Charol Voldemir adalah seorang permaisuri yang kejam di Kekaisaran Behati. Diakhir hidupnya, ia dihukum oleh suaminya sendiri, yaitu Kaisar Rudine Voldemir lantaran menyiksa selir kesayangan raja. Merasa tidak adil, Charol bertobat di depan tiang gantungan. Ia mendapat kesempatan mengulang hidup, tetapi ini bukan yang diimpikan. Kejadian masa lalu tidak seperti gambarannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Lagi Suka Perhiasan
Charol menuliskan perintah kepada kepala sekolah akademi kekaisaran. Ia juga membubuhkan stempel dari istana permaisuri. Kertas kecokelatan itu digulung, lalu di masukkan ke dalam sarung berkilat emas.
"Berikan ini kepada adikmu. Ketika tiba di akademi, suruh dia memberikannya langsung kepada kepala sekolah. Dengan surat ini, adikmu akan aman," ucap Charol.
Ariel Deroza mengangkat tangan ke atas. Ia menyambut gulungan surat tersebut. "Saya akan menyampaikannya dengan baik."
Charol melambaikan tangan pada Asha, lalu dayang itu menyerahkan sekantong uang emas kepada Ariel, yang membuat pria itu kaget bukan main.
"Yang Mulia, ini terlalu berlebihan," ucap Ariel Deroza. Ia tidak bisa menerima kebaikan sebanyak ini.
"Ini untuk keperluan adikmu selama di asrama akademi. Ambillah, Deroza. Kalian pantas mendapatkannya." Charol mengatakannya dengan senyum tulus.
Sungguh Ariel Deroza tidak mengerti akan sikap permaisuri. Apakah selama ini berita tentang Charol hanya rumor saja? Buktinya beliau sangatlah baik.
"Terima kasih, Yang Mulia."
"Datanglah besok lusa. Antar adikmu dulu ke akademi."
Ariel Deroza berterima kasih kepada Permaisuri Charol Voldemir. Ia yakin jika orang-orang yang mengatakan permaisuri itu wanita jahat, hanya bualan semata.
"Yang Mulia Permaisuri, penjahit sudah tiba." Vitasa memberitahu setelah kepergian Ariel Deroza.
"Keluarkan semua baju itu." Charol memerintahkan agar perhiasan di gaunnya, semua dilepas. Semua permata tersebut dikumpulkan menjadi satu.
"Yang Mulia, saya sudah menyuruh penjahit untuk bungkam. Semua permata telah dikumpulkan. Lalu, pemilik toko perhiasan sudah ada di sini," ucap Asha.
"Bawa dia kemari." Ini hari yang lelah. Uang bulanan istana permaisuri sudah dipangkas menjadi setengah. Charol harus memutar otak untuk mengatasi keuangan istananya sendiri. Ia tidak akan meminta bantuan kepada orang tuanya. Kehidupan kali ini harus ia jalani dengan mandiri.
Seorang pria paruh baya memakai kacamata, datang menghadap Charol. Lelaki ini duduk setelah dipersilakan. Vitasa menghidangkannya segelas teh dan cemilan.
"Asha, bawa semua perhiasannya," perintah Charol.
"Baik, Yang Mulia." Asha meminta bantuan Vitasa untuk membawakan perhiasan yang banyak itu.
"Apa kabar, Yang Mulia?" Pria ini menaikkan kacamata. Ia gugup, juga takut, meski keduanya saling mengenal karena Charol sering membeli perhiasan darinya.
"Aku baik, Tuan Rob. Aku mengundangmu ke sini untuk meminta bantuanmu."
Asha datang bersama Vitasa. Mereka menata kotak-kotak perhiasan mahal di depan penjual perhiasan.
"Aku ingin menjual semua perhiasan ini," ucap Charol.
"Yang Mulia, bukankah ini perhiasan langka dan mahal?! Ini semua ...." Lelaki ini memandang Charol.
"Aku tidak membutuhkannya. Perhiasan ini adalah bawaan dari kediaman pribadi sebelum aku menikah dengan kaisar. Aku ingin menjualnya."
"Saya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk menjual semua perhiasan ini."
"Tidak masalah, aku akan menunggunya. Ingat ini, Rob. Kau harus merahasiakan tentang penjualan perhiasanku."
"Nyawa hamba taruhannya, Yang Mulia. Saya akan kirim pesan dan mengirim uang secara bertahap."
Charol tersenyum. "Aku percaya padamu. Asha, ambilkan aku ramuan yang telah kusiapkan di dalam lemari penyimpanan."
Asha bergegas ke lemari penyimpanan, mengambil botol kecil yang telah Charol persiapkan sebelumnya.
"Yang Mulia," ucap Asha sambil menyerahkan botol obat itu.
Charol mengambilnya, lalu mendorong obat itu kepada Rob. Di kehidupan lalu, Rob menderita sakit kepala yang tidak bisa disembuhkan, meski sudah berobat ke dokter atau tabib. Penyakit sakit kepala itu karena terkena liur monster pemimpi saat Rob mengambil permata di wilayah utara.
Sakit kepala itu hanya bisa disembuhkan oleh penyihir kelas atas, dan memanggil penyihir di menara kekaisaran sangatlah sulit, meski punya banyak uang. Rata-rata mereka punya sifat sombong. Charol adalah Striker, dia pemburu sekaligus penyihir kelas atas. Di kehidupan lalu, ia juga mengobati Rob. Saat hukuman penggal itu terjadi, Rob adalah pria yang menangis untuknya.
"Aku meminta ramuan ini kepada penyihir menara. Sakitmu akan mereda," ucap Charol. Ia masih menyembunyikan kemampuannya.
"Yang Mulia!" Rob langsung bersujud. "Semoga kebahagian menyertai Anda."