NovelToon NovelToon
MEMAKSA JODOH

MEMAKSA JODOH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:585.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakar

Yang dikejar tak akan pernah lari. Walaupun tidak di cari namun ia akan hadir sendiri. itulah Jodoh!!

Siapakah yang akan menjadi jodoh Mila?
Dengan siapakah dia berdiri di pelaminan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERMINTAAN NENEK

Ketika Bu Riris dan Pak Harja mengobrol, duduk dibangku panjang, tiba-tiba panggilan suster mengagetkan mereka.

"Ibu keluarga dari Ny Marinah kan?" Tanya suster itu.

Bu Riris mengiyakan, kemudian suster memberitahukan bahwa Ny Marinah sudah sadar. Sontak saja Bu Riris terkejut begitu juga Pak Harja. Mereka terlihat senang. Kemudian langsung menghubungi Gilang.

Di sisi lain sesaat setelah Gilang menutup telpon dari Mamahnya, "nenek sadar".

Kabar itu tentu saja membuat mereka senang terlebih lagi Mila, dia langsung beranjak dari duduknya, meninggalkan meja yang masih berantakan.

Gilang mengikuti Mila dari belakang, diapun terlihat sangat senang mendengar kabar kesadaran nenek Mila.

Gladys yang melihat kakaknya pergi, ikut beranjak, namun tangannya ditahan oleh Joko "Woy...seneng sih seneng, ini gimana ceritanya?" Joko menunjuk pada meja yang kotor bekas makan mereka.

"Eh iya,,," sekejap Gladys bingung antara pergi atau tinggal untuk membereskan. Namun secepat kilat dia berlari pergi meninggalkan Joko sendirian.

"Woooyyyy, dasar bocah gendeng dah mirip abangnya sekarang...ckckkckck" umpat Joko dalam hati.

Joko mengambil kotak tempat makan menutupnya satu persatu, membuang sampahnya, sesekali memasukkan sisa makanan kedalam mulutnya, sayang dibuang pikirnya. Lalu mengelap meja dengan tisu kemudian memasukkan wadah2 itu kedalam kantong. Setelah itu barulah dia menyusul untuk melihat keadaan Neneknya Mila.

Pagi itu dihari minggu, Mila seperti diberi harapan lagi, ketika sang Nenek membuka matanya.

"Nenek" Mila tak henti-hentinya memeluk sang Nenek yang masih terlihat sangat pucat.

"Mila cucuku" dengan suara lirih sang Nenek memanggil. Mengusap-usap punggung Mila.

Semua orang yang melihat merasa senang melihat pemandangan itu. Disana sedang berdiri Orang Tua Gilang, Gilang sendiri, Gladys, Joko, Hans dan tak ketinggalan Syakila yang baru saja datang.

Sang Nenek memang sudah dipindahkan ke ruang perawatan atas permintaan neneknya. Karna sebenarnya Dokter melarang mengingat kondisinya yang masih lemah, bisa saja sewaktu-waktu collapse.

Namun nenek bersikeras, akhirnya dengan terpaksa dipindahkan ke ruang perawatan biasa disertai alat-alat untuk memantau perkembangan sang Nenek. Tentu saja dengan membatasi jumlah pengunjung.

Nenek merasa sangat senang dengan banyaknya orang yang menjenguknya, namun dia juga sedih karna telah menyusahkan orang banyak.

Ketika semua orang fokus, tiba-tiba nenek buka suara, "Mila, nenek ingin membuat sebuah permintaan."

Mila yang saat itu sedang duduk sebelah nenek, mendekatkan wajahnya agar dapat jelas mendengar suara neneknya.

"Iya nenek, kenapa? Nenek mau apa?" tanya Mila.

"Nenek mau buat sebuah permintaan yang harus Mila laksanakan sebelum Nenek pergi"

Mila yang kebingungan dengan ucapan nenek, lalu melirik sejenak kepada orang-orang yang berada disana, mereka juga tampak penasaran.

"Kok Nenek bilang begitu, jangan aneh, nenek mau pergi kemana? Nenek pasti sembuh" pinta Mila, matanya terlihat berkaca-kaca.

"Nenek tau waktu nenek udah enggak banyak Mila" Mila yang mendengar itu sontak kesal, bisa-bisanya nenek berkata seperti itu sesaat setelah sadar.

"Jangan bicara seperti itu Bu Marinah, kasian cucumu" ucap Bu Riris yang mendekat pada sang nenek, kemudian menggenggam tangan erat.

"Aku merasa bersalah pada Mila, Riiiis" ucap lirih sang nenek. "Aku merasa gagal sebagai ibu dan nenek" Nenek menangis, membuat Mila yang tadi menjauh kembali mendekat.

"Kenapa Nenek berkata seperti itu?" Mila tak kuasa menahan tangisnya. Sedangkan yang lain hanya terdiam, membiarkan mereka.

"Nenek minta maaf telah banyak menyusahkan kamu, seandainya nenek bukan orang miskin, kamu dan ibu kamu tidak akan menderita" ucap nenek dalam tangisnya.

Nenek menyesal membuat cucu satu-satunya itu bahkan tidak bisa kuliah. Karna harus mengurusnya. Membiarkan dia tak dapat menikmati masa-masa mudanya.

Mila tidak mengerti ucapan sang nenek yang membawa-bawa nama ibunya itu. "Nenek aku ikhlas ngelajanin ini semua, aku tidak menyalahkan nenek, setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing"

"Benar apa kata Mila, Bu !! jangan menyalahkan diri sendiri" Bi Riris ikut meyakinkan.

