Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke
Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta
Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua
Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama
Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?
Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?
Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..
baru belajar maaf kalo masih banyak typo..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kawan Menjadi Sahabat
Tanpa di sadari oleh Cindy dan Mita, ternyata di meja lain terdapat sepasang mata yang terus mencuri pandang, orang itu memperhatikan Cindy sedari tadi, orang itu sedang memperhatikan gadis polos yang pergi mall terbesar di kota itu, dan makan di sini salah satu rumah makan ternama tanpa polesan make-up sedikit pun
Orang itu tanpa sadar terus saja mencuri pandang ke arah Cindy dan memperhatikan gadis cantik itu
" Masa iya hari gini masih ada gadis kayak gitu ? paling juga itu pura-pura polos kali ya "
Tanpa dirinya sendiri menyadari pria itu tersenyum dan sedikit tertarik melihat Cindy, gadis polos yang tanpa polesan make-up sama sekali tetapi benar-benar terlihat sangat cantik
Lalu pria itu kembali melanjutkan makan siangnya sambil sesekali tetap mencuri pandang ke arah Cindy, pria itu sedang makan siang dengan beberapa rekan bisnisnya, dan mereka baru saja selesai melakukan meeting
Tak selang berapa lama seorang pelayan kembali kesitu mengantarkan makanan pesanan Cindy dan Mita, mereka berdua pun memulai makan siang mereka, rasa tak enak hati Cindy terus menggelayut dan akhirnya pun dia memberanikan diri untuk bicara
" Kayaknya makan disini mahal ya mbak ? "
" Ya lumayan lah tapi kan rasa ga kan bisa nipu " jawab Mita dengan entengnya
" Enak amat ni orang ngomong ya, apa ga sayang sama duitnya kalo cuma buat makan aja ngisi perut yang lapar harus buang-buang uang banyak "
" Gimana enakkan rasanya ? "
" Ya mbak " Cindy hanya bisa tersenyum terpaksa
Setelah selesai makan mereka berdua pun berbincang dan bercanda ringan, tanpa mereka sadari mereka berdua menjadi semakin dekat seperti seseorang yang sudah kenal cukup lama. Karena memang kepribadian Cindy yang ceria membuat orang lain akan nyaman berada di sampingnya
Setelah cukup lama mereka berdua berada di situ, Mita memanggil pelayan untuk meminta nota pembayaran makanan mereka
" Ini mbak notanya " pelayan itu berbicara dengan sopan sambil memberikan sebuah nampan kecil, yang di atasnya sudah berada sebuah nota pembayaran
Mita pun memberikan salah satu kartu kreditnya kepada pelayan itu, ya itu adalah kartu kredit yang di berikan oleh om Bima, semua biaya hidup Mita sudah di tanggung oleh om Bima, belum lagi tamu-tamu Mita yang lainnya, itu yang menyebabkan Mita tidak pernah sayang untuk menghamburkan uang
" Mohon tunggu sebentar ya mbak "
Pelayan itu pun tersenyum dengan ramah dan pergi meninggalkan meja Cindy dan Mita menuju ke arah kasir, tak selang berapa lama pelayan itu kembali lagi
" Maaf mbak ini nota dan kartunya " pelayan itu menyodorkan nampan kecil yang di atasnya sudah berisi nota yang sudah bertanda lunas dan kartu kredit Mita tadi
Mita pun mengambil kembali kartunya, lalu mengeluarkan selembar uang biru dari dalam dompetnya dan di berikan kepada pelayan tadi
" Makasih mbak " pelayan itu tersenyum ramah lalu pergi meninggalkan meja Mita dan Cindy
Ada perasaan yang sedikit menggelitik di dalam hati Cindy, dia sedikit penasaran dengan harga makanan yang sudah mereka santap
" Berapa total bill nya mbak ? "
Cindy sedikit penasaran dan merasa kurang enak hati, karena dia yakin pasti makan di situ akan menggocek kantong yang lumayan bila mengukur dari keuangannya
