "semut" yang sama agar tidak menarik perhatian musuh-musuh besarnya.

​"Berhenti! Tunjukkan lencana masuk atau bayar sepuluh batu roh tingkat rendah!" bentak salah satu penjaga, menatap Lin Tian yang tampak ringkih dan terluka dengan pandangan meremehkan.

​Lin Tian tidak berkata apa-apa. Ia merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan token perunggu berkarat yang ia ambil dari makam kaisar.

​Begitu melihat token itu, kedua penjaga tersebut tertegun. Mereka saling berpandangan, lalu sikap mereka berubah seratus delapan puluh derajat. Mereka membungkuk dalam, wajah mereka dipenuhi ketakutan.

​"T-Tuan... mohon maafkan kelancangan kami! Silakan masuk, akses VIP menuju Paviliun Bayangan telah terbuka untuk Anda!"

​Gerbang kayu itu berderit terbuka, menyingkap sebuah jalan setapak yang menurun tajam menuju perut bumi. Lin Tian melangkah masuk tanpa menoleh.

​Setelah melewati terowongan panjang yang diterangi oleh lumut bercahaya, pemandangan di depannya terbuka luas. Sebuah kota bawah tanah yang sangat besar membentang di bawah kubah gua raksasa. Bangunan-bangunannya tidak beraturan, dibangun dari kayu hitam dan batu. Ribuan lampion merah redup menggantung di setiap sudut, menciptakan suasana yang mencekam namun hidup.

​Inilah Pasar Hantu. Tempat di mana nyawa bisa dibeli dengan harga murah, dan rahasia adalah mata uang tertinggi.

​Lin Tian berjalan di tengah keramaian. Orang-orang di sini semuanya mengenakan penutup wajah atau jubah yang menyembunyikan identitas. Ia bisa merasakan banyak indra spiritual yang mencoba memindai dirinya, namun berkat sisa kekuatan jiwanya yang setara Inti Emas, ia dengan mudah membiaskan pemindaian tersebut, membuat dirinya tampak seperti kultivator Pembentukan Pondasi Tahap 1 yang biasa-biasa saja.

​Ia berhenti di depan sebuah kedai teh kecil yang tampak kumuh bernama "Kedai Seribu Telinga".

​Di dalam, hanya ada beberapa pelanggan yang duduk berjauhan. Lin Tian menuju meja kayu di sudut paling gelap. Seorang pelayan tua dengan mata satu mendekatinya.

​"Apa yang diinginkan pengembara malam?" tanya pelayan itu dengan suara serak.

​"Aku butuh informasi tentang pelelangan besar tiga hari lagi," ucap Lin Tian datar, meletakkan sebuah batu roh tingkat menengah di atas meja—jumlah yang sangat besar untuk sekadar informasi.

​Mata pelayan tua itu berkilat. Ia mengambil batu roh itu dengan cepat.

​"Pelelangan kali ini sangat langka, Tuan. Banyak faksi besar yang mengirimkan perwakilan secara rahasia. Kudengar ada 'Teratai Es Penawar Darah' yang akan dilelang di hari kedua. Namun..." pelayan itu merendahkan suaranya, "Klan Wang dari ibu kota juga sangat menginginkan benda itu untuk menyembuhkan luka salah satu sesepuh mereka."

​Mendengar nama "Klan Wang", Niat Pedang di dalam hati Lin Tian berdesir tipis.

​Faksi Wang lagi. Tampaknya takdir benar-benar ingin aku memusnahkan mereka hingga ke akar-akarnya.

​"Berapa harga perkiraannya?" tanya Lin Tian.

​"Setidaknya lima puluh ribu batu roh tingkat menengah, atau barter dengan teknik bela diri tingkat Bumi tinggi," jawab si pelayan.

​Lin Tian terdiam. Ia memiliki banyak harta dari hasil menjarah di reruntuhan, namun sebagian besar adalah barang yang terlalu mencolok dan bisa melacak kembali ke identitasnya di Sekte Awan Azure. Ia butuh sesuatu yang berharga namun "bersih" untuk ditukarkan.

​[Ding!]

[Saran Sistem: Inang dapat mengekstrak dan menulis ulang beberapa teknik dasar dari 'Makam Pedang Kaisar' yang telah dimurnikan. Teknik tersebut akan dianggap sebagai teknik kuno yang baru ditemukan, tanpa jejak identitas Sekte Awan Azure.]

​Lin Tian tersenyum di balik topengnya. Sistem benar-benar asisten yang sempurna.

​"Terima kasih atas informasinya," Lin Tian bangkit berdiri.

​Baru saja ia hendak keluar dari kedai, sekelompok pria berjubah biru dengan lambang harimau di punggung mereka masuk dengan kasar, menendang meja dan kursi.

​"Dengar semuanya! Kami dari Geng Harimau Hitam sedang mencari seorang pemuda berjubah putih yang terluka parah. Siapa pun yang memberikan informasi akan diberi hadiah seribu batu roh!" teriak pemimpin mereka, seorang pria dengan parang besar di pinggangnya.

​Lin Tian menarik napas panjang. Tampaknya kabar tentang dirinya yang keluar dari pagoda dalam kondisi terluka telah menyebar lebih cepat dari yang ia duga. Meskipun ia sudah berganti pakaian, Pasar Hantu bukanlah tempat yang aman.

​Ia menundukkan kepalanya, berjalan melewati kelompok tersebut dengan langkah yang tampak berat dan lemah.

​"Hei, kau! Berhenti!" pemimpin geng itu mencegat jalan Lin Tian, matanya menyipit penuh kecurigaan. "Buka topengmu. Kau tampak mencurigakan."

​Lin Tian menghentikan langkahnya. Di dalam lengan jubahnya, jari-jarinya mulai mengumpulkan setitik energi api putih yang tipis. Meskipun meridiannya retak, membunuh beberapa pengganggu di tingkat Pengumpulan Qi ini tidak akan membebani tubuhnya.

​"Aku hanya seorang pengembara yang sedang mencari obat," suara Lin Tian terdengar serak dan lemah, sengaja dibuat-buat.

​"Banyak bicara! Buka atau aku yang akan merobek wajahmu!"

​Tepat saat pria itu mengulurkan tangan kasarnya menuju wajah Lin Tian, sebuah aura yang sangat kuat dan menekan tiba-tiba menyapu seluruh kedai teh.

​"Di Pasar Hantu, kekerasan di dalam kedai berlisensi dilarang. Apakah Geng Harimau Hitam ingin mencoba menantang hukum kota ini?" suara seorang wanita yang dingin dan berwibawa terdengar dari lantai dua kedai.

​Pemimpin geng itu gemetar, tangannya membeku di udara. Ia segera menarik tangannya kembali dan membungkuk ke arah lantai dua.

​"M-mohon maaf, Nyonya Paviliun! Kami akan segera pergi!"

​Kelompok itu lari terbirit-birit keluar. Lin Tian melirik sekilas ke arah lantai dua, namun hanya melihat tirai sutra hitam yang tertutup. Ia tahu, orang di atas sana minimal berada di ranah Pembentukan Pondasi Tahap Akhir atau bahkan awal Inti Emas.

​Tanpa membuang waktu, Lin Tian keluar dari kedai dan menghilang ke dalam gang-gang sempit Pasar Hantu. Ia harus mencari tempat yang aman untuk mulai "menulis" teknik kuno sebagai modal lelangnya.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!