NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romansa / Tamat
Popularitas:302.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mei18

Kisah seorang gadis desa yang harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal, hanya karena dia pernah menolong ibu dari pria tersebut.

Devan Pratama dan Hanum Umaizah ialah dua anak manusia yang tidak pernah bertemu sebelumnya, kini mereka berdua di persatukan dalam ikatan suci pernikahan.

Akan kah, mereka berdua dapat melewati kerikil-kerikil kecil dalam rumah tangga mereka berdua??.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 6

Disaat bu Vania dan Devan sedang mengobrol, Hanum menyibukkan diri dengan memilih susu yang akan dia beli untuk keponakan nya.

Saat Devan sedang mengobrol dengan mama nya, dia melihat ada seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil sambil mengobrol dengan seorang pria disampingnya.

Devan terus melihat kearah wanita itu, dalam hati dia berkata " Kapan ya aku bisa seperti mereka?!".

" Andai saja waktu itu Keysa mau menerima lamaran ku, pasti sekarang kita sudah memiliki keluarga kecil seperti mereka " ucap Devan dalam hati sambil tersenyum.

( Dua tahun lalu Devan sempat melamar Keysa untuk menjadi istri nya tetapi, Keysa menolak lamaran Devan dengan alasan dia masih ingin menggapai impian nya menjadi seorang model terkenal).

Saat bu Vania melihat kearah putranya, beliau melihat sang putra sedang melamun sambil memperhatikan Hanum yang sedang mengobrol dengan kakaknya.

" Seperti nya Devan mulai tertarik dengan Hanum, semoga rencana ku berhasil " ucap bu Vania dalam hati.

" Aku harus cepat memperkenalkan Hanum kepada Dev, agar Dev bisa cepat melupakan perempuan yang hanya menginginkan harta nya Dev saja!!" batin bu Vania

Bu Vania melihat kearah Hanum yang sedang mengobrol dengan kakak nya, beliau pun langsung menepuk bahu Hanum.

Hanum yang merasa bahu nya ditepuk oleh seseorang pun langsung menoleh ke samping.

" Iya bu, ada apa?" tanya Hanum.

" Ibu mau mengenalkan kamu dengan anak ibu. Kamu mau kan?" jawab bu Vania.

Hanum bingung harus menjawab apa, dia pun hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dia tidak tega saat melihat wajah ibu-ibu di samping nya itu.

Bu Vania yang melihat Hanum mengangguk pun langsung berbisik di telinga anaknya " Dia cantik kan Dev?!".

Mendengar ucapan sang mama, Devan reflek menjawab " Iya ma, cantik " sambil matanya terus melihat kearah wanita di depan nya.

Lagi-lagi bu Vania berbisik di telinga anaknya " Kamu mau tidak menikah dengan dia? ".

Lagi-lagi Devan reflek menjawab pertanyaan sang mama " Iya mau lah ma!".

Setelah menjawab pertanyaan mama nya, Devan tersadar dari lamunannya dan menutup mulut nya dengan tangan nya.

" Mampus!! Tadi kenapa aku jawab seperti itu ya?!" batin Devan.

" Semoga wanita ini dan suaminya tidak mendengar jawaban ku, kalau sampai mereka mendengar nya bisa-bisa nanti aku di hajar oleh suami nya!!" ucap Devan dalam hati.

Devan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, agar tidak ada yang tahu jika dia sebenarnya sedang takut jika laki-laki di depan nya itu akan memukul dirinya karena ketahuan sejak tadi memperhatikan istri nya.

Bu Vania yang melihat kelakuan anaknya pun tersenyum, lalu beliau bertanya kepada anaknya " Kamu sedang apa Dev?".

Devan yang mendengar pertanyaan dari mama nya pun di buat bingung.

" Aduh!! Kenapa mama harus menanyakan aku sedang apa sih! Kan aku jadi bingung mau menjawab apa!" ujar Devan dalam hati.

" Masa iya aku harus menjawab aku sedang takut di pukul oleh suami orang gara-gara istri nya sejak tadi aku pandangi terus" batin Devan.

Karena putra nya tidak menjawab pertanyaan nya, bu Vania pun memanggil anaknya " Dev! Kamu baik-baik saja kan?" dengan nada bicara dibuat seperti khawatir.

Mendengar ucapan bu Vania, membuat Hanum dan Juna langsung melihat ke arah laki-laki yang ada di depan nya.

" Dia kenapa??" batin Hanum.

Karena penasaran Juna pun langsung bertanya kepada bu Vania " Ada apa bu?".

" Ini loh nak Juna, ibu bingung Devan anak ibu ini kenapa. Sejak tadi di tanya diam saja!" jawab bu Vania.

" Ibu kan jadi khawatir " sambung nya dengan ekspresi dan nada khawatir.

Mendengar nada bicara bu Vania yang khawatir, Juna pun menanyakan nama anaknya bu Vania, agar dia bisa lebih mudah memanggil nya.

" Kalau boleh saya tahu nama anak ibu siapa ya?" tanya Juna.

Devan yang mendengar pertanyaan dari seseorang yang di panggil mama nya dengan nama Juna itu menanyakan nama nya, dalam hati dia berkata " Ma, please jangan beritahu nama ku kepada laki-laki ini!".

" Kalau laki-laki ini sampai mengetahui nama ku, dia akan lebih mudah untuk mencari aku untuk memberikan pelajaran kepada ku!!" ucap Devan dalam hati.

Namun sayang sekali, sang mama tidak mendengar suara hati anak nya yang menyuruh nya untuk tidak memberitahukan nama nya kepada laki-laki di depan nya itu.

