NovelToon NovelToon
TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Eksplorasi-misteri dan gaib / Mata Batin / Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss el

Hidup yang dulunya tenang damai setelah kepergian orang tuanya kini berubah menjadi mencekam hampir setiap hari.

"Kak kamu lihat orang jalan di depan kita tadi kan,,?" Tanya sang adik.

"Mana dek, ngak ada siapa siapa,," balas kakak ikut penasaran.

Kenapa cuma sang adik yang bisa melihat dan kemana pergi orang itu serta bagaimana pertemuannya sama teman beda alamnya hingga sekarang.

Seasons 2
Horornya udah aku kurangin ya dan akan ada kisah lanjut dari anak mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di luar nalar

Eva membeku di tempat kakinya terasa nempel sama lantai. Sekuat tenaga Eva membalikkan badan mengumpulkan semua kemampuannya dan berhasil Eva masuk kamar berbaring lagi disamping Efi menutup seluruh tubuhnya hingga kepala dengan selimut.

Dengan tubuh masih bergemetar, muka terasa pucat, keringat dingin membanjiri wajahnya. Eva berusaha menenangkan diri sebisa mungkin. Kejadian aneh menurutnya itu selalui menghampiri setiap saat kalau lama lama seperti ini dia bisa jadi stress atau depresi karna kejadian di luar nalar.

 

Satu jam berlalu Eva bisa tidur dengan tenang, terlelap menuju alam mimpi menyambut esok mungkin akan lebih baik, berharap kejadian yang sama ngak terulang lagi dan untuk selamanya.

Di sudut ruangan kamarnya ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikan dalam gelap malam. Entah apa membuat dia berdiri disitu, apa dia tidak tau objek yang menjadi pusat perhatiannya itu sudah takut setengah mati.

***Kenapa kamu takut melihat ku, apa aku sebegitu menakut kan untuk mu***

 

>>>>>>>>>>>>>

 

Dua anak manusia itu mulai membuka mata setelah tertidur beberapa jam mengistirahatkan tubuh dari lelahnya hari kemarin.

 

"Dek bangun,yuk bersiap pergi kesekolah."

Efi menggoyangkan badan Eva biar bangun.

"Iya kak,yuk."

Eva membuka mata,duduk mengumpulkan nyawanya melangkah keluar kamar menyusuk Efi yang keluar duluan.

"Hy"

Sapa seseorang.

Deg,,Eva mambatu lagi setelah kejadian semalam dan pagi ini juga sama.

"K ka kam ka mu si apa?"

Eva terbata bertanya,sungguh mimpi buruk apa lagi dipagi buta ini.

"Apa aku mengagetkan mu?

Balas orang itu,apakah dia tidak sadar kalau kehadirannya membuat Eva takut.

"Ka ka mu ken apa bi sa mas uk.?"

Eva syok jika kemarin dia melihat orang itu cuma diam tapi kali ini bicara dengan dia.

"Aku,,

Katanya terpotong

"Dek cepetan kita mandi dan sekolah."

Panggil Efi karna Eva belum muncul juga dari kamar.

"Aku."

Eva terdiam melihat orang itu sudah tidak ada lagi, hilang ntah kemana padahal semua pintu masih terkunci.

 

Eva keluar kamar dengan perasaan gundah entah apa yang harus dilakukannya cerita sama kakak nya atau tidak kalau cerita kakaknya percaya apa tidak ya.

Setengah jam mereka balik dari kegiatan mandi, menggunakan seragam sekolah lengkap serta tas punggung yang selalu membantu menampung buku sekolah mereka.

 

"Berangkat sekarang, kayak kita agak telat dari biasanya."

Efi melangkah duluan menunggu Eva diluar rumah dan mengunci pintu rumah.

Menjadi bahagia atau sedih muram atau bersemangat, murung atau stabil adalah pilihan yang sudah disajikan tinggal kita akan memilih yang mana.

Setiap pagi kita seperti dilahirkan kembali apa yang akan di lakukan hari ini itu yang terpenting.

Ketika kamu bangkit di pagi hari, pikirkan betapa pentingnya hari ini.

Jangan pernah berhenti percaya pada harapan karena keajaiban terjadi setiap hari.

Satu jam lebih mereka sampai sekokah menuju kelas masing masing mengikuti pelajaran hari ini. Guru masuk untuk memulai menjelaskan pelajaran pagi ini. Setengah jam pelajran berlalu tiba tiba perut Eva sakit menandakan panggilan alam harus di penuhi.

"Bu"

Panggil Eva dari kursi belakang tempat duduknya.

"Ya Eva ada apa?"

Jawab guru didepan saat menjelaskan pelajaran.

"Saya izin toilet bu, sakit perut."

Ucap Eva memegang perutnya yang melilit.

"Silakan jangan lama."

Setelah mendapat izin Eva langsung berlari ke toilet, masuk kedalam dan mengunci dari dalam.

 

Sepuluh menit Eva keluar dengan perasaan lega dan wajah tenang. Eva merapikan penampilannya di depan cermin setelah selesai Eva berbalik hendak menuju kelas karna jam pelajaran belum usai, saat berbalik Eva membeku di tempat.

 

"Ka mu la gi"

Ujar Eva ambigu orang yang tadi pagi di rumahnya sekarang berada disini juga.

"Apa kamu takut sama aku.?"

Balasnya tenang seolah dia bukan ancaman buat Eva, walau belum tentu ancaman secara fisik tapi secara mental bisa.

