NovelToon NovelToon
Hasrat Om Tampan

Hasrat Om Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:198k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Sosok wanita cantik yang mulai mengusik kehidupan seorang pria yang di mulai hasrat yang selama ini dia pendam seolah mulai menunjukkan sisi posesif dan ingin memiliki apa yang wanita itu miliki.
"Hanya aku seorang yang pantas untukmu." Gumam Pria itu dengan mulai menunjukkan hanya dirinya yang pantas memiliki wanita cantik itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

 "Ya biasakan panggil dengan nama sayang." Haris mulai mengarahkan Hazel.

 "Sa-sayang." Dengan nada terbata-bata memanggil Haris seperti itu.

 Haris menunjukkan senyuman pada Hazel,"Tak sulit bukan menyebut nama itu." Hazel terdiam dan tak bisa dia percaya jika di hari itu orang yang baru dia kenali beberapa hari itu sudah menganggap dirinya adalah kekasihnya.

 Hazel seketika menundukkan kepala,dia tak menyangka akan terjadi seperti ini.Bahkan Hazel mulai berhati-hati jika Om Haris ingin mendekati dirinya.

 "Apa sebenarnya maunya Om itu apa, Kenapa terus mengejar aku terus." Hazel ingin tahu apa jawabannya ,kenapa Om Haris begitu gencar mengejar dia,sedangkan dia dari awal tak merasa begitu tertarik.

 "Hanya satu kata, cinta."mendengar jawaban itu Hazel tersenyum sinis.

 "Tidak mungkin, pasti ini hanya alasan Om."Hazel tak begitu langsung percaya dengan jawaban itu dan lebih yakin jika ada alasan lain dari apa yang Haris dilakukan kepada dirinya.

 "Aku hanya ingin mencintaimu,mungkin dirimu tak menyadari hal kecil itu.Sedari kecil dirimu begitu cantik dengan mata birumu.Hingga umurmu dewasa kecantikan itu semakin memancarkan kecantikan yang luar biasa." Pada akhirnya Haris mengakui sesuatu pada Hazel, dan tidak disangka Haris sudah lama mengagumi Hazel.

 "Maksud Om apa, apa mungkin sedari Hazel masih kecil diam-diam Om menyukaiku." batin Hazel tak menyangka mendapatkan jawaban itu.

 "Aku sudah jujur denganmu,sudah lama aku menyukaimu sampai melihat dirimu yang sekarang sudah dewasa,kini rasa itu mulai menjadi perasaan cinta yang ingin aku buktikan padamu,sayang."Hazel benar syok,ternyata sudah lama Om Haris menyukai dirinya.

 "Om tidak sedang bercanda kan,tidak mungkin jika..."

 "Sayang,Hazel.Jangan panggil namaku dengan sebutan itu." Hazel mulai kesal.

 "Terserah." Hazel mulai cuek dan tak terlalu mempedulikan hal itu.

  Malam hari

 Malam ini ,Hazel begitu menikmati makan malam bersama Om Haris.Walaupun sebenarnya ia masih meragukan dengan apa yang sebenarnya yang terjadi pada dirinya.

 Siapa lagi jika bukan Om Haris,yang sedari awal mengungkapkan perasaannya tapi dalam benak Hazel ia masih merasakan keraguan,apakah ia benar-benar serius atau dirinya hanya untuk permainan sesat dari pria itu.

 Om Haris sesekali melirik kearahnya dengan posisi tangannya selalu menggenggam tangan kirinya.

 "Bagaimana aku bisa makan jika terus di tatap begitu."batin Hazel yang bingung bagaimana cara menghindarinya.

 Setelah selesai makan malam,Hazel ke dapur membersihkan piring miliknya.Dari belakang ada Om Haris yang terus memperhatikan dirinya.

 Tiba-tiba saja Om Haris datang memeluk Hazel dari belakang,"Bisa kita duduk santai diruang tengah."Hazel diam-diam merasa risih.

 Mereka duduk bersama sembari menikmati acara di televisi,Tangan Om Haris terus menggenggam tangan Hazel.

 "Aku usahakan besok aku jemput kamu." mendengar penjelasan itu, Hazel nampak terlihat begitu bingung.

 "Maksudnya?"

 "Aku ingin mengajak kamu keluar." Haris langsung menerangkan kemana mereka akan pergi,reaksi Hazel terlihat bingung.

 "Apa harus kita pergi kesana." jawab Hazel yang sebenarnya tak setuju.

 "Iya sayang,jangan pernah menolak." Haris memaksa Hazel untuk mengikuti rencananya itu.

 Hazel tak bisa berbuat apa-apa,ia pun berusaha menolak tapi tetap saja Om Haris terus memaksanya.

