NovelToon NovelToon
Garis Takdir Zeana

Garis Takdir Zeana

Status: tamat
Genre:Romantis / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ega Mdf

Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.

Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.

Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.

Next....

NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro






Selamat membaca karya pertamaku 🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Trauma...?

Ini bukan trauma hanya saja aku ingin lebih baik menata dan melupakan semuanya terlebih dahulu, melupakan yang sulit di lupakan dan memaafkan semua yang menghianati.

ijinkan aku menutup diriku sendiri meski terkadang menyendiri membuatku kembali mengingatmu... ✍️✍️ Zeana Febiola

✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰

Satu bulan kemudian

Hari ini adalah hari bahagia untuk keluarga dimas, terlihat raut wajah rini dan dimas sangat bahagia karena akan menghadiri acara penting putrinya, hari yang bersejara untuk putri kesanyangannya.

"Ma jangan terlalu lama berdandan nanti kita terlambat, ayah tidak mau datang terlambat di acara putri kita." ucap dimas dengan raut wajah yang sangat bahagia.

"Iya ayah sabar dulu sedikit lagi." terlihat mama rini menggunakan kebaya yang sudah di pesan jauh jauh hari di butik langganannya.

Di kamar zea di sibukkan dengan seorang perias yang sedang merias wajah cantik zea dengan sempurnah. zea sedikit kaget melihat tampilan wajahnya yang begitu cantik setelah berdandan, tidak di pungkiri seorang perias itu berdecak kagum dengan hasilnya melihat wajah zea yang begitu sempurnah dengan make up yang terlihat natural .

"Waaahhh mba wajah aku berubah jadi cantik." ucap zea dengan senang dan hati bahagia.

"Iya mba, mba zea sudah cantik memang dari sononye." saut perias itu.

"Baiklah mba kalau begitu saya ijin pamit ya karena tugas saya sudah selesai,,semoga acara wisudahnya berjalan dengan lancar ya." kata perias itu dengan menyunggingkan senyum lalu pamit

"Baiklah mba, hati hati di jalan."

Zea sejenak memandang wajahnya di cermin dan memutar tubuhnya untuk memastikan penampilannya sudah sempurna atau masih ada yang kurang.

Terdengar ketukan pintu dari luar

"Zea sayang ayo buruan keluar kalau sudah siap nanti kamu terlambat, mama sama ayah sudah siap dari tadi." panggil mama rini dari luar

"Baiklah ma, sebentar lagi." saut zea sambil membuka pintu

Raut wajah mama rini begitu kagum melihat putrinya menggunakan kebaya yang begitu cantik di kenakan oleh putrinya, kebaya yang warnanya mirip dengannya.

"Masyaallah sayang kamu sangat cantik, putri mama sudah dewasa sekarang." mama rini sambil memeluk anaknya tidak terasa matanya sedikit berkaca kaca.

"Mama jangan sedih di hari bahagiaku, aku tidak ingin menangis nanti makeup ku luntur." zea berkata dengan suara sedikit serak karena ikut terhanyut dengan suasana.

Terdengar suara kelakson di halaman rumah ayah dimas sudah sejak tadi menunggu mereka.

"Sayang ayo kita berangkat ayahmu sudah menunggu sejak tadi, sudah tidak sabar menyaksikan hari bahagia anaknya." ajak rini dan di angguki oleh zea.

Rini dan zea menaiki mobil yang akan di kendarai menuju tempat yang akan di selenggarakan acara wisuda zea, Dimas sudah berada dibalik kemudi mobil

"Ayah liat zea deh pasti ayah kaget melihat kecantikanku." ucap zea ssetelah duduk di bangku penumpang bagian belakang.

Dengan seponta dimas menoleh kebelakang untuk melihat putri kesayangannya, dimas dengan reflek menyunggingkan senyum terbaiknya.

sangat kagum melihat putri kesayangannya yang akan wisuda hari ini terlihat begitu sangat cantik.

"Anak ayah sangat cantik." ucap dimas

"Makasih ayah." zea tersenyum bahagia mendapatkan pujian.

Dimas segera melajukan mobilnya menuju tempat yang akan di gelar acara wisuda.

30 menit lamanya berkutat dengan jalanan yang terlihat macet dan akhirnya sampai di kampus zea.

Zea, mama rini dan ayah dimas segera menuju gedung khusus di seleggarakan acara wisuda

disana sudah terlihat sangat rame di penuhi oleh para mahasiswa yang akan menggelar acara wisuda.

