Ji Fan, seorang pemuda dari clan ji yang memiliki mata misterius, namun akibat mata nya itu dia menjadi olok-olokan seluruh clan.
Didunia yang kejam ini, sejak kecil dia hidup sebatang kara tanpa kultivasi, melewati badai api sendirian. Sampai pada akhirnya dia tanpa sengaja menemukan sebuah buku tua yang usang. Buku itu adalah peninggalan ayahnya yang didapat dari seorang laki laki paruh baya dimasa lampau. Awalnya dia tidak mengerti buku apa itu, Tetapi setelah mempelajari bahasa dewa kuno, dia mulai mengerti, buku itu adalah buku Teknik Terlarang Kultivasi Naga Kegelapan. Dalam buku itu tertulis berbgai ilmu pengetahuan dan langkah-langkah jalan kultivasi, sejak saat itu Ji Fan berubah dari yang awalnya sampah menjadi kultivator puncak yang ditakuti di seluruh alam. Dan orang-orang memanggilnya dengan sebutan 'Orang Buta Dari Kegelapan Naga' .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bingstars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6. MENCURI HARTA
****
Setahun lebih telah berlalu begitu saja dari kompetisi bakat yang telah di selenggarakan klan Ji waktu itu
Uhukk...
Uhukk...
Malam itu di rumah gubuk sederhana Ji Wen, tiba tiba Ji Ran yang tengah memasak untuk makan malam untuk keluarga mereka tiba tuba terbatuk dan muntah darah yang sedikit hitam
Arghhh...
Ji Ran terjatuh lemas dengan mengerang kesaktian
Ji Wen yang melihat istrinya kesakitan bergegas menolong nya dengan panik
"Istriku! apakah racun petir itu mengamuk lagi di dalam tubuh mu? "
Ucap Ji Wen sembari memberikan sebuah pil penekan racun yang dia dapat dari usaha kerasnya membersihkan klan setiap hari
"Suami ku sepertinya aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi! Racun ini sangat ganas dan mematikan setiap hari menggerogoti energi kehidupan ku dengan rakus"
Ucap Ji Ran dengan lemas setelah menelan pil itu
"Bertahanlah sebentar lagi istriku! Aku akan mencari cara apapun supaya kita bisa cepat sembuh"
"Tak perlu memikirkan kita suamiku! Sebaiknya kita mencari cara menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh fan'er terlebih dahulu"
Usul Ji Ran yang mengingat putra semata wayang nya yang juga terkena racun mematikan ini
"Mungkin sekarang fan'er baik baik saja karna racun itu belum bereaksi, tapi pasti fan'er akan kesulitan di masa depan nanti, Aku tak tega jika putra kita juga mengalami hal seperti kita"
Sambung Ji Ran terlihat sedih tak berdaya, Ji Wen yang mendengar itu hanya bisa mengepalkan tangan nya dengan keras,
"Baiklah istriku, Aku akan mencari cara besok, Semoga aku menemukan petunjuk"
Ucap Ji Wen dengan bersungguh sungguh bertekad menghalalkan segala cara demi putra yang paling berharga dalam kehidupan nya
"Beristirahat di tempat makan dulu istriku, biar kan aku yang melanjutkan nya"
Ucap Ji Wen membopong istrinya menuju tempat makan yang sederhana itu, lalu melanjutkan menyiapkan makan malam sampai selesai
"Aku akan panggil fan'er terlebih dahulu"
