DISKRIPSI
Tersebutlah di Distrik Ahinan Dusun Be jie
ada sepasang suami istri yang telah dikaruniai seorang Anak perempuan yang bernama Mey Ling. Dan anehnya di punggung Mey Ling seperti ada tatto yang bertuliskan Lady Ma,seorang selir dari masa Dinasty Ming
.
Pada saat berumur 12 tahun anak ini bermimpi di ajak ke sebuah goa oleh sang nenek dan di wariskan harta karun. Tersebarnya berita itu membuat banyak pihak memburu harta ini.
Suatu hari berita ini sampai keKaisaran, yang menyebabkan Mey Ling menjadi rebutan para pendekar dan para Prajurit Kekaisaran. Untuk mencari harta karun banyak terjadi pertempuran dan pertumpahan darah. Merasa menjadi ujung tombak permasalahan ini, May Ling akhirnya melarikan diri dalam kegelapan malam di sebuah hutan bambu.
Tapi sesuatu telah terjadi ke pada May Ling
Apakah Itu??
Silahkan Reader baca kelanjutan kisah Mey Ling Reinkarnasi Lady Ma.
Reader akan di ajak bernostagia di Negara Tirai Bambu, Mengenal gunung yang indah...
Lembah yang seperti sorga atau Sungai yang airnya bening berwarna hijau seperti permandian bidadari Sorga.
💜💜💜💜💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegundahan Mey Ling.
Bab.06
Kadang dirinya begitu kesal kepada Fang Yin, sekarang Ko-ko pergi ke Kota Raja, Mey Ling sangat rindu padanya. Sebelum Fang Yin pergi
mereka berdua sempat bernyanyi
dan berpuisi, tapi waktu itu Mey Ling sangat kesal kepada Fang Yin.
Mey Ling sangat menyesal kalau
ingat kejadian tempo hari.
Waktu itu Mereka berdua sedang berada di pinggir Sungai, mereka lagi berpuisi dan bernyanyi.
Suara seruling yang di mainkan oleh Mey Ling sangat memukau membuat bulir-bulir rindu kepada Kampung halaman. Ayah, Ibu dan Saudaraku, dimanakah Kalian sekarang? Apakah Kalian ada di lapisan Sorga? Atau Kalian terperosok ke dalan Neraka?
Begitulah nyanyian sendu dari seruling itu.
"Aku akan berpuisi untukmu Mey Ling," kata Fang Yin mulai berdiri, kemudian Dia juga mengeluarkan Serulingnya.
"Aku akan mendengarkannya," sahut Mey Ling acuh. Dari kemarin Dia merasa kesal dengan Fang Yin.
Air Sungai akan tetap mengalir dan Gunungpun tetap menjulang tinggi
Tidak akan ada yang berubah, semua akan tetap sama seperti semula.....
Kosong dan sunyi..
Begitu juga hatiku selalu sama,
kosong dan sunyi ...
Wahai bidadari hatiku datanglah keharibaanku....
Akan Aku jamu cintamu dengan asmara yang membuncah...
"Stop...stop...tidak ada bidadari untukmu, yang ada adalah Lady Ma dengan jurus "Kematian Seribu Luka" yang akan menusuk
jantungmu dan mengiris dagingmu," teriak Mey Ling marah.
"Mey Ling Kamu kenapa?, dari kemarin Kamu bersikap aneh. Kamu seperti asing bagiku,"
sahut Fang Yin memandang mata Mey Ling yang memerah.
"Aku membencimu Ko-ko," bentak Mey Ling sambil menggertakan giginya.
"Mey Ling apa yang Kamu katakan, jangan menjadi adik yang murtab. Seorang Adik harus hormat kepada Kakak seperguruannya
Tidak boleh berkata kasar dan harus saling asih dan asuh," kata Nenek guru marah.
"Nenek, Mey Ling tidak bersalah. Kami lagi membaca puisi, mungkin Mey Ling ingin memvisualisasikan puisinya dengan perkataan," kata Fang Yin membela Mey Ling.
"Maafkan Aku Nenek guru," sahut Mey Ling menjatuhkan dirinya bersimpuh di hadapan Gurunya. Nenek Gong Li hanya bisa mengangguk, Mey Ling adalah murid kesayangannya. Ketegasannya sebagai Guru terkadang luntur apabila menghadapi kepolosan Mey Ling.
"Sudahlah, katakan!! ada apa sebenarnya sehingga Kamu bersikap aneh dari Kemarin?"
Mey Ling kaget ternyata gurunya memperhatikan perilakunya.
"Maaf Nenek Guru, kemarin malam Aku seolah bermimpi di suruh mencari Kitab Pusaka dan harta karun di sebuah Goa," kata Mey Ling mengalihkan cerita supaya Nenek tidak menghukumnya. Akhirnya Mey Ling bercerita tentang Reinkarnasi Lady Ma.
"Mey Ling jangan bohong, mimpi itu telah membuat banyak orang terbunuh, termasuk Jendral Jing dan 19 Prajurit," sahut Fang Yin
membuat Mey Ling bergetar.
"Kaukah ini? Reinkarnasi Lady Ma?" Lanjut Fang Yin ingin tahu. Matanya tajam menatap Mey Ling. Perasaannya setengah percaya.
"Benarkar itu yang dikatakan Fang Yin?" tanya Nenek Guru menatap Mey Ling. Cerita itu pernah menggemparkan Dunia Kang-ouw.
