NovelToon NovelToon
Terimakasih Cinta

Terimakasih Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / CEO Amnesia
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.

Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.

Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.

"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Saat mereka sedang sibuk berbincang sambil berjualan, tiba-tiba saja Afandi datang ke hadapan mereka saat ini mobil truk milik Afandi datang menepi di pinggir jalan.

"Diandra ada pekerjaan"ucap Afandi

"Dimana?"tanya Dian.

"Desa sebelah, tapi harus dikirim ke luar kota sore ini juga, bagaimana?"tanya Afandi.

"Tuan, kita tidak jadi dagang saja, saya harus nguli dulu"ucap Diandra sambil melirik kearah pria yang kini menatap lekat wajah Diandra.

"Dian kita sedang bekerja juga, kenapa harus ditinggal"ucap Alex terlihat tidak senang dengan itu.

"Tuan, buah-buahan ini bisa dijual lagi besok. Pekerjaan saya sekarang ini uang nya lumayan besar ,saya ingin segera membeli motor untuk saya dan ayah"ucap Dian.

"Dian! Jika hanya masalah uang biar aku yang menggantikan mu bekerja hari ini. Kamu tetap jual buah-buahan ini"ucap Alex yang kini dibalas gelengan kepala oleh Dian dan Afandi.

"Anda tidak akan pernah mampu tuan"ucap Dian yang kini masuk kedalam mobil pick up nya itu.

"Ayo naik, lagipula besok siang ayah pasti pulang jadi dia akan berjualan lagi."ujar Dian yang akhirnya diikuti oleh Alex.

"Diandra, aku ikut bersama mu saat kamu nguli nanti"ucap Alex.

"Terserah saja tapi jangan pernah mengeluh jika nanti anda tidak merasa nyaman saat kita berada di tempat kerja saya"ucap Dian.

"Diandra aku tidak akan mengeluh aku laki-laki"ucap pria tampan itu.

"Oh iya tuan, satu lagi siapkan keperluan anda termasuk identitas Anda saat kita tiba di rumah, karena kita akan jalan ke luar kota kemungkinan itu sangat diperlukan"ucap Dian yang kini dibalas anggukan kepala oleh pria itu.

"Hm..."lirih Alex.

Dian pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meskipun tidak seperti mobil sport, tapi setidaknya itu cukup kencang untuk seukuran mobil pick up hingga mereka tiba di rumah tidak sampai satu jam. Dian pun menutup mobil tersebut dengan penutup khusus yang biasa digunakan hingga dipastikan aman gadis cantik itu pun langsung bergegas masuk kedalam rumah dan bersiap dengan pakaian lusuh yang biasa ia gunakan untuk kuli panggul di perkebunan meskipun baju itu tidak mampu menutupi kecantikannya yang masih menonjol meskipun tanpa make-up.

"Gunakan ini untuk membawa perlengkapan anda, dan tolong cepat-cepat, Afandi sudah menunggu kita di depan sana"ucap Dian sambil memberikan tas ransel miliknya, gadis cantik itu pun membawa camilan untuk nanti saat mereka dijalan sebelum makan siang tiba.

Tidak lama Alex pun keluar dengan topi dan Hoodie yang Diandra belikan.

"Gunakan ini, saya tidak yakin anda kuat saat berada di tempat yang berdebu"ucap Dian yang kini memberikan masker dan kacamata.

"Diandra, harusnya kamu yang menggunakan itu"ucap Alex yang kini terlihat tidak suka karena Diandra terlalu over protective terhadap nya, dia diperlakukan seperti pria tidak berguna, yang selalu mengeluh dengan masalah sepele.

"Diandra ayo,"ucap Afandi.

"Fandi aku bawa tuan Alex, dirumah tidak ada orang, boleh kan?"tanya Dian.

"Boleh kalau tuan Alex bisa beradaptasi, lagipula yang mengemudi juga kamu, aku bawa mobil milik ayah, karena tidak hanya padi dan pisang yang akan kita kirim ke luar kota saat ini, ada empat macam, tenang saja aku tidak akan ambil potongan untuk kali ini"ucap Afandi.