Ucap Ji Wen yang ingin mengetuk pintu kamar putra nya, namun dia di kejutkan dengan suara isak tangis yang samar samar terdengar di balik pintu itu
Sempat bimbang sebentar namun akhirnya dia mengetuk pintu itu dengan pelan lalu membuka nya
"Anak ayah... Ayo makan dulu"
Ucap Ji Wen setelah melihat putranya yang pura pura tertidur,
"Anak ini sebenarnya punya maksud seperti ini"
Kaget Ji Wen dalam hatinya
"Ah... Ayah mengagetkan ku saja padahal aku sedang bermimpi menjadi kultivator hebat tadi.. Huhh"
Ucap Ji Fan dengan polos nya
Melihat putranya yang bersikap demikian Ji Wen semakin merasa bersalah telah menjadi Ayah yang tidak berguna
"Maafkan... Ayah nak"
Ucap Ji Wen dengan pelan
"Apa ayah? "
"Eh... tidak mari kita makan, Ibu mu sudah menunggu di sana"
Ucap Ji Wen mengalihkan pembicaraan nya,
"Anak ibu.. Ayo sini makan biar ibu suapin kamu"
Ucap Ji Ran dengan lembut ketika melihat putra nya mendekat
"Ibu ini... Masih saja padahal aku sudah besar! "
Rengek Ji Fan namun tak menolak suapan dari ibunya
Setelah selesai makan mereka pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat pada malam itu
****
Tengah malam di rumah gubuk itu ternyata Ji Wen masih belum tertidur, melihat istrinya sudah tertidur lelap dia pun beranjak dari ranjang dengan mengendap endap lalu keluar dari kamar menuju kamar Ji Fan
Melihat Ji Fan yang juga sudah tertidur dengan pulas Ji Wen bergegas keluar dari gubuk itu melalui pintu belakang, tetapi sayang nya ada seseorang yang mengikuti nya dengan hati hati tanpa dia menyadari nya sama sekali
Uhukk...
Uhukk...
Huekk...
Cukup jauh Ji Wen berlari ke arah kebun belakang tiba tiba dia berhenti dan muntah darah dengan liar
"Sial!... Racun ini sungguh menyakitkan!"
Keluh Ji Wen dengan tertunduk lemas melihat ceceran darah hitam muntahan nya
Melihat Ji Wen yang muntah darah dengan liar sosok misterius yang mengikuti nya ingin keluar untuk melihat keadaan nya, namun tiba tiba
"Siapa di sana!!? "
"Ada apa? "
"Seperti nya aku mendengar suara seseorang di sana "
"Kalau begitu cepat lihat! "
Ucap beberapa penjaga klan yang tengah berpatroli malam itu
Ji Wen yang tak ingin tujuannya gagal langsung pergi dari sana dengan tertatih tatih diikuti dengan sosok misterius dibalik malam yang gelap itu
Hahh...
Hahh...
Hahh...
Ji Wen berhenti tepat di depan sebuah bangunan dengan beberapa penjaga yang sedang pesta arak, Dia menyelinap dibalik kegelapan dengan hati hati lalu masuk tanpa ketahuan sama sekali
"Untung saja para penjaga bodoh itu sedang mabuk"
Umpat Ji Wen dengan pelan menuju lorong gelap yang cukup panjang
"Mengapa dia kesana? "
Ucap sosok misterius itu terus mengikuti Ji Wen dibalik bayang bayang
Ji Wen berhenti disebuah ruangan dengan formasi kuat mengelilingi nya
"Untung saja aku masih menyimpan token dari kakek dahulu"
Ucap Ji Wen sembari memasukan token itu kedalam sebuah lubang yang memang cocok dengan bentuk token milik nya
Whusssh...
Mantra formasi menghilang seketika memperlihatkan sebuah pintu ruangan yang cukup kuno
Krekkk...
