Cecilia melempar dengan kasar novel yang baru saja dibacanya ke samping tubuhnya, dia merasa kecewa dengan isi novel tersebut, dia lalu bangun dan mengambil secarik kertas dan pulpen lalu menulis " ketika Rosalin tahu kalau dia dipermainkan Miranda dan julio maka Rosalin merubah penampilan nya dan bertekad merebut Julio dari pelukan Miranda.”
tiba-tiba angin bertiup membuka halaman novel tersebut lalu novel itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang ada suara yang berkata " Cecilia rubahlah nasib Rosalin seperti yang sudah kamu tulis di kertas itu" , tiba -tiba Cecilia terserap ke dalam novel tersebut dan menempati tubuh Rosalin tokoh utama wanita dalam novel tersebut.
Kini Cecilia menjalani hari-harinya sebagai Rosalin, dia hanya dapat kembali ke dunia nyata apabila dia telah merubah nasib Rosalin persis seperti yang sudah dia tulis di secarik kertas itu.
Mampukah Cecilia mewujudkan apa yang sudah dia tulis di secarik kertas itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Estin Toisuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semakin di fitnah semakin maju
Setiap wanita pasti ingin tampil cantik dan menawan walaupun hanya melakukan kegiatan sehari-hari tidak terkecuali Cecilia yang kini berada di tubuh Rosalin.
Cecilia dan Julia menenteng kantong belanjaan mereka baru saja pulang dari berbelanja wajah mereka tampak sangat senang terutama Julia, mereka menikmati Hasil kerja keras berjualan nasi bakar.
Cecilia berbelanja kosmetik, alat kosmetik dan parfum, uangnya belum cukup untuk membeli tas, sepatu dan pakaian sekaligus jadi Cecilia membelinya satu per satu.
“ Hasil kerja kerasku tidak sia-sia kini aku bisa memoles wajah Rosalin menjadi lebih berseri.” Cecilia mulai mengaplikasikan make up ke wajah Rosalin yang sudah bersih dari jerawat. Mencatok rambutnya supaya terlihat lebih rapi lalu menyemprotkan parfum beraroma bunga ke tubuhnya.
Dengan senyum lebar Cecilia keluar dari kamar, Kedua orang tua Rosalin dan Julia adiknya terpana melihat perubahan pada diri Rosalin.
Dengan penuh rasa percaya diri Cecilia melangkahkan kakinya di lorong kampus bak seorang model, para pria melihat ke arahnya tak terkecuali Julio, hal ini membuat Miranda sangat geram walaupun Miranda tidak begitu mencintai Julio tetapi ada alasan tertentu yang membuatnya harus mempertahankan Julio.
Semua perubahan itu tidak lepas dari usaha nasi bakarnya yang semakin ramai terutama sejak Miranda memposting dirinya yang sedang berjualan.
Awalnya hanya berjualan sekitar 30 bungkus setiap hari sekarang bisa 70 bungkus sehari, belum lagi kalau ada pesanan khusus, Rosalin dan keluarganya akan sangat sibuk. Beruntung Rosalin memiliki keluarga yang mendukung usahanya. Tetapi tetap saja Cecilia merasa kelelahan karena harus membagi waktu antara kuliah dan berjualan.
Dengan kondisi tubuh yang kurang fit Cecilia tetap memaksakan diri pergi kampus. Wajahnya tampak pucat tiba-tiba saja kepalanya pusing lalu perutnya mual dia segera berlari ke toilet lalu mengeluarkan seluruh isi perutnya.
Kebetulan Miranda sedang berada di toilet untuk memperbaiki make up nya, melihat kejadian ini Miranda tidak menyia-yiakan kesempatan ini dia mengambil ponselnya lalu merekam Rosalin yang sedang muntah-muntah di washtofel Cecilia tidak menyadari hal itu, sampai akhirnya Luna dan Yoan masuk ke toilet membawakan minyak angin untuk Rosalin, Miranda segera berlari ke luar.
Miranda tersenyum puas melihat hasil rekamannya lalu dia segera mempostingnya di media sosialnya degan caption “ Rosalin hamil ini buktinya dia sedang mual-mual di toilet kampus.” Dengan cepat gosip itu menyebar di kalangan mahasiswa.
Rosalin, Luna dan Yoan baru saja keluar dari toilet mereka bingung mengapa semua mahasiswa memandang aneh ke arah mereka terutama ke arah Rosalin.
Lalu seorang mahasiswi menanyakan sesuatu kepada Rosalin “ kamu benar sedang hamil?”, sontak Rosalin terkejut mendengarnya “ mengapa kamu bertanya seperti itu?”
Mahasiswi itu menunjukan postingan di medsos yang memperlihatkan Rosalin sedang muntah sambil menahan perutnya dengan tangan, Rosalin lalu berkata “ oohhh ini rupanya, oke kalau begitu siapa yang ingin menemani ku pergi ke klinik untuk periksa?” dua orang mahasiswi mengajukan diri.
