NovelToon NovelToon
BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA

BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Pelakor / Tamat
Popularitas:127k
Nilai: 5
Nama Author: Barra Ayazzio

Dhita selalu percaya bahwa pernikahan yang ia bangun dengan Reza adalah rumah yang kokoh—tempat ia menaruh seluruh harapan, kasih sayang, dan kesetiaannya. Namun semua runtuh ketika cinta pertama Reza kembali muncul, menghadirkan bayang-bayang masa lalu yang tak pernah benar-benar padam.

Dalam hitungan hari, Dhita yang selama ini berjuang mempertahankan rumah tangga justru dipaksa menerima kenyataan pahit: Reza menceraikannya demi perempuan yang pernah ia cintai bertahun-tahun lalu. Luka itu dalam, merembes sampai ke bagian hati yang Dhita pikir sudah kebal.

Di tengah serpihan hidup yang berantakan, Dhita harus belajar berdiri lagi—menata hidup tanpa sosok yang selama ini ia sayangi, menghadapi pandangan orang, dan menerima bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan berakhir. Namun Tuhan tak pernah meninggalkan hati yang hancur. Dalam perjalanan menyembuhkan diri, Dhita menemukan kekuatan yang tak pernah ia sadari, serta harapan baru yang perlahan mengetuk pintu hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barra Ayazzio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Rencana Lamaran

Mobil Irwan melaju kencang membelah jalanan ibukota yang terlihat ramai. Dhita masih sesenggukan di bahu mamanya. Sebenarnya dia gak kuat menahan beban itu, berpisah dengan Reza, laki-laki yang sangat dicintainya. Laki-laki yang telah menumbuhkan harapan untuk hidup bersama dalam suka maupun duka. Tapi apa lacur, ternyata Reza mengkhianatinya, memutuskan benang pernikahannya.

"Om, aku mau minta tolong lagi ya. Karena rumah yang aku tempati sekarang sudah sah jadi milikku, tolong diiklankan aja untuk over credit. Cicilannya tinggal setahun lebih dikit kok. Aku gak akan sanggup menempatinya.”

"Siap Dhit, nanti sekretaris om yang akan akan mengurusnya.”

"Makasih ya Om.”

"Iya sama-sama Dhit.”

"Sekarang ke rumah Dhita dulu aja Wan, kita bereskan packing, baru kembali ke Bandung besok.”

"Iya siap Mas. Jadinya kamu bener mau kembali aja ke Bandung Dhit?”

"Iya Om.”

"Padahal sayang, kariermu sedang bagus-bagusnya.”

"Gak papa Om, lagian kalo Dhita tinggal terus di Jakarta, kemungkinan untuk ketemu Mas Reza sangat terbuka lebar, secara kita kerja di bidang yang sama. Jadinya, yaa biarin lah Dhita ngalah.”

"Iya sih ya, kamu belum tentu kuat juga ketemu Si Reza itu yang sok cool, apalagi sama ibu mertuamu itu.”

"Kamu perlu koneksi gak Dhit untuk melamar-melamar kerja di Bandung? Om banyak lho kenalan orang-orang keren.”

"Untuk melamar pekerjaan gak perlu Om, soalnya Dhita mau wirausaha. Tapi kalo untuk memasarkan produk Dhita nanti perlu banget Om.”

"Oh siap lah. Emang kamu mau wirausaha yang bergerak di bidang apa?”

"Kuliner.”

"Kamu yakin?”

"Yakin Om. Dhita kan pernah kursus masak, bikin kue, bikin bento bekal anak-anak sekolah yang lucu-lucu, dan bikin-bikin kuliner lainnya. Insya Allah itu akan jadi bekal Dhita memulai bisnis Om. Soalnya setelah Dhita renungkan, kejadian yang menimpa Dhita ini bisa jadi karena kesibukan Dhita selama ini.”

"Ah bukan karena itu Dhit, Si Reza aja yang gak kuat iman.” Bu Lisa ikut nimbrung.

"Ya kalau papa terserah kamu aja Dhit, selama kamu bisa menjalankannya, pasti papa dukung.”

"Insya Allah Pa, Dhita akan menjalankan usaha ini dengan sungguh-sungguh, sedang viral ni, Dhita yakin Dhita bisa jadi bagian orang-orang yang sukses di bisnis kuliner ini.”

"Aamiin YRA. Mama dukung juga Dhit. Ntar mama bantuin kamu deh. Yang penting kamu bisa kembali bangkit dari keterpurukan ini.”

"Rencananya Dhita mau sewa dulu aja ruko yang ada di perumahan kita Ma, nanti kalau rumah Dhita sudah terjual, baru Dhita memikirkan punya tempat sendiri.