Ketika Ji Wen membuka pintunya tiba tiba dia kaget bukan dengan isi yang ada di dalam nya melainkan suara yang menyapa nya dari belakang
"Suamiku mengapa kau kemari? Apakah kau ingin mencuri harta klan? "
Ucap Ji Ran yang tiba tiba muncul di balik bayang bayang lorong yang gelap itu
"Istriku? Bukan kah kau tertidur dengan pulas tadi? Mengapa bisa sampai disini? "
Balas Ji Wen dengan kaget dan panik seketika
"Jangan mengalihkan pembicaraan suami! "
Ucap Ji Ran dengan galak memarahi Ji Wen
Ji Wen yang melihat istrinya marah dengan sigap menjelaskan maksud dari tujuannya mengapa dia kemari
"Dengarkan Istriku! Aku sudah tidak tahu ingin mencari apa dan dimana untuk mengobati Fan'er, Aku hanya ingat dahulu ketika pak tua itu meminum Air yang ada di dalam botol yang kakek berikan waktu itu, pak tua itu seperti terlihat bersemangat seperti terlahir kembali, aku hanya ingin mencari Air seperti itu siapa tahu bisa mengobati Fan'er kita"
"Tapiii.... "
Ucap Ji Ran dengan ragu ragu
"Hanya ini jalan tercepat yang kita miliki sekarang istriku!"
Balas Ji Wen mendesak Ji Ran agar mengijinkan nya mencari Air yang berupa Air Emas Abadi itu
"Ini demi putra kita istriku"
"Huh... Baiklah aku akan membantu mencari apa yang dimaksud suami"
Ucap Ji Ran mengingat memang inilah pilihan satu satu nya
Setelah mendapat persetujuan dari istri nya Ji Wen langsung mencari kesana kemari dalam ruangan yang penuh harta berharga itu, Melihat suaminya yang mondar mandir kebingungan Ji Ran langsung membantu nya
"Sial... Apakah tidak ada lagi? "
Umpat Ji Wen dengan kesal setelah mencari begitu lama namun tidak menemukan juga setetes pun Air Emas Abadi
"Mari cari ditempat lain istriku"
Ajak Ji Wen ingin bergegas pergi namun dihentikan oleh istrinya
"Tunggu benda apa itu suamiku? "
Tanya Ji Ran ketika melihat sebuah kayu tua yang terlihat tidak berguna,
"Hmm... Bagaimana ada kayu busuk ditempat harta semacam ini"
Ucap Ji Wen dengan menginjak kayu itu dengan keras
Krakk...
Krakk...
Crashh...
Tiba tiba kayu itu pecah meninggal kan sebuah guci tua yang menggelinding ke kakinya
"Apa ini? "
Ucap Ji Wen dengan bingung lalu membuka tutup botol guci itu
Whussss...
Bau Harum...
"Aku merasa tubuh ku menjadi lebih segar suamiku"
Ucap ji Ran ketika merasakan perbedaan di tubuh nya setelah menghirup aroma wangi yang keluar dari guci itu
"Ketemu... Ketemu... ini mirip dengan yang waktu itu semoga dengan ini bisa mengobati Fan'er "
Ji Wen berteriak penuh dengan semangat sampai tidak menyadari suaranya telah terdengar oleh beberapa penjaga
Dum...
Dum...
Dum...
Tiba tiba alarm klan berbunyi yang menandakan ada penyusup yang masuk ke dalam klan mereka
"Suamiku kita ketahuan! "
“Bagaimana ini? "
Ucap Ji Ran dengan panik ketika mendengar alarm klan berbunyi
"Ayo cepat pergi! "
Sepasang suami istri itu bergegas pergi dari ruangan itu dengan berlari sekencang yang mereka bisa
****
Entah itu naga hitam di TOS Fang Xie Yue atau yang di Soul Land, yang duo itu, I weak for black dragons heheh..
Tapi overall, pacing kultivasinya terasa too fast. Biasanya kultivasi bisa sampai ratusan chapter, sedangkan di sini naiknya brak–brak banget. Jadi ada bagian sepele yang malah kepanjangan, sementara bagian yang harusnya epic justru terasa singkat.
Even so, dari cara nulis, penyampaian cerita, humor, sampai flow-nya. it works. Tulisan kakak rapi banget dan tetap enjoyable to read.
Respect, kak. ⭐⭐⭐⭐⭐ well deserved!