Karya pertama kontrak 🌻 FipitFitria 🌻.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FipitFitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Memulai lembaran baru
...•••~Flashback~•••...
Suasana di dalam rumah kini berbeda,masih tersimpan kenangan-kenangan manis bersama suaminya kini menjadi sebuah sejarah yang akan selalu ia kenang di pikirannya.
Berjalan menatap barang kenangan,menatap sebuah Poto pernikahan yang terpajang di dinding ruang tamu, sebuah sopa tempat duduk suaminya kini kosong melompong, sering-sering nya dia menyalakan sebuah tv dan tertidur di paha istrinya,namun kini bayangan itu tidak ada melintas sedikitpun di rumah itu, hanya hening yang terdengar di telinganya, sungguh sangat sakit jika melihat semua kejadian-kejadian itu.
Lalu ia berjalan menuju kamar nya,di dalam sana ia melihat sebuah Poto kenangan ketika dulu pertama bertemu dengan suaminya,sungguh sangat lucu di lihatnya, senyuman itu terukir di wajahnya ketika melihat poto tersebut.
"Seberapa sulit pun kehidupan,dengan keyakinan dan perjuangan, semuanya bisa berubah!!"
Gumamnya lalu menyimpan kembali Poto itu pada tempatnya, kemudian menidurkan anaknya di kasur, ia mencoba membuka sebuah tas yang di berikan dokter itu, di dalamnya terdapat sebuah baju bayi untuk anaknya, entah dari siapa baju-baju itu datangnya, Bu Rahel mengambil beberapa baju untuk di lihatnya.
Ketika mengambil baju yang ketiga ia merasakan ada yang aneh dengan yang di pegang nya itu dalam tas, bentuknya kotak lumayan besar tapi terdapat lembaran-lembaran kertas seperti sebuah buku, lalu Bu Rahel mengambilnya dan melihatnya.
"Buku!!, buku apa!? kenapa bisa terdapat buku di dalamnya!?"
Gumamnya melirik-lirik buku itu, lalu membukanya, Bu Rahel kebingungan membacanya sudah di gulingkan bukunya tetap tidak bisa di baca, sudah di jauhkan dari matanya tetap tidak terbaca.
"Buku apa ini, tulisannya seperti ini tidak bisa di baca!?"
Ucap Bu Rahel lalu menyimpannya di samping badannya, lalu mencari baju lainnya lagi, tapi lagi-lagi ia salah memegang kembali, kini ia langsung mengambilnya dan melihatnya, dengan cepat ia langsung terkejut melihat barang tersebut.
"Hahh, kenapa bisa ada sini!?, bukannya tadi kotak ini di rumah sakit tidak di bawa, lalu kapan suster dan dokter memasukan kotak ini dalam tasnya!?"
Tanya diri sendiri melihat sebuah tas kecil kotak pemberian dokternya itu, dengan cepat ia memastikan bahwa kotak ini adalah kotak yang tadi, ia membukanya dan mengambil barang di dalamnya.
Ternyata!! benar sama, sebuah kalung merah muda hitam di dalamnya, dengan bingungnya Bu Rahel memikirkan nya, dengan sigap ia memasukan kembali kalung itu dan menumpukan tas itu bersama buku yang tadi ia temukan.
"Sudah lah saya bingung,mendingan saya langsung masukan saja bajunya di lemari"
Gumam nya lalu memasukan tas beserta baju di dalamnya ke lemari, buku dan tas itu di simpan di atas lemari agar tidak terlihat oleh siapapun, lalu Bu Rahel menutup lemari itu dan menggendong kembali anaknya, berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum karena merasa kehausan.
Dengan sangat haus ia menghabiskan 2 gelas tinggi, sampai ia merasa sangat kenyang dengan air itu, tak lama dari itu Bu Rahel kedatangan tamu tak di undang.
Tokk,, Tokk,, Tokk,,
Suara itu terdengar oleh Bu Rahel, meski agak jauh dengan dapur rumahnya, tapi suara ketukan pintu itu sangat terdengar jelas di telinganya, tanpa berpikir panjang Bu Rahel langsung menghampirinya, karena ketukan itu tidak henti bersuara.
Clack,,
"Ada apa pak!!"
Tanya Bu Rahel pada orang yang berada depannya itu, tapi anehnya orang itu tidak menjawab ataupun mengangkat kepalanya, orang tersebut hanya menunduk diam.
