NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Hancurnya Formasi Pembantai Dewa

​Ibukota Kekaisaran Abadi Langit Naga—pusat peradaban, jantung spiritual, dan simbol kekuasaan tertinggi di seluruh Benua Tengah.

​Hari ini, kota raksasa yang melayang di atas Sembilan Urat Nadi Naga Bumi itu diwarnai oleh aura pembantaian yang memerah darah. Delapan belas pilar cahaya naga dari Formasi Pembantai Dewa menusuk langit, menciptakan kubah energi yang beriak dengan Hukum Dao pemusnahan. Jutaan prajurit lapis baja emas berdiri dalam formasi tempur di udara, menutupi cakrawala bagaikan awan badai.

​Sang Kaisar Langit Naga berdiri dengan pedang emas terhunus di atas Altar Surga istananya. Di belakangnya, melayang tiga peti mati perunggu kuno yang memancarkan aura kematian bercampur kekuatan hidup yang dahsyat. Di dalam peti itu tertidur tiga Leluhur Transformasi Roh (Spirit Transformation) yang baru saja dibangunkan paksa dari pertapaan maut mereka.

​Seluruh ibukota menahan napas. Mereka menunggu kedatangan "Iblis dari Puncak Awan".

​GRRRUUUMMBBLLLEE...

​Suara guruh purba terdengar dari ufuk timur. Namun itu bukan suara guntur alam.

​Langit seolah robek. Awan-awan tersibak secara paksa oleh kedatangan sebuah armada yang menentang akal sehat.

​Di garis depan, Sembilan Naga Banjir Emas (Golden Flood Dragon) tingkat Puncak Jiwa Baru Lahir—monster suci yang selama ini menjadi simbol Kekaisaran Langit Naga—kini leher mereka diikat oleh rantai Emas Astral. Mereka mengaum penuh penderitaan, dipaksa menarik sebuah raksasa besi hitam keperakan sepanjang dua ratus meter: Kapal Perang Pembelah Bintang.

​Melihat naga-naga suci kekaisaran dijadikan hewan penarik pedati, miliaran pasang mata di ibukota nyaris melompat dari rongganya. Wajah Sang Kaisar berubah hijau lalu merah padam karena penghinaan yang tak terbayangkan ini.

​"LANCANG!" raung Sang Kaisar, suaranya mengandung Hukum Transformasi Roh yang menciptakan badai angin di sekitar ibukota. "Beraninya kau memperbudak Naga Penjaga Kekaisaran! Hari ini, aku akan merobek kulitmu inci demi inci dan membakar jiwamu dengan Api Nirwana!"

​Di atas geladak anjungan kapal perang, Lin Chen masih duduk bersandar di singgasananya. Ia memegang sebuah kipas giok putih, mengipasinya perlahan dengan ritme yang malas.

​Tatapannya menyapu kubah merah darah dari Formasi Pembantai Dewa Delapan Belas Naga dan jutaan prajurit di baliknya. Alih-alih takut, Lin Chen justru menghela napas kecewa.

​"Apakah ini puncak keramahtamahan Kekaisaran?" Lin Chen bergumam, suaranya diperkuat oleh Qi Inti Emas-nya, menembus kubah formasi dengan mudah dan bergema di telinga semua orang. "Kursi Ini (Ben zuo) datang untuk mengambil alih tahta, namun kalian hanya menyambutku dengan kembang api murahan berwarna merah ini. Sangat tidak estetik."

​"Kembang api murahan?!"

​Sang Kaisar tertawa gila karena murka. Urat-urat menonjol di dahinya. Formasi Pembantai Dewa ini pernah membunuh seorang ahli Puncak Transformasi Roh lima ribu tahun lalu!

​"Bocah sombong yang tidak tahu luasnya langit dan bumi! AKTIFKAN FORMASI! BUNUH DIA!" titah Sang Kaisar sembari menebaskan pedang emasnya ke arah kapal Lin Chen.

​BOOOOOOOOM!

​Delapan belas pilar cahaya raksasa itu beresonansi. Jutaan rune kuno menyala terang, memadatkan energi surga dan bumi menjadi delapan belas ilusi Naga Darah raksasa, masing-masing sepanjang puluhan ribu tombak. Delapan belas naga itu meraung, merobek kekosongan ruang, dan menerjang langsung ke arah Kapal Perang Pembelah Bintang dengan niat membunuh yang bisa meratakan seluruh benua!