"Si apa ya ng ngak tak ut ka mu muncul tib a tiba."

Jawab Eva masih belum bisa mengontrol degub jantungnya yang berdetak kencang.

"Aku cuma mau berteman dengan mu"

Ucanya lagi mendekat kearah Eva berdiri.

"Stop berdiri disana jangan mendekat."

Sanggah Eva memberhentikan, melihat dengan seksama dan deg,, dia ngak napak di lantai.

Eva berlari ke kelas tanpa memperhatikan orang yang menatapnya aneh berlari sendiri seperti di kejar hantu bergitu fikir mereka yang melihat.

"Kamu kenapa vava, kok larian?"

Tanya Sandra melihat Eva lari ngos ngosan masuk kelas.

"Ngak apa San takut lama saja izin keluar"

Eva tidak menceritakan kejadian tadi, mana mungkin akan percaya sedangkan dia saja masih belum percaya.

"Kalian berdua masih mau bicara kalau iya gantikan Ibu di depan untuk menjelaskan."

Teriak guru memperhatikan dari depan, dia tidak suka kalau ada orang bicara saat dia menjelaskan pelajaran.

"Maaf bu."

Jawab Eva dan Sandra bersama dan mengikuti pelajaran hinggan jam selesai serta berganti guru masuk.

 

Waktu istirahat Eva memilih duduk di taman sekolah memakan bekal yang di bawa dari rumah, bukan dia tidak punya uang jajan tapi dia simpan untuk keperluan yang lebih penting sekedar jajan di kantin.

 

"Sendirian dek, Sandra mana.?"

Sapa Efi saat melewati taman melihat Eva duduk sendirian sambil memak bekalnya.

"Iya kak, Sandra lagi beli makanan bentar lagi kesini kok. "

Jawab Eva tetap terus melanjutkan memakan makanannya tanpa menatap kakaknya.

"Kakak ke kantin dulu mau beli minum."

Pamit Efi meninggalkan Eva sendirian ditaman. Eva hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.

Siang yang terik Eva duduk di bangku taman Sekolah dibawah pohon ceri seorang diri menunggu Sandra yang belum balik lagi dari kantin, mungkin lagi ngantri fikir Eva.

Menikmati makan siang ditemani sepoi angin menerpa sekeliling memberi kesan sejuk walau sinar matahari begitu terik siang ini.

 

Makanan Eva sudah habis semua berpindah ke dalam perutnya. Menyenderkan diri pada sandaran kursi memperhatikan pemandangan asri sekeliling, menikmati terpaan angin membelai kulit wajah.

Sambil menunggu Sandra kembali Eva memejamkan mata sejenak menenangkan fikiran yang sedikit kacau dengan kejadian tadi pagi dan kejadian di toilet beberapa jam lalu, sungguh membuat Eva ingin pergi menjauh meninggalkan kejadian aneh itu, mencari kehidupan baru, suasana baru, tempat baru.

 

Eva sedang asik menikmati siang hari dengan tenang. Rasanya dengan memejamkan mata saja sudah agak tenang dan berharap kejadian tadi tidak terulang lagi untuk hari ini serta seterusnya apa pun alasannya cukup sampai hari ini.

Kita cuma bisa berharap semua tergantung keberuntungan juga apakah baik atau tidak, berpihak pada kita atau tidak. Berharap cuma yang terbaik, berusaha melakukan yang terbaik pula dan semoga semuanya akan baik baik juga yang akan di alami.

"Sendiri aja,,,,??

Tbc.

1
Nur Alif
Luar biasa
Andini
OK banget suka banget 👍 mantap banget 👍
Andini
OK banget 👍 mantap banget
Ratna Mintarsih
suka kak bagus cerita ya
Anisa Syafitri
y trtus kak, apalgi ads evanny tambah. seruu
Anisa Syafitri
kalo amenuruy aku mana yg terbaik aja alur ceritany
Anisa Syafitri
benar tuh kak, evan pernah janji akan datang pada saatny nanti k eva, ,walaupun beda alam kalo saling perfuli perhatian apa. salahnya, byk kejadian seperti yg nyata kok
Anisa Syafitri
mana juga evsnnya gk ada lgi d cerita itu, kan seru kalo bisa ketemu lgi dg evan
Anisa Syafitri
mana evanny nih, kangen juga dg evanny
Rita sry Mayang sari
maaf kak..
aku bingung dengan ceritanya....
aku juga tersesat dalam alurnya kak..😭
Lulu un nafisah
Kecewa
Zahra Putri Mandala
Walau cerita horor pertama tetapi ceritanya sangat menyentuh,,
Zahra Putri Mandala
Sangat menarik kak,,semangat menulis kakak
Nina Kurnia Dewi
ceritanya bgus...cuman kalau boleh tau knp pas dalam bahaya Eva tidak pernah mohon pertolongan Allah,,padahal berjilbab kan .
Siti Aminah
giliran novel ke gini ada visual nyah
Aya Vivemyangel
Mampir 🌷🌷🌷🌷
Masih agak bingung ya part awal , ok lanjur baca
Harniah Harny
cerita yang menarik dan tegang, mampir di karyaku juga ya.
lady daisy
dh tamat ke thorr
lady daisy
thorr kok bnyk typo sih..
BUNDA ZAHRA
bikin nyesek,q ada ya tetangga seperti itu hanya karena ekonomi dikucilkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!