"Dipotong pun tidak masalah lagipula itu untuk kepentingan bersama. Ayo berangkat"ucap Dian yang kini bergegas mengunci pintu setelah memastikan tidak ada yang tertinggal.

"Diandra, kamu yakin, ini bukan mobil kecil"ucap Alex saat melihat truk berukuran jauh lebih besar dari sebelumnya.

"Berdoalah semoga kita bisa selamat sampai tujuan, karena perjalanan cukup jauh, atau sebaiknya anda tunggu dirumah saja tuan jika ragu"ucap gadis cantik itu.

"Aku saja yang mengemudi"ucap Alex.

"Tidak tuan, mobil ini tidak sama dengan mobil sport anda, sudah duduk dengan tenang atau kita akan telat"ucap Dian yang kini langsung membaca doa keselamatan dalam hati, setelah itu ia pun mengusap wajah cantik nya itu.

"Ah ayo kita berangkat"ucap gadis cantik itu sambil mulai tancap gas meskipun penuh kehati-hatian.

"Hati-hati,"lirih Alex yang kini terlihat ngilu saat melihat gadis cantik itu mulai bergelut dengan kemudi.

Mereka pun pergi menuju gudang padi milik salah seorang pengusaha sukses yang ada di luar kota sana.

Sesampainya di gudang tukang kuli sudah menunggu kedatangan Dian yang kini memarkirkan mobilnya dengan sangat hati-hati dan sangat tepat seperti arahan Afandi yang juga membawa mobil yang sama dengan Dian, dan kini mereka sama-sama turun untuk mengangkat semuanya keatas mobil.

Dian pun dengan sigap memikul satu karung padi kering seberat lima puluh kilo gram tersebut dengan entengnya menuju ke atas mobil dimana disana ada teman-teman nya yang sudah siap untuk membantu Dian, begitu juga sebaliknya.

Mereka saling bergantian hingga tidak sampai satu jam, truk besar itu sudah terisi penuh dengan tumpukan padi dalam karung yang memenuhi bibir truk tersebut.

"Dian, duluan, aku masih harus ngambil muatan pisang dan sayuran"ucap Afandi yang kini memberikan alamat, dimana rute perjalanan menuju tempat pemilik padi yang Dian bawa saat ini.

"Oke, aku jalan pelan kok, sambil nunggu kamu"ucap Dian yang kini melirik kearah Alex yang sejak tadi masih terdiam setelah melihat Dian yang bekerja lebih keras dari yang ia bayangkan.

Tubuhnya ramping tapi tenaganya jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya. Dia juga sedikit kesal karena Dian tidak memberikan dia izin untuk membantu nya tadi.

"Ayo tuan,"ucap Diandra yang kini menenggak air mineral dari botol plastik tersebut dan terlihat begitu kehausan.

Alex yang melihat keringat bercucuran di wajah terutama dahi Dian pun, langsung meraih tissue yang ada di dashboard mobil tersebut dan menyeka keringat gadis cantik yang kini terdiam untuk beberapa saat sambil menatap kearah pria yang ada di hadapannya.

"Kenapa tidak istirahat dulu Diandra, kamu baru saja bekerja keras"ucap Alex.

"Kejar waktu tuan, sudah tidak apa-apa, nanti juga akan beristirahat di beberapa res area untuk mengisi tenaga"ucap Dian yang kini mulai tancap gas dan mobil dengan muatan penuh itu pun bergerak naik ke jalan raya utama hingga mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang.

Dian Teru fokus pada jalanan sementara Alex terus menatap kearah Dian dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan saat ini.

Gadis cantik itu telah membuat Alex tidak bisa lagi memendam kekaguman nya.

...*****...

Waktu terasa begitu cepat berlalu bagi Alex yang kini merasa tidak ingin berhenti memandangi wajah cantik yang sejak tadi tetap fokus kedepan.

