NovelToon NovelToon
Tuan Galak & Nona Kecil

Tuan Galak & Nona Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Casilla Bella

Karya ini murni dari imajinasi penulis. Tidak ada unsur plagiat.

🌺🌺🌺

Angga Pratama, seorang pengusaha muda yang sukses. Dia terkenal dengan kedinginannya. Mamanya memaksa Angga untuk segera menikah. Jika Angga tidak menikah juga. Maka, Santi akan menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya.

Anastasya, seorang gadis yatim piatu berusia 21 tahun. Ia dibesarkan oleh asisten rumah tangganya. Yang di kenal dengan panggilan Bibi Ratih.

Suatu hari Angga dan Tasya dipertemukan. Namun, bukan pertemuan yang baik seperti pada umumnya.

Penasaran dengan kisah mereka? Jangan lupa favoritkan novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Casilla Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-5

"Hei Tuan Galak!" Tasya menatap Angga dengan tajam.

"Kau!" Angga mengangkat jari telunjuknya. "Beraninya kau berteriak padaku!"

Tasya menggertakan giginya. Menatap wajah Angga dengan kesal.

Ia menghela nafas, "Bisa-bisanya orang sepertimu diterima di sini."

Angga menelpon seseorang, "Tuti! Cepat ke ruangan saya!" ia langsung menutup teleponnya.

Beberapa menit kemudian...

"Permisi Tuan!" ucap Tuti.

"Tuti, kenapa orang sepertinya bisa kau pekerjakan di sini? Saya tidak mau tahu. Pokoknya wanita ini saya pecat. Bawa dia pergi!"

"Tapi Tuan, kita akan kekurangan OB lagi. Roni sedang sakit. Sudah seminggu ia tidak masuk kerja. Dengan adanya Tasya, perusahaan ini sedikit terbantu." Ujarnya.

"Ini perusahaan besar! Masih banyak orang yang mengantri untuk bekerja di sini." Ucapnya dengan tatapan dingin.

"Tapi Tuan, tidak ada orang yang melamar pekerjaan lagi di sini," Tuti menundukkan kepalanya.

"Apa? Bagaimana bisa?" Angga mengeryit tidak mengerti, perusahaan besar miliknya itu sudah terkenal. Namun mengapa tidak ada orang yang ingin melamar pekerjaan di perusahaannya.

"Mungkin mereka takut! Bos segalak ini, ck! Siapa yang mau bekerja dengannya!" celetuk Tasya.

"Kau!" Angga melototi Tasya.

"Lihat ini Tuti! Dia tidak sopan pada atasannya! Jadi kau usir dia dari sini! Dan cari OB baru! Saya akan menggajinya dua kali lipat." Ucapnya masih melototi wajah Tasya.

"Tuan yakin??" tanya Tuti terkejut.

"Ya! Cepat bawa dia pergi!"

"Tasya, ayo ikut saya!" Tuti mengambil tangan Tasya, dan keluar dari ruangan itu.

Pipinya menggembung, "Hei Tuan Galak! Aku doakan, tidak akan ada yang melamar pekerjaan lagi di perusahaanmu ini!" teriaknya, ia memanyunkan bibirnya.

"Dasar Gadis kecil!" ucap Angga dalam hati.

"Sudahlah Tasya!"

Tasya menunduk, "M-maaf Bu."

"Mengapa kamu membuat masalah dengan Tuan Angga?"

"Ohh... jadi namanya Angga..." gumamnya.

Tuti mengeryit, "Jawab Tasya!"

Tasya tersentak, "Eh? Dia yang lebih dulu Bu. Dia memuji kopi buatanku, tapi saat dia melihat wajahku. Dia bilang kopi buatanku tidak enak."

"Hanya gara-gara itu?" Tuti berkacak pinggang.

"......"

Ia menghela nafasnya, "Baiklah, Tasya... karena kamu sudah dipecat. Saya tidak bisa mempekerjakan kamu lagi."

"Tapi saya sangat membutuhkan pekerjaan ini Bu..." lirihnya.

