NovelToon NovelToon
Ha Tan Wa

Ha Tan Wa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romansa Fantasi
Popularitas:458.5k
Nilai: 5
Nama Author: Si_Ro

*Harta Tahta dan Wanita*
Prekuel dari novel 'Kutumbalkan Tubuhku'

Laras tidak pernah menduga, kalau semua kekayaan yang dia nikmati selama ini, didapat dengan cara paling laknat.

Sang suami tidak pernah mau bercerita banyak tentang pekerjaanya, walau dipaksa.

Hingga suatu malam...

Dengan mata dan kepalanya sendiri, Laras melihat sang suami tercinta masuk ke dalam satu-satunya kamar, yang sangat terlarang bagi semua penghuni rumah. Termasuk dirinya, tentu. Tubuh Laras langsung bergetar hebat, ketika dia berhasil mencuri lihat isi didalamnya, melalui lubang kunci.

Dan sejak malam itu, Laras bisa menebak apa yang telah dilakukan oleh suaminya untuk mendapatkan semua kemewahan.

Keadaan semakin rumit, saat Laras mengetahui kalau di dalam rahimnya telah tumbuh benih cinta. Dia tidak mau kejadian lalu terulang, lagi. Cukup satu kali saja.

Laras tidak akan rela, kalau sang calon jabang bayi yang masih sucinya, ikut menanggung dosa. Lalu, langkah seperti apa yang akhirnya akan diambil oleh Laras?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si_Ro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HTW 6

Orang yang menganggap dirinya paling benar, adalah orang yang paling menakutkan.

***/***/***/***/***/***/***/***/***/***

Begitu Tyo menghilang di balik pintu, Laras langsung menyusutkan tubuhnya ke dalam selimut tebal yang hangat. Dengan perasaan takut, dia menunggu kedatangan sang suami yang sedang pergi ke dapur.

‘Berhati-hatilah dengan kandunganmu.’

Itulah nasehat yang diberikan oleh Nenek Aisyah, saat dia pulang ke kampungnya dua hari lalu. Dan Laras tiba-tiba teringat akan hal itu, setelah mimpi buruk yang baru saja dia alami.

“Nenek…,” gumam Laras, mulai terisak. Tidak peduli dengan waktu, dia segera menyambar handphone yang berada di atas nakas. Mencari nama sang Nenek, lalu menekan tombol panggilan.

“Hallo?” suara Nenek Aisyah menyapa. Akhirnya pada panggilan ketiga, saluran telepon dapat tersambung. Laras hampir putus asa, setelah panggilan pertama dan kedua tidak terjawab.

“Hiks Nenek…,” air mata Laras semakin deras mengalir.

“Laras? Apa ini kamu, Nak?”

Kepala Laras mengangguk. Dia lupa, kalau sang Nenek tidak mungkin bisa melihatnya.

“Laras?” ulang Nenek Aisyah.

“Hiks iya, Nek. Ini Laras.”

“Ada apa sayang? Apa kau sedang menangis? Kenapa? Ada apa?”

Nenek Aisyah memberondong Laras dengan banyak pertanyaan, sekaligus.

“La-laras bermimpi buruk, Nek. Hiks Laras takut….”

Nenek Aisyah menghela nafas, lega. Mendengar suara tangis cucu tersayangnya di waktu yang tidak biasa, jelas membuatnya begitu khawatir. Tapi begitu tahu kalau penyebab Laras menangis hanya karena mimpi buruk, tidak dipungkiri itu membuatnya sedikit tenang. Meski tetap ada satu titik rasa janggal, yang dia simpan.

“Kau mau bercerita?” Tanya Nenek, lembut. Serta menyediakan waktu sebanyak-banyaknya.

Laras mengatur nafas, untuk mengurangi sesak di dada. Setelah bisa menguasai diri, maka meluncurlah semua peristiwa yang dia alami di dalam mimpi. Nenek Aisyah mendengarkan tanpa menyela, sampai Laras selesai bercerita. Dan Laras kembali terisak, begitu uraian bunga tidurnya usai.

“Laras, cucuku. Apa kau masih ingat do’a yang pernah Nenek ajarkan?” Tanya Nenek Aisyah.

Hening.

Sepertinya Laras butuh waktu lagi untuk mencoba mengingat, apa yang pernah dia pelajari. Dan Nenek Aisyah menunggu dengan tenang. Laras memang tidak secerdas Arya, adiknya. Dan itulah yang terkadang menjadi sumber kekhawatiran Nenek Aisyah, sejak Laras menikah dan diboyong ke kota.

“Iya, Nek. Laras ingat.”

“Bacalah do’a itu, setiap kali Laras bermimpi buruk atau sedang ketakutan. Berhubung sekarang kau sedang hamil, maka kau harus membacanya sambil mengusap perut. Biar yang ada di dalam perutmu itu, juga ikut terjaga. Apa Laras mengerti omongan Nenek?”

“Iya, Nek.”

“Apa sekarang kamu sendirian? Dimana suamimu?!”

Nenek Aisyah menanyakan keberadaan Tyo, sebagai suami sang cucu. Ada perasaan marah tiba-tiba menjalar, karena sejak tadi tidak mendengar suara Tyo.

“Mas Tyo sedang ke dapur, Nek. Ambil air minum buat Laras.”

“Ooh, begitukah?” Tanya Nenek Aisyah memastikan. “Tapi baiklah. Apa masih ada yang ingin Laras bicarakan dengan Nenek?” tambahnya.

Laras terdiam. Berat rasanya untuk memutus panggilan. Kalau boleh meminta, sekarang dia membutuhkan kehadiran Nenek tercintanya dibanding siapapun.

