NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

"Emm, enak banget, Al," ucap Hana.

"Iya, habiskan, ya, jangan disisakan. Oh iya, habis ini kita pulang, ya, Han. Jangan main di luar malam-malam, nanti sakit karena angin malam itu bahaya," ucap Aldo.

"Emm, iya, Al," ucap Hana.

Mereka berdua menikmati makanan yang dibeli Aldo sampai habis, lalu membuang bungkusnya ke tempat sampah yang tidak jauh dari tempat mereka duduk. Mereka pun pulang bersama-sama menuju rumah masing-masing untuk menenangkan pikiran.

Beberapa hari kemudian, Hana terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba dia merasa mual dan langsung berlari menuju kamar mandi. Sambil mual-mual, Hana merasakan badannya tidak enak. Dia tidak menduga apa yang sedang dia rasakan. Setelah merasa agak enakan, Hana mengambil air untuk membasuh mukanya agar terlihat segar.

Saat keluar dari kamar mandi, Hana terkejut melihat ibunya berdiri di depan pintu. Ibunya menatapnya dengan tatapan khawatir.

"Hana, kamu kenapa?" tanya ibunya.

"Emm, enggak ada apa-apa, kok, Bu. Cuma enggak enak badan saja," ucap Hana.

"Oh... ya sudah, sekarang kamu makan dulu. Habis itu minum obat, ya, Hana," ucap ibunya.

"Iya, Bu," ucap Hana. Dia langsung melangkahkan kaki menuju dapur untuk makan bersama ibu dan ayahnya.

Hari mulai menjelang siang. Hana sedang duduk di ranjangnya. Dia merasa jenuh dan berdiri untuk keluar rumah. Pikirannya sangat penat.

Di tempat lain, Aldo sedang duduk di kursi meja, lalu berdiri dan melangkahkan kaki keluar kelas. Saat dia melangkah, tiba-tiba Lexy menghampirinya dan mengajaknya.

"Al, lo ikut gue," ucap Lexy.

"Mau apa lagi?" ucap Aldo sambil menatap lekat.

"Sudah, ayo, ikut saja," ucap Lexy.

"Ya sudah. Kita mau ke mana?" ucap Aldo.

Aldo mengikuti Lexy dari belakang. Mereka berdua menuju halaman belakang sekolah. Ternyata di sana, teman-teman Lexy sudah menunggu sambil bersantai. Setelah Aldo dan Lexy bergabung, semua yang sedang duduk langsung berdiri dan menatap Aldo. Aldo merasa takut dan berpikir negatif.

Tetapi Lexy kembali berbicara kepada mereka dan Aldo pun terkejut mendengar ucapan Lexy. Lexy mengatakan bahwa Aldo akan menjadi pemimpin mereka. Aldo merasa tidak yakin dengan ucapan Lexy.

"Gue yakin sama lo. Karena kita semua sudah membicarakannya, jadi mulai saat ini lo akan jadi pemimpin kita," ucap Lexy.

"Ha... apa-apaan, sih? Gue enggak percaya sama lo," ucap Aldo.

"Gue yang menyuruh mereka. Sekarang gue yakin di bawah kepemimpinan lo, semuanya pasti akan lebih baik," ucap Alex.

"Tapi..." ucap Aldo kembali dipotong.

"Gue yakinin lo. Tapi jika lo mengajak ke arah yang salah, semuanya akan menjatuhkan lo. Gue akan berada di samping lo. Tekad lo lebih besar dari gue, jadi gue yakin sama lo," ucap Alex.

"Huh... gue enggak percaya ternyata lo lebih memilih kebenaran dibandingkan kesalahan. Oke, ku terima perjanjian ini," ucap Aldo.

"Pulang sekolah kita akan merayakan kepemimpinan baru kita," ucap Alex.

Setelah jam sekolah usai, Aldo kembali ke kelasnya. Sementara itu, Hana sedang berjalan kaki menikmati suasana. Entah kenapa, Hana ingin kembali ke taman yang dia kunjungi kemarin. Di taman, Hana duduk sambil melihat orang-orang yang melintas. Tak terasa hari mulai siang. Tiba-tiba, Hana melihat sebuah sepeda motor berhenti.

Pengendara yang memakai helm itu menunjuk ke arah Hana. Hana hanya menatapnya, dan pengendara itu menghampirinya. Ada dua orang yang menggunakan helm dan penutup wajah, sehingga Hana tidak mengenalinya. Salah satu dari mereka langsung bertanya kepada Hana.

"Kak, boleh bertanya?" tanyanya.

"Boleh. Ada apa, ya, Pak?" ucap Hana.

"Kamu ikut sama saya dulu, gimana?" tanyanya.

"Enggak, Pak. Saya ingin di sini saja menikmati suasana ini," ucap Hana.

Dia pun mendekat ke arah Hana dengan tangan masuk ke dalam saku. Saat berada di depan Hana, dia langsung memeluknya dengan satu tangan dan menutupkan sebuah kain ke wajahnya. Hana tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan berbicara pun sulit. Napasnya tertekan karena kain itu membekam mulut dan hidungnya. Hana berteriak, tetapi suaranya tertutup dan tidak terdengar sama sekali. Hana mulai lelah dan pingsan.

Mereka berdua membawa Hana ke sepeda motor. Saat Hana dibawa pergi, Aldo yang sedang duduk dan mengobrol dengan Lexy dan Alex, tiba-tiba menatap lekat ke arah dua orang yang membawa Hana di sepeda motor.

Aldo menatap lekat kendaraan yang membawa Hana, sementara Lexy dan Alex menatap Aldo, lalu berbicara kepadanya.

"Al, lo kenapa?" tanya Alex.

Aldo tidak mendengar, dan Alex kembali berbicara dengan nada keras.

"Aldo, lo kenapa?" ucap Alex.

"Gue lihat Hana dibawa dua orang pakai penutup kepala," ucap Aldo.

"Hana siapa, Al? Cewek lo?" tanya Lexy.

"Bukan, dia tetanggaku. Ayo kita kejar mereka. Aku takut terjadi apa-apa dengannya," ucap Aldo.

Aldo pun berdiri dan melangkah menuju sepeda motornya. Sampai di depan motor, dia langsung menaikinya, sedangkan Alex dan Lexy memanggilnya.

"Al, tunggu!" ucap Alex.

Alex lalu menuju motornya juga. Lexy dan yang lainnya juga ikut berdiri dan langsung menuju motor mereka untuk membantu Aldo mengejar pengendara yang membawa Hana. Aldo mengendarai motornya begitu cepat hingga mendekati mereka. Aldo pun berteriak meminta mereka berhenti melajukan kendaraan.

"Woy, berhenti!" teriak Aldo.

Kedua orang itu menoleh ke arah Aldo, lalu semakin mempercepat laju kendaraan mereka. Kini Aldo semakin tertinggal jauh, tetapi dia tetap memperhatikan gerak-gerik mereka dan terus mengejarnya karena Aldo sangat khawatir dengan Hana. Dari kejauhan, Aldo tetap memperhatikan jalan. Alex dan Lexy juga tetap mengikuti dari arah belakang.

Saat ini Hana mulai memasuki sebuah kampung. Saat memasuki kampung, Aldo tetap memperhatikan jalan yang mereka lalui. Dari kejauhan, mereka berhenti, sedangkan Aldo tidak langsung mengejar, melainkan mengamati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!