Seorang kultivator kuat reinkarnasi ke sebuah dunia sihir, dimana dia memiliki tugas dari pada dewa. Entah apa yang membuat para dewa memilihnya dan menghadiahkannya dengan Shadow Ancestor System. Yang pasti, dia memiliki tugas untuk menyatukan dunia dan menghalangi para penentang dewa untuk berkhianat pada para Dewa?
Bagaimana perjuangan dia? Dan apakah Para Dewa memang sebaik itu? Mari kita lanjutkan dengan kisah seorang Jesse Smith. Seorang budak yang akan memimpin dan menyatukan seluruh ras yang ada di dunia sihir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faisal Fanani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 006
[Tidak usah terkejut Master. Dia memanglah salah satu kekuatan yang selama ini bersemayam di dalam jiwa Anda. Dan ratusan semut waktu di lorong itu sudah dikalahkan dan menjadi pasukan bayangan Anda.]
“Pasukan Bayangan?” Jesse masih tidak mengerti secara penuh, tapi jiwanya seakan-akan paham dengan semua apa yang dijelaskan sistem secara alami, namun akalnya masih tidak bisa menerimanya.
“Apakah para bayangan ini memiliki teori seperti ketika aku membangkitkan mayat menjadi pasukan? Tapi bentuk dan wujud para pasukan bayangan ini terbuat dari bayanganku begitu?” tanya Jesse menyimpulkan.
[Tepat sekali, oleh karena itu keistimewaan yang Master miliki sekarang semuanya untuk hal itu. Jadi tidak heran dantian Anda dan Organ Sihir Anda selalu saja lebih baik dari manusia pada umumnya.]
“Bukankah itu berarti aku bisa membunuh semua orang yang ada disini dengan mudah? Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku mengenai hal ini, Sistem?”
[Karena Master tidak pernah bertanya mengenai kemampuan ini. Apalagi Master masih terus menggunakan keterampilan Kultivator di kehidupan masa lalu Anda, jadi jangan salahkan saya.]
“Ugh … ternyata aku masih belum terlalu mengenalmu, tapi baiklah bisakah kamu jelaskan padaku sekali lagi mengenai semua hal, mulai dari kemampuanku dan semua pengaturan di dunia ini yang tidak aku ketahui Shadow Ancestor System?” pinta Jesse dengan patuh.
[Karena Master memaksa, maka sistem akan menjelaskannya dengan senang hati…]
[...]
[Begitulah penjelasannya, intinya sekarang Master bisa membangkitkan makhluk hidup yang Anda bunuh dengan tangan sendiri atau tangan para pasukan bayangan (Shadow) Anda.]
“Aku tidak menyangka bahwa keberuntunganku di dunia ini sangat besar, sampai aku dianugerahkan kekuatan seperti itu, kalau begitu aku akan mengubah sedikit rencana penghapusan tempat latihan ini,” senyum Jesse menakutkan.
***
Di sebuah ruangan.
*PLAK!
*PLAK!
“Kalian mengatakan bahwa dia sudah mati? Tapi kenyataannya dia bahkan bisa kembali dengan selamat, apakah kalian membohongiku mengenai laporan tentangnya!” marah seseorang.
“Maafkan kamu Tuan Besar, kami sudah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya kala itu, sayangnya dia menolak dan malah menjadi pahlawan bagi semuanya,” jawab salah satu orang yang sudah penuh memar.
“Sudahlah Tuan Besar, atau harus kupanggil Kak Charles Davis. memangnya kesalahan apa yang sampai membuat kakak marah seperti ini? Apakah dia menghilangkan barang kesayanganmu?” tanya seorang laki-laki berkumis panjang dan kurang lebih memiliki kekuatan yang tak kalah kuat dari Tuan Besar itu.
“Seperti biasanya, pasti kamu akan ikut campur Bronson Rodriguez, apakah kamu tidak memiliki sebuah misi penting dan hanya akan menggangguku saja disini?” kesal Charles Davis.
“Hooo … tak baik marah-marah seperti itu Kak Charles, aku disini ditugaskan untuk memberikan laporan bulanan mengenai hasil pelatihan di tempat ini, kamu sudah menyiapkannya bukan?” tanya Bronson.
“Yayaya! Aku sudah menyiapkan semuanya! Hei kalian berdua, berikan beberapa dokumen mengenai progress yang sudah dilakukan oleh tempat latihan pada budak ini, berikan padanya,” perintah Charles.
“Oho … disini ternyata memiliki kualitas beberapa kali lipat lebih hebat dari tempat lainnya ya? Kalau begitu kenapa kalian tidak mengirimkan kuota sesuai dengan permintaan pusat?” ucap Bronson santai tapi penuh dengan ancaman.
“Kami akan memenuhinya bulan ini, tolong sampaikan maafku pada Ketua Organisasi. Katakan padanya aku akan mengunjunginya lain kali untuk memberikan penjelasan secara lisan,” pinta Charles sambil mengeluarkan tekanan setara Bronson.
“Tuan Bronson! Tuan Charles! Jika kalian berdua memang berniat bertarung, maka sebaiknya diselesaikan di arena pertarungan hidup dan mati saja, dengan begitu kalian tidak perlu menyiksa semua orang yang ada disini!”
Seorang perempuan berambut merah melerai keduanya, entah siapa dia sebenarnya, tapi dia berhasil membuat kedua petinggi organisasi itu langsung menghentikan tekanan dan auranya masing-masing.