“Tidak ada, Nek.”

“Tunggu Laras!” panggil Nenek Aisyah, sebelum panggilan terputus.

“Iya Nek?”

“Ada Arya, di samping Nenek. Bicaralah dengannya sebentar, dia sangat mengkhawatirkanmu.”

Nenek Aisyah menyerahkan handphone miliknya pada Arya. Kemudian dia keluar kamar, untuk memberikan waktu pada kedua cucunya berbincang.

-

Tyo menghela nafas, memandangi Laras yang terlihat sudah membaik. Wajahnya tidak lagi pucat seperti tadi. Dia berjalan pelan, menuju ranjang dengan memegang gelas yang terisi penuh. Laras sedang menelpon. Dan Tyo tidak perlu bertanya, untuk mengetahui siapa orang yang sedang dihubungi oleh istrinya.

“Kau menghubungi Nenek?” Tanya Tyo, begitu panggilan berakhir.

“Hm…” Laras belum sempat mengangguk atau menjawab, karena Tyo sudah keburu menempelkan pinggiran gelas pada bibirnya.

“Sudah merasa lebih baik?”

“Iya. Terima kasih untuk minumnya, Mas.”

“Apa Ajeng mau cerita tentang mimpi tadi, sama Mas?” Tanya Tyo. Jujur, hatinya digelayuti rasa penasaran.

Laras menggeleng. “Besok saja, Mas.”

“Baiklah. Lalu sekarang, kau mau lanjut tidur lagi atau….”

Cukup lama Laras menatap Tyo. Sebelum akhirnya dia berbalik badan, dan menarik tangan Tyo untuk memeluknya dari belakang sambil tertidur.

-

Flashback

“Apa kau yang melakukannya?”

“Hihihiii.. aku hanya ingin berkenalan. Ternyata istrimu cantik juga.”

“Kau telah melanggar perjanjian!” Tyo berteriak menahan geram. “Kali ini aku akan membiarkannya. Tapi aku pastikan, aku tidak akan diam saja kalau sampai kau melakukannya lagi. Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu keluargaku. Ingat itu baik-baik!”

Tyo segera berbalik dan melangkah pergi. Seolah dia sangat membenci tempatnya berada saat ini.

“Kau juga jangan lupa, kalau besok malam kau harus menghabiskan malam bersamaku.”

By Si_Ro

**

Ayo dukung dan berikan POIN sebanyak-banyaknya untuk novel ‘Ha Tan Wa’ biar novel baru ini bisa masuk rank.

Untuk orang pemberi POIN terbanyak akan mendapatkan :

Give Away menarik yang khusus bertuliskan ‘Ha Tan Wa’

Author akan follow akun mangatoon pemenang, untuk chat pribadi menanyakan alamat pengiriman Give Away.

Waktu pengumpulan POIN selama 3 bulan, yaitu sampai tanggal 30 November 2020. Masih lama kan?

Dan untuk berapa jumlah orang yang akan menjadi pemenang, masih dalam pertimbangan. Bisa 3 orang, 5 orang, atau malah 10 orang.

Jadi ayo kumpulkan POIN yang banyak, lalu sumbangkan untuk novel terbaru Si_Ro. OK?

Terima kasih.

***

Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kemiripan tokoh, jalan cerita, dan juga tempat, itu mungkin sebuah kebetulan semata.

Mohon maaf untuk typo dan kata-kata yang sekiranya menyinggung atau tidak sesuai dengan kenyataan, karena semua ini murni hanya karangan penulis.

Terima kasih untuk semua like, komen, dan vote poin maupun koin. Untuk yang sudah memberi bintang lima dan tanda love juga, terima kasih banyak.

1
Nur Secha
lanjut thor,Q menunggu up nya lg,kpn nih d lnjut ceritanya....makin penasaran,💪💪 trs thor
Rinda_Rey
lanjuutt thor,sehat selalu.
apa anaknya laras bakal jadi jodohnya sekar ya🤔🤔
trus tyo terbebas dari iblis itu saat pembangunan jembatan itu ya thor 😲😲
Rinda_Rey
aku juga😭😭
Bunda Silvia
kalo ajeng alias laras ibunya sekar mengapa bram membenci anaknya
Aishnina(✿ ♥‿♥)
blm smpe ke cerita tentang sekar knp sdh ga lanjut lg thor...
pdahal mampir kesini krna abis baca Serena, ,penasaran sm kisah tentang sekar
Ibuk Kumaiyah
lama gak liat ternyata masih stak di sini belum ending jugak/Smug/
Arieee
meninggal nanti yang hidup Sekar anak ke 2 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Arieee
benang merah mulai terlihat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Sri Yati
aku mampir author 🤗🤗 abis baca Serena lanjut kesini
Rendi
kenapa enggak dilanjutin padahal cerita sangat baguss, saya sangat suka ceritanya....
Komisah Izza
Luar biasa
Bayu Linggau
tulisanya kek gerak2😭
Bayu Linggau
lain kali tulisanya jgn kek gini kak mata ku pusing bacanya😭
Yuniar
kok ga mudeng ya ma alurnya
Rami Martha
Yaaaahhh
terpaksa menunggu deh
udah up nya dikit dikit malah bersambung lagi 🤦
Eline Yulistianti
lama banget gk up²... d lanjut khan cerita nya???
Ni Umayah
ak mampir lg
Rodiah Rodiah
semangat baca ceritanya Thor,seru bangeet
Rodiah Rodiah
semangat dan sehat selalu Thor💪🤲
Raffa&kaifa& Ibrahim
Thor apa kabar, cerita nya kenapa ga dilanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!