NovelToon NovelToon
Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.

Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.


Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Gempaa.... Gempaa..." Kartini melompat ke tempat tidur memeluk tubuh Arga, sedetik kemudian ia tempelkan wajahnya di bahu Arga. Dia pikir bapaknya masih hidup.

"Woe! Minggir!" Arga melepas tangan Kartini yang merangkulnya kuat. Agak kesulitan juga tapi akhirnya berhasil, lalu menarik bokongnya ke pinggir tembok.

Kartini mengucek mata, menatap Arga intens, ketika sadar segera menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Tentu saja malu, rupanya ia sedang ngigau karena mimpi gempa dan memeluk almarhum ayahnya, tapi ternyata tubuh Arga.

Sementara itu kesabaran Arga sudah di ujung tanduk. Suara ngorok Kartini yang seperti orkestra baru saja usai, kali ini tambah emosi, karena Kartini berani memeluknya seperti itu.

"Emmm... maaf Bos, saya bermimpi," Wajah Kartini memerah, ia menyesal kenapa harus mimpi dan memeluk Arga seperti baru saja? Untuk menghilangkan rasa malu Kartini lebih baik melanjutkan tidur.

Tidak ada jawaban dari Arga, tapi menatap ke arah tubuh gemuk yang terbaring damai di lantai itu, menurutnya tanpa merasa bersalah.

"Dasar wanita tak tahu diri..." geram Arga dalam hati.

Tanpa pikir panjang, Arga meraih bantal tambahan yang ada di sampingnya. Sekuat tenaga melempar ke arah Kartini.

BUK!

Bantal itu menghantam tubuh Kartini untuk yang kedua kali.

"Eh, Bos ini kenapa sih?!" Kartini tersentak kaget, matanya terbuka lebar lalu kembali duduk, meraba bahunya yang tertimpa bantal lantas menoleh ke arah Arga bingung.

"Saya kan sudah minta maaf Bos, lagi pula kan saya tadi mimpi, kalau begini bos sudah melakukan kdrt," Kartini berbicara banyak, kesal juga dia, padahal masih mengantuk.

"WOI! LOE MASIH NGGAK SADAR?! KAMAR INI SEPERTI PASAR MALAM?! SUARA NGOROK LO BERISIK BANGET. SIALAN!" bentak Arga parau karena kurang tidur, matanya melotot tajam di tengah keremangan kamar.

Kartini mengerjap-ngerjap, baru sadar kalau dia tidur ngorok. "Masa sih, saya ngorok?" Tanya Kartini merasa jika Arga mengada-ngada.

"Awas ya, ngorok lagi!" Ancam Arga.

"Ma-maaf... Aku nggak sadar, Bos," jawab Kartini lembut ia tidak mau berdebat, yang ada dalam pikirannya kini hanya ingin tidur.

"Dasar gendut nyusahin!" maki Arga kesal, lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ingin melanjutkan tidur. "Tutup mulut loe kalau tidur! Gue butuh istirahat, nggak mau denger suara mesin kapal laut loe lagi!" Arga marah-marah sambil tiduran.

Kartini menatap tubuh Arga yang tidur posisi menghadap tembok memeluk guling tanpa bantal. Kartini mengembalikan bantal Arga dengan cara melempar dan tidak sengaja membentur kepala Arga. Jantung Kartini berdebar kencang karena tengah membangunkan macan tidur.

"WOI! LOE MASIH SAJA GANGGU, BALAS DENDAM YA?!"

"Nggak, Nggak, maaf, aku hanya mengembalikan bantal," jawab Kartini merasa bersalah, wajahnya yang ketakutan itu tampak lucu.

Arga mendengus kasar membalikkan badannya dengan posisi semula. "Cepet tidur lagi, tapi kalau suara ngorok loe kedengeran sekali lagi, gue lempar lo keluar kamar!"

"Siapa juga yang mau tidur di kamar ini, Bos!" Kartini akhirnya menjawab. Padahal sebelumnya ia ingin tidur di kamar Kakek, tapi Arga sendiri yang memaksa. Suasana kembali sepi sudah tidak ada jawaban Arga lagi. Kartini merebahkan tubuhnya, sebenarnya masih sangat mengantuk, tapi jika ia tidur lantas ngorok lagi pastinya Arga akan ngamuk.

