Alya Mira Oktav atau biasa dipanggil Alya adalah seorang gadis cantik, imut, pintar, dan ramah, juga bisa dibilang sangat jujur orangnya.
Alya baru lulus SMP dan akan segera mendaftar di SMA favorit kota Bandung
tanpa Alya sadari orangtuanya telah menjodohkan Alya dari kecil dengan seorang lelaki bernama Riski Abima Syarif dan kebetulannya Riski adalah lelaki yang Alya taksir
bagaimana kelanjutannya jika Alya mengetahui perjodohan ini....
ini karya pertama jadi mohon maaf jika masih ada kesalahan, selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhfidatul Husna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat Lucu Riski
Setelah mobil Adit sampai di rumah Alya.
"Dit... Berhenti di sini" pinta Amel.
"apakah ini rumah kalian?" tanya Adit setelah menghentikan mobilnya.
"iya Dit" jawab Alya singkat.
"ya udah aku sama kak Alya turun di sini, dan makasih atas tumpangannya Adit" ucap Amel sambil tersenyum.
"iya, sama-sama. Lagi pula kita kan teman" jawab Adit.
"yaa kok temen sih Dit, padahal aku berharap lebih" lamunan Amel.
"ya udah kita turun dulu. ehh Adit sama Rifa kan udah tau rumah kita, jadi kalau mau mampir gak usah sungkan, dan terimakasih untuk tumpangannya" ucap Alya dan setelah itu turun dari mobil Adit.
"Alya, kamu itu selain cantik, lucu, dan ramah ternyata, kamu juga rendah hati dan sangat menghargai orang lain meskipun baru kenal"
"Dit..." Panggil Rifa.
"Adit... kapan kita mau pulang" ulang Rifa dengan suara sedikit lantang.
seketika lamunan Adit langsung tersadar.
"eh Rifa, ngapain sih teriak-teriak. Gak baik loh, apa lagi di rumah orang" jawab Adit.
"abisnya kamu dipanggil gak nyaut-nyaut" ucap Rifa memanyunkan bibirnya.
"iya deh maaf Rifa, gak usah ngambek dong" ucap Adit sambil mengacak-acak rambut Rifa.
"hmmm, untung aja kamu tetangga aku dan kita berteman dari kecil. Jadi aku akan memaafkanmu, tapi jangan kebiasaan mengacak rambutku nanti cowok-cowok pada gak mau sama aku " jawab Rifa sambil memindahkan tangan Adit dari kepalanya.
Adit dan Rifa memang rumahnya sangat dekat dan mereka mulai kecil sudah terbiasa bermain bersama, jadi sampai saat ini pun mereka tetap bersekolah bersamaan, sifat meraka sudah seperti saudara.
......
"Riski kamu mau pulang sama siapa?" tanya Farhan teman baru Riski.
"aku dijemput Han" jawab Riski singkat.
"kalau kamu gimana Dit" tanya Farhan lagi tapi bukan pada Riski melainkan Dito yang juga teman baru Riski.
"kalau aku bawa motor Han, kamu mau bareng apa?" Tawar Dito.
"eh iyadeh boleh, kamu pengertian banget sih aku lagi gak bawa kendaraan dan mau naik angkot pun gak ada modal" jawab Farhan memelas.
karena pernyataan Farhan, tawa Riski dan Dito seketika pecah.
"kalian jahat banget sih ngetawain aku, gak ngajak-ngajak lagi" kata Farhan.
"iya bro maaf" kata Dito dan langsung kembali tertawa.
"kamu gimana sih Han, masak kita ngetawain kamu tapi kita ngajak kamu. Kan gak mungkin" tambah Riski.
"ehh iya sih, bener juga kamu Ris, kalau kalian ngajak aku berarti aku ngetawain diri sendiri ya" jawab Farhan dan langsung tertawa mengingat kekonyolannya.
mereka bertiga tertawa sampai terbahak-bahak.
"ya udah Han, ayo naik" ucap Dito yang telah menaiki motornya.
"oke oke" jawab Farhan sambil menaiki motor Dito.
"eh Ris, kita gak papa ya duluan" kata Dito pada Riski.
"iya gak papa kok" jawab Riski.
"sampai jumpa besok Riski" ucap Farhan setelah memakai helm dan melambaikan tangan, setelah itu pergi dari hadapan Riski.
5 menit kemudian.
"Riski ayo naik" kata papa Riski membuka kaca mobilnya. Riski mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil Papanya.
Di dalam mobil sudah ada Papa, Mama, dan Aldo adik Riski yang sudah tertidur.
"maaf ya Riski papa telat jemput, soalnya tadi habis nganterin temennya Aldo" ucap papa Riski.
"Iya Pa, gak papa" jawab Riski.
Selama perjalanan hanya ada kesunyian, akhirnya Riski membuka pembicaraan.
"Oh iya Pa, aku tadi sudah ketemu sama perempuan bernama Alya, tapi aku tidak tau dia Alya yang papa maksud atau bukan" kata Riski
"syukurlah jika kamu sudah bertemu anak itu, tapi kamu jangan pernah mendekati gadis itu, biar dia saja yang mendekatimu, iya kan Ma?" jawab papa Adit.
"iya Pa, perempuan mana cobak yang tidak akan tertarik sama Riski anak kita Pa, pasti Alya juga akan segera menyukai Riski" jawab mama Riski.
Rasa hanya malu sendiri mendengar pujian Mamanya yang berlebihan itu.
Setelah percakapan itu, suasana kembali sunyi sampai mobil papa Riski sampai rumah.
boomlike episode tertinggal
semangat
salam dari IKYD
aku tunggu kunjungannya
semangat selalu
salam dari IKYD