"Nenek tidak akan tenang jika meninggalkan kamu sendirian seperti ini" ucap Nenek pada Mila.

"Apa maksud nenek?" tanya Mila.

"Nenek ingin, sebelum nenek pergi kamu sudah memiliki pendamping hidup" Jawab sang Nenek, saat itu Mila hanya menatap Neneknya dengan raut wajah yang bertanya-tanya.

"Nenek mau kamu menikah Mil"

Apa?

"Nek..." lirih Mila.

"Nenek mau kamu memiliki seseorang yang bisa menjaga kamu, melindungi kamu agar nenek bisa tenang dan pergi tanpa penyesalan"

"Tapi neeeek dengan siapa aku menikah? tidak semudah itu nek...lagi pula aku bisa menjaga diri sendiri, tidak harus menikah" Mila mencoba meyakinkan sang Nenek, untuk tidak perlu mengkhawatirkan dirinya.

"Kamu memiliki kekasih bukan?" tanya nenek kemudian.

"Nek, ibunya belum merestui lagipula dia sedang kuliah di Luar negeri"

"Kalau begitu jangan, kamu jangan menikah dengannya jika tidak direstui, Nenek tidak mau kejadian buruk terulang kembali" Nenek diam sejenak, tampak berpikir sesuatu.

"Apa yang nenek bicarakan?" Mila tidak mengerti kemana arah pembicaraan neneknya.

"Kalau begitu menikahlah dengan salah satu diantara mereka" Nenek mengarahkan pandangannya pada ketiga pemuda yang ada disana, ya mereka Gilang, Hans dan juga Joko.

"APA?" Teriak ketiga pemuda itu. Mereka saling menatap satu sama lain, mereka terkejut sekaligus bingung dengan apa yang mereka harus lakukan.

Milapun tak kalah terkejutnya, bagaimana bisa dia menikah dengan salah satu diantara mereka, pikirnya.

"Kenapa? bukankah kalian sudah mengenal lama, Nenek akan senang Jika salah satu dari kalian yang menjadi suami Mila"

"Bukan seperti itu nek !" kata Joko

"Lalu kenapa?" Joko tak menjawab.

"Nenek...." ucap Mila mencoba menghentikan sang Nenek.

Kemudian dengan sopan Mila meminta semua yang ada kamar itu keluar, dia ingin berbicara empat mata dengan sang nenek. Dia ingin berusaha meyakinkan sang Nenek untuk tidak memaksanya menikah.

Semua yang berada ruangan itu akhirnya keluar, mereka membiarkan Mila dan Neneknya bicara.

Di luar mereka berkumpul, membicarakan permintaan sang nenek.

"Kalo begitu siapa yang akan menikahi ka Mila?" tanya Gladys pada ketiga pemuda itu.

"Gladys..." Mamahnya menggelengkan kepala mengisyaratkan untuk tidak ikut campur.

"Jangan ikut-ikutan dek" ucap Gilang.

"Kalo gitu Kak Gilang aja, aku pasti senang kalo ka Mila jadi kakak ipar aku, iya kan Mah?" Gladys kemudian menoleh pada ibunya.

Bu Riris tersenyum, "mamah sih terserah aja"

"Tuh kan?" ucap gladys.

Gilang hanya menggelengkan kepalanya, semua terdiam begitu juga Hans, Joko dan Kila.

Saat itu tiba-tiba terdengar suara teriakan Mila, "Nenek...." kemudian dia keluar dengan cucuran air mata dan wajah yang ketakutan.

"Mila kamu kenapa" tanya Kila.

Semuanya ikut panik, lalu masuk kedalam kamar kemudian Pak Harja keluar kembali untuk memanggil dokter.

Nenek kembali tak sadarkan diri.

1
Lizty Amarantia
👍🫰
Lizty Amarantia
🌟🌟🌟🌟🌟
Nabil Az Zahra
ribet klo apa" cuma ngandelin asumsi sendiri,,,🤦‍♀️
Nabil Az Zahra
cemburu bang gil elah,,ga peka
Nabil Az Zahra
itu suami mila yg mna thoor??🤔
Abel Yasmin
good
Iin Ciprut
lucu,menarik....sukses selalu untuk penulisnya🤲🙏🌹
Lia Bhineka
bikin ngakak thor😁😁😁😁
Karti
ole
Tatik R
keren ceritanya❤
Tatik R
sejauh marathon baca ini suka bangets😍
Nasywa souvenir
awalnya aq males tp lama*kok bagus bikin penasaran dan kata* yg d tulis sopan endingnya lucu bikin gemus dan yg baca pasti ketawa
Nasywa souvenir
iii aq suka episode yg ini,saat bercinta kata*yg d tulis g terlalu transparan tp mengasikkan,g bikin risih tp lucu bikin ketawa, sukses author
Karti
bagus Thor 💪
Syaihul
lanjut
julyantilucy julyanti
bagus usia remaja 13 Tahun -29 Tahun
hanna
baru kemarin tak suruh sabar krn blum bisa merawanin mbak mila, sekarang dah bikin ulah aja ni
hanna
lagi mau unboxing juga ada aja halangan dan rintanganya sabar yaa mas gil
hanna
maamah bikin gemess dah culik aja apah bentaran
hanna
tau ah duo sablengg ni emang gabisaa marahan yg ada kudu ngakak trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!