"Bagus Dhit, usaha sekarang itu yang penting kreatif. Nanti deh om akan suruh koneksi-koneksi om untuk endorse.”

"Wah asyik ni, Alhamdulillah banyak yang bantu.”

"Lagian kan kamu juga affiliator, gampang lah iklanin produk itu mah"

"Iya sih, tapi akan lebih gampang terkenal kalau diendorse sama selebgram.

"Oke lah gampang itu mah."

"Asyiiiik. Makasih ya, Om."

"Siap, apa sih yang nggak untuk ponakan Om?”

"Anggi bersedia membantu, kebetulan adiknya kan selebgram juga. Moga dengan banyak selebgram yang endorse, akan ngaruh ke penjualan nantinya.”

"O iya, katanya Anggi mau datang di sidang terakhirmu Dhit? Kok mama gak lihat dia?”

"Anaknya tadi pagi masuk rumah sakit Ma, katanya thypus. Nanti sore Dhita mau jenguk, sekalian pamit.

"Mama ikut ya Dhit? Mama sekalian mau ucapin terimakasih karena dia selalu ada untuk kamu.”

"Iya Ma.”

"Bi Asih mau diajak serta Dhit?” Irwan menatap ponakannya melalu kaca spion tengah.

"Iya lah Om, Dhita masih membutuhkan tenaganya. Lagian kalau gak diajak kan kasihan gak punya penghasilan.”

"Wah sayang, tadinya kalau gak diajak mau ditampung di rumah Om. Bi Marni kan mau pensiun, dia sudah dilarang anak-anaknya untuk kerja.”

"Wah sayang sekali Om, Dhita sudah bilang ke Bi Asihnya. Dan Bi Asih senang, karena dengan Dhita kembali ke Bandung, Bi Asih jadi lebih dekat ke keluarganya.”

"Oh iya ya, kasihan juga Bi Asih LDR-an terus ma anak-anaknya. 4 tahun ya? Dia ikut pas kamu beres kuliah dan Reza mutasi ke Jakarta kan?”

"Iya Om.”

***

"Rezaaaaa, akhirnya kita bersatu. Kapan kita akan menikah Za? Secara kamu kan sudah bebas dari Si Ambardhita.”

"Secepatnya Tar.”

"Secepatnya itu kapan? Besok, minggu depan, atau bulan depan?”

"Ya gak secepat itu juga sih. Kan menikah perlu persiapan Tar. Apa kata orang ntar, baru aja cerai masa langsung menikah lagi?.”

"Tapi kita gak bisa menunggu lama Za.”

"Kenapa nggak?”

"Aku udah telat Za.”

"Apa?” Reza mendadak mengerem mobilnya.

"Iya Za, aku dah telat hampir sebulan. Aku khawatir aja kalau nikahnya dinanti-nanti, perutku ini makin membuncit.”

"Kok kamu baru cerita sekarang sih?”

"Ya, karena aku nunggu moment ini, Za.”

"Kamu udah test kehamilan?”

"Ke dokter sih belum, tapi kalau pakai testpack udah, ni garis dua.” Dhita mengeluarkan alat tes kehamilan dari tasnya.

"Aku seneng banget Tar, berarti emang aku subur. Dhita yang bermasalah dalam hal ini.”

"Bener Za, kamu emang perkasa.”

"Berarti sekarang ini kita merayakan 2 kemenangan kita ya Tar.”

"Iya.”

"Setelah makan siang, kita langsung ke rumah ibu. Aku akan bilang kalau aku harus segera menikahimu.”

"Tapi kamu jangan bilang aku sudah hamil Za, malu aku. Nikah aja belum.”

"Masih punya malu ya ternyata kamu?” Reza terkekeh.

"Ihhhh kamu kok gitu. Ini kan gara-gara kamu.” Tari mencubit pinggang Reza.

"Tapi kamu juga mau kan?”

"Tahu ah, itu gak usah dibahas. Kita sama-sama mau kok.”

"Iya Sayang, kamu tenang aja. Aku akan meyakinkan ibu agar dia lekas melamar kamu.”

"Makasih ya Sayang!” Tari menggenggam tangan Reza. Reza meliriknya dengan mesra.

Tidak lama kemudian, mobil mereka sampai di sebuah resto mewah. Sambil tetap bergandengan tangan, mereka masuk ke dalam. Mereka duduk di lantai 3 yang memiliki spot indah, dapat melihat lalu lalang mobil di bawah sana.