"Maaf Tasya, Ibu tidak bisa berbuat apa-apa. Pekerjaanmu memang bagus. Tapi jika Tuan Angga sudah tidak ingin mempekerjakan kamu. Ibu tidak bisa membantu." Tuti mengambil sejumlah uang, "Tasya, ini untuk kamu. Ini gajimu selama bekerja di sini." Tuti memberikan beberapa lembar uang kepada Tasya.

"Baiklah... terima kasih Bu..." Tasya pergi meninggalkan tempat itu.

***

"Lho, Nona sudah pulang?" tanya Ratih, menyambut kedatangan Tasya.

"Tasya dipecat Bi..." ia mengambil minuman, lalu meminumnya.

"Lho... kok bisa Non?"

"Ini semua gara-gara Tuan galak yang kejam itu!" Tasya memejamkan matanya, mengingat wajah Angga dengan kesal. Ingin rasanya, ia mencabik-cabik wajah si Tuan galak itu.

"Nona, sebaiknya Nona makan dulu. Bibi sudah menyiapkan makanan untuk Non Tasya."

"Iya Bi... nanti akan Tasya makan. Terima kasih..."

"Aku harus mencari kerja di mana lagi?" batin Tasya.

Malam harinya...

Ting!

Ting!

Tasya membalas pesan WhatsApp teman-temannya.

^^^"Tasya, kamu dipecat? Serius ini???" tanya Yuli.^^^

^^^"Iya nih! Kata Bu Tuti, Tuan Angga mecat kamu gara-gara kopi? Bener itu?" timpal Riri.^^^

"Iya. Aku dipecat. Sebenarnya bukan gara-gara kopi..."

^^^"Lha... terus gara-gara apa?" tanya Riri.^^^

"Sebenarnya, aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya."

^^^"Bertemu? Di mana? Kalian musuh sejak lama ya??" tanya Riri.^^^

^^^"Hei, Riri! Jangan suudzon dulu kamu!" timpal Yuli.^^^

"Gak lama juga sih Kak. Tasya ketemu si galak di jalan. Tahu gak Kak? Waktu itu Tasya lagi kambuh. Eh si galak hampir nabrak Tasya. Untung gak kenapa-kenapa. Tapi si galak malah ngomel-ngomel. Mungkin sejak itu si galak gak suka sama Tasya. Pas tadi ketemu di ruangannya. Si galak kaget deh?! Jadi malah ngomel lagi. Sebelum liat wajah Tasya, si galak puji kopi buatan Tasya. Eh, pas liat Tasya, si galak langsung hina kopi buatan Tasya. Nyebelin banget kan, Kak?"

^^^"Haduh! Tasya, kamu bilang Tuan Angga galak?" tanya Riri.^^^

^^^"Wah dendam pribadi ini mah!" celetuk Yuli.^^^

"Habisnya, emang galak. Apa-apa marah!"

"Kak, maaf Tasya gak pamit sama kalian tadi 😔"

^^^"Iya gak apa-apa. Semoga segera dapat pekerjaan lagi Tas..." Yuli.^^^

^^^"Iya, semangat Tasya!"^^^

***

"Angga..." Mona berlari dan langsung memeluk Angga. "Aku mohon... bekerja samalah dengan perusahaan Papa. Mamaku juga sedang sakit. Mama ingin melihat aku berhasil bekerja sama dengan perusahaanmu ini."

Angga melepaskan pelukan Mona, "Aku tidak suka kamu main meluk aku kayak gitu. Ingat?! Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa!" ucapnya mengingatkan.

"Dan apa hubungan antara aku, dan Mama kamu? Kenapa kamu sangat memaksa? Bukankah sudah jelas, kalau aku tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan ayahmu." Sambungnya.

"Angga, aku mohon... ini keinginan Mama, kasihan Mama jika keinginannya tidak dipenuhi. Mama sedang sakit keras. Kalau kamu tidak percaya, ayo ikut aku ke rumah sakit!" Mona mengambil tangan Angga dengan paksa.

"Mona!" Angga menatap wajah Mona tidak suka.

"Angga, aku mohon..."

"Tidak bisa Mona!"

"Atau kita bisa berpura-pura bekerja sama? Agar Mama tidak merasa sedih?"

"Apa-apaan kamu ini! Aku tidak punya waktu untuk itu."