Dan disetiap pemberhentian Dian masih menyempatkan diri untuk memberikan perhatian lebih terhadap dirinya. Seperti memberikan minum , makan dan camilan dan juga tidak lupa meminta nya untuk bersabar karena perjalanan mereka cukup jauh.

"Diandra bukan saya yang harus kamu perhatikan, tapi kamu sendiri yang sudah sangat lelah. Berikan padaku, biar aku saja yang gantikan posisi mu"ucap Alex yang kini dibalas gelengan kepala oleh Dian.

"Tidak tuan, sebaiknya anda istirahat saja, perjalanan masih terlalu jauh, kita akan tiba sekitar pukul satu dini hari, bersiaplah untuk melihat sesuatu yang mungkin akan membuat anda kembali ke tempat yang seharusnya"ucap Dian yang kini membuat Alex terdiam.

"Diandra, di pemberhentian selanjutnya jangan lupa beli air mineral yang banyak, anak-anak kehausan aku lupa tadi"ucap Afandi yang terus memonitor.

"Tidak perlu, ini sudah sangat larut stok air dan camilan berisi penuh di mobil ini, aku pelan kan lajunya, kamu lebih cepat sedikit"balas Dian yang kini melirik ke spion mobil nya untuk melihat ke belakang dimana truk yang dikemudikan oleh Afandi berada jauh di belakang nya.

Kedua truk itu ternyata milik pengusaha sukses yang kini mengangkut hasil panennya itu, jadi mereka berdua akan pulang dengan naik angkutan umum atau bis nantinya.

Truk milik Afandi pun sudah merapat, dito keluar dari pintu jok penumpang dan mengambil perbekalan yang diberikan oleh Dian, sambil memeriksa kondisi Dian, takutnya gadis itu sudah kelelahan.

"Apa perlu aku gantikan?"tanya Dito.

"Tidak usah aku masih sanggup kok, lagipula perjalanan tidak lama lagi kan?"ujar gadis cantik itu.

"Baiklah, aku pindah kesini saja karena masih tiga jam lagi"ucap Dito.

"Okay,"ucap Dian yang kini memberikan tas berisi air mineral dan camilan yang dia beli saat pemberhentian kedua.

"Tuan, anda akan berbagi tempat duduk tidak apa-apa kan, lagipula hanya tiga jam, atau anda pindah bersama Afandi?"ucap Dian yang kini ditatap tajam oleh Alex.

"Saya tetap disini, dan kamu berikan kemudinya pada pria itu"ucap Alex tegas.

"Baiklah untuk satu jam saya ingin tidur di bahu Anda"ucap Dian dengan sengaja sambil menatap dingin pada Alex.

"Dian ayo,"ucap Dito yang ternyata sudah masuk di sebelah Alex.

"Okay,"balasnya lirih kemudian ia kembali melajukan mobilnya dan sepanjang perjalanan Dito terus berbincang dengan Dian agar gadis itu tidak mengantuk.

Sementara Alex terus terdiam tanpa kata, dan Dian tidak peduli dengan itu.

"Dian, berdoalah semoga bos besar memberikan bonus karena kita datang tepat waktu"ucap Dito.

"Aku tidak berharap terlalu muluk-muluk Dit, yang terpenting sekarang kita bisa selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Kamu tau kan ini pengalaman pertama ku pergi lebih jauh dari sebelumnya"ucap Dian.

"Ya, Diandra, dan kamu sangat hebat dari siapapun"ucap Dito dengan tulus.

"Jangan memuji, hidung ku tidak se mancung hidung mu, kalau terbang nanti aku tidak bisa bernafas bagaimana?"ucap Dian yang kini membuat semua orang tertawa di tengah deru suara mesin mobil baru yang cukup halus untuk ukuran mobil besar itu.

