Rhea , agen elit berkode sandya 01 , mati ditikam 13 kali oleh seorang CEO dari perusahaan Long Corp di misi terakhirnya.
Saat membuka mata, dia justru terbangun di tubuh wanita gendut 120 kg bernama Rhea juga. Istri yang dibenci, dibuang ke sebuah gudang oleh Rey Long, dan akan dibunuh malam ini demi wanita simpanannya .
Semua mengira Rhea Long bodoh dan lemah. Mereka salah besar. Karena ' istri gendut ' bisa membunuh dengan pulpen, punya IQ 180, dan baru menyusun rencana untuk meruntuhkan Long Corp dari dalam .
Tapi Rey Long tidak tahu , malam ini dia bukan membunuh Istrinya. Dia justru membangunkan pembunuhnya .
Kira-kira balas dendam apa yang pertama kali dilakukan Sandya 01 pada suami pembunuh yang tidak tahun siapa dia hadapi ?
Yang penasaran dengan ceritanya ikuti dari awal hingga akhir ya Guyss 🙏 😊 🤗 🥰
Happy Reading 📝
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 06
_PUKUL 07:00 PAGI. SHANGHAI. WEIBO MELEDAK._
Trending 1: Selina Long Selir Ruang Rapat
Trending 2: CEO Long Corp Selingkuh
Trending 3: 12 Menit Ruang Rapat
Video 12 menit 43 detik. HD. Tanpa sensor. Tersebar di Weibo, Douyin, WeChat dalam 3 jam. Yang upload akun anonim: _S01_Valkyrie_.
Isinya? Rey Long dan Selina Long. Di ruang rapat lantai 88. Jam 15:02. Tanggalnya sama dengan foto polaroid di kotak kue kemarin.
"Sayang, kalau si gendut itu mati, semua saham warisan 100% milik kita," suara Selina di video, manja sambil duduk di pangkuan Rey.
"Tenang, anak buahku sudah aku suruh membawa dia lewat Tebing Longji. Malam ini juga semuanya beres," Rey membalas, tangannya tidak tinggal diam.
"Aku benci melihat muka tembemnya, Rey. setiap hari aku muntah melihatnya ," Selina tertawa. "Cepat singkirkan sampah itu."
Netizen Tiongkok ngamuk.
" Perempuan rubah! "
"Rey Long bunuh istri demi selingkuhan? Penjarakan!"
"Kasihan Nyonya Rhea yang gendut itu. Dibunuh suami sendiri. "
_APARTEMEN MEWAH PUDONG. UNIT 8801. JAM 07:15._
PRANG!
BRAK!
BUGH!
Selina membanting iPhone 16 Pro Max ke dinding. Layar pecah. Tapi video sialan itu masih terputar di iPad, di TV, di laptop. Di mana-mana.
"TIDAK! TIDAK! TIDAK!" Dia menjambak rambutnya yang habis di-smoothing 2 juta Yuan. Masker wajah SK-II-nya belepotan karena keringat dingin. "SIAPA YANG MEREKAM?! KAPAN?! BUKAN AKU YANG MENYEBARKANNYA!"
Pintu apartemen digedor.
"SELINA LONG! DONGFANG DAILY! BENARKAH ANDA DALANG PEMBUNUHAN RHEA LONG?!"
"SELINA! CCTV 13! ANDA SELINGKUHAN SEKALIGUS PEMBUNUH?!"
"BUKA PINTU! KAMI MAU KLARIFIKASI!"
Selina merangkak ke pojok kamar, menggigil. Obat penenang sudah habis. Dia menelpon Rey 47 kali. Tidak diangkat. Dia menelpon Asisten Kim. Nada sibuk.
Dia sendirian. Dipermalukan 1,4 miliar penduduk Tiongkok.
_LANTAI 88 LONG CORP. RUANG CEO. JAM 08:00._
Rey Long tidak tidur 48 jam. Matanya memerah, jasnya bau, tangannya masih gemetar megenggam peluru dari kotak kue kemarin.
Di 6 layar monitor besar di depannya, terputar semua: Video 12 menit itu. Komentar netizen. Harga saham Long Corp terjun bebas 34%. Rapat dewan direksi darurat jam 10 pagi: agenda _Pencopotan Rey Long dari Jabatan CEO_.
"ARGHHH!!!" Rey menendang meja sampai laptop investasi 200 juta Yuan jatuh.
"SANDRA! SANDYA! KAMU HANCURKAN AKU! KAMU HANCURKAN SELINA! KAMU HANCURKAN PERUSAHAANKU!"