Pakaian yang dikenakannya pakaian biasa hitam-hitam dan membawa sebuah kantong Soren yang hampir mirip dengan tas kecil pemberian dokternya, dengan bingung Bu Rahel ingin melihat wajahnya orang tersebut,tapi tidak bisa karena tertutup oleh sebuah dudukuy kayu yang dianyam, seperti dudukuy yang di pakai oleh orang-orang sawah.
"Pak,, maaf, ada apa ya!!"
Tanya Bu Rahel kembali, orang tersebut tidak menjawab sama sekali dia hanya menyodorkan sebuah kertas kecil entah apa isinya, dengan ragu dan sedikit bingung untuk menerimanya Bu Rahel hanya terdiam bengong menatap kertas yang di pegang nya.
"Maaf pak, itu kertas apa ya??, pak!! bapak bisa bicara kan!? pak!!"
masih terdiam tidak berbicara tidak pegal-pegalnya dia terus dengan posisi tangannya yang terus menyodorkan kertas, karena Bu Rahel belum mengambilnya.
lalu orang itu menyuruh Bu Rahel untuk cepat-cepat mengambil kertas tersebut, dengan menggoyangkan si kertas itu.
lalu Bu Rahel sedikit terkejut karena sepertinya bapak tersebut sudah sedikit marah dengan segera Bu Rahel mengambilnya.
"Ini maksudnya apa pak!?"
Tanyanya lagi masih belum di jawab olehnya, ketika ia menatap kertasnya sebentar lalu kembali bertanya lagi tapi orang tersebut tidak ada, sungguh sangat cepat hilangnya orang itu seperti kilat.
"Hah!! pak!!. pak!!. bapak yang tadi Kemana!?, bukannya tadi di sini, kok cepat banget hilangnya!!"
Gumamnya terkejut ketakutan lalu langsung masuk kedalam rumah nya dan langsung mengunci pintunya merasa takut.
"Semoga orang tadi bukan orang jahat ya Allah"
Gumamnya sangat ketakutan, lalu langsung pergi berjalan masuk ke kamarnya.
Jam yang terpajang di dinding menunjukan pukul setengah 6 sore, dan sebentar lagi akan masuk malam, rasa takut di dirinya masih ada, dengan sigap Bu Rahel menidurkan Faheel di kasur, lalu langsung menutup semua gorden di kamarnya sampai tertutup dengan sangat rapat, hingga sebuah tv di kamarnya ia nyalakan agar tidak merasa sendiri, volume tv-nya di perbesar hingga sampai mencapai 40 %, Suaranya sangat keras membuat ruangan kamarnya seperti mengadakan acara dangdutan.
"Ya Allah, Semoga gak ada yang masuk dan gak ada yang ganggu"
Gumamnya sangat ketakutan langsung memeluk anaknya dan menyelimuti badannya, lalu teringat dengan sebuah kertas tadi, lalu Bu Rahel berpikir bahwa itu adalah sebuah kertas teror untuk nya, tanpa membukanya dia langsung mengucek nya dan membuangnya ke lantai, lalu langsung tidur.
...
Dengan Suara tv yang sangat bergema di kamarnya tidak menjadi masalah baginya yang penting dia bisa nyenyak tidur dan tidak mendengar suara apapun, tapi semua itu membantunya dia malah semakin memikirkan segala-gala yang berbau seram, dirinya benar-benar tidak bisa tidur sudah berpindah tempat, bertukar bantal dan mencoba menidurkan nya, tetap saja mata itu sangat susah untuk tidur nyenyak seperti biasanya, benar-benar sangat menakutkan pertama di tinggalkan sang suami pasti ada rasa takut dan kehilangan, apalagi matinya gara-gara kecelakaan tentu saja takut, hawanya sangat dingin, pikirnya suami nya itu ada di dekatnya, pikirannya terkunci oleh pikiran aneh-aneh menyeramkan.
Pasti menyeramkan sekali di tinggal oleh sang suami kecelakaan, di tinggal beberapa hari saja sendiri di rumah pasti takut, apalagi ini, pasti sangat takut, di rumah tidak ada yang menemani, euhh seramm😬
Kebayang gak sih!!
Kalo kena ke orang kompodan mah pasti bakalan bagus deh😁
Yuk siapa nih yang takut banget di tinggal sendiri!!
Apalagi kalo di tinggal pas sayang-sayangnya, duh!! menyeramkan sekali😅
Kuy ah Sampai sini dulu,, next Episode selanjutnya ⏩
Jangan lupa like, comment, Vote dan tambahkan sebagai favoritmu agar author lebih semangat lagi 🤗🥰
mksudnya paan thor
trs aku penasaran sama kakek tua yg kasih tas hitam itu yg ada isi kalung ,dia siapa??