Kali ini gantian Kartini yang tidak bisa tidur, hatinya bertanya-tanya, sejak kapan ia tidur ngorok? Lalu kenapa selama ini orang-orang terdekat tidak ada yang memberi tahu? Malam ini benar-benar malam yang panjang bagi Kartini.

Pagi harinya setelah mandi dan shalat subuh, Kartini membuat sarapan untuk Kakek. Setelah selesai ia ke kamar membantu Kakek mandi.

"Kakek kok nggak pernah bilang kalau saya tidur ngorok," kata Kartini ketika tengah membantu Kakek berpakaian.

"Hahaha..." kakek justru tertawa, membuat dahi Kartini berkerut.

"Kok kakek malah tertawa," Kartini menceritakan ia malu ketika malam tadi tidur di kamar Arga ternyata ngorok.

"Kenapa dengan bocah itu? Dia marah karena kamu ngorok?" Cecar kakek, ia ingin menegur cucunya itu jika sampai marah-marah.

"Tidak Kek, saya cuma malu," Kartini tidak mau menceritakan perlakuan Arga kepadanya. Namun, Kartini senang, baru kali ini ia melihat kakek tertawa bahagia, mungkin karena ia dengan Arga sudah menikah.

"Nggak apa-apa kamu ngorok mungkin karena kelelahan, selama ini tubuhmu baik-baik saja, untuk mengurangi ngorok sebaiknya konsultasi dengan dokter Santoso," titah kakek.

"Baik Kek," Kartini mendorong kursi kakek menuju ruang makan.

Di sana, Arga sudah menunggu sambil mengaduk kopinya. Ketika Kartini mendorong Kakek ke arahnya ia menoleh sekilas, walau rasa kesal malam tadi masih tersisa, Arga menjaga sikap di depan Kakek.

"Bagaimana tidur kalian malam tadi Ar?" Tanya Kakek berharap cucunya itu sudah membobol gawang Kartini.

"Luar biasa Kakek," Arga merangkul pundak Kartini.

Kartini menunduk, dadanya berdebar, baru pertama kali ia dirangkul seperti itu meskipun hanya pura-pura. Ia memainkan ujung jarinya di atas meja.

"Ya sudah... kita sarapan," Kakek merasa lega lalu menyendok makanan rendah kalori yang sudah Kartini siapkan.

Rasa gugup Kartini pun perlahan menghilang ketika Arga melepas tangannya dari pundaknya. Tergantikan rasa lapar yang memuncak karena ia hanya makan kemarin pagi, siang harinya banyak tamu dan malamnya ada drama hingga lupa makan. Tanpa pikir panjang, ia mulai ambil piring dan menyendok makanan di hadapannya.

 Mata Arga membelalak lebar, sendok yang dia pegang pun jatuh ke lantai. Ia tertegun melihat piring di hadapan Kartini.

Bukan cuma satu piring nasi, tapi hampir setengah wadah nasi goreng pindah ke piring wanita itu. Belum lagi tambah ayam goreng dua potong besar, telur dadar satu potong, sosis tiga buah. Belum lagi di piring lain beberapa potong roti tawar ditumpuk tinggi

Arga melongo. Rahangnya sedikit mengendur, menatap tak percaya betapa lahapnya Kartini menyantap makanan.

Wusss...

Rasa lapar Arga tiba-tiba hilang ketika dalam hitungan detik, nasi di piring istri kontrak-nya itu berkurang drastis.

Kartini mengunyah dengan santai, matanya terlihat menikmati sekali, seolah ia baru saja berpuasa berhari-hari. Suara denting sendok dan garpunya terdengar cepat dan berirama.

Kartini menoleh dengan mulut penuh, pipinya mengembung seperti hamster. "Hemm... Mas Arga kok belum makan?"

"Habiskan semua, mungkin kamu lapar karena ngorok semalaman!" Ketus Arga, hingga lupa jika di sebelahnya ada kakek.

"Arga..." Kakek memperingatkan.

"Iya, Kek," Arga menyeruput kopi sedikit.

Kartini yang sedang merasakan nikmat kembali melahap habis sisa makanan di piringnya. Satu gelas air putih ia teguk habis, lalu meraih piring roti yang sudah ia isi selai.

