NovelToon NovelToon
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Liliana *px*

Bening, gadis berusia 18thn, harus rela mengandung benih pria yang tak dikenalnya melalui inseminasi buatan. Karena keadaan yang membuatnya menerima perjanjian kontrak sebagai ibu pengganti. Ayahnya yang sedang di penjara juga ibunya yang sakit keras, membutuhkan biaya besar untuk operasi. Ketidakberdayaannya, membuat Bening merelakan rahimnya disewa untuk melahirkan keturunan pria tersebut sebagai ibu pengganti. Apakah penderitaan Bening akan berakhir sampai anak itu lahir, atau justru itu awal dari penderitaan dia yang sesungguhnya. Inilah kisah gadis cantik yang berjuang hidup untuk ibu juga putranya,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liliana *px*, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6

"Kamu jangan membuat ulah, Bening!" Geram Hendra dalam hatinya. Ia tidak memberi kesempatan pada Bening. Karena di depan sana banyak saingan bisnisnya yang membawa wanita untuk mendapatkan perhatian Ravendra. Dan ia tidak mau ketinggalan untuk mendapatkan jalan pintas menuju kesuksesan, meski dengan mengorbankan Bening. Namun pengorbanan itu akan dia bayar mahal bila berhasil mendapatkan proyek tersebut. Dan itu sepadan menurutnya.

Ia tetap menggenggam tangan Bening mengajaknya kearah kerumunan itu," ke toiletnya nanti aja, kita menyapa Presdir Ravendra dulu, keburu nanti orangnya pergi!"

Bujuknya.

Bening yang sudah kalang kabut hati tidak bisa berpikir jernih lagi. Tubuhnya gemetaran, ia tak tahu apa yang akan menimpanya nanti jika pria tampan di depan sana yang menjadi incaran semua orang mengetahui keberadaannya.

Kerumunan itu terlihat penuh sesak hingga Pak Hendra tidak mendapatkan celah untuk mendekati Presdir Ravendra. Sekilas ide licik itu pun muncul di pikirannya. Ia pun melepas genggamannya pada Bening. Seakan terpisah darinya, namun bersamaan itu ia pun mendorong kuat tubuh Bening dan menyobek gaun Bening saat ia terdorong kuat ke depan.

Bening merasa ada dorongan dari seseorang yang begitu kuat ke depan. Juga mendengar adanya suara sobekan di belakangnya. Ia mematung, ada yang salah. Tubuh belakangnya terasa dingin. Saat menyadarinya.

"Ahhh,,,!!!!" Teriaknya sekencang mungkin. Membuat kerumunan yang ramai itu berhenti untuk sementara.

Mereka semua menoleh kearah sumber suara.

Bening hanya bisa mematung dengan mendekap erat gaunnya yang telah robek bagian belakang. Ia tidak berani bergerak karena takut gaunnya akan melorot ke bawah. Ia hanya terus berteriak dan mendekap erat gaunnya.

"Nona, gaunmu robek." Kata salah satu orang di ruangan itu. Bening hanya bisa menundukkan wajahnya.

Kejadian yang memalukan ini membuatnya tak berani melihat semua orang. Tepatnya ia takut jika gaunnya itu akan benar benar lepas dari tubuhnya. Karena ia hanya memakai daleman saja, bra yang tidak memakai tali hanya menempel pada dadanya, juga ****** *****. Jika gaun itu terlepas ia pasti akan bugil.

"Sial! Siapa yang berani merobek gaunku. Kenapa harus diacara seperti ini ada orang yang iseng." Geramnya sambil menutup kedua matanya, menunduk ke bawah. Punggungnya terasa dingin.

Ravendra berjalan mendekati Bening, secara tak sengaja semua orang tadi membuka jalan karena teriakan Bening. Mereka berjajar rapi di sebelah kanan juga kiri Ravendra. Membuat pria itu dengan mudah melangkah kearah Bening.

Dia sedikit mengangkat matanya yang hitam. Melihat tangan Bening yang gemetaran. Gaun hitam yang pas di badan itu sobek bagian belakang. Memperlihatkan garis punggung yang halus juga putih. Gadis itu terlihat panik mencengkram dadanya. Tak bisa di pungkiri jika kulit gadis itu begitu putih juga mulus.

Namun pipinya masih terasa sakit. Ia pun melengkungkan bibirnya tipis, hingga tidak ada seorang punya g menyadari jika pria itu sedang tersenyum.

Adegan di mana Bening telah mempermalukannya kembali terlintas di pikirannya. Tidak ada seorang wanita pun yang berani menyentuh wajahnya. Justru wanita ini begitu berani mengancamnya. Ravendra berusaha menahan marahnya. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi.

Bening yang merasa dunia telah berhenti berputar masih tetap menundukkan wajahnya. Hingga jika di tatap terus lantai itu akan berlubang dan bisa menyembunyikan tubuhnya. Hingga ia melihat ada sepasang sepatu terbuat dari kulit buaya hitam dan mengkilat.

Sepasang kaki yang berbalut celana setelan jas, berdiri tepat di depannya. Ia pun merasakan hangat di punggungnya. Ia pun segera mengangkat wajahnya dengan bahagia. Kini matanya bersitatap dengan manik hitam seorang pria tampan. Membuatnya terkejut.

"Kamu??"

Bening menoleh dan melihat jas putih sudah menutupi pundaknya. Ia seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin pria ini mau membantunya, menjadi dewa penolong disaat ia membutuhkan bantuan. Namun belum sempat ia berpikir lebih lanjut tubuhnya sudah terangkat.

