"Aku akan membunuhnya.."
"Vito dia bukan pria sembarangan," ucap Emma.
"Aku tidak peduli, dia membuat wanita cantik ku tersiksa."
Vito pria tampan dan kaya yang tertarik dengan istri orang lain, awalnya dirinya tidak tau jika wanita yang ia sukai sudah menikah. Tetapi setelah tau Vito semakin tertarik untuk mengambil wanita itu dari suami sah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kdrt
Vito membawa Emma masuk ke dalam mobil nya, ia membawa Emma ke tempat yang lebih baik dari tempat ini, sampai sekarang Emma masih belum mengatakan apa apa, ia hanya menangis sambil menggenggam tangan Vito, walaupun sedang menyetir Vito tidak melepaskan genggaman tangan Emma, ia merasa Emma memerlukan tangan nya.
"Ke apartemen ku ya, di sana kamu bisa istirahat," ucap Vito.
Emma tidak mengatakan apa apa, yang bisa menolong nya saat ini hanya Vito, ia juga sangat memerlukan tempat untuk istirahat.
Beruntung Vito mempunyai apartemen yang ia beli sendiri menggunakan uang hasil model, apartemen ini biasanya ia pakai untuk berkumpul dengan teman teman nya, atau sekedar tempat ia istirahat jika ia malas pulang ke rumah.
Sesampainya di apartemen itu, Vito langsung membawa Emma ke tempat nya. Ia menutupi wajah Emma dengan jaket nya agar orang orang tidak melihat wajah Emma yang tidak baik baik saja.
"Duduk," ucap Vito.
Vito mempersilahkan Emma untuk duduk di atas sofa, sedangkan ia berjalan ke arah dapur untuk mengambil air dingin. Ia ingin mengompres luka yang ada di wajah cantik Emma.
Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Vito kembali mendekati Emma. Ia duduk tepat di samping Emma yang sedari tadi menundukkan kapala nya.
"Pacar mu yang melakukan hal ini," tanya Vito sambil menaikan wajah Emma.
Emma menggelengkan kepala nya, jelas bukan pacar nya yang melakukan hal buruk ini.
Vito mengambil nafasnya dengan perlahan, kecurigaan nya di sepatu jalan tadi seperti nya akan terjadi.
"Suami mu," tanya Vito.
Dengan perlahan Emma menganggukkan kepala nya.
"Akan ku bunuh dia," ucap Vito yang penuh dengan emosi, terlihat tangan nya mengepal dengan keras.
"Kamu tidak tau siapa dia, jangan macam macam dengan nya," ujar Emma dengan nada yang lirih.
"Siapapun dia, presiden sekalipun tidak dibenarkan melakukan tindakan kdrt seperti ini. Lihat sekarang kamu, kamu korban Emma," ucap Vito dengan nada yang sedikit tinggi.
Emma kembali menangis, ia langsung teringat bagaimana suaminya melakukan hal ini ke padanya, nada tinggi yang Vito keluarkan sama persis dengan yang suaminya keluarkan tadi.
"Maafkan aku," ucap Vito sambil mengusap air mata Emma, secara perlahan Vito mengompres luka yang ada di wajah Emma.
Mereka berdua berada di tempat itu sekitar setengah jam lamanya, karena hari sudah begitu malam Vito mengantarkan Emma masuk ke dalam kamar, ia juga ingin memberikan Emma pakaian agar Emma bisa mengganti pakaian yang ia pakai.
"Kamu bisa tidur di sini, di dalam lemari ada beberapa kaus yang bisa kamu pakai. Sebelum mandi kamu bisa bersih bersih," ucap Vito.
"Terima kasih," kata Emma.
"Nanti pagi aku akan kembali, ceritakan semuanya pada ku," ucap Vito sambil berjalan keluar dari dalam kamar, tidak lupa ia menutup kamar itu dengan rapat.
Vito memutuskan untuk tidak pulang ke rumah nya, ia memilih tidur di sofa yang ada di ruangan depan. Apartemen ini hanya ada satu kamar, Vito sedikit menyesal membeli apartemen yang hanya ada satu kamar.
"Dia bisa bercerai dengan suaminya, tapi kenapa aku semarah ini, apa aku suka dia," batin Vito.
Sebelum tidur Vito menghubungi ayahnya, ia tidak mau ayahnya masih menunggu nya di rumah. Tidur di apartemen karena kelelahan adalah alasan terbaik Vito, beruntung sang ayah selalu mengerti dirinya.