"Aku mohon... bantulah aku Ga. Mamaku sedang sakit keras. Apa kamu tega sama Mamaku Ga? Aku mohon... demi Mamaku..." bujuknya.

Angga melihat mata Mona, " Baiklah... ini hanya sementara."

"Kamu setuju Ga??" matanya berbinar-binar, "Terima kasih!" Mona memeluk Angga lagi.

"Sudah aku bilang, jangan memelukku!" ia menekankan suaranya.

"M-maaf... aku terlalu senang Ga..." ia melepas pelukannya, "Kamu mau jenguk Mama kan?" Angga mengangguk.

Mereka sampai di rumah sakit. Nampak Mama Mona tengah terbaring menggunakan alat infus di tangannya.

"Nak Angga... itu kamu Nak?" tanya Mama Mona lemah.

"Iya ini Angga Tante..." Angga menyimpan keranjang buah yang ia beli sebelum ke RS. "Tante sakit apa?"

"Tante sakit biasa saja Nak," jawabnya.

"Ma... Mama harus banyak istirahat. Mama harus sembuh," timpal Mona.

"Mama baik-baik saja Mona... uhukk... uhukk..."

"Tante, minum dulu..." Angga memberikan gelas yang berada di atas nakas.

"Terima kasih Nak..." Mama Mona meminum air itu.

"Sepertinya rencanaku berhasil! " ucap Mona dalam hati, ia menyeringai.

"Angga... biarkan Mama istirahat. Ayo keluar dulu," ajak Mona.

"Tante, lekas sembuh..."

"Iya Angga. Terima kasih..." jawabnya.

"Ayo Angga..." Mona membawa Angga keluar.

"Aku tidak bisa berlama-lama di sini."

"Angga, apa kamu tidak ingin makan siang dulu bersamaku?"

"Lain kali saja."

"Baiklah... hati-hati Ga," Mona melambai-lambaikan tangannya. "Aku sayang kamu!" ucapnya sedikit berteriak, agar terdengar oleh Angga yang telah memasuki mobilnya.

***

Happy reading 🥰.

1
Qaisaa Nazarudin
Wahh licik,itu mah tanda gak laku..kalo yg laku itu harus ada peguamnya keluarga tasya sekalian..
Qaisaa Nazarudin
Dasar ngenyel,udah gak punya urat malu.ilfil langsung aku dgn cewek kayak gini,paling gak demen dgn cewek yg ngejar2 cowok..
Qaisaa Nazarudin
Ngebet banget pengen cucu...
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk udah ku duga..
Qaisaa Nazarudin
Ciih udah kebaca modusnya papa kamu..
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
gemini 210
😂😂😂. masa bos galak takut sama ibu kost wkwkwk
Yeni Sri
ceritanya lumayan menarik
Devi Handayani
yaahh yahhh yaahhhhh
.... payyyaahhhhh dahhh😤😤😤😤😤😤
Devi Handayani
yg sabar ya tasya😢😢😢
Devi Handayani
wkwkwkwkwkwkwkwkk... mules perut gw.... waddoiiwwww😂😂😂😂😅😅🤣🤣😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣😅🤣🤣🤣
Devi Handayani
dubraakkkk😅😅😅😂😂😂😂😂😅😅
Devi Handayani
iya tasya mainkan magic muuu... buat dia terbucin bucin padamu tasya🤪😚😋
Devi Handayani
waahhh wahhhh niat nyaa dah ngga bener ini....nanti kena kutuksn mm reader baru tau kamu angga🤨🤨🤨
Devi Handayani
mama memang the best deh😍😍😍😍
Devi Handayani
hayooo loohhh😏😏😏😏
Devi Handayani
wahhh ibu nya si galak ini.... jodohin Buu si tasya ama si galak biar tau rasa dia hahhaahhaahh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Devi Handayani
sungguh sadis caramu tuan angga.... awas aja jatuh cinta ama tasyaaa😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Devi Handayani
gpp jadi OG..... tapi OG nya CEO hihihihi😁😄😄😄😁😄😄😄😁😁😁😁
Devi Handayani
untung ada bibi peri sang penolong.... klo ga tinggal dimana tasya?? 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!