​Melihat kiamat yang datang menerjang, Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian melangkah maju, menghalangi tubuh guru mereka. Aura Pembentukan Inti (Core Formation) dengan fondasi Mitos mereka meledak.

​"Guru, biarkan murid yang membelah cacing-cacing merah ini!" Ye Fan menghunus Pedang Pemutus Surga, bersiap melepaskan Niat Pedang tertingginya.

​Namun, Lin Chen menepuk pelan pundak Ye Fan dengan kipas gioknya.

​"Mundur, Ye Fan. Kekuatan kalian sudah cukup untuk mendominasi generasi ini, namun formasi yang ditenagai oleh jutaan prajurit dan energi Sembilan Urat Nadi Bumi ini masih selangkah di atas batas kalian."

​Lin Chen perlahan berdiri. Ia melipat kipas gioknya.

​"Di dunia ini," ucap Lin Chen sambil menatap lurus ke arah delapan belas naga darah raksasa yang kini berjarak kurang dari seratus kaki dari kapal, "Hukum diciptakan oleh mereka yang berdiri di puncak kekuatan absolut. Dan hari ini, Kursi Ini akan mengubah Hukum di tempat ini."

​Lin Chen tidak mengeluarkan teknik yang mengguncang bumi. Ia tidak memanggil pusaka sistem yang maha dahsyat. Ia hanya mengangkat jari telunjuk kanannya ke depan, dan mengetuk udara kosong layaknya mengetuk pintu kayu.

​"Satu Kata Dao: Hancur."

​TAK.

​Suara ketukan jari itu sangat pelan, namun secara ajaib meredam seluruh suara raungan naga dan gemuruh alam semesta.

​Seketika itu juga, riak cahaya keemasan yang murni dan absolut menyebar dari ujung jari Lin Chen. Saat riak itu menyentuh delapan belas Naga Darah yang mengerikan tersebut... waktu seolah berhenti.

​Lalu, di bawah tatapan tak percaya dari miliaran manusia...

​KRAK! KRAK! PRANGGG!

​Delapan belas Naga Darah itu hancur berkeping-keping menjadi partikel cahaya seperti patung kaca raksasa yang dipukul godam. Tidak berhenti sampai di situ, riak emas Lin Chen terus menyapu ke depan, menghantam kubah merah dari Formasi Pembantai Dewa Delapan Belas Naga.

​Formasi abadi yang menjadi kebanggaan tertinggi Kekaisaran... retak, meledak, dan lenyap tanpa sisa hanya dalam hitungan detik! Reaksi pantulan dari hancurnya formasi membuat jutaan prajurit di udara serempak memuntahkan darah, berjatuhan dari langit seperti hujan nyamuk mati.

​"M-Mustahil..."

​Pedang emas di tangan Sang Kaisar terlepas dan jatuh berdenting di lantai altar. Wajahnya kehabisan darah. Tubuhnya gemetar tak terkendali. "Satu ketukan jari... menghancurkan Formasi Pembantai Dewa?! Eksistensi tahap apa dia sebenarnya?!"

​Di belakang Sang Kaisar, tutup dari ketiga peti mati perunggu itu meledak terbang.

​Tiga sosok mayat hidup yang memancarkan aura Transformasi Roh Lapis Akhir (Late Spirit Transformation) melayang naik. Mereka adalah tiga Leluhur Pendiri Kekaisaran!

​"Siapa yang berani menghancurkan fondasi Kekaisaran Langit Naga kami?!" raung Leluhur Tertua, matanya yang cekung memancarkan api hantu berwarna hijau. Ia menatap ke arah Lin Chen yang berdiri di atas kapal raksasa.

​Menyadari tingkat ancaman di depan mereka, ketiga Leluhur itu tidak banyak bicara. Mereka menyatukan kekuatan. Tiga ahli Transformasi Roh menyerang secara bersamaan!

​"Roda Reinkarnasi Pemusnah Surga!"

​Ketiga Leluhur memadatkan seluruh Esensi Kehidupan mereka, menciptakan sebuah roda energi berwarna abu-abu yang membawa Hukum Kematian. Roda itu berputar, menghapus ruang dan waktu di jalurnya, melesat untuk memenggal kepala Lin Chen. Serangan ini begitu kuat hingga langit Benua Tengah robek memunculkan bintang-bintang di siang bolong!

​Lin Chen hanya menghela napas kecewa.

​"Sudah setengah mati, mengapa masih memaksa untuk bangun dari kubur? Biarkan Kursi Ini mengirim kalian ke istirahat yang abadi."

