NovelToon NovelToon
Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:153.3k
Nilai: 5
Nama Author: AYi

Cerita tentang seorang anak gadis cantik yang cerdas dan memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Gadis itu bernama Aryanti Wihardja, biasa disapa Ary.Dia memiliki seorang sahabat bernama Eno Mundarwati.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari Ary, mulai dari persahabatan hingga kisah cinta Ary. Ary selalu berdo'a agar tidak jatuh cinta terlebih dahulu sebelum menjadi seorang dokter. Dia tidak ingin sekolahnya terganggu dengan urusan cinta.

Akankah Ary jatuh cinta saat di bangku sekolah, kuliah atau setelah menjadi dokter? Yuk kita baca cerita selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Latihan Bersama

Suara keras menggema di gedung balai desa tempat tinggal Ary. Suara orang-orang berlatih beladiri pencak silat walet putih, Ary saat ini sedang ikut latihan olahraga tersebut. Seminggu sekali Ary berlatih pencak silat untuk mengisi waktu luang di malam Minggu.

Pencak silat walet putih memiliki beberapa tingkatan. Sabuk putih untuk pemula, kemudian satu tingkat diatasnya sabuk kuning. Setelah sabuk kuning akan naik tingkat ke sabuk hijau, kemudian sabuk biru, setelah itu sabuk merah, coklat, dan hitam. Sabuk coklat diperuntukkan asisten pelatih, sedangkan sabuk hitam dikenakan oleh pelatih.

Untuk menjadi asisten pelatih tidaklah mudah, dia harus mengikuti serangkaian pelatihan yang berat selama tiga bulan penuh. Jika tidak memiliki fisik dan mental yang kuat tidak akan bisa mengikuti latihan tersebut.

Saat ini Ary sudah memakai sabuk berwarna hijau. Ary mengikuti latihan olahraga tersebut baru beberapa bulan saja, mulai mengikuti saat dia selesai ujian kelulusan SMP. Hal ini dikarenakan banyaknya cowok yang datang ke rumahnya pada malam minggu dan dia ingin menghindari itu. Satu-satunya cara untuk itu hanya ikut latihan beladiri walet putih, hanya itu yang terlintas dalam pikirannya.

Terlalu menikmati latihan itu, lama-lama menjadi keterusan. Pada awalnya dia ingin menghindari orang, akhirnya menjadi kebiasaan yang susah untuk ditinggalkan. Seperti halnya sekarang ini, dia masih semangat berlatih padahal waktu sudah menunjukkan malam dan sebagian temannya sudah ada yang pulang.

"Sudah cukup Ary!" seru pelatih Ary.

" Besok kita sambung lagi. Jangan lupa besok latihan bersama di GOR Gelar Sena!"

"Siap kak!" jawab Ary.

Ary berhenti latihan dan membereskan barang bawaannya sambil sesekali menenggak minum yang dibawanya dari rumah. Ary bergegas menuju kamar mandi untuk berganti pakaian, kemudian pulang.

"Sekarang sudah jam setengah sepuluh malam, berarti sampai rumah harus segera tidur biar besok badan bugar saat latihan walet putih." gumam Ary sambil menyusuri jalan pulang ke rumah.

***

"Bun, Ary pamit ya!" kata Ary sambil mendekati bunda yang sedang membersihkan rumput di samping rumah.

"Jadi kamu pergi, bunda kira kamu gak jadi pergi? Hati-hati di jalan, nanti langsung pulang jangan keluyuran kemana-mana!" pesan bunda.

"Iya bunda, Ary berangkat ya. Assalamualaikum." Ary berangkat ke GOR menggunakan sepeda gunung kesukaannya.

Walaupun dia dibelikan motor untuk transportasi, tapi dia lebih memilih menggunakan sepeda. Sepeda model cowok berwarna biru silver metalik, hadiah ulang tahunnya yang ke 13. Saat ini usia Ary menginjak 15 tahun.

Ary sampai di GOR 20 menit kemudian, sedangkan kalo ditempuh menggunakan motor hanya 10 menit.

Saat Ary memasuki gedung tersebut, ada suara orang yang memanggilnya.

"Ar, Ary!"