Mereka pergi ke klinik untuk memeriksa keadaan Rosalin, Cecilia meminta kedua mahasiswi itu untuk merekam semua proses pemeriksaan dari awal sampai akhir sebagai barang bukti, dokter mengatakan bahwa Rosalin hanya kelelahan dan perlu istirahat . Cecilia memandang kedua mahasiswi itu “Sekarang siapa yang kalian percaya? Ucapan dokter atau postingan Miranda?”
Tentu saja mereka percaya hasil pemeriksaan dokter, Kedua mahasiswi itu pun segera memposting semua proses pemeriksaan dan pernyataan dokter sehingga tidak ada lagi gosip bahwa Rosalin hamil di luar nikah. Langkah yang sangat cerdas untuk menghentikan gosip yang di sebar oleh Miranda.
Dengan berat hati Cecilia mengikuti saran dokter untuk beristirahat dia pun beristirahat beberapa hari, uang hasil penjualan nasi bakarnya dia gunakan untuk membeli vitamin dan makanan yang bergizi supaya dia cepat pulih, rencananya untuk membeli baju, tas dan sepatu yang bagus tertunda.
Setelah kembali sehat dia pun kembali berjualan tetapi kali ini dia meminta seorang tetangga bekerja untuknya supaya dia tidak terlalu lelah.
Miranda sangat kesal saat mengetahui kalau Rosalin mampu menepis gosip yang dia sebar dengan sangat mudah, malahan dia mendapat teguran dari Julio yang tidak menyukai perbuatan nya tersebut.
Suatu sore Miranda sengaja datang ke rumah Rosalin untuk membeli dua bungkus nasi bakar lalu dia meminta ijin untuk dapat menikmati nasi bakar tersebut di dalam rumah Rosalin, tanpa rasa curiga kedua orang tua Rosalin mengijinkan nya.
Ternyata diam-diam dia masuk ke dalam dapur kebetulan keadaan dapur memang sedang berantakan karena baru saja menyelesaikan pembuatan nasi bakar, banyak peralatan masak yang belum di cuci, sisa potongan daun pisang berserakan, diam-diam Miranda merekam keadaan itu dan menyebar fitnah kalau nasi bakar di buat dengan cara yang tidak bersih.
Akibat gosip Miranda tersebut penjualan nasi bakar Rosalin sempat mengalami penurunan. Miranda tersenyum puas karena kali ini rencana nya berhasil dan dia berharap usaha Rosalin tutup sehingga posisinya sebagai gadis populer di kampus tidak di geser Rosalin dan terlebih lagi Rosalin tidak dapat mendekati Julio.
Cecilia adalah gadis yang pintar dia tidak habis akal dia segera membuat Vidio klarifikasi dan menjelaskan kenapa dapurnya terlihat sangat berantakan, Cecilia juga menunjukan bahan-bahan, bumbu dan peralatan dapur yang dia pakai dan cara membuatnya semuanya bersih. Setelah Cecilia membuat video tersebut pembeli kembali berdatangan.
Cecilia melihat Miranda duduk seorang diri di kantin, dia membeli minuman lalu menghampiri Miranda “ hei .....terima kasih ya sudah membuat usaha nasi bakar ku terkenal, sekarang aku sudah punya satu orang karyawan dan sepertinya akan tambah satu lagi, ini minuman buat kamu, aku yang traktir.”
Cecilia tersenyum sambil mengedipkan salah satu matanya lalu pergi meninggalkan Miranda yang terlihat kesal dengan kesuksesannya. Dengan kesal Miranda melempar minuman pemberian Rosalin ke tong sampah “ aku tidak sudi menerima ini” gerutunya.
Cecilia berbaring di tempat tidur memandang langit-langit kamar Rosalin dalam hatinya dia merasa sangat bangga karena dirinyalah Rosalin tokoh utama dalam novel tersebut tidak mati bunuh diri bahkan kini dia mampu merubah penampilan Rosalin yang dijuluki itik buruk rupa menjadi Angsa yang cantik.
Misi pertama hampir selesai tinggal satu misi lagi yaitu merebut Julio dari tangan Miranda. Cecilia mengangap enteng hal tersebut karena dia merasa Julio sudah mulai menaruh hati padanya, sambil tersenyum dia bergumam “ selangkah lagi Julio akan menjadi milik Rosalin dan aku akan kembali ke dunia nyata.”
Cecila bangkit dari tidurnya berjalan menuju cermin lalu memandang wajah Rosalin yang terlihat sangat jauh berbeda dari saat pertama kali dia masuk ke dalam dunia novel “ dengan wajah cantik seperti ini Julio pasti akan jatuh cinta kepada Rosalin dan meninggalkan Miranda.”
Apakah benar merebut Julio dari tangan miranda semudah yang dipikirkan Cecilia?
Ikuti terus kisah nya
semangat berkarya ya 🦾🦾🦾
jangan patah semangat
semangat