"Dian, kata si Arul pencarian tetap mengarah kesana. Dia bilang istri nya bernama Anggun, dan mereka belum lama berbulan madu sebelum peristiwa itu terjadi"ucap Dito yang kini tengah membahas tentang Alex yang sejak tadi menatap kearah jendela mobil.

"Kalau begitu apa sekalian saja kita bawa dia untuk bertemu keluarganya?"ucap Dian.

"Yang bener saja, bagaimana kalau dugaan kita benar bahwa terdapat banyak musuh dalam selimut, disaat dia tidak mengingat apapun"balas Dian sambil mengerem karena lampu merah.

"Dian, hati-hati"ucap Dito.

"Maaf sedikit melamun"ucap Dian yang kini membuat Alex langsung bersuara.

"Saya tidak akan meninggalkan mu sekalipun saya sudah bertemu dengan keluarga saya nantinya"ucap Alex yang ternyata menyimak pembicaraan mereka.

"Ditinggal pun tak apa asal demi kebaikan anda tuan"lirih Dian yang kini kembali tancap gas.

Tidak selang beberapa lama kemudian mereka pun tiba di tempat tujuan. Gadis cantik itu memarkirkan mobilnya sesuai instruksi yang diberikan oleh Dito.

Dito pun menemui seseorang yang dia sebut bos besar itu. Sementara gadis cantik itu kini menunggu di gazebo bersama Afandi datang yang lainnya.

Terutama Alex yang kini menggenggam tangan Dian seakan tak mau pisah.

Saat seseorang menghampiri mereka dengan membawakan beberapa gelas minuman, hangat dan kudapan lezat. Orang itu tiba-tiba mematung menatap lekat kearah Alex yang tidak ingin menatap kearah nya.

"Tuan muda!"ucap nya yang kini membuat semua orang yang ada di gazebo itu kaget setengah mati.

"Alex tetap tak menggubris dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Dian.

"Maaf siapa yang anda maksud?"ucap Afandi.

"Dia tuan muda kami, saya tidak salah mengenali, tuan Gideon Alexander Tama...oh tuan muda betapa bahagia nya saya bisa melihat anda lagi. Tunggu disini saya akan segera melapor pada tuan besar"ucap wanita paruh baya tersebut.

"Mirah, tunggu."ucap Alex seketika itu.

"Tuan muda,"lirih Bu Mirah yang kini membuat gadis disamping Alex terkejut bukan main.

"Jangan bilang siapa-siapa, terutama grandpa, tolong rahasiakan pertemuan kita saat ini sampai pembunuh itu tertangkap. Saya berada di tempat yang aman dan suatu saat nanti saya akan kembali"ucap Alex.

"Oh tuhan, jadi dugaan saya benar anda tidak benar-benar mengalami kecelakaan mobil"lirih wanita paruh baya yang kini bersimpuh di hadapan Alex.

"Dia yang telah menyelamatkan saya"ucap Alex yang kini membawa Bu Mirah menjauh dari mereka semua sambil terlihat begitu waspada.

"Benarkan dugaan ku Di, pria itu tidak benar-benar hilang ingatan."ucap Afandi yang kini tidak mendapatkan jawaban dari gadis cantik yang hanya mematung di tempatnya dengan tatapan kosong dan air mata yang mengalir deras.

"Diandra,"ucap Afandi yang kini mengusap-usap pungung gadis cantik itu, yang kini tengah menangis tanpa suara.

Tidak lama Alex kembali dengan satu koper besar dan kini wajahnya tertutup masker. Dia berdiri mematung saat melihat Diandra bercucuran air mata.

"Di, saya akan jelaskan semuanya sekarang ayo kita pergi dari sini"ucap Alex yang kini hendak meraih tangan Dian tapi dengan cepat gadis cantik itu menjauhkan tangan nya menghindari Gideon.

"Diandra please, jangan sampai buat orang lain curiga. Please"ucap Gideon.

"Jangan sentuh saya.

1
Wati Anja
semoga Dian dan Alek bisa bersatu❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!