Tapi perlahan cerita itu hilang seiring hilangnya Reinkarnasi Lady Ma.
"Jikalau itu benar Aku ingin bukti, karena dipunggung Reinkarnasi Lady Ma ada tanda seperti tatto," kata Nenek ingin tahu.
"Maaf Nenek Guru, Aku tidak mengerti yang di katakan oleh ko-ko, yang Aku ceritakan semua bohong," sahut Mey Ling pura-pura bodoh. Lebih baik Aku meralat omonganku daripada Aku dijadikan sandra. Tadi Dia terlanjur bicara, semoga Nenek dan Fang Yin tidak percaya. bathin Mey Ling.
"Sudahlah, Sore nanti Aku akan mentransfer tenaga dalam, sekarang Kamu berdua melatih pedang saja. Semua jurus sudah kalian kuasai, tinggal mengasah saja supaya lebih lihai," kata Nenek Guru memperhatikan. kedua muridnya. Dia mengerti Mey Ling pasti takut membuka semua rahasia dirinya.
"Ya Nenek Guru, maafkan Kami," sahut Fang Yin cepat, sebelum Gurunya merubah pendiriannya.
"Pergilah kalian, ingat Sore nanti Kalian harus sudah disini sebelum Matahari berwarna merah," kata Nenek Guru lagi.
Sepeninggal Fang Yin dan Mey Ling Nenek Gong Li masuk ke Biliknya. Cerita tentang Reinkarnasi Lady Ma sudah pernah Dia dengar 5 tahun yang lalu dan memang benar
banyak yang meninggal. Tapi mengenai mistri Gua yang di katakan Mey Ling merujuk
kepada Gua Cenayang di Lembah Neraka Yang menguasai tempat itu adalah Adik seperguruannya yang telah murtab bernama DEWI NERAKA yang kini beralih ke aliran sesat menguasai 3 Dunia dan sangat mahir dengan jarum beracunnya, serta permainan pedangnya. Jurus andalannya adalah KEMATIAN SERIBU LUKA. Diyu Xing itulah namanya.
Nenek Gong Li menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Hatinya risau dengan masa depan Mey Ling, jangan sampai jatuh ketangan Dewi Neraka karena akan menjadi sadis dan kejam. Untuk mengantisipasi Dia berencana akan mengirimkan kedua muridnya memenuhi undangan ke Perguruan Shaolin untuk merebut jabatan Pemimpindi Dunia Kang-ouw. Siapa tahu Mey Ling bisa mendapat juara satu atau dua, sehingga bisa menjadi Pendekar dan bergaul dengan Pendekar beraliran putih.
Sementara itu Mey Ling dan Fang Yin berlomba untuk mencari Bukit Giok, Mereka dari dulu ingin tahu letak Bukit itu dan kata Orang banyak bongkahan Giok berada disitu. Ilmu meringankan tubuh Mey Ling begitu sempurna, Dia seperti burung elang layaknya. Dirinya seolah melayang untuk mencapai puncak Bukit.
"Adik Ling berhentilah, matahari sudah condong kebarat, Kita harus cepat menghadap Guru," kata Fang Yin menyusul Mey Ling yang sudah berada di Puncak.
"Kita bermain-main dulu, sebentar lagi Kita akan turun," sahut Mey Ling.
"Jangan membuat Guru marah mari Kita pulang," kata Fang Yin lari ke bawah.Terpaksa Mey Ling mengikutinya dan ikut turun.
******
Mey Ling tidak mengerti kenapa dirinya terkadang membenci Fang Yin. Apa ada pengaruh dari Kehidupan masa lalunya. Mungkinkah Fang Yin adalah salah satu orang yang menyiksanya atau malah Fang Ying yang dulu menjadikannya Selir. Semuanya sebagai mistri yang tidak bisa di pecahkan.
Mey Ling memandang Fang Yin dan Nenek yang sedang berbincang-bincang. Hatinya tetap tidak bisa diajak kompromi, rasa kesal dan marah kepada Fang Yin membuat matanya berair. Kenapa Dia harus menangis? Kesedihannya mengharu biru membuat Fang Yin dan Nenek menghampirinya.
"Mey Ling kenapa menangis, Aku cuma pergi sebentar untuk melihat kondisi Ayahku yang lagi sakit. Mungkin seminggu," kata Fang Yin mengira Mey Ling menangis karena di tinggal pergi.
"Tidak ada Pendekar cengeng, air mata tabu di keluarkan, seberapapun derita menimpa,"
ujar Nenek Guru duduk di sebelah Mey Ling.
"Hapus air matamu dan tatap mataku, Aku tidak mungkin meninggalkanmu. Kau adalah Bidadari dalam hidupku," kata Fang Yin romantis membuat Nenek tersenyum simpul, rupanya Fang Yin menaruh hati kepada Mey Ling. Pikirnya.
"Aku tidak apa-apa, jangan khawatir Ko-ko. Kamu yang harus menjaga Jantungmu supaya tidak
lepas dari Badanmu," sahut Mey Ling acuh.
******
💜 Halo Reader tolong like and comment tulisanku ini. Aku mohon
bantuannya trimakasih!!.
tahta, waria, Echa ja yak😜😜
akupun punya Mey..jurus seribu akun🙈🙈🤭