Asisten Kim masuk, wajahnya pucat seperti mayat hidup. "Tuan... dewan... dewan sudah vote... 7 dari 9 anggota setuju Anda cuti paksa... Selina Long sudah dipecat tidak hormat... polisi Shanghai memanggil Anda sore ini... Atas kasus percobaan pembunuhan..."
"DIAM!" Rey melempar asbak dan mengenai jidat Kim. Berdarah.
"CARI! CARI WANITA 60 KILOGRAM ITU! BOBOL SEMUA CCTV! GEREBEK SEMUA KOS! AKU MAU KEPALANYA!"
"Tuan... tentang video itu..." Kim menyeka darah di jidatnya. "Tim IT melacak sumbernya... bukan dari luar. Dia mengupload memakai IP internal Long Corp... lantai 5... ruang CCTV..."
Rey berhenti berteriak. Matanya menyipit. "Lantai 5? Ruang CCTV? Siapa kepala keamanannya?"
"Lin Wei, Tuan. Mantan... mantan rekan Sandya 01 dulu..."
Nama itu seperti petir di siang bolong. Rey mengingat. Lin Wei. "Tikus". Yang 3 tahun lalu menjual denah markas Sandya 01 ke padanya seharga 5 juta Yuan. Yang mengunci pintu supaya Sandya 01 tidak kabur pas dia tikam 13 kali.
"PANGGIL TIKUS ITU KE SINI SEKARANG!" Teriak Rey. "KALAU DIA IKUT BERKHIANAT, AKU KUBUR DIA HIDUP-HIDUP!"
_LANTAI 5 LONG CORP. RUANG CCTV. JAM 08:45._
Lin Wei, 35 tahun, mantan tentara, sekarang Kepala Keamanan Long Corp. Gaji 80 ribu Yuan/bulan. Duduk panik di depan 40 layar monitor. Keringatnya segede biji jagung.
Dia hapus log. Dia format hard disk. Dia bakar flashdisk. Percuma. Video sialan itu sudah menyebar ke mana-mana. Dan dia tahu siapa yang mencuri filenya.
_Sandra. Cleaning service baru. Yang matanya... seperti Sandya 01._
Pintu terbuka pelan. Jantung Lin Wei ingin copot. Dia langsung mencabut pistol dari laci.
Tapi yang masuk cuma... tukang pel. Seragam biru kebesaran. Masker N95. Nametag: *SANDRA*. mendorong gerobak sampah.
"Heh! Cleaning service kamu ngapain jam segini?!" Lin Wei todongkan pistol, tangannya gemetar. "Keluar! Ini area steril! tidak ada jadwal bersih-bersih!"
Sandra diam. Pelan-pelan dia mengunci pintu dari dalam.
KLEK
Lalu dia menyimpan pel dan melepas sarung tangan karet kuning.
Lin Wei makin panik. "Kamu tuli?! Aku bilang keluar! Atau aku tembak!"
Sandra mengangkat wajahnya. Matanya menatap Lin Wei. Dingin. Mematikan. Sorot mata yang sama 3 tahun lalu waktu dia melempar granat ke markas musuh.
Lalu dia melepas maskernya. Pelan-pelan.
Wajah tirus. Tulang pipi tinggi. Rahang tegas. Bibir pas. Rambut cepak. Bukan wajah Rhea Long 120kg. Tapi wajah itu... Lin Wei kenal. Sangat kenal. Wajah itu ada di mimpinya 3 tahun terakhir. Mimpi buruk.
"Lin Wei." Suara Sandra serak, berat, bukan suara cengeng Rhea. "3 tahun lalu kamu jual aku 5 juta Yuan. Kamu kunci pintu ruanganku. Kamu dengar aku berteriak pada saat Rey menikam aku 13 kali. Kamu diem saja. Masih ingat rasanya?"
Pistol di tangan Lin Wei jatuh ke lantai.
BUGH
Mukanya pucat pasi. Lututnya lemas. Dia mundur sampai mentok ke meja monitor.
"Ka-kamu... Sandya... 01... kamu sudah mati... aku lihat mayatmu... Rey membuangnya ke Laut Tiongkok Selatan..."
Sandra melangkah maju. Satu langkah. Dua langkah. Sepatunya tidak berbunyi. seperti kucing. seperti pembunuh.
"Aku sudah mati sekali, Tikus." Bisik Sandra. Dia mengambil pisau lipat kecil dari saku seragamnya.
