NovelToon NovelToon
MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

Amira membawa Lista masuk ke hidupnya sebagai sepupu dan sahabat. Namun, Lista justru keluar sebagai pencuri suaminya.

​Diceraikan saat hamil dengan mahar yang menghina, Amira dipaksa pergi dengan tangan hampa. Tapi mereka lupa satu hal: Amira adalah pemilik takhta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: VONIS UNTUK SUAMI DAJJAL

VONIS UNTUK SUAMI DAJJAL

​Kilatan lampu kamera dari puluhan jurnalis media massa langsung menyala bergantian begitu pintu ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali dibuka lebar siang itu. Berita tentang kejatuhan total keluarga Pratama telah menjadi konsumsi publik yang paling hangat di ibu kota. Jagat maya dipenuhi oleh dukungan moral yang masif untuk Amira, sementara nama Aris Pratama telah menjelma menjadi simbol murni dari istilah "suami dajjal".

​Amira duduk di barisan terdepan dengan postur tubuh yang luar biasa anggun. Ia mengenakan terusan berpotongan tegas berwarna biru dongker pekat, memancarkan aura ketenangan seorang wanita yang telah sepenuhnya mengendalikan takdirnya sendiri. Di sampingnya, Pak Sanusi sesekali memeriksa lembar ringkasan tuntutan jaksa penuntut umum dengan ekspresi puas.

​Sreeet.

​Aris digiring masuk oleh dua petugas kejaksaan dengan tangan terborgol di depan perutnya.

​Tubuh pria yang dulunya gagah dan selalu memakai minyak rambut mahal itu kini tampak bungkuk dan kurus masai. Rompi tahanan merah dengan nomor dada 042 yang dipakainya terasa longgar, menggantung menyedihkan di bahunya yang layu. Rambutnya acak-acakan, dan matanya yang cekung menatap lantai semen dengan pandangan kosong yang kehilangan seluruh sisa harga diri.

​Saat duduk di kursi terdakwa yang dingin, Aris perlahan menolehkan kepalanya, menatap Amira dengan sepasang mata yang digenangi air mata penyesalan terdalam. Namun, Amira tetap menatap lurus ke depan, memperlakukan eksistensi Aris tak lebih dari sekadar angin lalu yang tak kasat mata.

​"Sidang putusan perkara pidana atas nama terdakwa Aris Pratama, dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum," Hakim Ketua mengetuk palunya sekali. Tok!

​Ruang sidang mendadak sunyi senyap. Hakim Ketua langsung membacakan lembar demi lembar pertimbangan hukum dengan nada suara yang berwibawa dan tanpa kompromi.

​"Menimbang, bahwa berdasarkan bukti visum medis, rekaman kamera pengawas ruang arsip, serta kesaksian para saksi kunci, Terdakwa Aris Pratama telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga secara fisik dan psikologis secara berlanjut terhadap saksi korban, Amira Shinta," ujar Hakim Ketua, suaranya menggema tegas melalui pengeras suara.

​Aris mulai terisak pelan, bahunya berguncang.

​"Tindakan Terdakwa yang melakukan pemukulan saat saksi korban dalam kondisi hamil muda merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji, kejam, dan bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Terdakwa juga terbukti menyalahgunakan wewenang finansial perusahaan untuk membiayai perselingkuhannya dengan terdakwa lain, Lista Amanda, sehingga menelantarkan hak-hak dasar istrinya sendiri."

​Hakim Ketua menjeda kalimatnya sejenak, mengangkat pandangannya untuk menatap Aris yang kini sudah menunduk hingga keningnya nyaris menyentuh lutut.

​"Memutuskan, menjatuhkan vonis pidana penjara kepada Terdakwa Aris Pratama dengan hukuman lima tahun penjara dikurangi masa tahanan sementara, serta diperintahkan untuk tetap ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang."

​Tok! Tok! Tok!