​Lin Chen melebarkan telapak tangannya, Dantian Inti Emas-nya berputar satu kali. Sebuah Telapak Tangan Energi berwarna emas suci sebesar gunung kembali terbentuk di udara, namun kali ini seratus kali lebih padat daripada saat ia menghancurkan Tiga Tanah Suci sebelumnya.

​Telapak Tangan Penggenggam Surga.

​BLAAAAAAAAAAAM!

​Telapak tangan raksasa itu menggenggam Roda Reinkarnasi abu-abu tersebut layaknya menggenggam piringan tanah liat. Dengan satu remasan ringan, Roda pamungkas tiga Leluhur itu hancur berkeping-keping!

​"APA?!" Ketiga Leluhur menjerit dengan suara serak. "Ranah Kenaikan Abadi (Immortal Ascension)?! Kau adalah ahli Kenaikan Abadi?!"

​Mereka mencoba berbalik untuk melarikan diri kembali ke dalam peti mati mereka, namun Telapak Tangan Emas itu terus bergerak maju, menampar altar istana dengan kekuatan pemusnahan mutlak.

​BUM!

​Tiga Leluhur Transformasi Roh—eksistensi yang disembah sebagai dewa di Benua Tengah—menguap menjadi kabut darah tanpa sempat berkedip. Bahkan peti mati perunggu dan separuh Altar Surga ikut hancur menjadi debu giok.

​Satu ketukan menghancurkan Formasi Dewa. Satu tamparan menghapus tiga Leluhur Transformasi Roh.

​Sang Kaisar Langit Naga, yang tadinya berdiri angkuh, kini terhempas ke tanah akibat gelombang kejut. Mahkota naganya jatuh dan menggelinding. Rambutnya berantakan. Arogansinya telah diinjak-injak hingga menjadi serpihan kotoran di bawah sol sepatu Lin Chen.

​Lin Chen melangkah keluar dari kapalnya. Dengan setiap langkahnya di udara, Hukum Dao di ibukota bergema, seolah menyambut penguasa barunya. Ia mendarat tepat di depan Sang Kaisar yang gemetar hebat.

​"Kursi Ini sudah memberitahumu untuk membersihkan lehermu," ucap Lin Chen sambil menunduk menatap Sang Kaisar. "Namun melihat betapa rapuhnya tulangmu, membunuhmu hanya akan mengotori tanganku."

​Lin Chen menatap takhta naga berlapis emas di belakang Sang Kaisar. Ia berjalan melewatinya, dan duduk di atas singgasana tertinggi Benua Tengah tersebut dengan keanggunan seorang tiran sejati.

​Ia menyandarkan punggungnya, menatap Sang Kaisar yang kini berlutut di bawah kakinya, dan jutaan penduduk ibukota yang telah bersujud dalam teror absolut.

​"Ye Fan, Su Yue, Lin Tian," titah Lin Chen dari atas Singgasana Kaisar.

​Ketiga murid inti melesat dan berlutut di kanan kirinya.

​"Mulai detik ini, Kekaisaran Abadi Langit Naga resmi dihapuskan dari sejarah," deklarasi Lin Chen bergema ke seluruh penjuru benua, menjadi titah suci yang baru. "Tempat ini sekarang adalah Markas Utama Sekte Puncak Awan. Jadikan mantan Kaisar ini sebagai penyapu halaman pelataran depan. Bagi yang berani membantah, serahkan pada Lin Tian untuk dijadikan makan siangnya."

​"Murid menerima Titah Suci Guru!"

​Di dalam benak Lin Chen, melodi kemenangan surgawi berdentang lebih keras dan lebih gila dari sebelumnya.

​[Ding!]

[Misi Bertahan Hidup / Dominasi Selesai: Menghadapi Sang Naga Sejati!]

[Tuan Rumah telah meruntuhkan Kekaisaran Tertinggi dan menduduki Singgasana Benua Tengah!]

[Mendapatkan: 200.000 Poin Sistem!]

[Mendapatkan: Akar Dao Keabadian (Meningkatkan Inti Emas menjadi Inti Surgawi Absolut)!]

[Memicu Prolog Arc Alam Dewa: 'Mata Surga Telah Terbuka'!]

​Lin Chen menyeringai penuh kemenangan. Di Benua Fana ini, ia telah mencapai puncak kemutlakan. Namun, ia tahu perjalanan masih panjang.

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!