"Ahhh!!" Teriaknya terkejut saat Ravendra mengangkat tubuhnya menyembunyikan di dada bidang pria itu.

Membawa tubuh kecilnya kearah toilet.

Semua pasang mata yang melihat kejadian ini hanya bisa terpana. Bagaimana mungkin seorang yang terkenal dingin tidak bisa di sentuh dengan mudahnya mengangkat tubuh seorang wanita. Ia bagai seorang pahlawan yang menolong wanita cantik.

Bening tiba tiba merasakan sedikit pusing, namun ia merasa tenang saat mencium aroma parfum yang menguar dari tubuh Ravendra. Hingga kesadarannya kembali lagi.

"Lepaskan aku! Brengsek turunkan aku!" Bening mencoba melepaskan dirinya. Tak ayal, gaun itu pun terlepas dari tubuhnya karena gerakannya. Memperlihatkan tubuh mulusnya.

"Ahhh,,,!" Bening panik menutupi dadanya.

Pemandangan indah itu membuat mata Ravendra suram. Ia pun berbisik di telinga Bening," Kalau kamu masih berontak, akan ku lempar kamu kembali keruangan itu!" Ancaman itu bisa menghentikan gerakan Bening.

Ravendra melangkah ke toilet pria.

"Braakkk!"

Pintu toilet di tendang hingga terbuka olehnya. Para pria yang melihat kedatangannya segera menuntaskan urusan mereka. Karena mata elang itu sudah mengintimidasi mereka.

Bening hanya bisa merapatkan jas itu, bersembunyi di dada bidang Ravendra, berharap tidak ada seorang pun yang tahu akan rasa malunya.

"Keluar semua dari sini!" Perintahnya yang membuat semua pria dituangkan itu pergi meninggalkan toilet meski ada diantara mereka yang belum selesai dengan urusannya. Namun mereka tetap.pergi takut jika menyinggung pria yang kini berada di depan mereka.

"Braakkk!" Suara pintu toilet yang kembali tertutup.

Suasana seketika hening, perlahan Bening mengangkat kepalanya. Tiba tiba ia merasakan dingin di ruangan itu. Dengan hati hati kini ia berkata," tolong lepaskan aku,Tuan!"

Alis Ravendra sedikit terangkat, ia lalu meletakkan Bening di atas wastafel yang dingin.

"Ah,,, " erang Bening saat kulitnya menyentuh permukaan wastafel yang dingin. Namun suara Bening seakan terdengar murahan di telinga Ravendra.

"Pelayan menjual diri sampai ke acara perjamuan, seleramu cukup tinggi Nona."

Mendengar penghinaan ini membuat Bening mengepalkan tangannya. Ia memandang tajam mata elang itu.

"Tuan, terima kasih sudah membantu saya terlepas dari masalah, tapi saya tekankan sekali lagi, saya bukan pelayan juga bukan Nona! Anda mengerti?"

Bening berpikir untuk segera pergi dari ruangan itu. Ia mencengkram jas besar ditubuhnya. Bersiap untuk melompat dari wastafel, namun langkahnya terhenti karena Ravendra menahannya. Tubuhnya tiba tiba condong kearah Bening dengan seringai tajam terlihat di bibirnya. Kedua tangan Ravendra yang kokoh itu bertumpu pada cermin di belakang Bening. Memeluk Bening dengan erat.

"Masih ingat ingin membeli pelayan, Nona?" Bisiknya yang membuat tubuh Bening menggigil ketakutan.

bersambung 🌸 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

1
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
ada rencana apa Ravendra ke PP ya dengan Bening sebagai alatya🤔
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
waduh bertukar tempat apa jadi ya nih, Dimas ke PP ya, Kean ke Bening 🤭
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
waduh kok bisa gara2 Bening ayahnya bening kaki ya patah di penjara ada apa sebenarya ini 🤔
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah salah jemput anak sepertiya pelayan Ravendra, semakin menarik nij
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
keras banget didikannya Ravendra
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
ada perjanjian apa bening & Ravendra 🤔
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
😲waduh pasti itu ulah Rendra
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Ravendra inget gk ya klo yg menjadi ibu dr anaknya adalah Bening 🤔
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
😲wah orang km. tampar ternyata seorang presdir bening, habis lah kau Bening
hati hati dengan Pak Hendra Bening dia sungguh licik
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
😲wah bening berani amat ya menampar laki2 yg gk dikenal itu, walaupun tindakan Bening benar krn dia dihina, gk seharus ya olang kaya seperti itu
semangat bening 💪💪
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
mungkin kah itu ayah ya Dimas🤔
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
selamat ya Bening akhir ya km melahirkan secara normal bayimu, walaupun sedih banget salah satu anakmu di ambil ayah biologis ya
tp km masih punya satu anak laki2 lagi
apa pria kaya itu gk tahu ya klo Bening puya anak kembar 🤔
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
mudah32an dengan pengorbanan yg km lakukan bisa menyembuhkan penyakit ibu mu ya bening ,🥺
𝐙⃝🦜🅐🅨🅐 💞
belum up lagi ya🤔
⒋ⷨ͢⚤🍁ℓιℓу🌸M⃟3💋•§͜¢•🦢🍒 : ntar up kk, masih nulis ini
total 1 replies
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
Sepertinya Bening mau di jadikan umpan ini
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
Hendra terpesona dengan penampilan Bening yg tadi malh dianggap pelayan🤭
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
lah Bening waraskh😲🤦‍♀️
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
eeehhh
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
kurang ajar padahal bagaimana pun Bening tetap ibu dari anak mu
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
bertemu kembali dengan sang penyewa rahim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!