"Zea.." Suara karin yang memanggil sahabatnya sambil melambaikan tangannya.

"Kariin.." balas zea dengan membalas lambaian tangan karin, karin yang terlihat menghampiri zea.

"Haii tante,, hai om.." sapa karin sambil mencium punggung tangan kedua orang tua zea.

"Karin, ayah sama bunda mu dimana."? ucap zea sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan orang tua karin.

"Oh ayah bunda sebentar lagi sampai karena kami tidak berangkat bersama, aku habis dari salon untuk merias wajahku. jadi aku tidak berangkat bersama mereka." jelas karin dan zea ber oh dan mengangguk mengerti.

Setelah beberapa lama mengobrol, Terdengan suara mc menggunakan mikropon dari atas podium untuk mempersilahkan para wisudawan untuk segera menempatkan posisi masing masing yang telah di siapkan. kemudia mempersilahkan orang tua mahasiswa yang sudah hadir untuk menempatkan tempat yang telah di sediakan.

Tiga jam berlalu acara wisudah telah selesai dengan hikmat zea mendapatkan penghargaan lulus sebagai mahasiswa cumlaude, tentunya membuat rini dan dimas terharu akan hal itu putri angkat yang selama ini mereka didik tidak sia sia, Tanpa terasa cairan bening mengalir di sudut mata keduanya.

"Ayah,, mama. zea berhasil mendapatkan peringkat pertama sebagai mahasiswa cumlaude." ucap zea dengan wajah bahagianya berjalan menuju dimas dan rini, zea menghambur ke pelukan ayahnya dan menangis bahagia

Zea sudah berhasil membuat orang tua angkatnya bangga, zea berhasil menjadi anak yang berbakti sesuai yang di inginkan oleh ayah dimas dan mama rini.

"Ayah, mama,, terimakasih untuk se umur hidup cintanya, terimakasih sudah membesarkan zea sampai menjadi sperti sekarang ini. kalian adalah hidupku zea sangat berterima kasih untuk semuanya." ucap zea dengan isak tangis yang tidak bisa di bendung lagi.

"I love you ayah.. I love you mama.." sambung zea sambil memeluk kedua orang tuanya.

Dimas dan rini yang ikut terhanyut dalam suasana haru keduanya terisak mendengar ucapan zea, anak yang di didik dengan penuh kasih sayang yang melimpah, kini sudah membuatnya bangga atas prestasi yang di raih putrinya. mereka telah berhasil mendidiknya.

"Sayang sudah jangan nangis lagi ya, nanti wajah cantik kamu berantakan, karena acara wisudanya sudah selasai sekarang kita ke lestoran mewah untuk makan siang di sana. ayah sudah menyewa ruangan khusus untuk kita bertiga." Ucap dimas sambil mengusap wajah zea yang basah karena menangis.

"Iya sayang sudah cukup acara nangis nangisnya, sekarang ayo kita ikut ayah." saut mama rini dan di angguki oleh zea.

Ayah dimas, zea dan mama rini segera melangkahkan kaki untuk meninggalkan gedung.

"Zea..." panggil karin dari kejauhan

"Kita belum sempat berfoto bersama, apa kamu lupa dengan janji kita setelah acara wisuda kita akan foto bersama."

Zea dengan reflek menyentuh keningnya dia lupa akan janjinya pada karin.

"Untung saja kamu cepat mengingatkanku,,ayo kita berfoto bersama, mama ayah ayo kita foto bersama." ucap zea pada kedua orang tuanya dan di turuti oleh dimas dan rini.

Zea dan karin sedang berforo bersama kemudian disusul oleh kedua orang tua mereka untuk berfoto bersama mengabadikan moment.

"Selesai... kalau begitu aku pamit ya zea, aku akan pergi ke suatu tempat bersama ayah dan bundaku."

"Baiklah sampai ketemu lagi karin." ucap zea dan berlalu menghampiri ayah dimas dan mama rini yang sudah menunggunya.

"Sayang ayo kita pergi." ajak mama rini

Baru berjalan beberapa langkah mereka di kejutkan oleh suara seorang pria yang memanggil nama zea.

"Zea.." suara pria tersebut

Dimas dan rini reflek menoleh ke sumber suara yang memanggil nama putrinya itu.

zea yang tidak bergeming dan tidak ingin melihat orang yang memanggilnya karena sudah mengenali suara seseorang yang memanggilnya.