"Seperti kenal suaranya, siapa ya?" tanya Ary dalam hati, dia pun menoleh ke arah suara orang yang memanggilnya.

"Lho, kak Bayu di sini juga? Ngapain kak?" tanya Ary begitu mengetahui siapa memanggilnya.

Karena Ary melihat pakaian yang dikenakan Bayu, dia pun mulai bertanya lagi.

"Kakak ikut walet putih juga?"

"Iya, Ary ngapain? Mau lihat kakak latihan beladiri?" Bayu balik nanya ke Ary.

"Wah, keren kakak! Sudah sabuk coklat, asisten pelatih dong!" pekik Ary.

"Keren kak, Kak Bayu keren banget!" dia mengacungkan dua jempol tangannya. Ary tidak menyangka akan bertemu dengan Bayu di sini, lebih kaget lagi dengan sabuk yang dikenakan Bayu.

"Ary ke sini mau ikut latihan bareng, tadi malam kak Adit bilang suruh latihan bareng di sini!" Ary menjelaskan tujuannya datang ke gedung itu.

"Oh begitu, ayo cepat gabung sama mereka! Tapi sebelumnya ganti dulu pakaianmu!" kata Bayu menanggapi penjelasan Ary tadi.

Ary bergegas menuju tempat ganti pakaian, dia mengganti pakaiannya dan setelah itu bergabung dengan teman-temannya.

Dimulai dengan berlari kecil mengitari ruangan yang akan digunakan untuk latihan, dan dilanjutkan pemanasan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko cedera pada saat latihan beladiri.

Hampir dua jam mereka berlatih, akhirnya selesai juga. Selesai latihan mereka istirahat sambil mendengarkan pelatih memberikan pengarahan dan pemberitahuan pengumuman tentang pertemuan latihan minggu depan.

"Minggu depan akan diadakan ujian kenaikan tingkat. Ujian diberlakukan untuk semua anggota, termasuk anak-anak didik dari ranting XX. Untuk itu diharapkan datang tepat waktu dan siapkan mental dan fisik kalian!" kata pelatih senior yang umurnya sudah paruh baya.

Setelah pengumuman dan latihan dibubarkan Ary melangkah keluar menuju tempat parkir. Tapi sebelumnya dia mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Begitu tiba di tempat parkir, Bayu sudah menunggu Ary untuk diajak pulang bareng.

"Yang mana motor kamu? Biar kakak keluarkan."

"Gak usah repot-repot kak, ini sepedaku disini. Tinggal dibelokkan sedikit, naiki sudah. Cuuss...!" kata Ary sambil melakukan kegiatan yang diucapkannya. Ary mendayung sepedanya meninggalkan Bayu di parkiran sambil tertawa.

Bayu pun langsung mengikuti Ary dari belakang dengan mengambil sepedanya terlebih dulu. Bayu dan Ary pulang bersama dengan mengendarai sepeda masing-masing

"Ku pikir kamu naik motor dek, gak taunya sama. Sama-sama naik sepeda." kata Bayu mensejajarkan sepedanya di samping sepeda Ary.

Ary tertawa mendengar kata Bayu.

"Aku lebih suka naik sepeda dari pada motor, kecuali keadaan darurat. Seperti bangun kesiangan takut terlambat atau sepeda rusak. Kayak kayak gitu." jelas Ary.

"Kak Bayu sendiri kenapa juga naik sepeda, padahal kalau sekolah selalu bawa motor?"

"Tadi pagi kakak olahraga bersepeda di alun-alun kota. Terus lanjut pengajian ahad pagi, selesai pengajian terus ke GOR latihan walet putih." Bayu menjelaskan runtutan kegiatannya dari pagi.

"Oh, pantes bawa ransel kayak mo pindahan aja!" Ary menanggapi penjelasan Bayu.

"Tas ini isinya baju ganti, biar gak bolak-balik pulang. Kalo bolak balik pulang kan gak keburu semua. Kalo begini kan enak, sekali jalan aja dapet semuanya!"

"Waahhh, berarti kak Bayu gak mandi ya ? Ih, bau asem!" Ary mulai menggoda Bayu.

