Novel ini sekuel dari novel pertamaku yang berjudul Mencintai Kekasih Sahabatku. Jadi alangkah lebih baik membacanya terlebih dulu sebelum membaca Cinta Sang Mantan Cassanova.
"Aku baru sadar kalau cintaku padamu begitu dalam setelah aku kehilanganmu. Mungkinkah janin yang tak sempat berkembang itu membuat ikatan kita semakin kuat? aku berjanji akan membuatmu kembali lagi padaku" Dewangga Surya Wijaya.
Kehilangan 3 orang sekaligus dalam hidup Angga membuat hidupnya terpuruk. Mamanya meninggal karena serangan jantung, Viviane pergi entah kemana setelah keguguran janinnya.
Hal itu membuat seorang Angga kini menjadi pribadi yang sangat dingin. Bahkan gelar cassanova yang melekat pada dirinya sudah ia tanggalkan.
Dapatkah Angga menemukan Viviane?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 6
Hari ini pagi-pagi sekali Viviane mengantar Edwin ke bandara. Karena hari ini Edwin harus pergi ke kota J dimana kantor pusat perusahaannya berada. Sejak tadi malam Edwin sudah resah sekali karena akan berpisah untuk sementara waktu dengan kekasihnya. Meskipun hanya selama seminggu namun Edwin rasa itu waktu yang terlalu lama baginya. Maklum saja lagi kasmaran.
“kamu jaga diri baik-baik ya sayang” ucap Edwin pada Viviane.
Seketika itu raut wajah Viviane memerah karena baru kali ini setelah dua bulan jadian, Edwin memanggilnya sayang. Hati Viviane sangat berbunga-bunga. Meskipun Edwin tidak memanggilnya sayang tetap saja Viviane tidak meragukan cinta Edwin.
“hmm… iya mas. Kamu juga jaga diri baik-baik disana”
“kenapa mukamu merah gitu? Kamu sakit?” goda Edwin yang sukses membuat Viviane semakin malu.
“ya udah aku tinggal pulang aja kalau gitu” Viviane memasang wajah cemberut.
“nggak-nggak.. jangan gitu dong. Ya sudah sebentar lagi peswatnya akan take off. Kamu hati-hati ya pulangnya”
“iya mas. Segera hubungi aku kalau sudah sampai”
Setelah Edwin mengecup kening Vviane, dia segera masuk ke dalam pesawat. Dan Viviane segera berangkat ke kantor.
***
Satu jam setelah Viviane meninggalkan bandara. Ada dua orang pria yang baru saja turun dari pesawat di bandara kota yang ada di pulau K. dua pria tersebut berasal dari kota J. mereka datang jauh-jauh untuk melakukan misi penting. Dua pria tersebut adalah Angga dan Mike.
“Kita cari hotel yang terdekat dengan apartemennya saja” ucap Angga sambil berjalan dan diikuti oleh Mike
“kamu langsung nyamperin dia hari ini juga?”
“nggak tahun depan”
Mike hanya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Mike heran dengan sikap Angga yang sangat berbeda dari biasanya semenjak dia mengatakan keberadaan Viviane semalam.
#Flashback on
Hari ini adalah hari terakhir dimana Mike harus memberikan laporan pada Angga tentang hasil pencariannya terhadap Viviane. Sebenarnya Mike sudah mengetahui dimana keberadaan Viviane namun dia bingung bagaimana cara menyampaikannya padaa Angga bahwa Viviane sudah memiliki kekasih.
Sejak tadi Angga sudah meneleponnya berulang kali namun diabaikannya. Angga sudah menunggunya di café miliknya.
Dengan berbagai macam ide bagaimana cara menyampaikannya pada Angga nanti, akhirnya Mike memutuskan hanya memberitahu pada Angga tentang keberadaan Viviane saja. Untuk selanjutnya biarkan Angga sendiri yang tahu. Dan kini Mike sudah duduk berhadapan dengan Angga di café milik Angga.
“dimana?”
“biarin aku minum kopi ini dulu lah Ngga. Kamu nggak kasihan apa aku baru datang” keluh Mike
“ck… banyak alasan” namun Mike tetap saja minum kopinya dulu sebelum memberikan laporannya pada Angga.
“dia ada di pulau K”
“katakan yang benar. Jangan memberi laporan palsu. Viviane tidak mungkin ada disana. Apalagi tidak memiliki keluarga yang ada disana”
“lantas aku harus mengatakan apa? Itulah kenyataannya. Viviane merantau kesana sejak setahun yang lalu. Berbekal info lowongan pekerjaan dari temannya, Dia segera mengajukan lamaran. Dan tidak menunggu waktu lama dia diterima bekerja disana sebagai supervisor di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industry”
“kita terbang ke pulau K malam ini juga”
“gila kamu malam ini juga??”
