NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:451.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aff18

Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh

Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.



Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.


Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.


Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.


"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"



"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5-

AYAZ POV

Aku membacakan doa pengantin untuknya. Berharap benar-benar bisa mendidiknya dengan baik. Aku tidak tahu seburuk apa akhlak Thara. Aku hanya meminta semoga aku diberikan kekuatan untuk menjadikannya berlian. Akan aku tunjukkan pada Mama kalau Thara bukanlah rongsokan pembawa aib.

Kini aku menatap kedalam matanya. Dia memandangku. Entah apa arti pandangan itu. Mau bagaimana pun wanita ini dimasa lalunya. Aku harus menerima, karena dia istriku saat ini. Dan aku Ridho menerima takdir Illahi jika memang dia ditakdirkan untukku.

Thara terlihat gugup. Perlahan wanita itu melepaskan mukenanya. Dan yang membuatku terkejut dia malah membuka kancing bajunya secara perlahan.

"Kenapa bajunya dibuka?!" sontak aku bertanya, apakah kamarku panas sampai dia ingin melepaskan pakaiannya. Dan menyisakan pakaian dalam saja.

"Ini malam pengantin. Biasanya pengantin baru akan-"

Aku terkesikap. Aku mengerti maksudnya. Thara berpikir bahwa aku akan meminta hakku malam ini. Tidak.

Dia berpikir terlalu jauh.

Aku tidak akan melakukan itu malam ini. Bukan karena tidak ingin, hanya saja aku yakin dia masih sangat lelah menghadapi hari yang berat ini. Papinya baru saja meninggal, dia pasti masih terpuruk. Dan aku tidak ingin mengambil kesempatan itu.

Aku menahan tangannya. "Tidurlah... kita tidak akan melakukan apapun malam ini."

Aku segera berdiri. Meninggalkan Thara dengan wajah kecewa. Astagfirullah... apa aku salah bicara? apa dia berpikir buruk tentangku. Apapun itu, aku bahkan tidak punya nyali untuk menjelaskan.

Aku menutup pintu kamar. Membiarkan dia beristirahat dengan tenang. Tanpa adanya gangguan. Sementara aku akan menghubungi Edi asistenku. Untuk menyiapkan perlengkapan Thara dan mengirimnya kesini besok pagi.

****

THARA POV

Memalukan!

Otakku kenapa sih?! pikirannya kotor terus. Ya jelas Ayaz gak mau lah nyentuh cewek kayak aku. Aku yakin dia pasti jijik sama aku, karena aku ini kotor.

Viky...

Ternyata di bener. Emang gak akan ada yang mau nerima aku selain dia. Siapa juga yang mau nampal perahu bocor.

Disaat seperti ini. Aku malah kepikiran Papi. Dia pasti ngecek kekamarku dijam seperti ini. Untuk memastikan apa aku udah tidur atau belum. Dan pas Papi udah pergi. Aku langsung kabur sama temen-temen buat seneng-seneng.

Oh my, aku emang jahat banget. Dan nyesel juga percuma orangnya juga udah gak ada.

Aku memejamkan mata. Berharap rasa kantuk segera menyerang. Sampai akhirnya aku benar-benar terlelap dan membiarkan tubuh dan pikiranku beristirahat.

****

Aku merasakan seseorang menggerak-gerakkan tubuhku.

"Thara... "

Suara itu... suara Ayaz. Lembut saat didengar. Sial! kenapa Ayaz sampe masuk ke alam mimpiku juga sih!

"Thara... " Dan sekarang suara itu di iringi oleh gerakan tubuhku yang semakin kencang. Ck, apasih!

Mataku perlahan terbuka. Dan sosok yang pertama aku liat adalah Ayaz.

"Kenapa?" ucapku sembari kembali memejamkan mata. Karena dijam seperti ini mataku masih sulit untuk terbuka.

"Waktunya sholat subuh. Kamu bangun dan ambil wudhu sekarang."

Ck, sholat lagi sholat lagi. Nggak bisa apa libur dulu sebentar.

"Nggk ah, Thara masih ngantuk." Aku semakin menarik selimutku. Namun sialnya Ayaz malah menariknya dan membuatku menatapnya tajam.

"Bangun Thara..."

"Apa, apaan sih kamu! orang masih ngantuk juga."

"Usap wajah kamu pakai air, nanti ngantuknya ilang."

"Nggak!"

"Thara...!"

Aku menutup telingaku. Dan yang membuatku terperanjat kaget. Ayaz malah memercikkan air ke wajahku.

"Ahk! Ayaz....?!" Aku menatapnya kesal. Lalu segera kekamar mandi. Mengambil wudhu sesuai titahnya. Arrr... rasanya pengen kabur aja. Masa iya hidup aku bakal kayak gini setiap hari.

Aku menghentakkan kaki. Mengambil wudhu dan bersiap untuk mengerjakan sholat.

Giliran aku udah siap. Dia malah nyantai sampai ponselnya. Maunya apa sih?!

"Aku udah siap."

"Yaudah, sholat sana."

"Kamu nggak sholat?"

"Udah tadi di masjid dekat rumah."

Whattt!!!

Jadi maksdunya aku sholat sendiri gitu. Dan dia cuma merhatiin aku dari belakang. Arrrr....

Sial!

****

AUTHOR POV

"Sudah jam tujuh pagi. Dimana istri kamu? apa dia nggak tau, kalau suaminya harus berangkat kerja!" suara Gina membuat Ayaz tiba-tiba mengalihkan perhatiannya.

"Sebentar lagi Thara turun kok Ma." Ayaz menyahut dengan lembut.

Namun Gina malah mendengus. "Kamu nyiapin sarapan sendiri? terus gunanya istri kamu itu buat apa, Ayaz? buat pajangan aja dirumah?"