“Baiklah Tuan Putri, karena Anda sudah memberikan saran, maka saya sangat ingin melakukannya, tapi tidak sekarang. Karena Anda sudah tahu akan ada kejadian apa di pusat bukan? Jadi mohon maaf belum bisa membunuh Charles bodoh ini sekarang,” jawab Bronson hormat.
“Sepertinya mulutmu tidak pernah diberikan pelajaran ya! Kalau bukan karena ada permasalahan di pusat, maka aku akan dengan senang hati menunjukkan kekuatanku padaku dan aku yakin bisa membunuhmu!” jawab Charles ringan namun penuh dendam.
“Sudah-sudah! Kalian berdua sama saja, sekarang lebih baik kita kembali Tuan Bronson, kita harus segera menuju ke tempat latihan budak lainnya. Sampai jumpa Tuan Charles…”
Perempuan berambut merah itu kemudian berjalan pelan meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Bronson.
“Sepertinya akan ada pergantian Ketua Organisasi Baru di pusat, kalau begitu aku akan ikut mengambil kesempatan dengan caraku sendiri,” batin Charles.
***
Beberapa hari kemudian, Jesse sudah berhasil membuat sebuah racun yang sangat mematikan dengan bantuan Anya, mereka berdua meneliti racun itu diam-diam di sela-sela istirahat latihan.
“Kenapa aku merasa kamu lebih hebat dalam hal meracik racun Jess? Padahal kamu masuk ke pelatihan fisik dan sihir, bukan dalam bidang ini? Kamu memang benar-benar berbakat ya,” puji Anya.
“Kebetulan sekali aku hanya berlatih sedikit mengenai hal ini. Dan terima kasih karena telah membantuku mendapatkan ini semua, kalau begitu satu botol ini simpanlah, anggap ini hadiah dariku,” ucap Jesse tulus.
“Kalau begitu aku akan menerimanya. Oh iya, setelah ini aku akan melakukan misi di luar lagi, jadi mungkin kita tidak akan bertemu sampai bulan depan, jadi jangan nakal-nakal lagi seperti waktu itu! Sampai jumpa Jesse,” ucap Anya sambil meninggalkan Jesse sendirian.
“Ratu semut!”
“Hamba datang Yang Mulia!”
“Jadikan racun ini sebagai pengganti racunmu, sebarkan juga pada semua pasukan semut merah raksasa, kalian semua akan membunuh para petinggi tempat ini beberapa hari lagi!”
“Hamba mengerti, gunakanlah hamba sesuai dengan keinginan Yang Mulia.”
Ratu semut itu kembali ke bayangan Jesse lagi, lalu dia berbaring sebentar dan menimbang-nimbang, apakah rencananya ini akan mengalami kegagalan atau tidak.
“Kita akan bertaruh, aku sudah menyebarkan semua semut di tempat-tempat yang tepat, mari kita tunggu tanggal mainnya saja,” batin Jesse memberikan semua rencananya pada takdir.
***
Hari terakhir dimana misi sistem akan segera kehabisan waktu.
Hari ini semua budak tengah dikumpulkan tepat di tengah lapangan latihan, termasuk juga semua pelatih dan petinggi organisasi yang mengurus cabang tempat pelatihan budak ini.
Mereka semua dikumpulkan karena akan ada beberapa orang yang terpilih dan dikirim ke organisasi pusat dan mulai menerima misi dan pelatihan di sana.
Semua budak mendengarkan Tuan Besar Charles berbicara di depan semua orang, 10 budak terbaik terpilih termasuk Jesse. Lalu mereka semua diberikan sebuah seragam baru yang akan menjadi identitas mereka mulai sekarang.
“Jesse kemarilah! Saatnya kamu mendapatkan hadiah karena menjadi yang terbaik dalam pengembangan budak, kamu akan menjadi pemimpin semua budak yang dikirim hari ini, apakah kamu–”
*JLEB!
“Apa-apaan ini Jesse?! Kenapa kau menyerang pelatihmu sendiri? Apakah kau sedang melakukan pengkhianatan besar-besaran disini? Lepaskan belati ini, maka kita akan melupakan semuanya!” teriak Pelatih Kekar yang memberikan seragam kepada Jesse.
Sontak saja pembangkangan Jesse membuat semua orang sedikit hening karena mencerna apa yang sebenarnya terjadi, namun setelah mereka semua menyadari hal itu, beberapa pelatih langsung menuju ke tempat Jesse.
“Hei kalian semua pada budak yang dijauhkan dari keluarga! Budak yang hanya diberikan tugas untuk membunuh dan membunuh!” teriak Jesse.
“Apakah kalian akan selamanya tinggal disini dan mendapat berbagai tindak kekerasan dari semua orang bodoh ini!” lanjut Jesse membakar semangat semua orang.
“Sadarlah, dunia ini sangat luas, tidak pantas bagi kalian semua untuk tinggal disini dalam waktu lama!” Jesse menggunakan kata-kata yang sangat keras dan terukur.
“Memberontaklah dan raih keinginan kalian sendiri, jangan mau diperalat lagi oleh Organisasi Hantu Abadi ini!” Jesse mengakhirinya dengan sebuah provokasi langsung pada organisasi pemilik tempat ini.
yg ini baru bisa dibuka jdi mampir juga di novel ini biar sama² Subrek
ok thor