TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI (Pernikahan dadakan season 2).
Menceritakan tentang kisah asmara dan lika liku kehidupan ketiga anak dari pasangan Farhana Indrayani dan David Prasetyo.
Karena penolakan yang dilakukan oleh ayah dari gadis pujaannya, Akbar yang notabenenya adalah seorang tuan muda rela menjadi santri salah satu pesantren di sebuah kampung. Untungnya ada tuan muda lain yang juga ikut nyantri karena syarat dari calon mertuanya.
Nirmala, anak bungsu dari pasangan Hana dan David bertemu dengan seorang anak pemuda karena membantunya melawan dari pengeroyokan yang tak seimbang. Ternyata pemuda tersebut adalah anak kyai yang menjadi tempat pesantrennya melakukan observasi tugas dari kampusnya.
Siapakah jodoh dari ketiga putra putri Prasetyo ini? Temukan jawabannya di novel ini.
Keseruan kisah mereka bertiga akan ada disini. Foto atau gambar diambil dari google. Hak cipta tetap pada pemilik foto, bukan pada author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MOTO GP - 1
TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI – 4
Hari demi telah terlewati. Semua orang kembali bertemu dengan akhir pekan. Hari yang dinantikan banyak orang. Entah untuk liburan, bersantai, atau bahkan untuk mencari penghasilan tambahan.
Sementara itu di kediaman David, mereka semua sedang melakukan kegiatan rutin yaitu kerja bakti. Hal ini pula yang ditiru oleh orang-orang sekitar. Cara mendidik David dan Hana memang berbeda dari kebanyakan orang kaya lainnya. Jika mereka lebih memanjakan anak dan mengajarkan akan kemewahan, maka David dan Hana sebaliknya. Akbar dan si kembar, bahkan Andi adiknya dididik mereka dengan tegas. Mulai dengan menghargai uang, menghargai sesama, dan menghargai setiap profesi. Walaupun terkadang mereka bersenang-senang menghabiskan uang, namun tidak serta hal itu terjadi. Mereka akan liburan jika ada hal yang memang patut dirayakan. Mereka juga mengajarkan tentang kebersamaan serta kesederhanaan, sehingga tidak heran jika Akbar dan kembar tumbuh menjadi manusia yang memiliki jiwa rendah diri. Tidak suka pamer kekayaan dan kekuasaan.
Hari ini, Akbar bertugas di halaman belakang dibantu oleh Fatih, anak Andi dan Monik. David dan Andi mendapat tugas mengepel semua ruangan tanpa terkecuali. Mereka dibantu oleh si kembar Mala dan Mila. Sedangkan Hana dan Monik mendapat jatah di halaman depan beserta menyiapkan makan untuk semuanya. Begitulah tugas akhir pekan yang mereka lalui di pagi hari. Kerja bakti mereka lakukan dua minggu sekali, sehingga, mereka yang ingin hang out dengan teman, harus menunggu pekan depan atau keluar siang hari.
“Kamu hari ini mau kemana Dek?” tanya Mala pada kakak kembarnya.
“Ke cafe lagi. Tapi nanti mau balik cepet. Mau nonton Moto GP” jawab Mila masih dengan alat pel di tanganya.
“Moto GP yang kemarin seru tahu. Kamu sih gak nonton. Ada apa? Tumben mau terlewat begitu aja”
“Aku galau. Patah hati tahu. Aku diputusin Arman gara-gara dia lihat aku jadi pelayan cafe” cerita Mila. Memang Mila belum cerita tentang kejadian minggu lalu pada saudara kembarnya.
“Berarti cintanya gak tulus itu. Buktinya dia ninggalin kamu”
“Iya. Tapi sekarang aku jadi risih, dia ngajak balikan terus”
“Nyesel dah tu. Salah sendiri mutusin kamu”
“Ya iyalah dia minta balikan, dia tahu aku anak pemilik cafe” kesal Mila dengan memonyongkan bibirnya.
“Berarti dia tahu dong kalau kamu anak ayah sama bunda?” tanya Mala dengan keterkejutannya.
“Ya gak lah. Bisa tambah gila dia kalau tahu aku anaknya David Prasetyo”
“Lha terus?” tanya Mala penasaran.
“Mereka tahunya kalau cafe itu milik om Denis dan tante Linda. Perkara nama Setia, dia tak menyadarinya. Sepertinya sih”
“Bagus itu, dari pada dia menggila. Haish, itulah yang kau khawatirkan kalau identitas kita terbongkar”
“Makanya ayah dan bunda selalu melarang kita memposting foto keluarga. Bunda takut kalau kita dimanfaatkan oleh orang-orang yang membenci ayah”
“Iya, kamu benar. Bahkan kita tidak pernah ikut pesta dengan kolega ayah”
“Benar. Bunda aja malas. Kamu tahu, ayah harus merayu bunda dulu agar mau menghadiri pesta kolega ayah setiap dapat undangan” Mila tersenyum mengingat ayahnya saat merayu bundanya.
“Bunda paling benci dengan mereka yang menjilat. Baik di depan tapi syirik di belakang”
“Maka dari itu, bunda sama ayah selalu mewanti-wanti kita untuk berdiri tegak dengan kaki sendiri”
“Betul. Dua jempol buat kamu” Mala mengacungkan dua jempolnya.
