NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 6

" hmm, kamu katanya tadi mau beli pakan ternak untuk ayam, tapi dari tadi kok kamu ngikutin aku terus." tanya Ara yang bingung karna Dimas selalu mengikuti nya.

" oo iya aku jadi lupa, aku kan tadi mau beli pakan Ayam, yaudah aku kesana bentar yaa mau beli pakan ternak nya dulu. " ucap Dimas sambil tersenyum canggung

"Ee tempat jual pakan ternak nya di sana, kalau di situ tempat jual sayur. "

"Oo iya ya, adu bodo banget si aku, yaudah aku ke sana dulu yaa, tungguin aku nanti kita pulang sama - sama, nanti aku anterin kamu pulang."

" engga apa- apa, aku pulang sendiri aja, engga enak ngerepotin kamu terus." Jawab Ara yang meresa tidak enak jika harus terus menumpang

" engga apa- apa, lagian jalan nya kan juga se arah, belanjaan kamu juga lumayan banyak, nanti kamu susah loh bawanya, matahari nya juga udah panas, " jawab Dimas

Ara yang sebenarnya ingin menolak, namun saat menyadari uang nya tidak akan cukup untuk menyewa ojek dan melihat belanjaan yang lumayan banyak, terpaksa menerima tawaran Dimas.

" tapi aku takut ngerepotin kamu, kalau harus nganter aku ke rumah. "

"Engga ngerepotin kok, justru aku suka ee maksudnya aku suka nolong orang ." jawab Dimas tersenyum canggung.

Ara pun terpaksa menerima tawaran Dimas, akhirnya mereka pulang bersama, di jalan mereka tidak banyak berbicara karna merasa canggung satu sama lain.

"Makasih yaa kamu udah mau nganterin aku pulang, maaf juga udah ngerepotin kamu " ucap Ara setelah mereka sampai di rumah nya.

" iya sama - sama, kamu engga ngerepotin aku kok justru aku seneng bisa nganterin kamu pulang."

" hmm kamu mau mampir dulu engga ?." tawar Ara

" aku pengen mampir, tapi aku masi ada Urusan sama Doni, aku masi mau ke rumah nya Doni dulu. "

" hmm yaudah kalau gitu, sekali lagi makasih ya."

setelah berpamitan Dimas kembali ke rumah Doni.

"Ciee yang habis pdkt, gimana lancar pdkt nya?. " ledek Doni saat Dimas tiba di rumah nya.

"lancar apanya, gua engga bisa ngomong apa - apa kalau udah deket sama dia, gua bingung mau bilang apa. "

" yaelah Dim, luh tuh harusnya lebih berani lagi, kalau perlu langsung tembak aja, di Terima atau engga nya itu urusan akhir. "

" Gila kali luh, nyari topik pembicaraan aja gua engga bisa, apalagi mau nembak dia."

"Lah trus luh mau sampai kapan pdkt nya. "

Disisi lain Ara yang baru saja melangka masuk ke rumah, harus mendapat makin lagi dari tante Rianti, sepertinya tante Rianti tidak akan pernah puas jika tidak memarahi Ara sehari saja.

" pantesan kepasar aja lama banget, ternyata habis jalan ama cowok dia mah," ucap Tante Rianti saat Ara sampai di ruang tamu.

" maksud tante apa yaa, aku engga jalan sama cowok kok tante, Dimas tadi nganterin aku karna dia liat aku bawa belanjaan nya banyak dan kebetulan aja kita se arah pulang nya." jawab Ara

" ala alasan, bilang aja kamu tadi lagi mengatal sama cowok yang namanya Dimas itu. " jawab tante Rianti nyolot

" siapa dia hah, kamu mau bikin keluarga kita malu, unda engga punya harga diri kamu. " nenek Ara angkat bicara

Mendengar itu hati Ara seperti di tusuk beribu pi**u tajam, kecewa tentu Ia rasakan.

" nek, nenek kok bilang gitu si, Ara engga bermaksud untuk mempermalukan keluarga kita, dia cuma sekedar nganterin Ara pulang kok. " jawab Ara sambil menahan tangis

" halah mana ada maling mau ngaku, emang dasar nya aja kamu itu perempuan mu**han." ucap tante Rianti yang semakin memperkeruh suasana.

" tante, aku masi punya harga diri ya, aku juga tau batasan nya, aku engga seperti yang tante bilang." jawab Ara dengan suara yang agak meninggi sebab perkataan tante Rianti sudah membuat habis kesabaran Ara.

" berani kamu bentak saya hah?, dasar perempuan engga tau malu, engga tau terimakasih. " jawab tante Rianti yang suara nya tidak kalah tinggi.

