NovelToon NovelToon
OM KEN YANG PERKASA

OM KEN YANG PERKASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:188.6k
Nilai: 5
Nama Author: YuKa Fortuna

Kenneth memutuskan untuk mengasuh Keyra ketika gadis kecil itu ditinggal wafat ayahnya.
Seiring waktu, Keyra pun tumbuh dewasa, kebersamaannya dengan Kenneth ternyata memiliki arti yang special bagi Keyra dewasa.
Kenneth sang duda mapan itupun menyayangi Keyra dengan sepenuh hatinya.
Yuk simak perjalanan romantis mereka🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuKa Fortuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6. Ingin Jadi Special

6.

Waktu berjalan cepat.

Keyra kini sudah menuju 16 tahun.

Gadis remaja yang mulai mengenal cermin… dan ingin diperhatikan oleh satu pria saja.

Pagi itu, Kenneth menuruni tangga sambil menggulung lengan kemejanya. Ia menghentikan langkah ketika melihat Keyra yang juga baru keluar dari kamar dari sisi lain rumah besar itu.

Rambut gadis itu diikat setengah, membingkai wajahnya yang semakin dewasa. Ia memakai kaus tanpa lengan dan celana pendek denim. Kulit bahunya terlihat, begitu juga sebagian pahanya.

Ken otomatis memalingkan wajah lalu mendengus pelan. “Sweetheart… apa kamu nggak kedinginan memakai pakaian itu pagi-pagi begini?”

Keyra tersenyum kecil. Itu respon yang ia tunggu.

“Nggak dong, Om. Aku baik-baik aja kok. Lagian…” ia lalu berputar manja, “keren kan?”

Kenneth menatapnya lagi, hanya sekejap, lalu menghela napas.

“Kamu… sudah besar sekarang. Sebaiknya kamu aga cara berpakaianmu, ya?”

Nada suaranya lembut, tapi berisi peringatan keras.

Keyra mendekat, memajukan bibir sedikit. “Ken nggak suka aku pakai begini? Aku nggak cantik ya?”

Bukan menggoda… tapi Keyra sendiri tidak sadar bahwa itu tampak menggoda.

Kenneth menepuk pelan puncak kepalanya.

"Astaga, sweetheart! Sejak kapan kamu panggil om begitu?" Ken protes. Mata kebiruannya nampak agak melotot karena kaget bukan main.

Keyra nyengir kuda tanpa merasa bersalah.

"Biar lebih akrab aja. Apa salahnya?"

Ken geleng-geleng kepala, untuk sejenak ia kehabisan kata-kata.

"Ken! Ayo kasih penilaian dong..." rengek Keyra, kali in sambil menyentuhkan lengannya ke sisi tubuh Ken.

Pria itu mengurut keningnya.

“Om suka kamu percaya diri. Tapi kamu tidak perlu… membuka banyak kulit hanya untuk terlihat cantik.”

Keyra menggembungkan pipi, kecewa karena Ken tetap terlalu polos melihatnya.

Ia berjalan dan meraih buah anggur sambil bergumam lirih,

“Aku cuma ingin kelihatan cantik… untuk Ken…”

Ken nyaris tak menangkap gumaman itu. Namun ia memperhatikan cara Keyra duduk, cara ia mengibaskan rambutnya, bahkan lipstik dan eyeliner tipis yang mulai ia pakai tiap pagi.

Ia menyadari… Keyra sedang berubah.

Bukan lagi anak kecil yang dulu selalu menangis saat merasa lelah atau kesal.

Sore hari, mereka belanja bahan makanan.

Di minimarket, seorang pegawai remaja laki-laki memperhatikan Keyra dari ujung kepala sampai ujung kaki. Senyumnya jelas mengagumi.

Tentu saja iya. Lelaki mana yang tidak akan terpikat oleh kecantikan Keyra. Tubuh mungil itu nampak sangat menawan dengan kulitnya yang putih dan mulus. Bentuk dada dan pantat yang bulat berisi membuatnya terlihat menantang. Juga rambutnya yang hitam berkilau tergerai menambah keindahan. Setiap kali ia bergerak, aroma harum semerbak memanjakan indera penciuman. Kala ia berbicara apalagi tersenyum, porsi bibirnya nampak begitu menggiurkan meski tanpa dibuat-buat.

“Wah, dek… mau abang bantu cari apa?” ucap pemuda itu sambil mendekat.

Keyra biasa saja. Namun Ken langsung berdiri di sampingnya, tubuhnya kaku, rahangnya mengeras.