Arga mengusap wajahnya kasar, perutnya merasa mual.

"Ya ampun... Gila, beneran kayak kuli bangunan baru pulang lembur," batin Arga takjub sekaligus kesal. "Gue kira cuma badan doang yang gede, ternyata porsinya juga nggak main-main. Nanti gue bangkrut kali punya istri modelan begini," Arga pun meninggalkan meja makan.

"Mas Arga kok nggak makan ya, Kek?" Kartini rupanya masih tidak sadar mengapa Arga tiba-tiba kenyang.

"Biar saja, dia kalau sarapan cukup minum kopi, ayo habiskan," Kakek yang sudah terbiasa melihat Kartini makan tidak kaget karena setiap hari tenaganya terkuras untuk mengurus dirinya.

Kartini pun mengangguk, setelah menghabiskan roti lalu mendorong Kekek ke kamar, kemudian naik tangga ingin melihat apa yang dilakukan Arga di dalam kamar. Kartini membuka pintu perlahan, pria tampan itu sedang memasang dasi sepertinya hendak ke kantor.

"buuuurrrp!

Arga menolek cepat ketika mendengar Kartini yang kekenyangan bersendawa panjang.

"Dasar kecoaaaakkk..." Arga sudah tidak bisa nahan lagi akhirnya berteriak.

"Mana Bos? Mana kecoaknya?" Kartini tidak sadar justru berlari dan berhenti di hadapan Arga meneliti baju yang sudah melekat di tubuhnya.

...~Bersambung~...

"Hallo... mau lanjut tidak kisah ini? Yang mau lanjut ngacung, kalau tidak, selagi bab belum banyak sebaiknya tak usah buna lanjutkan. Soalnya sayang banget, sudah capek-capek nulis tapi tidak sesuai dengan ekpetasi reader."

1
🌷💚SITI.R💚🌷
mangaat buna udh penasaran eh di stop tr kuciei lg😄
🌷💚SITI.R💚🌷
😅😅🤣🤣🤣🥰🥰🥰
🌷💚SITI.R💚🌷
hati² arga tr kamu jatuh cinta sm kartini baru nyaho de
🌷💚SITI.R💚🌷
nyari penyakit kamu kartini
🌷💚SITI.R💚🌷
oh arga udh nikah sm nadine ya
🌷💚SITI.R💚🌷
kasian kake sdh di bohongin sm cucublesayangany entah gmn nasib krtini ke depany
🌷💚SITI.R💚🌷
mungkin nadiene bkn yg terbaik buat kamu..nadine cinta sm kamu krn kamu punya jabatan mentereng
🌷💚SITI.R💚🌷
tr cinta datang seiring waktu args jd ikutin aja mauy kakek kamu
Eka ELissa
Arga udh nyaman dgn mu mbul...🤣🤭trus .. lama 2 jatuh cinta dong gundik nya Nadine buang aj ke laut 🤣🤣🤭
Lia siti marlia
cie cie yang ngobrol ngalor ngidul terus di pakein jaket besok besok di ajak bobo bareng deh🤭🤭🤭
Rina
Semoga Arga mulai bisa melihat ketulusan dan kebaikan Kartini 🫢🫢🫢
Dew666
🍭🍭
Sri Devi Oktaviani
hati² bos jatuh cinta😍
Riska Baelah
suka bnget dng panggilan kesayangan arga,"mbul"🤣🤣🤣🤭
lnjut kk👍
Teh Yen
cie.pak.bos so sweet hehe
Teh Yen
mikir Arga mikir dengerin tuh omongannya s.gembul huuuh 😤
siapa.tuh yg datang jangan bilang itu Nadine yah
Cah Dangsambuh
arga arga enak kan si gembul berani ngelawan?kamu sih maruk trus ni siapa lagi yang datang awas arga tar kakek ngedrop lagi
Eka ELissa
spa tuh....taksi online kah....
atau....gundik mu Arga...🤣🤣🤭🤭🤭 entahlah hy emak yg tau
Eka ELissa
kamar.....atau ...kama....Mak....🤣🤭
Buna Seta: Haha typo paling
total 1 replies
Rina
Apakah yang datang itu Kenzo atau Nadine 🫢🫢🫢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!