“aku nggak mau tahu”
Akhirnya Mike membuka ponselnya untuk melihat jadwal penerbangan ke pulau K malam ini. Mike bisa tersenyum lega bahwa penerbangan ke pulau K terakhir satu jam yang lalu. Adanya besok pagi jam 6. Kemudian Mike mengatakan pada Angga. Jadi mau tidak mau Angga harus terbang ke pulau K besok pagi.
#Flashback off
Kini Angga dan Mike sudah check in di sebuah hotel yang jaraknya tidak jauh dengan apartemen Viviane. Angga sedang makan di sebuah restaurant hotel tempatnya menginap dengan ditemani oleh Mike.
“apa ada informasi lagi yang kamu ketahui tentang Viviane?”
Tanya Angga tiba-tiba sontak membuat Mike gelagapan.
Namun Mike berusha untuk tetap tenang agar Angga tidak curiga.
“tidak ada. Bukannya kamu memintaku untuk mencari tahu keberadaan Viviane saja?”
“ck.. “ Angga hanya berdecak kesal.
***
Sementara itu pesawat yang ditumpangi Edwin baru saja landing di bandara kota J. dia segera menarik kopernya untuk mencari seseorang yang kemarin sudah dihubunginya dan dengan senang hati menjemputnya.
“Mas Edwin!!!” teriak seorang perempuan canti saat melihat Edwin dari jauh.
Edwin segera menacari keberadaan sumber suara itu. Dan akhirnya menemukannya. Perempuan itu seketika memeluk Edwin dengan erat kemudia cipika-cipiki sebentar setelah melepas pelukannya.
“Apa kabar kamu Ra?”
“baik mas. Mas Edwin sendiri bagaimana kabarnya?”
“aku juga baik-baik saja. Bagaimana kabar om Wilson dan Tante Rachel?”
“baik mas. Mereka sangat bahagia sekali saat mendengar mas Edwin akan datang”
Kemudian mereka berdua segera pergi meninggalkan bandara.
***
Sementara itu Viviane saat ini sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa jam yang lalu Edwin mengirim pesan padanya bahwa dia sudah sampai di kot J. mengingat tidak ada waktu untuk membalas pesan Edwin, Viviane berniat akan meneleponnya nanti kalau sudah pulang kerja.
Melihat jam tangannya sudah menunjukkan jam pulang kantor, Viviane segera membereskan pekerjaanya dan segera pulang.
Sesampainya di apartemen, Viviane segera mandi. dia mengisi bathupnya dengan air hangat ditambah dengan sedikit aroma therapy. Setelah itu Viviane berendam.
Setelah beberapa menit dirasa sudah cukup berendamnya, Viviane segera membilas tubuhnya dengan shower. Kemudian dia keluar dari kamar mandi dan berganti baju santai.
Viviane kini sudah keluar dari kamarnya dengan badan yang sudah kembali segar. Kemudian dia berjalan ke dapur. Dia akan membuat spaghetti saja sebagai makan malamnya. Karena sangat praktis dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
Setelah selesai membuat spaghetti, Viviane segera memakannya. Makan malam sendirian sudah biasa dia lakukan. Karena dirinya sudah terbiasa hidup mandiri sejak dulu. Akhir-akhir ini saja semenjak dia tinggal di pulau K dia baru makan malam di luar dengan ditemani seseorang yang sangat special yaitu Edwin.
Viviane sudah menyelesaikan makan malamnya. Kemudian dia mencuci piring dan gelas bekasnya. Setelah itu dia berjalan ke arah ruang tamu.
Viviane mengotak-atik ponselnya. Dia melihat ada satu pesan dari Edwin. Viviane tersenyum membacanya. Meskipun pesan itu hanya menanyakan apakah dirinya sudah makan malam. Tanpa membalasnya, Viviane segera mendial nomor ponsel Edwin.
Tuuttttt…
“…..”
“malam juga mas”
“….”
“sudah mas. Tadi saat mas Edwin mengirim pesan, aku sedang makan”
“…..”
“belum ada sehari masa’ sudah rindu?”
“……”
“iya-iya aku juga rindu”
“…..”
“iya mas”
Viviane sangat bahagia sekali mendengar suara Edwin. Jujur saja sebenarnya dia juga merindukan Edwin. Padahal belum juga sehari Edwin pergi.
Ting tong…
Tiba-tiba bel apartemen berbunyi. Karena masih diliputi kebahagiaan setelah mendengar suara Edwin, tanpa melihat siapa orang yang saat ini sedang bertamu ke apartemennya, Viviane langsung membukakan pintu.
Senyum yang masih terukir di bibir Viviane tiba-tiba menghilang begitu saja saat melihat seseorang yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.
“ka…kamu???”
.
.
.
*TBC
Jangan lupa tebar kebaikan ya... like,komen,vote,gift🤗🤗😘
udah end yak
semangat terus mama dee-k 💟💟