“Dia bersama aku, biarkan aku yang membantunya.” ujar Kenneth tegas dalam bahasa Indonesia yang jelas sekali penuh aksen.

Pegawai itu langsung mundur sambil mengangguk kikuk.

Keyra menatap Ken, terkesan. Bibirnya terangkat bangga.

Saat mereka keluar, Keyra menatap Ken sambil menyenggol lengannya.

“Ehem, Ken cemburu ya?”

Kenneth terbatuk pelan, menghindari tatapan Keyra. “Om hanya tidak ingin ada laki-laki iseng yang mengganggumu.”

Keyra mendekat, matanya berkilat nakal yang belum pernah tampak sebelumnya.

“Sebenarnya… siapa yang mengganggu siapa, Ken? Dia cuma nanya kok. Tapi Ken langsung bereaksi seolah dia mau rebut aku.”

Wajahnya miring sedikit, memberi tantangan.

Kenneth terdiam.

Takut salah melangkah.

Karena kini, tatapan Keyra tidak lagi polos.

"Tolong panggil Om seperti biasanya, ya. Om tahu kamu anak yang sopan dan penurut sebelumnya."

***

Malamnya, Keyra berdiri di depan cermin.

Ia menyentuh bibir, pipi, dan lehernya sendiri. Wajahnya memerah membayangkan ulang ekspresi Ken tadi.

“Aku ingin Ken melihatku… bukan sebagai anak kecil lagi.”

Ia memegang pakaian yang lebih terbuka, tank top hitam dan celana pendek.

Ia tersenyum puas melihat refleksinya.

Sementara itu, di kamar sebelah, Kenneth berbaring menatap langit-langit.

Ia memejamkan mata, tapi wajah Keyra sore tadi, cara ia menatapnya, tidak mau menghilang.

Ia mengusap wajahnya sendiri dengan kasar.

"Dia masih anak kecil… Dialah tanggung jawabku…tapi kenapa sikap Keyra begitu. Apakah aku telah salah dalam mendidiknya selama ini? Tapi… kenapa aku… merasa khawatir jika orang lain menatapnya?"

Kenneth menghela napas panjang.

Untuk pertama kalinya…

ia takut kehilangan Keyra.

Bukan sebagai wali.

Tapi sebagai satu-satunya gadis yang tanpa ia sadari…

telah mengisi ruang paling penting di hatinya.

***

Musim hujan mulai datang.

Malam terasa lebih panjang… dan dingin.

Kenneth sedang berada di ruang tamu, sibuk memeriksa laporan pekerjaan anak buahnya di laptop. Lampu hanya satu yang menyala, membuat ruangan terlihat temaram. Suara hujan memukul jendela seperti musik lembut yang menenangkan.

Lalu Keyra muncul.

Dengan tank top hitam tipis yang memperlihatkan garis bahu dan lengan mulusnya, serta celana pendek yang bahkan lebih pendek dari sebelumnya. Rambutnya masih basah setelah mandi, menetes perlahan di sepanjang lehernya.

Ia menghampiri Ken tanpa sepatah kata.

“Sweetheart, sudah malam. Apa kamu butuh sesuatu?” tanya Ken sambil tetap fokus ke layar.

Keyra duduk terlalu dekat. Bahunya menyentuh bahu Ken.

“Aku bosen… Ken sibuk terus.”

Ken akhirnya menoleh. Begitu melihat penampilan Keyra, ia langsung membuang tatapannya.

“Kau harus mengenakan jaket. Kau bisa masuk angin berpakaian seperti itu.”

Keyra tersenyum kecil.

“Ken peduli banget ya sama aku~?”

Kenneth mendesah, mencoba tetap tenang. “Tentu saja aku peduli.”

Keyra memiringkan wajah, menatap Ken dari jarak yang sangat dekat.

“Aku ingin Ken lihat aku…”

Ia menjulurkan tangan, pura-pura membersihkan sesuatu di pipi Ken.

Sentuhan lembut itu mengunci napas Kenneth.

“…lihat aku bukan sebagai anak kecil lagi dong,” bisiknya hampir tak terdengar, suaranya halus dan bikin merinding rindu.

Ken langsung berdiri, mendorong kursi kebelakang sedikit.

“Keyra…” suaranya terdengar berat, menahan banyak hal.

Gadis itu bangkit dan menghadang tepat di depan dada Kenneth.

“Ken selalu menjagaku…”

Langkahnya pelan, mendekat, menantang.

“Tapi Ken nggak pernah melihatku…”

Wajah mereka begitu dekat hingga Ken bisa merasakan napas hangat Keyra.

Untuk sesaat… ia tidak bergerak.