" Kenapa ? mau bagi dua " Mita tersenyum menggoda
" Waduh tadi katanya di traktir sekarang jadi bagi dua, kalo mau bagi dua mah mending kita makan di nasi Padang aja mbak, aku yang traktir deh juga ga apa, hehe.. " Cindy hanya bisa cengengesan menahan malu
" Haha.. Lo lucu banget ya orangnya " Mita tertawa dengan lepas
" Ya aku penasaran aja mbak, kira-kira kalo nanti aku gajian aku bisa ga ya traktir mbak balik di sini, gitu loh maksud aku mbak "
Mita sebenarnya tidak ingin memperlihatkan nota pembayaran itu ke Cindy, dia tidak ingin Cindy merasa tidak enak hati atau terbebani
" Katanya sekarang kita teman, kalo mbak udah traktir aku ya minimal aku harus traktir mbak juga sesekali baru namanya adil, makanya aku mau lihat total pembayarannya tadi mbak "
" Ya udah sebentar dari pada lo penasaran "
Mita pun mencari nota pembayaran tadi yang sudah dia selipkan di dalam tasnya, lalu memberikan nota pembayaran itu ke Cindy, Mita hanya bisa tersenyum melihat ekspresi kawan barunya itu, Cindy membulatkan kedua bola matanya karena terkejut
" Aih.. Apa-apa ini makan segitu doang totalnya segini, kalo belanja sendiri ke pasar terus masak sendiri dengan uang segini, udah cukup ini buat makan satu kampung "
" Aduh maaf deh mbak aku batalin niat aku buat traktir mbak balik disini, ini si lebih mahal dari harga sewa kost aku satu bulan " Cindy mengucapkan kata-kata itu dengan polosnya, Mita pun tertawa mendengar ucapan Cindy
" Kan memang gw yang mau traktir lo makan, kenapa jadi lo punya pikiran buat traktir balik gw di tempat ini ? " Mita mulai menatap serius ke arah Cindy
" Ya kita kan teman, jadi ga boleh cuma mbak yang traktir aku, hehe.. Aku juga bakal traktir mbak tapi " Cindy menggantung omongannya
" Tapi apa ? " Mita mengerutkan keningnya
" Ya tapi itu juga kalo mbak mau si, aku bisa traktir mbak makan sate atau nasi Padang di depan tempat kerjaan kita, hehe.. " Cindy cengengesan antara malu dan tidak enak hati
" Hmm.. Boleh juga tapi ada syaratnya "
" Syarat apa mbak ? " Cindy pun mengerutkan keningnya
" Masa mau traktir makan orang aja pake ada syaratnya segala, waduh jangan-jangan dia mau minta yang aneh-aneh lagi "
" Mulai sekarang kita jadi sahabat ya " Mita pun tersenyum dengan tulus
" Aih.... Aku kira mbak mau minta syarat apa ke aku " Mita pun mengerutkan keningnya
" Aku kirain mbak mau minta beliin pesawat terbang sama aku, bisa-bisa jantung aku langsung berenti mendadak deh kalo mbak minta itu, hehe.. "
" Karena sekarang kita sudah jadi sahabat lo jangan terlalu sopan lagi dong sama gw "
" Maksudnya gimana ya mbak ? "
" Ya cara lo panggil gw itu loh, kan bisa pake panggilan lo gw gitu atau panggil nama aja, yah minimal kamu aku lah kalo lo risih, yang penting lo jangan panggil gw mbak lagi, kayak tukang jamu aja gw di panggil mbak, gimana setuju ga ? "
" Siap sahabat baru aku yang suka galak " lalu Cindy tersenyum dengan sangat manis
Mita yang mendengar jawaban dari Cindy yang sedang meledeknya, bukan marah malah tersenyum akhirnya dia bisa mempunyai seorang sahabat
Tanpa mereka berdua sadari pria yang memperhatikan Cindy sedari tadi sudah hendak keluar dari tempat itu, dan sempat melirik kearah Cindy yang saat itu sedang tersenyum dengan sangat manis
" Udah yuk cabut, karena lo sekarang udah jadi sahabat gw jd gw mau kasih lo hadiah "
Mereka berdua pun akhirnya keluar dari rumah makan makan itu, sambil terus bercanda ria seperti sahabat yang sudah lama kenal
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maaf masih banyak typo masih belajar
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa