NovelToon NovelToon
Demon King System

Demon King System

Status: tamat
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Penyeberangan Dunia Lain / Iblis / Barat / Tamat
Popularitas:162.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Regar

Pitung yang merupakan Wibu garis keras sedang menonton Anime baru di Bioskop, tiba-tiba tersedak Popcorn saat pemutaran film baru dimulai.

Pitung tewas tanpa ada penonton yang mengetahuinya dan jiwanya bertransmigrasi ke tubuh Raja Iblis yang sedang sekarat.

“Eh... kenapa Aku menjadi Raja Iblis Zagralaas!” Pitung berteriak histeris.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beast Serigala Putih

“Dewi Cahaya yang Maha Kuasa pemilik segalanya, hamba-Mu ini meminjam Sihir Api: Badai Api!” Hannah Stuart menggunakan sisa mana terakhirnya melakukan serangan Sihir karena Penyihir tidak bisa bertarung secara langsung—walaupun beberapa Penyihir ada yang mempelajari keterampilan beladiri sebagai pertahanan terakhir mereka.

Badai Api yang sangat besar langsung menghanguskan ratusan binatang yang menyerbu Kota. Namun, masih ada ratusan binatang lainnya yang segera berhamburan menuju Kota dan salah satunya adalah Beast Serigala Putih Level 30 yang jauh lebih kuat dari para Kesatria Sihir Guild Serigala.

“Aku akan meminta bantuan ke Kota terdekat, berjuanglah dan jangan sampai mati senior!” seru Hannah sembari melompat ke punggung Kuda dan Kuda itu langsung melesat dengan kecepatan tinggi karena Kuda itu sudah ketakutan dengan Aura Beast Serigala Putih.

Edwin Sanders tersenyum mendengar seruan Hannah Stuart, karena dirinya tak mungkin selamat melawan Beast yang Levelnya lebih tinggi 9 tingkat darinya tersebut. “Semoga saja kamu bisa melarikan diri Hannah! Aku berterimakasih kamu telah menjadi bagian Party Petualang bersamaku dua tahun ini dan semoga saja impianmu menjadi Sage atau Penyihir yang bergabung dengan Party Pahlawan terwujud!” gumamnya.

Pedang ditangan Edwin Sanders diselimuti oleh Mana berwarna Merah menyala, saat bilah Pedangnya menyentuh Badak bercula satu yang ingin menusukkan culanya pada perut Edwin, bilah Pedang itu mengeluarkan ledakan api yang membuat Badak itu terbelah dua dan hangus terbakar.

“Ha-ha-ha... mati kalian binatang sialan!” Kesatria Sihir bersenjata Tombak menusuk Gajah di depannya sehingga Gajah itu langsung tewas seketika karena binatang yang belum berevolusi menjadi Beast hanya setara dengan Level Dua hingga Level Lima saja.

“Makan ini!” Lilia—Pemanah dalam Party Edwin Sanders tersebut menembakkan anak panah yang telah dialiri Mana.

Anak Panah itu itu melesat dengan kecepatan tinggi dan menembus tubuh sepuluh Binatang yang langsung tewas seketika.

Beast Serigala Putih tampak sangat kesal dengan ulah para Petualang yang menghancurkan barisan depan para bawahannya tersebut. Dia kemudian menembakkan Laser Api ke atap rumah tempat Lilia menembakkan anak panah.

Petualang berspesialisasi Panahan itu langsung menghindar dengan melompat ke atap rumah lainnya dan menembakkan anak panah ke gerombolan binatang.

Petualang sendiri adalah gelar yang diberikan pada Kesatria Sihir dan Penyihir yang bergabung dengan sebuah Guild.

Melihat Lilia sangat lihai dan sulit ditaklukkan dengan serangan Laser Api, Beast Serigala Putih memutuskan melompat ke arah Edwin Sanders.

Detak jantung Edwin berdegup kencang dan perasaan gugup langsung menghantuinya. Dia menggenggam erat gagang Pedangnya dan mengalirkan semua Mana yang ia miliki serta berharap serangannya ini akan melukai Beast Serigala Putih, kemudian berharap dengan terlukanya Beast Serigala Putih itu maka Beast itu akan melarikan diri.

Lilia mengerutkan keningnya saat melihat sinar merah yang menyilaukan muncul di bilah Pedang Edwin Sanders. “Sial! Apakah Edwin memutuskan untuk melakukan serangan bunuh diri?” Lilia cemas. “Aku akan mengalihkan perhatian Beast Serigala Putih itu!” pikirnya lagi—sembari menembakkan anak panah yang langsung ditangkis oleh Beast Serigala Putih dengan cakarnya.

Perbedaan Level mereka yang cukup jauh membuat serangan para Petualang itu tidak dapat melukai Beast Serigala Putih.

“Dewi Cahaya yang Maha Kuasa... tolong buat Beast Serigala Putih ini terluka!” Edwin Sanders berdo'a sembari mengayunkan Pedangnya secara vertikal ke arah depan.

Aura Pedang atau ledakan mana yang keluar dari bilah Pedang berbentuk bulan sabit melesat secara Vertikal ke arah Beast Serigala Putih.

Semua Petualang menatap Aura Pedang Edwin Sanders sembari berharap Aura Pedang itu akan melukai Beast Serigala Putih.

Ledakan api menghancurkan permukaan tanah dan benteng Kota. Edwin langsung terkulai lemas sembari menancapkan Pedangnya ke tanah, kemudian bertumpu pada gagang Pedangnya agar tubuhnya tidak ambruk.

Namun, mereka tercengang saat Beast Serigala Putih berjalan dengan santai keluar dari ledakan api itu dan memamerkan taringnya yang sangat tajam. Dia seolah-olah mengejek para Petualang itu, Kalian terlalu lemah! Aura Pedang ini hanya menggelitikku saja.

“Semua mundur! Selamatkan diri kalian!” seru Edwin Sanders sembari mengangkat kembali Pedangnya. “Aku akan ....” Tiba-tiba Beast Serigala Putih menelan kepala Edwin Sanders, sehingga tubuh tanpa kepalanya langsung tersungkur ke permukaan tanah.

“Edwinnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!” Para Petualang Guild Serigala berteriak histeris.

“Aku akan membunuhmu, Beast brengsekkkkkkk!” Lilia berteriak sembari menembakkan anak panah yang ditangkis dengan mudah oleh Beast Serigala Putih.

“Kalian harus mundur!” seru Walikota yang telah kelelahan melawan gerombolan binatang yang ingin memasuki Kota.

“Tapi bagaimana dengan tuan Walikota?” tanya Petualang pengguna Tombak.

“Ini adalah tanah kelahiranku!” sahutnya sembari melepas helm besi yang ia kenakan dan tersenyum pada Kesatria Sihir tersebut. “Kalian harus mundur, ini sudah berakhir! Kalian tak perlu harus mengorbankan nyawa untuk menolong kami!”

Lilia dan Kesatria Sihir lainnya menggertak kan gigi. Mereka sulit membuat keputusan, sementara Beast Serigala Putih terus melangkah mendekat ke arah mereka.

“Mundur!” teriak Kesatria Sihir pengguna Pedang lainnya. “Kami akan segera kembali membawa bala bantuan untuk menyelamatkan penduduk. Maafkan kami, tuan Walikota!” katanya lagi sembari menghela napas panjang.

Beast Serigala Putih melompat ke arah Walikota dengan mulut menganga lebar, sehingga Walikota memejamkan matanya dan sudut bibirnya memancarkan senyuman. “Narnia... maafkan ayah tidak bisa membawakan kamu boneka beruang sesuai dengan janji ayah tadi!” gumamnya.

Narnia adalah Putrinya yang berusia Lima tahun dan saat ia ingin bergabung dengan para Petualang melawan gerombolan binatang ini, Narnia ingin ikut dengannya. Namun, ia melarang putrinya itu dan berjanji akan membawakan hadiah Boneka Beruang bila Narnia mau ikut dengan ibunya ke Bunker bawah tanah.

Namun, tiba-tiba lingkaran Sihir muncul di atas Kota dan dari lingkaran Sihir itu muncul Aura Pedang yang sangat banyak, kemudian Aura Pedang itu menghujani gerombolan binatang.

“Bala bantuan telah datang! Apakah Hannah telah bertemu Penyihir kuat?” Lilia tercengang bercampur bahagia karena serangan Sihir tadi itu pasti berasal dari Penyihir Level tinggi, karena Beast Serigala Putih sampai terluka parah tetapi belum sampai membunuhnya.

Walikota langsung terduduk lesu di permukaan tanah, karena beberapa saat yang lalu ia menyangka dirinya akan mati. Perasaan mengerikan itu masih menghantui dirinya dan iapun menangis tersedu-sedu. “Terimakasih Dewi Cahaya karena masih membiarkan Hamba yang lemah ini bertemu dengan keluargaku!”

Lilia dan Kesatria Sihir lainnya menatap ke segala arah mencari keberadaan Penyihir kuat yang menolong mereka itu. Namun, mereka belum melihat siapapun yang muncul.

“Kau tidak membunuhnya, kan?” Pitung bertanya pada Netla Durand—karena ia meminta gadis Naga cantik itu untuk membuat Beast Serigala Putih sekarat dan dirinya yang akan mengeksekusi mati Beast itu untuk melihat apakah hal itu dapat memicu Misi dari Demon King System.

“Tenang saja! Aku telah menurunkan Levelku hingga ke Level 35, kurasa itu tidak akan masalah!” sahut Netla Durand tersenyum cerah sembari mengedip mata.

“Ya semoga saja ucapanmu benar! Ayo kita ke sana sebelum mereka membunuh Beast Serigala Putih itu!” Pitung segera berlari ke arah Kota kecil tersebut.

1
Kang Nyimak
yoo bang regar
Robby Tom
kurang panjang Thor, he he
Budi Yuwono
Luar biasa
꧁▴⚜︎𓆩˚𝐚𝐜_𝐜𝟑˚𓆪⚜︎▴꧂
wakakaka.. terbaik bang 🤣
cupa
mirip babang yg merasa tamfan 😂😂
cupa
ahh.. jadi inget babang yg merasa tamfan, gak pernah dpt pacar
cancel
bener bener emang , paling tidak 1 jangan sampai -5
Kustri
bagus, tp hrs fokus baca'a
Kustri
😂😂😂
Kustri
wlu krg paham ttg sistem dsb, qu tetep lanjut...
QueenDevil
Anjirr ras terkuat sih ini😂
✧༺ 𝘽𝙝𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙂𝙪𝙧𝙪༻✧
bambang tamvan balmon
✧༺ 𝘽𝙝𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙂𝙪𝙧𝙪༻✧
tawuran mode bom molotov
✧༺ 𝘽𝙝𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙂𝙪𝙧𝙪༻✧
wkkwwk wibu gak ke tulugan
Sofyan Muchtar
bagus ceritanya, ayo lanjutkan dengan cerita yg lain bang Regar
irfan caul
Iblis yg cacat gara gara apa yaaa🤔🤔🤔, apa mungkin jatuh dari tangga🤣🤣🤣
irfan caul
Hmmmm,,, sudah mirip Bos Fang. Sok misterius dan berwibawa 🤦🏿‍♂️🤦🏿‍♂️🤣🤣🤣
irfan caul
Kacau kacau wessss🤦🏿‍♂️🤦🏿‍♂️🤦🏿‍♂️
irfan caul
Mampooooooossss🤭😂😂😂😂
irfan caul
Waaahhh Tuan Pitung bakal digangbang nih,,, apakah kali ini dapat lolos lagi🤔🤔🤔. Hmmm,,, menarik dinanti👍🏿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!