Mata mereka bertemu, tajam, menuntut, penuh perasaan yang belum boleh diucapkan.

Ken menelan ludah. Ia menunduk sedikit, menatap Keyra dari atas.

“Keyra… Om tidak ingin kamu salah paham.”

“Apa yang salah dengan sikapku? Aku ingin menjadi orang special bagi Ken. Sejak kecil Ken menemaniku. Lalu apa salahnya kalau aku menemani Ken. Berdua aja.” potong Keyra cepat, suara gemetar namun yakin.

Kenneth terpaku.

Angin seperti berhenti. Hujan pun mendadak tak bersuara.

Itu pertama kalinya kata bernuansa cinta keluar dari bibir Keyra… dengan cara berbeda.

Ken menghela napas panjang, lalu dengan hati-hati meraih bahu Keyra untuk memberi jarak.

“Kamu masih muda. Perasaanmu mungkin hanya… kekaguman sesaat.”

Keyra menatapnya, kecewa bercampur sedih… lalu ia mengambil langkah mundur.

“Aku bukan anak kecil lagi.”

Nada suaranya tegas, tapi matanya memerah.

“Aku tahu apa yang aku rasain.”

Ia berbalik dan melangkah cepat ke arah kamar. Langkah yang terdengar seperti tamparan emosional bagi Ken.

Ken berdiri sendiri di ruang tamu, tangan terkepal.

Ia tahu ia harus menjaga jarak.

Tapi suara hati kecilnya berbisik...

"Ken... Kau takut… karena kau juga merasakan sesuatu. Akui saja."

Ken menutup mata, menekan jantungnya yang berdebar begitu keras.

“Ya Tuhan… apa yang sedang terjadi dengan kita…”

.

YuKa/ 251125

1
Anti Noor
Waaahhh!! Gaya teraniaya 🤭
mbak mell
aduhh ken sayang, bakal terjadi sesuatu yang gong nanti nya dong xixixix
mbak mell
plisss key, kamu yang ngomong gitu aku yang malu😭😭
D.Nafis Union
Rafael sm Rayya sama² gak jelas kmn arahnya.
Ken emang paling pinter mancing Keisya. Makasih neng, lupa blm komen 😄
Lilik Juhariah
miris jadi Rayya
Lilik Juhariah
kasihan Rayya sampe merendahkan diri gitu , padahal pikiran Rafael gak ke dia, jangan sampe kamu menyesal Raffa saat Rayya udah lelah
Kedan Bawel 🍒
🤣🤣🤣🤣.. Kucing di pancing pake ikan, mana mungkin di tolak iya kan Rafael..? 🤣🤣
Rafael gak minta, tp dia menyerahkan diri kok.. Embat lahh.. 🤣🤣🤣
Kedan Bawel 🍒: Ken mencoba fantasi yg berbeda.
Dengan mengikat Keyra sebagai objek fantasi nya..
Ken, jgn terlalu banyak gaya..
Tohh, rudal nya menancap ke titik target yg sama.. 🤣🤣
total 1 replies
BunNa1
yesss kedua😘😘😘
BunNa1
om Ken nih ada aja gebrakannya🤭🤭🤭
BunNa1
kasihan sm Rayya sih. dia kayaknya tulus sm Rafael, tp di hati Rafael tetep Keyra. kamu akan nyesel Raf klo Rayya udah capek n ninggalin kamu
Arum Widya
selamat pagi dan salam sehat , damai sejahtera...
akhirnya bisa komen disini lagi... 🤗🤗
Arum Widya
first comment... 🤗..
tumben...
Arum Widya: yeayyy.. 👏👏
total 2 replies
Arum Widya
raf.. coba dech. ngajak ngomong raya baik"... ngomong dari hati ke hati. toh sekarang keyra udah happy ama om ken. jadi mending you move on. kalau bukan dengan Rayya. bisa dengan wanita lain. ☺
Arum Widya
Rayya masih ngebet bae... udah tau rafaelnya enggak mau. tp Rafael juga sih.. udah gak mau tetep aja ngacung... 🙄🙄
Arum Widya
🫣🫣🫣....
apa yang terjadi.... kenapa harus di ikat. kan kasihan...? 🤔🤔🤔..
YuKa Fortuna
makasih kk🥰
Lilik Juhariah
'bukan karena kamu meminta , tapi karena aku memilih " , kalimat ini luar biasa , bagaimna menghargai perasaan pasangannya ,
YuKa Fortuna: makasih kk🥰
total 1 replies
ollyooliver
lanjuttt
YuKa Fortuna: ok kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
tembak didalam ya🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
untuk Key nggak pingsan 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!