​Begitu palu diketuk tiga kali, pertahanan mental Aris runtuh seutuhnya. Ia langsung merosot dari kursi kayu terdakwa, berlutut di atas lantai sambil menangis meraung-raung histeris.

​"Amiraaa! Tolong aku, Amira! Maafkan aku, Nduk! Jangan biarkan aku membusuk di penjara!" teriak Aris dengan suara yang parau, mencoba merangkak ke arah barisan kursi Amira sebelum akhirnya tubuhnya didekap dan ditarik paksa oleh dua petugas kejaksaan. "Amira, kasihanilah aku! Aku ini ayah dari anak yang kamu kandung! Amiraaa!"

​Amira berdiri dari kursinya dengan sangat tenang. Ia membetulkan letak tas tangannya, lalu berbalik melangkah meninggalkan ruang sidang. Langkah kakinya yang konstan terdengar begitu mantap, mengabaikan teriakan frustrasi mantan suaminya yang terus bergema memenuhi langit-langit ruangan.

​Begitu melangkah keluar dari lobi gedung pengadilan, Amira disambut oleh embusan angin siang Jakarta yang begitu bersih dan lega. Ia mendongakkan kepalanya sejenak, lalu pandangannya terkunci pada sebuah papan reklame elektronik (videotron) raksasa yang berdiri tegak di seberang jalan raya pengadilan.

​Di atas layar digital raksasa itu, terpampang foto potret Amira yang tampak sangat berwibawa dengan latar belakang logo baru Shinta Group, lengkap dengan tulisan besar berwarna emas: "CONGRATULATIONS TO AMIRA SHINTA, THE NEW CHIEF EXECUTIVE OFFICER & WOMAN OF THE YEAR."

​Aris yang saat itu sedang digiring masuk ke dalam mobil tahanan kejaksaan di area parkir samping, sempat mendongak dan melihat papan reklame raksasa tersebut dari balik jeruji jendela mobil. Menyaksikan wajah mantan istrinya yang kini berada di puncak kejayaan dunia usaha, sementara dirinya sendiri harus mendekam di sel besi sebagai pecundang yang jatuh miskin, membuat tangis Aris pecah semakin histeris hingga dadanya terasa sesak akibat penyesalan yang telah membusuk.

​Permainan babak pertama telah selesai. Para pengkhianat telah tumbang ke dalam lubang yang mereka gali sendiri.

Amira masuk ke dalam mobil Mercedes-Benz miliknya, mengusap perutnya yang mulai memberikan tanda kehidupan kecil, siap memulai babak baru sebagai penguasa tunggal kerajaan bisnisnya. Namun, plot cerita beralih ke Plot Arc 2 di Bab 31 besok pagi: saat Amira memimpin upacara peresmian nama baru kantor pusat menjadi Shinta Group, sebuah paket misterius tanpa nama pengirim tiba di meja kerjanya, berisi sebuah berkas analisis pasar internasional yang sengaja dicorat-coret dengan tinta merah darah sebagai sinyal perang dari kompetitor bisnis baru yang siap menjatuhkannya.

1
Agus Tina
mantapp 👍
Agus Tina
Kangkah awal balas dendanu Amira
Agus Tina
Kuatoah Amira
Agus Tina
Bagus ceritanya
gendiz: terimakasih, 😊
total 1 replies
partini
semua orang kalau udah tersudut bilang nya khilaf
gendiz: ya kaaan kak 🤭
total 1 replies
partini
,👍👍👍👍
falea sezi
sejauh ini muter wae. lahh😕
gendiz: makasih ya sudah mau baca, semoga next bab enggak kerasa muter alurnya
total 1 replies
partini
busettt dari dari bab 1 Ampe yg ini Amira apes Thor, kata jadi Badas eh malah kaya gini
gendiz: makasih ya masukkan nya , semoga nanti next bab alurnya gak membingungkan lagi,🤭
total 3 replies
gendiz
bisa mereka dari segi cerita
gendiz
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!