 Posisi Hazel kini sudah berada didalam kamarnya,ia baru saja mengganti baju tidur.Hazel rebahan di tempat tidurnya.

 "Lelahnya." batin Hazel yang rebahan di ranjang tempat tidurnya, Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari arah pintu kamarnya.

 Hazel langsung membuka pintu kamarnya,yang dimana ada Om Haris berdiri didepan kamar Hazel.

 "Ada apa,Om?" tanya Hazel yang hanya terlihat kepala dari balik pintu.

 Om Haris langsung memberikan pesan penting untuk Hazel,"Apa Satu bulan,lama sekali." Hazel mulai protes.

 "Ayahmu hanya berpesan begitu." Hazel mulai lemas.

 "Bagaimana ini,kenapa Ayah lama sekali pergi.Aku pun harus tinggal bersama Om Haris selama itu juga." batin Hazel yang diam-diam ingin menghindari Om Haris.

 "Kenapa sayang,apa ada masalah?" tanya Haris pada Hazel yang nampak begitu kaget, seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.

"Tidak ada." Hazel langsung menutup pintu kamarnya,tapi tangan Om Haris menahan pintu itu.

 "Jangan bohong kamu." ucap Haris dengan nada menekan.

 "Hazel tidak bohong Om." Mendengar namanya dipanggil Om lagi,Haris terlihat sedikit kesal dengan ucapan Hazel yang selalu memanggilnya Om.

"Jangan panggil Om,harus beberapa kali aku ingatkan kembali sayang." ucap Haris yang merasa lelah yang selalu mengucapkan hal itu pada Hazel.

Hazel hanya terdiam sembari Menundukkan kepala, mengerti jika Om Haris seperti sedang kesal pada dirinya.

"Kembali ke pertanyaan awal,Apa ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan?" tanya Haris yang bertanya lagi pada Hazel kedua kalinya.

 "Hazel benar-benar tak menyembunyikan apapun." Hazel masih saja tak jujur dan lebih memilih menutupi itu semuanya.

 "Baiklah,jangan sekali-kali tutupi sesuatu apapun.Dan lagi,sepertinya malam ini kamu terlihat begitu cantik." Hazel mulai was-was, dirinya baru menyadari jika posisi dirinya sudah memakai baju tidur yang biasanya ia pakai.

 "Maaf Om,Hazel mau tidur." Hazel mencoba segala cara untuk menghindarinya,tapi tangan Haris menahan tangan Hazel yang langsung membuat dia terkejut.

"Sudah waktunya kamu istirahat,jangan bermain ponsel.Ingat, harus tidur." Sekali lagi Haris memperingatkan Hazel untuk tidur bukan untuk bergadang bermain ponsel di dalam kamar.

"Iya,Hazel janji." jawab Hazel yang memilih untuk tidur daripada terus diceramahi oleh Om Haris .

"Kalau begitu, Hazel mau istirahat sekarang." Hazel segera memperingati Om Haris untuk segera keluar dari kamar miliknya.

"Baiklah sayang." Haris membalasnya dengan senyuman,yang langsung membuat Hazel ketakutan dengan ekspresi Om Haris yang sekarang lebih banyak tersenyum padanya.

Bahkan menurut pemikiran Hazel,dia masih belum mengenal betul sifat Om-nya dan dia masih mencoba mengenal betul sifat Om-nya itu.

 "Untuk selanjutnya,kamu hanya milikku dan jangan harap aku akan melepaskan mu." Kini sifat posesif ia tunjukkan pada Hazel mengakui dirinya hanya miliknya seorang tidak orang lain.

 Hazel tak menyangka akan seperti hidupnya setelah mengenal Om Haris,apalagi Om Haris sudah menunjukkan sikap posesifnya yang begitu begitu besar hanya karena untuk memiliki dirinya saja.

Hazel benar-benar seperti terkekang dan dia harus bersabar menghadapi pria itu.

   Bahkan malam itu menjadi bukti jika Om Haris tak akan melepaskan dirinya dan menjadikan dia wanita satu-satunya yang pantas dimiliki oleh Om Haris.

Itu sudah menjadi tanda,jika nantinya Om Haris akan terus mengejar dirinya sampai mendapatkan hatinya itu.

1
D_wiwied
hmmm positif ni Hazel, gimana nggak orang tiap hari digempur 😆🤭
D_wiwied
Jodohin aja tu Sean ama Claudia
nilim
wess
Mia Camelia
makin seruuuu👍🥰
D_wiwied
pagi2 dah disuguhi yg hot hotttt
D_wiwied
ini gimana ceritanya melamar sambil telanjang gituu😱🤭🤣
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!