Setelah makan, Reza langsung memacu mobilnya ke arah barat, tujuannya adalah rumah tinggal ibunya. Dia ingin mengabarkan kepadanya kalau hari ini dia sudah terbebas dari Dhita. Ibunya memang hari ini tidak datang di persidangan terakhir, karena lagi kurang fit.

"Ibuuuuu.” Reza langsung menghampiri ibunya yang sedang nonton siaran televisi.

"Gimana lancar Za?”

"Lancar Bu, akhirnya Reza jadi duren.”

"Tante, katanya sakit ya? Apa yang dirasa?” Tari mengulurkan tangannya, lalu cipika cipiki.

"Biasa lah, mungkin kecapek-an, gegara harus ngurus perusahaan peninggalan papanya Reza. Makanya setelah nikah sama kamu nanti, Tante mau istirahat. Biarkan aja Reza yang mengelola perusahaan tersebut. Sudah cukup kayaknya dia berkelana dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain untuk belajar.”

"Oh gitu ya Tante. Memang di usia Tante harusnya sudah istirahat.”

"Betul itu. Nanti kamu bantuin ya?”

"Siap Tan.”

"Jadi kapan kalian mau meresmikan hubungan kalian ke jenjang pernikahan? Tante sudah mau menimang cucu ni Tar.”

"Justru kita ke sini mau membicarakan hal tersebut Tan.”

"O gitu? Baiklah. Tante langsung sehat ni.” Bu Lastri langsung memeluk Tari_calon menantu kesayangannya.

"Tapi keluargamu gimana Tar?”

"Sepertinya mereka setuju-setuju aja dengan keputusan apa pun Tan.”

"Baguslah kalau gitu.”

Akhirnya setelah bermusyawarah menentukan tanggal pernikahan Reza dan Tari. Diambil keputusan tanggal pernikahannya pada bulan depan. Reza memberikan alasan ada laki-laki yang akan melamar Tari. Dia merasa khawatir didahului oleh laki-laki tersebut.

"Pokoknya Bu, Reza ingin segera saja menikah sama Tari. Karena kalau tidak, khawatir didahului oleh anaknya teman Tante Indri_maminya Tari.”

"Ya kalau gitu siapkan saja semuanya. Mulai sekarang kamu dan Tari segera cari catering, gedung, MUA, dan pendukung lainnya. Semuanya ibu pasrahkan ke kalian. O ya Tar, kabari mami dan papi kamu, keluarga kita akan melamar pada minggu depan.”

"Iya siap Tante.” Tari tersenyum lebar.

1
Tutik Sekawan
Luar biasa
shesil
Bab 84 pengulangan dr bab 83. Bab 85 tau² Reza nyari RS
Barra Ayazzio: Kak, terimakasih sudah komen, jadi ketahuan deh. Sy coba posting ulang yg bab 84-nya. 😍😍🙏
total 1 replies
Maria Magdalena
Bene2 cewek sableng si tari.
Maria Magdalena
keluarga kacau nih tari jg cewek jalang yg jd pertanyaan anak siapa nih yg ada dirahim tari?
Rosita Tumbelaka
Bagus yang penting pegang peranan hrs happy end...
Punkpunk 234
Reza atau Rezky thoorr..?!? hmm.. typo ya..!?!
Barra Ayazzio: Maaf, betul typo. Di novel lain nama tokohnya Rezky, masih ke bawa ke novel ini. Skr sdh diperbaiki. Terimakasih koreksinya. 🙏😍
total 1 replies
Punkpunk 234
iyyaa Buk.. aku yg baca aja bukan cm gemes.. sebbelll mah bangeett..😡🤭
Endang Sulistia
keren
Punkpunk 234
mampir thoorr..🙏
Patricia Paulus
Adakah karma hanya wujud dalam novel? Aku dikecewa, dibohongi dan dikhianati, malah sang pelaku mungkin makin bahagian.
Patricia Paulus: #bahagia
total 1 replies
Sari Nilam
nah kan....jadinya senua sia sia
Sari Nilam
gercepin mas semangat
Sari Nilam
🤣🤣🤣🤣 ketawain aja deh ...
Sari Nilam
biarin aja mmg reza lg dibutain matanya ntar juga nyesel.
Sari Nilam
satu kata buat Rosa...ngarep . com..🤣🤣🤣
Sari Nilam
hancur sudah ksmu reza...kebodohanmu karena mencintai wanita licik dan ambisius
Sari Nilam
🤣🤣🤣
Sari Nilam
bohong gak ada yang sempurna...sekali bohonh , pasti bohong lagi seperti candu
Arieee
bagus menguras emosi👍👍👍👍👍👍👍👍
Lee Mba Young
Syukur in Reza. laki bejat ternyata Dr awal. karma tak semanis kurma kn Reza 🤣.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!