"Enak aja, wangi tau! Tadi selesai bersepeda, kakak langsung mandi kok. Sekarang bau asem karena habis latihan walet putih tadi, belum mandi lagi."

Tak terasa sudah sampai persimpangan jalan arah menuju ke rumah Bayu. Bayu pun pamit belok kanan menuju rumahnya.

"Kakak belok sini ya dek, rumah kakak blok E - 1, kalo kapan kapan mau mampir bertandang ke rumah. Silahkan! Pintu rumah kami terbuka lebar." kata Bayu.

"Kamu hati-hati dijalan, jangan melamun!" sambungnya.

"Iya kak! Siip, beres itu mah." Ary menjawab sambil cengengesan.

"Assalamualaikum..."

"Wa'alaikum salam kak."

Mereka pun berpisah di persimpangan jalan itu. Ary melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.

***

Malamnya Ary menelepon Enno dan Candra. Dia menceritakan tentang latihannya tadi siang yang kebetulan bertemu dengan Bayu. Ary bercerita dengan semangatnya, hingga menarik kecurigaan teman-temannya.

"Bau bau orang jatuh cinta nih!" kata Enno menjahili Ary.

"Sebentar lagi pasti ada acara makan-makan gratis, ya kan En?" Candra ikut menimpali.

"Apaan sih, enggak ya! Gak ada kayak gitu!" kata Ary dengan tegas.

"Udah lah kalo gitu gue tidur aja! gak setia kawan, masak teman sendiri dibully."

"Cieee... ngambek nih ye..." teriak Candra dan Enno kompak.

Dan panggilan pun ditutup sepihak oleh Ary. Tapi sambungan telepon Enno dan Candra masih terhubung.

"Can, nurut loe. Nanti jadian gak mereka, Ary ma kak Bayu?" tanya Enno dengan segala keingintahuannya.

"Gak yakin gue, soalnya si Ary orangnya susah ditebak! Udah lah jangan ikut campur urusan orang lain." kata Candra.

"Kok orang lain sih, kita kan sahabat jadi harus tau!" Enno tetap kekeh pada pendiriannya.

"Udah dulu ya, mau tidur! Gue udah ngantuk."

kata Candra sambil menutup panggilan.

Mohon dukungannya! Like, comment, favorit and vote. Terimakasih 🙏🙏🙏

1
Sulastri Abdi
sepupu itu bukan mahrom jadi nggak boleh bersentuhan kok malah minta peluk di bayu? sebenarnya boleh nikah kok dengan sepupu
Sulastri Abdi
apa authornya orang klaten nih kok pakai klaten sebagai lokasi novelnya. aku orang klaten juga nih
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: Klaten kota kelahiran saja, domisili di seberang Mbak 🤭
total 1 replies
Sulastri Abdi
emang lokasinya di klaten kok GOR Gelarsena?
ZaeV92
hadir kakak
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: terima kasih 🤗
total 1 replies
Lia Anisa
wah warung apungnya sudah d gusur sekarang.yang bikin novel orang mana nih
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα яσѕє🌹
semangat
ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾M⃟3💋
hihii aku baru mampir ka Ayi...
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
uda baca " Menggapai Mimpi " keeereeen ceritanya thoor.....
Dinul
firts komen
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
congrats ya Bay....
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
keren Bayu masuk STAN (Sekolah Tinggi ilmu Akuntansi Negara) tanpa ada tes
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
bs2 ntar Bayu kege'eran tuh krn selalu bs ngobrol bareng kayak orng pacaran aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
utk saat ini berteman aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Ary....Ary....jika Alex melihat kedekatanmu dengan Bayu pasti yg ada di pikirannya bahwa km memutuskan dirinya krn Bayu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
sabar ya Lex...
semoga kamu dan Ary kelak berjodoh deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
msh SMA jd mending putus aja , ntar klo uda kuliah gpp deeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
kok di ulang chapter 16 nya 🤔🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
ciiiieee Bayu....ikutan PDKT ke Ary yaaak....
nyaranin Ary ikut pengkaderan biar bs dekat ama Ary kaaaan ???
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
seharusnya tanda koma di letakkan setelah kalimat "kalau tidak"
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
kok walas mereka , seharusnya kan walas kalian gt ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!