Sehingga,sang mama dengan gampang nya beliau menjawab "Nama nya Devan".

" Yah mama! Kenapa pakai acara di beritahu nama ku segala sih! Tidak tahu apa saat ini anaknya sedang dalam bahaya!!" batin Devan.

Mendengar jawaban mama nya, Devan pun hanya bisa pasrah jika suatu saat dia akan di hadang orang suruhan laki-laki yang bernama Juna itu.

Setelah mengetahui nama anaknya bu Vania, juna berjalan mendekati Devan putra bu Vania, dia langsung bertanya " Mas Devan baik-baik saja?" dengan nada sopan.

Mendengar itu, Devan langsung menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dia baik-baik saja.

" Orang ini kenapa menjawab nya dengan anggukkan kepala ya? Apa mungkin dia suka jika ibu nya berbicara dengan orang yang tidak kenal nya?!" pikir Juna.

Juna beranggapan jika anak nya bu Vania tidak suka dengan kehadiran diri nya dan Hanum, lalu dia pun langsung berjalan mundur lalu, saat sudah berada di samping adik nya dia berbisik " Belanja nya sudah selesai belum Num?".

Mendengar pertanyaan dari kakaknya, Hanum pun langsung menjawab " Belanja nya sudah selesai kak".

Mendengar jawaban dari Hanum, Juna pun langsung berkata kepada bu Vania " Maaf bu, seperti nya anak saya sudah mulai rewel, kalau begitu kami pamit pulang dahulu ".

Mendengar itu, bu Vania langsung melihat ke arah anak kecil yang di gendong oleh Hanum. Memang anak kecil itu sudah mulai rewel, mungkin dia sudah mulai lapar atau mengantuk.

Dengan berat hati, bu Vania pun menjawab " Iya silahkan, ibu lihat mungkin anak kamu sudah mulai lapar".

" Ibu meminta maaf ya, atas perilaku anak ibu ini. Sebenarnya ibu mau mengenalkan kalian kepada anak ibu, tetapi malah sikap Devan seperti ini. Sekali lagi ibu minta maaf ya " ucap bu Vania.

Mendengar ucapan bu Vania, Juna langsung menjawab " Tidak apa bu, mungkin saat ini anak ibu sedang kelelahan. Mungkin lain kali kami bisa berkenalan dengan anak ibu lagi".

Juna pun langsung mengambil alih keranjang yang sedang di bawa oleh Hanum, sambil berkata " Sini keranjang nya biar kakak yang membawa nya ".

Hanum langsung memberikan keranjang belanjaan nya kepada kakaknya sambil berkata " Ini kak ".

" Sini Eza biar kakak saja yang menggendong nya, kan kamu dari tadi sudah mengendong dia!" ujar Juna.

" Tidak perlu kak, biar Eza aku saja yang menggendong! Mumpung aku belum pulang jadi, aku mau menggendong keponakan aku" jawab Hanum.

" Yasudah! Tapi, nanti kalau capek ngomong ya! Biar gantian Eza kakak yang mengendong " kata Juna.

" Oke kak!" jawab Hanum.

Devan terkejut saat mendengar percakapan orang yang ada di depan nya itu " Jadi, mereka itu kakak adik! Bukan suami istri!" ucap Devan.

" Kalau mereka kakak adik, itu berarti aku tidak perlu seperti orang ketakutan lagi dong !" batin Devan.

Dengan perlahan Devan mulai bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, lalu dia berkata kepada sang mama " Maaf mama, tadi Devan sedang melamun. Mama tadi bicara apa dengan Devan ?!".

Mendengar perkataan anak nya, bu Vania dalam hati berkata " Untung anak ini tahu harus berbuat apa, kalau tidak sia-sia aku mendapatkan kesempatan bagus seperti ini ".

" Mama mau mengenalkan kamu dengan orang yang kemarin sudah menolong mama Dev " jawab bu Vania.

" Memang siapa ma, orang yang kemarin menolong mama?" tanya Devan penasaran.

Saat bu Vania baru saja akan menjawab, beliau terkejut saat melihat Hanum dan Juna sudah tidak ada di depan mereka.

" Loh!! Kemana orang nya?!!" kata bu Vania terkejut.

" Siapa ma?" tanya Devan.

Namun, bu Vania tidak mendengarkan pertanyaan Devan, beliau mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari keberadaan Hanum dan kakak nya. Dan akhirnya bu Vania melihat Hanum dan kakaknya berada di depan pintu, tanpa menunggu lama bu Vania langsung menarik tangan Devan dan bergegas menyusul Hanum dan kakaknya.

1
Rahma Lia
ceritanya bagus
sella surya amanda
lanjut
Nelly oktavia
oloh oloh sama sama bucin 😍🤩🤣🤩🤩
Laila Uswatun
lanjut yang banyak
@Resh@
lagian jadi laki bego seharusnya sma hanum dicuekin aza liat istri di aniaya malah diam bukanya bantuin kan ogeb
Laila Uswatun
lanjut dong
Laila Uswatun
lanjut yang banyak
Tanty Tanti
up lagi dong
Tanty Tanti
up lagi dong yg banyak
Tanty Tanti
up lagi ya
Tanty Tanti
up
Tanty Tanti
up lagi dong
Tanty Tanti
up
Tanty Tanti
lagi dong
Tanty Tanti
up
Tanty Tanti
lagi2
marlina djalis
ceritanya aku suka Thor
lanjuuuuit
Tanty Tanti
up
Zulaiha Suyuti
luar biasa
Miranti Ranti
😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!