Setengah jam kemudian, semuanya selesai mengerjakan tugasnya.
*****
Di cafe
“Om. Kok tidak sepeerti biasa? Agak sepi untuk weekend” kata Mila setelah mengantarkan pesanan. Kebetulan Denis sedang turun untuk mengecek kinerja karyawannya.
“Iya Mil. Mungkin pada liburan ke tempat lain. Tapi biasanya kalau sore ramainya, kalau siang agak sepi. Kalau gak malem” jawab Denis sambil keliling.
“Yah, Om. Aku gak bisa bantu kalau sore dan malem” sesal Mila dengan raut sedih.
“Tumben. Sudah ada agenda?” tanya Denis. Biasanya Mila bisa sampai malam. Tapi kalau dipikir-pikir, beberapa minggu terakhir, Mila memang jarang sampai malam. Hanya weekend kemarin saja mau sampai tutup.
“Itu lho Om, mau nonton Moto GP. Aku udah kangen sama prince Alex Rins” jawab Mila dengan cengengesan.
“Elah, Alex Rins rupanya. Jagoku gak tampil, jadi malas nonton”
“Yang jatuh di pertandingan pertama itu?”
“Iya. Musim ini gak ada Marc Marques, jadi gak seru”
“Eh, siapa bilang gak seru. Seru kali Om. Dari awal sampai kemarin, yang podium itu random lho. Maksudnya itu, ganti-ganti terus. Cuma Quartararo yang sudah dua kali podium satu, lainnya baru satu kali” terang Mila dengan antusias.
“Baiklah. Kita taruhan. Karena jagoanku gak ada, aku pegang Dovi aja deh”
“Aku tetap Rins. Dari moto 2, prince Rins selalu di hati”
“Oke. Dari kedua jagoan kita, yang finish lebih dulu yang menang” tantang Denis.
“Ok. Apa hadiahnya?” tantang Mila balik.
“Yang kalah jadi pelayan di cafe selama satu minggu. Gimana?” tanya Denis semangat.
“Ok. Tapi harus pakai seragam ya?”
“Ok”
“Baiklah. Nanti datang ke rumah bunda, aku tunggu”
“Sip. Cafe boleh tutup lebih awal gak?” tanya Denis niat bercanda.
“Tanya bunda dong”
“Sip”
*****
Setelah mendapat ijin dari Hana untuk menutup cafe lebih awal, di sinilah Denis dan Linda berada. Bahkan tidak hanya Denis, Angga, Erlan dan lainnya pun juga berkumpul di rumah David. Karena banyak yang hadir hanya untuk menonton Moto GP, maka Andi mengeluarkan proyektor untuk nobar. Entahlah, keluarga ini sangat hobi dengan Moto GP. Baik laki-laki ataupun perempuan. Bahkan Hana dan Monik.
“Wah, sudah mulai race itu” celoteh Rio.
“Morbedelli pole potition. Aku pegang Quartararo. Aku yakin, pasti menang, second potition” ucap Erlan.
“Aku juga pegang dia. Kita satu tim kali ini” Andi mendukung Erlan.
“Aku idem” jawab Rafa.
“Aku pegang Joan Mir. Meskipun start belakang, aku yakin, kalian semua akan ku kibas” kata Mala yang sejak musim ini menjagokan Joan Mir.
“Yah, ku kira kamu bakal satu tim sama aku pegang prince Alex Rins” sedih Mila.
“Oh No. Mala sekutunya tante kali ini” kata Monik ikut bergabung dengan Mala.
“Tenang kak. Aku mendukungmu” kata Fatih yang memang mengidolakan Alex Rins.
“Kamu terbaik”
“Ayah sama Bunda pegang siapa?” tanya Akbar.
“Kalau kakak?” tanya David sebelum menjawab.
“Aku ....” Akbar berfikir.
“Sebenarnya aku belum punya kandidat sih di Moto GP musim ini. Tapi aku mau mendukung Adek sama Dedek aja”
“Mana bisa begitu? Mereka kan beda pilihannya?” tanya Rio tak terima.
“Kalau begitu, aku pilih timnya saja. Aku pegang Suzuki. Kan dua-duanya dari Suzuki”
“Bunda pilih Rosi. Selalu VR46 forever” kata Hana dan didukung oleh David.
“Oke. Tuh, sudah mulai. Mobilnya sudah jalan. Om Denis, ingat perjanjian kita” kata Mila mengingatkan Denis.
“Tenang saja. Nih, aku punya pasukan” kata Denis menunjuk tiga orang yang sama-sama mendukung Dovisioso.
“Memangnya kalian taruhan apa?” tanya Rafa penasaran.
“Yang kalah jadi pelayan dengan memakai seragam selama seminggu” jawab Mila enteng.
“Oke. Berlaku untuk semuanya. Yang jagoannya tidak podium, jadi pelayan cafe selama seminggu” ucap Denis mendapat penolakan dari semuanya.
“Udah-udah, iyain aja. Itu sudah mulai race. Jangan berisik” kata Hana.
Kalau ibu negara sudah memutuskan, maka yang lain akan menerima.
*****
NEXT
*****
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN RATING BINTANG LIMANYA YAH? TERIMAKASIH!
MAMPIR JUGA DI NOVELKU YANG LAIN. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK JUGA DISANA.
ringan, lucu, seru bacanya smbil cengengesan sendiri ini...😅