"Zea selamat ya, kamu berhasil mencapai keinginanmu untuk meraih nilai terbaik." ucap zio sambil mengulurkan tangannya pada zea.

Zea terdiam tidak menanggapinya sama sekali rasa ingin cepat cepat pergi meninggalkan tempat itu, tapi kenapa kedua orang tuanya seola olah menanggapi ucapan selamat yang di lontarkan oleh zio.

Ayah dimas yang melihat putrinya tidak menanggapi lawan bicaranya dengan segera menyentuh punggung putrinya dan memberikan kode agar menanggapi ucapan selamat dari zio.

zea dengan segera membalas uluran tangan zio dan sidikit terpaksa menyunggingka senyumnya.

"Terima kasih." balas zea

"Selamat ya om dan tante, putri kesayangannya berhasil meraih nilai cumlaude." ucap zio sambil mencium punggung tangan kedua orang tua zea.

dimas dan rini mengangguk dan tersenyum menanggapi zio.

"Kamu disini sama siapa nak." ucap rini

"Oh iya tante saya menghadiri acara wisuda saudara sepupu karena permintaan orang tuanya untuk mewakili, jadi zio yang datang kemari." zio menjelaskan dengan sopan.

"Oh begitu ya." balas rini

"Mama ayo kita pergi zea sudah sangat lapar." ajak zea yang sudah tidak ingin berlama lama di hadapan zio.

"Kalau begitu kami permisi dulu ya nak zio." pamit mama rini dan ayah dimas yang di angguki oleh zio.

"Oh iya tante.. om.. silahkan, hati hati om tante." saut zio dengan sopan.

zio menatap kepergian mereka tatapannya tertuju pada zea, wanita pujaannya. wanita yang belum sempat untuk di beri penjelasan atas berakhirnya hubungan mereka dengan tiba tiba.

"Zea aku mohon beri kesempatan untuk menjelaskan semuanya." gumam zio dalam hati rasanya ingin sekali menahan perempuan itu di hadapannya untuk menjelaskan semuanya. tapi tidak mungkin fikirnya.

Bersambung...

Terimakasih sudah Setia membaca ceritaku, pantengin terus kelanjutan ceritanya ya dan jangan lupa tinggalkan jejak kak..

like komen dan vote 🤗🤗😊🙏🙏

1
antha mom
😭😭😭😭
antha mom
Huaaaa thor 😭😭😭😭😭
antha mom
zio kamu harus sembuh liat anak mu bentar lagi akan lahir
antha mom
tetangga yang julid
antha mom
nasib mu lah itu varo , menyesal pun tidak ada gunanya
antha mom
harapan ku thor,zio sembuh, biar lah zio dan zea berjodoh 😂
antha mom
penyesalan mu tiada guna Alvaro, itulah keputusan yang terbaik buat kalian ,tuai lah hasil dari kekejaman mu ke zea,,se sabar sabar nya,se manut manut nya istri mu ,,ada titik ke jenuhan nya dengan sikap tempramen mu,
antha mom
makasih thor akhir nya happy ending walaupun banyak air mata di episode sebelumnya
antha mom
dasar iblis kamu Alvaro 😡😡
antha mom
laki laki Cemen berani nya cuma sama perempuan
antha mom
dendam menguasai diri mu Alvaro dan kamu akan menyesal setelah tau kebenaran nya
antha mom
karakter Alvaro yg kejam terhadap zea menikahi zea hanya untuk balas dendam tapi akhirnya zea mendapatkan kebahagiaan nya
antha mom
laki laki jahat, hormati lah perempuan karena Kamu juga Alvaro lahir dari rahim seorang perempuan, jangan nanti kamu menyesal 😡
antha mom
laki laki macam apa si Alvaro ini, berani nya sama perempuan, menampar,menjambak rambut zea, dasar kamu ya 😡
antha mom
"restoran"bukan "lestoran"
Alifah Azzahra💙💙
Bikin mewek lgi 😭😭 aku kasihan melihat Jihan Thor yg kehilangan sosok seorang ayah padahal kan dia msih terlalu kecil 😭😭
Alifah Azzahra💙💙
mudah2an Al bisa berubah yach
Alifah Azzahra💙💙
Mewek lgi 😭😭
Alifah Azzahra💙💙
Sungguh bikin mewek 😭😭
Alifah Azzahra💙💙
Ayo Zio berjuang untuk anak dan istrimu 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!