KLEK
Terbuka. "Rey membunuh ku . Kamu membantunya . " Selina tepuk tangan
" Sekarang giliran kalian yang mati. Satu per satu." lanjutnya
Lin Wei menangis. Air mata dan ingusnya menetes "Ampun... ampun Valkyrie... aku khilaf... Rey mengancam keluargaku... aku terpaksa... 5 juta Yuan itu buat operasi anakku..."
"Anakmu selamat. Anakku mati di perutku waktu Rey menikam aku." Sandra menempelkan ujung pisau ke leher Lin Wei. Dingin. "Kamu tahu kenapa aku belum membunuh kamu dari tadi?"
"Ke-kenapa...?"
"Karena kamu masih berguna." Sandra menyeringai. Senyum yang sama pas dia mengatakan "PRANKKK" di mobil.
" Kamu kepala keamanan. Kamu punya akses semua lantai. Semua password. Semua data pembunuhan Sandya 01 yang asli. Kamu mau bantu aku, atau kamu mau jadi video 12 menit berikutnya? Judulnya: _Kepala Keamanan Long Corp Mati Kena Tikam 13 Kali_. Mau?" ucap Sandra
Lin Wei mengangguk cepat sampai lehernya mau patah. " Mau! Aku mau membantu! Apa saja! Asal jangan bunuh aku! Aku punya anak istri!"
"Bagus. Pinter." Sandra menarik pisaunya. "Tugas pertama. Jam 10 pagi, rapat dewan direksi ingin lengserin Rey. Kamu hack proyektornya. Putar video baru yang sudah aku siapkan di flashdisk ini."
Sandra menaruh flashdisk kecil di meja.
"Isinya apa...?" Bisik Lin Wei.
"Isinya?" Sandra memakai masker lagi lalu mengambil pel nya dan berbalik ke pintu. "Isinya rekaman suara kamu 3 tahun lalu. Waktu kamu menerima 5 juta Yuan dari Rey. Waktu kamu mengatakan: _'Bos, pintu sudah aku kunci. Sandya 01 tidak bisa kabur. Silahkan eksekusi.'_"
Tubuh Lin Wei ambruk. Pingsan.
Sandra membuka pintu dan kembali menjadi tukang pel mendorong gerobak sampah keluar. Tidak ada yang tahu, 5 menit di ruangan itu, dia baru saja mendapat pion pertama buat skakmat Raja Naga.
_JAM 10:00. RUANG RAPAT DEWAN DIREKSI. LANTAI 90._
Rey duduk di kursi pesakitan. 9 anggota dewan menatapnya jijik. Di layar proyektor, siap diputar bukti buat melengserkan dia.
"Kami sudah vote, Tuan Rey." Ketua dewan bicara. "Anda resmi dicopot dari jabatan CEO Long Corp, efektif hari ini. Kasus pembunuhan istri Anda akan kami serahkan ke polisi."
Rey tertawa gila. "PECAT?! KALIAN PECAT AKU?! INI PERUSAHAANKU! KALIAN SEMUA HANYA KACUNG!"
Lalu layar proyektor menyala sendiri. Bukan file dewan.
Tapi video baru. Suara jernih.
_"Bos, pintu udah aku kunci. Sandya 01 tidak bisa kabur. Silakan eksekusi."_
Suara... Lin Wei. 3 tahun lalu.
Dan di akhir video, ada tulisan merah:
" ROUND 2 SELESAI. "
" SKOR: SANDRA 2 - REY 0 "
" SELINA + TIKUS \= TAMAT "
" GILIRAN KAMU, SAYANG "
" -S01 "
Ruangan hening. Rey menatap layar. Lalu dia tertawa. Tawanya seperti orang gila . Kencang. Panjang. Sampai air mata darah keluar dari matanya.
Di lantai 5, Sandra yang sedang mengepel sambil mendengar semua lewat earphone. Dia berbisik :
"Selamat datang di neraka, Rey Long. Ini baru pemanasan."
---
.
.
.
tggal kehidupan yg bahagia ,,
yg akan mereka jalani ,,
nyonya lee udh berdamai dg kesalahan ny ,,
maaf maaf niih Adrian skraaang cuma ad sandraaa di hati mama mu 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, jdi ank tiri sebentar gpp x yaaaa ,, 😁😁😁
ad apa siih km kedap kedip truus ,, 😒😒😒
jgn dulu ad kucing garoong yx ,,
baru menikah looo ini ,,
masa mau perang pake gaun pengantin 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁
meski d masa lalu mereka jga udh menikah ,,