Usia 17 tahun dihadapkan dengan masalah pernikahan yang dilandaskan perjodohan. Sebuah pernikahan rahasia. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia?
///
Ternyata calon suamiku merupakan pria yang menyaksikanku diputuskan pacarku saat memergokinya selingkuh.
///
Di sisi lain pria itu terpaksa menggantikan sang kakak untuk menerima perjodohan demi mendapatkan kebebasan. Dan ternyata sahabatmu menyukai instrimu. Apa yang harus dilakukan? Mendukung? Mencegah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rtgnda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
"Duh mbak ngiri ya liat pasangan romantis-romantisan gitu, ngeliatnya jangan segitunya juga mbak. Mbaknya pasti jomblo kan? Keliatan banget. Sini mbaknya sama saya saja", ucap salah seorang pelanggan.
Tiba-tiba saja air mata Sava mengalir.
"Kenzie lo apain mbak-mbaknya sampe nangis gitu. Usil banget. Maaf mbak teman saya cuma bercanda", ucap pelanggan lainnya.
Sava masih terpaku melihat sepasang kekasih itu. 2 sejoli itu langsung menatap ke arah mereka. Tidak. Lebih tepatnya ke arah Sava
.
Ntah kerasukan setan apa Sava mendekat ke 2 sejoli itu. Matanya menatap sipria. Wanita disampingnya heran, "Yang kamu kenal? Kok dia ngeliat kamu gitu banget".
"Hah apa? Iya. Eh gak. Eh iya. Cuma kenalan klub komikku saja", jawab sipria.
"Aku pikir kakak marah padaku karena kita tidak pernah ada waktu bersama. Aku khawatir kakak tidak ada kabar. Tapi apa yang ku temukan. Kakak tega", kata Sava sampai air matanya terus mengalir.
"Karena sudah begini langsung saja, berhenti menghubungiku. Aku muak membaca ratusan pesan yang kamu kirim. Ayuk sayang", kata Ozan dan kemudian 2 mereka pergi meninggalkan Sava yang menangis teriksa.
Para pelangan Sava sedari tadi menyaksikan kejadian memalukan hidupnya pun bingung harus berbuat apa.
"Bro bukan salahku kan dia nangis. Balik yuk dikirain kita lagi yang buat nangis anak orang".
///
Sava menjalani harinya dengan berdiam diri. Murung, tatapan kosong dan mata sembab.
Rania mencoba menyadarkan Sava. Mengguncang-guncang tubuhnya.
"Va, mamamu menelpon katanya kamu harus balik ke rumah. Ada masalah penting katanya. Sepertinya sih menyangkut nenekmu. Aku mendengar kakakmu menyebut-nyebut nenek", kata Rania.
Sava mencek ponsel dan ada 99+ panggilan tak terjawab dari keluarganya.
Sava menghubungi Azzam adiknha yang dirasa jujur membocorkan masalah keluarga.
"Dek, ada masalah apa lagi di rumah? Kamu yang jujur ya. Awas kamu", ucap Sava.
"Apaan sih kak? Kakak di mana sekarang? Kok gak pulang? Papa sakit tuh kangen anak kesayangannya", jawab Azzam.
"Kamu yang serius? Jangan sekongkol ya biar kakak pulang", lanjut Sava.
"Yauda sih gak usah pulang kalau gak percaya", kata Azzan lalu panggilan ditutup oleh Azam.
"Kamu mendingan pulang dulu. Siapa tau papamu beneran sakit. Kamu juga harus mencari tau perkembangan masalah keluargamu itu. Apa jangan-jangan pria kekar yang kau ceritakan itu mendatangi keluargamu lagi", ujar Rania.
Akhirnya Sava memutuskan untuk mengunjungi keluargaku.
///
Kepulangan Sava disambut meriah keluarganya.
Sava heran kenapa keadaan rumah baik-baik saja saat ia pergi. Lalu hutang itu bagaimana. Sava bertanya-tanya dalam hati.
"Makan dulu sayang mama sama papa udah masak makanan kesukaan Sava ini", kata mama mengajaknya ke meja makan.
Terlihat ekspresi diwajah Sava heran. Bagaimana bisa menu makanan seperti ini sementara sedang terlilit hutang.
"Kamu gak perlu khawatir soal hutang itu. Semua sudah beres", ucap papa Sava dengan senyuman.
Sava yg terlihat hampir meneteskan air mata, mereka pun langsung memeluknya.
"Kita rindu Sava jangan nangis aaaaaahhh", ucap Kakak Sava. Tangis bahagia keluarga bersama.
///
Saat malam tiba Sava perhatikan keluarganya terlihat tidak nyaman. Saling dorong untuk masuk ke kamarnya.
Sava pun langsung keluar dan bertanya, "Ada apa? Kalian ingin bicara apa?".
Semua diam.
"Ma, ada masalah apa lagi? " tanya Sava mulai cemas.
Masih tidak ada jawaban. Ingin rasanya Sava menangis lagi. Baru juga senang-senang sebentar sudah ada masalah lagi. Sava menarik napas menenangkan diri.
"Oke Sava gak bakalan marah. Sekarang cerita ada masalah apa hmm?", ucap Sava sambil tersenyum.
"Kak Sava dijodohin".
mudhn ceritanya masih lanjut,semangat ya buat author nya💪💪💪
giliran faris udah bucin sava malah nyebelin