"Ma.... "

Suara langkah kaki membuat Gina dan Ayaz menatap kearahnya. Mata Gina seketika membelalak, melihat penampilan Thara yang seperti wanita murahan. Dengan dress pendek yang ketat serta heals yang menjulang tinggi. Lekuk tubuhnya terlihat jelas.

"Pagi Mama mertua..." Tanpa rasa berdosa sedikitpun. Thara menyapa dengan senyumannya.

"Lihat istri kamu, Ayaz!! apa kamu nggak malu, diliat tetangga punya istri macam wanita murahan kayak gini. Padahal emang bener! murahan, liar, nggak terdidik dengan baik." Gina menatapnya penuh permusuhan. Membuat Thara geram dan sangat ingin membalas ucapanya.

"Mama jangan asal bicara, ya! kalo mau ngatain Thara ya Thara aja. Nggak usah bawa-bawa didikan orang tua. Papi udah mendidik Thara dengan baik. Kalo Thara yang salah, ya salahin Thara aja!"

"Lihatlah Ayaz... istri kamu bahkan nggak ada sopan santunnya sama Mama. Dia berani ngomong kasar sama Mama!"

"Kalo mau orang bersikap sopan. Ya Mama juga harus bersikap sopan dong! mulut Mama aja kayak cabe gitu, gimana Thara mau sopan sama Mama."

"Cukup, hentikan!!"

Ayaz meninggikan suaranya. Berharap agar kedua orang itu berhenti berdebat.

"Thara, ganti pakaian kamu." Ayaz memintanya dengan lembut.

"Ganti pakek apa, baju kamu?"

"Edi sudah mengirim perlengkapan kamu tadi. Dan bi Ratni sudah menyusunnya dilemari. Kamu liat sendiri dan pakai itu untuk keluar rumah."

Thara menghela nafasnya. Meski enggan, namun dia tetap melangkah menuju kamarnya.

Thara yang berpikir, Ayaz akan membelikannya pakaian branded dan keren. Malah terperangah saat membuka isi lemari yang hanya ada baju gamis serta hijab disana.

Thara mencoba mencari ditempat lain. Namun hasilnya nihil. Thara tidak menemukan baju kesukaannya.

"Astaga.... masak iya aku disuruh pakek baju emak-emak kayak gini." Thara mendelik melihatnya.

"Itu lebih baik, dari pada pakaian kamu yang terbuka dimana-mana. Cepat kenakan!" titah Ayaz yang sudah berdiri dibelakangnya.

"Nggak. Thara nggak bisa. Thara belum siap pakai hijab. Thara juga nggak ngerti gimana cara pakek nya... " rengek Thara berharap Ayaz akan memakluminya. Namun sayang, pendirian suaminya ini tidak bisa diganggu gugat.

"Bi Ratni akan membantu. Tunggu disini."

Ayaz segera pergi. Namun teriakan Thara membuat langkahnya terhenti.

"Cukup, ya! aku nggak suka di atur-atur gini! kamu tuh jadi suami nyebelin banget tau nggak?! bahkan pakaian aku aja harus kamu yang nentuin, ini tuh gak adil...!"

Thara berteriak kesal. Melempar asal pakaian yang tadi sempat dia pegang.

1
Surati
bagus👍
Sulati Cus
bagus
falea sezi
bodoh cerai aja ngapain mau di madu duda banyak jangan bodoh
Shifa Burhan
viky menang banyak dalam novel ini bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita, bebas sex dengan wanita lain, bebas berbuat bejat, memperkosa, kasar, KDRT, tapi dia tidak dapat karma apapun, bahkan semua kesalahan tidak terlalu dipermasalahkan

thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua

atas lelaki sejati,

fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
Shifa Burhan
lucu dan miria lihat koment reader wanita
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu

inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
Shifa Burhan
klo aku sih, bukan masalah pada keperawanan tapi sikap thara, sama seperti wanita butuh pengakuan lewat ucapan, aku rasa juga dengan lelaki

aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya

tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu
Irma sariany
g seru,, masak pemeran utama nya g perawan lgi,, ya walaupun liar, setidak nya g gitu x
Pipit
hahaha.... ngakak aku bacanya thoorr
Pipit
Alhamdulillah....aku seneng banget thoor... author emang the best...bisa ngaduk aduk emosi ku... semangat thooo...lope lope sekebon cabe 😘😘
Pipit
subhanallah...Alloh selalu punya cara untuk menyadarkan hamba-nya yang tersesat....bagus sekali thoor...aku suka 😍😍😍😍
Surati
😭😭😭😭 sabar Thara
Surati
duh ternyata Fatma si ulat bulu
Surati
Thara perlu diruqiah nih🤭🤭 kok gk sadar2 sih
Surati
Thara ingat pesan ayahmu jgn sampe terjerumus lagi
Surati
semoga thara cpt sadarnya
Surati
awal cerita yg bagus.
Siti Zuriah
smoga aja fatma bener" ingin merubah sifat nya dr cemburu k ikhlas, mengikhlaskn ayaz dr hati nya dan menerima thara adalah istri nya ayaz dan jg smoga kelahiran thara selamat sehat dan bahagia dengan kelahiran anak nya
Siti Zuriah
emang nya lo itu siapa fatma lo itu cuma benalu pelakor dan ular jg drmh itu bwt apa minta pembelaan percuma ilmu tinggi skolah sampe jauh" tp prilaku ga beradab layak nya seorang pecundang
Siti Zuriah
baru tau fatma klo lo itu pengemis cinta yg memohon untuk mengambil cinta suami org kmrn otak nya healing kmana aja fatma baru nyadar 😂😂
Siti Zuriah
baru skrg mama gina baik k thara karna thara udh hamil dasar mertua plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!