Sebuah keluarga yang begitu kejam, mengadopsi seorang anak perempuan untuk mengantikan putri tunggal mereka yang di ramal oleh peramal jahat akan mati pada umur nya yang ke delapan belas tahun.
Untuk menghindari kutukan tersebut mereka pun mengadopsi seorang anak perempuan yang lahir di tahun yang sama bulan yang sama dan tanggal yang sama agar putri mereka bisa menghindari kutukan tersebut sesuai ucapan sang peramal.
"Ayah aku mohon, jangan kirim kan aku ke tempat itu,aku takut,aku mohon ayah."Ucap Selina sambil menangis memegang erat kaki sang ayah.
"Menyingkir lah dari kaki ayah ku!"Ucap wanita cantik dengan pakaian yang sangat mewah mendorong Selina untuk menjauh dari kaki peria yang mereka pangil ayah itu.
Buat yang penasaran sama ceritanya Ayuk ikuti terus setiap episode dari kisah "Kesayangan Tuan Muda Kejam."
Terima kasih banyak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode #06
Selina pun. berjalan cepat menyelinap ke taman belakang rumah keluarga Hartono.
Ia memanjat pagar besi dengan cepat untuk masuk ke taman belakang tersebut.
Di sini lah Selina menatap sekeliling rumah tersebut dan mengingat kan bagaimana ia di perlakukan dengan buruk oleh keluarga Hartono terutama Milan.
"Sudah lama tidak ke sini, seperti nya rumah ini makin bagus, memang tidak mudah masuk ke dalam kawasan ini."Ucap Selina sambil menatap sebuah gundukan bungga yang begitu lebat daun nya.
Selina pun sejenak melupakan kesedihannya dan berjalan menuju bunga-bunga dengan dauh lebar tersebut.
"Sebaiknya aku masuk sebentar untuk memberikan sedikit hadiah."Batin Selina menyelinap masuk ke dalam rumah keluarga Hartono melalui pintu belakang.
Sepuluh menit kemudian ia pun kembali keluar dan kembali menuju taman belakang.
Ia berjongkok dan mulai mencari sesuatu di dalam daun-daun yang menyentuh tanah itu.
"Huh, beruntung masih ada."Ucap Selina tersenyum puas sambil memegang sebuah peti kecil yang di dalamnya berisi banyak uang tabungan nya.
Dulu selama Selina tinggal di rumah keluarga Hartono ia selalu menabung kan uang yang ia dapatkan ke dalam peti kecil tersebut dan menyimpan nya di bawah pohon bungga berdaun lebat itu karena ia tau cepat atau lambat dirinya akan membutuhkan uang tersebut.
Setelah mendapat peti kecil tersebut ia pun kembali memanjat keluar dari pagar besi itu dan bergegas menuju taxi yang sedang menunggu nya di depan rumah keluarga Hartono.
Ia pun bergegas masuk ke dalam taxi tersebut dan memberikan sejumlah uang kepada sopir taxi.
"Pak, tolong antar kan aku ke restoran yang jarak nya sedikit jauh dari sini."Ucap Selina kepada sopir taxi itu.
"Baik nona."Jawab sopir itu setelah menerima uang dari Selina.
"Dua tahun aku di tempat terkutuk itu,dan akhirnya aku bisa mengujud kan mimpi ku untuk makan enak di restoran Tampa di pantau oleh pelayan atau tuan muda mengerikan itu."Batin Selina sambil menampilkan senyum puas nya.
Benar sekali sebagai wanita yang sedang pura-pura memiliki penyakit mental Selina bahkan tidak berani makan banyak di Fila Melvin Handaru.
Sementara itu di sisi lain.
Terlihat tuan Hartono dan istri nya nyonya besar Hartono baru pulang dari sebuah pesta.
"Hay ma."Ucap Milan sambil menghampiri mama nya.
"Milan kau sudah pulang? Apa kuliah mu berjalan dengan lancar hari ini?"Ucap mama Helen kepada Milan.
"Iya ma, tentu saja sangat lancar."Jawab Milan dengan logat sombong nya.
Milan yang berusia dua puluh tahun sama seperti Selina dia sudah menjadi seorang selebgram terkenal karena anak dari keluarga Hartono di juga memiliki apa yang dia mau termasuk kuliah di kampus yang elit.
Ia begitu manja bahkan semua hal yang dia inginkan harus ia dapat kan dia juga memiliki banyak teman yang juga merupakan orang-orang kaya.
"Milan ada hal yang ingin papa tanyakan kepada mu."Ucap papa Hartono kepada Milan.