"Sudah sana kamu ke dapur masak, sebentar lagi Renata sampai. " ucap nenek yang enggan membela cucunya itu.

Ara hanya bisa mengusap air mata nya lalu, pergi ke dapur, tampa istirahat Ara mulai memasak makanan, mencuci piring, dan membersihkan dapur, Ia juga masih harus membersihkan kamar Renata sebelum Renata sampai, jika tidak Renata akan sengaja mengadu kepada ibu nya,dan menambah- nambah cerita.

Sifat Renata sama seperti Ibu nya angkuh, sombong, dan juga merasa dirinya selalu benar, Ara hanya bisa bersabar menghadapi mereka.

"ibu , nenek Renata pulang." teriak Renata saat sampai di depan rumah.

" III anak ibu, sini sayang gimana kamu capek ya, kamu mau langsung makan, atau mau mandi dulu, atau mau langsung tidur. " jawab tante Rianti saat melihat anak kesayangan nya itu

" aku capek banget mau mandi dulu trus tidur. " ucap Renata

" uu cucu kesayangan nenek, gimana kabar kamu, kuliah nya gimana,?. " ucap nenek

" aku baik- baik aja kok nek, kuliah juga lancar. " jawab Renata.

" kamu memang cucu nenek yang paling bisa di andalkan, engga kaya dia, bisanya cuma bikin masalah." jawab nenek sambil melirik Ara .

Ara yang mendengar itu hanya bisa diam, tapi di dalam hati nya sangat sakit mendengar ucapan nenek nya.

" Yaiyalah bu , Renata tuh kan emang dari dulu selalu bisa di andalkan, " timpal tante Rianti sambil melirik sinis ke Ara.

Lagi - lagi Ara hanya bisa terdiam mendengar ucapan tante Rianti, ingin berteriak, membantah, namun apa daya dia tidak bisa melakukan nya.

"yasudah kamu mandi dulu gih sayang, terus itu istirahat. " ucap Tante Rianti

"Ara bawain tas aku ke kamar dong, ini tu berat banget." perintah Renata

" iya Ren " jawab Ara singkat.

setelah membawa tas Renata masuk ke kamar nya, Ara langsung pergi dan masuk ke kamar mengunci pintu, di kamar lagi - lagi ia hanya bisa menangis, namun di tengah tangis nya ponselnya bergetar notif dari aplikasi hijau masuk.

" Hai, aku ganggu engga, hmm sebenarnya tadi aku mau bilang sesuatu, tapi aku lupa. " pesan dari Dimas

" engga kok, kamu mau bilang apa. " jawab Ara

" hmm hari sabtu kamu sibuk engga, kalau kamu engga sibuk aku mau aja kamu jalan," jawab Dimas lagi

" gimana yaa, aku kaya nya engga bisa,"

" oo gitu yaa, yaudah engga apa-apa, kalau memang kamu engga bisa. "

Ara hanya menatap pesan itu sebentar, dan tidak membalas pesan itu, hati nya sedang hancur.

"Ara sini kamu. " suara tante Rianti kembali terdengar.

Ara buru - buru keluar dari kamar nya dan berlari kecil menuju suara tante Rianti di meja makan.

" ambilin makan nya Renata katanya laper, dia mau makan sekarang. " perintah tante Rianti

" iya tante aku ambilin makanannya dulu. " Jawab Ara yang bergegas kedapur untuk mengambil makan yang sudah ia siapkan.

saat makan sudah siap Ara hendak duduk dan ingin ikut makan bersama Renata, tante Rianti, dan nenek, tapi belum sempat Ara duduk Renata sudah memerintahkan nya untuk mencuci baju kotornya

" ee Ara tolong cuciin baju kotor baku dong, soalnya kemarin engga sempat aku bawa ke laundry, tapi cucinya harus pake tangan ya. "

" iya Ren, tapi aku makan dulu ya soalnya aku laper dari tadi pagi aku belum sempat sarapan. " jawab Ara dengan lembut

" ii sekarang nanti baju- baju aku keburu bau, mama liat Ara nyebelin banget si."

" heh, perempuan engga tau diri, kalau di suruh tu cepet dilakuin, jangan banyak alasan kamu, cepet sana cuci baju nya Renata. "

dengan terpaksa Ara bangkit dan pergi ke kamar Renata mengambil baju kotor Renata dan mencuci nya, meski merasa sangat lapar Ara harus menahan nya, Air mata nya kembali jatuh namun ia tidak bisa melakukan apa- apa, ia tidak memiliki siapa pun yang bisa membela nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!