"Ayo duduk dulu pa."Ucap mama Helen agar Milan dan papa Hartono duduk dulu sebelum mengobrol.
"Ada apa pa?"Tanya Milan penasaran.
"Apa benar hari ini kamu pergi ke kantor Melvin Handaru?"Ucap papa Hartono kepada Milan.
"Benar pa, tapi sayang aku tidak bertemu dengan tuan muda Melvin, tapi aku bertemu dengan fans ku dan dia bilang dia bisa membantu ku untuk bisa bertemu dengan tuan muda Melvin, papa tenang saja."Ucap Milan terlihat percaya diri.
"Bagus lah."Ucap pak Hartono dengan senyum jahat Nya.
"Bukan nya kamu dan Leo itu pacaran? Kepada sekarang malah menginginkan pewaris kejam itu?"Ucap mama Helen kepada Milan.
"Ma, Leo itu anak ketiga dari tiga bersaudara, nanti pasti kekayaan nya akan di bagi-bagi, dan aku yakin dia tidak akan mendapatkan banyak bagian karena dia anak ketiga,mana mungkin aku mau sama dia ma. Lagi pula kalau sama tuan muda Melvin dia itu walaupun kejam tapi sangat tampan dan perusahaan keluarga Leo tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan perusahaan Handaru."Ucap Milan panjang lebar.
Dari sini sudah terlihat jika Milan adalah seorang wanita yang tidak puas dengan sedikit kekayaan dia benar-benar terlihat rakus dan matre.
"Milan apa itu tidak terlalu jahat nak? Leo adalah laki-laki yang lembut dan baik."Ucap mama Helen mencoba menasehati Milan.
"Aduh udah lah ma,mama terlalu baik, mama diam saja dan jangan banyak ikut campur dengan urusan ku."Jawab Milan tidak sopan.
"Bukan begitu, Melvin itu adalah orang yang kejam dan tidak mudah untuk meluluhkan hati nya."Jawab mama Helen.
"Mungkin sekarang aku belum ada cara untuk dekat dengan Melvin itu, tapi lihat saja nanti ketika aku sudah ada cara aku akan membuat dia bertekuk lutut kepada ku."Ucap Milan dengan angkuh nya.
"Tapi Melvin itu bukan anak kecil yang berusia dua puluh tahun seperti mu Milan, dia tidak akan bisa di kontrol atau di suruh oleh siapa pun,kamu tau atau tidak bagaimana dia membunuh begitu banyak orang?"Ucap mama Helen khawatir.
"Tapi itu dia lakukan untuk memusnahkan semua musuh nya ma, lagian aku ini bukan musuh nya mana mungkin dia akan membunuh ku."Ucap Milan membantah semua ucapan mama nya.
"Kamu ini di bilangin selalu saja membantah dan ngeyel."Ucap mama Helen sudah lelah melihat sikap Milan.
"Cukup!"Ucap papa Hartono kesal mendengar perdebatan itu.
"Sudah lah kamu tidak perlu mengatakan apapun lagi kepada Milan, dia itu cantik dan berbakat aku yakin Melvin akan terpesona akan dirinya."Ucap pak Hartono yang senantiasa membela Milan.
"Sudah lah pa, biar kan saja, mama selalu membuat hati kesal ketika dia berbicara."Jawab Milan terlihat tidak suka dengan mama nya.
"Seharusnya kamu memberikan semangat kepada nya bukan membuat nya kecewa."Ucap papa Hartono kepada mama Helen.
"Sudah lah pa aku mau mandi dulu."Jawab Milan berdiri dari duduknya dan beranjak pergi dari sana.
Mama Helen pun hanya bisa diam dan membungkam mulut nya takut salah bicara lagi.
Beberapa menit kemudian.
"Ahhhh!"Jerit Milan terdengar dari dalam kamar mandi nya.
"Milan ada apa?!"Ucap mama Helen dan papa Hartono bergegas menuju kamar mandi Milan.
Milan pun membuka kan pintu kamar mandi nya,terlihat dia yang masih mengunakan handuk mandi.
"Ada apa Milan?"Tanya papa Hartono kepada Milan.
"Ma, pa, lihat itu, ada banyak darah di bak mandi."Ucap Milan menujuk bak mandi nya.
"Astaga, ada apa ini Milan?"Ucap mama Helen khawatir.
"Aku juga tidak tau ma, dan lihat lah foto ku."Ucap Milan menujuk bingkai foto nya yang retak.
Semua pun terdiam dan saling pandang satu sama lain.
Bersambung ....
selamat sell dede debay ny pasti tampan ke ayhnya 🤗😍
makasih Thor ceritanya bagus 👍👌🙏