NovelToon NovelToon
TAHTA DARI PARA BUANGAN

TAHTA DARI PARA BUANGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya.
Yang lemah diinjak. Yang gagal dibuang.
Ardan memahami itu sejak hari pertama ia terlempar ke dunia asing bersama satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya—Revan.
Tidak memiliki bakat langit.
Tidak memiliki garis darah legendaris.
Bahkan tidak memiliki sekte untuk berlindung.
Namun Ardan memiliki sesuatu yang lebih berbahaya.
Cara berpikir seorang pemimpin.
Saat para kultivator mengejar kekuatan pribadi, Ardan mulai membangun sesuatu yang lebih besar—kekuasaan.
Ia mengumpulkan para buangan.
Orang-orang gagal.
Mereka yang dihancurkan dunia kultivasi.
Dan dari tangan orang-orang yang dianggap sampah itulah, sebuah kekuatan perlahan lahir.
Sebuah organisasi yang akan mengguncang sekte, kerajaan, bahkan seluruh dunia kultivasi.
Karena terkadang…
monster paling menakutkan bukanlah petarung terkuat.
Melainkan seseorang yang mampu membuat dunia bergerak sesuai keinginannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

inti monster

"apa dia menang sebodoh itu" ucap wei rey saat revan sudah pergi.

"bodoh?... kau baru mengenalnya beberapa saat saja, makanya kau mengatakan itu." jawab ardan.

"maksudmu?" tanya wei rey.

"dia memang sekarang terlihat tidak mengerti apapun. tapi itu hanya tentang hal kecil, bisa di bilang jika dia serius dalam satu bidang maka kau akan mengerti berapa menakjubkan nya dia."

"satu lagi, kau tidak bisa menilai seseorang bodoh hanya dari satu sudut pandang saja. karena setiap orang memiliki kelebihan yang belum tentu kita miliki" lanjut ardan.

wei rey tidak menjawab, dia hanya fokus membuka meredian ardan satu per satu.

membuka meredian, ardan ini membutuhkan waktu cukup lama.

bahkan setelah hampir 5 jam, baru bisa terbuka sepenuhnya.

"sudah selesai, sekarang kau bisa menyerap qi. tapi ingat, energi di tubuhmu itu padat, salah sedikit saja kau akan meledakkan tubuhmu sendiri" ucap wei rey sebelum pergi.

"Terima kasih." hanya ini jawaban dari ardan.

ardan menatap, han li dan revan yang tangah berkonsentrasi menyerap energi.

lalu ia menatap tangannya sendiri.

"kekuatan ini, sepertinya memberiku kekuatan ekstra." batin ardan.

Setelah itu, ardan berdiri.

ia mendekat ke tempat pelatihan.

"apa kau memiliki hal yang tidak kau suka dengan Kekaisaran di sini" tanya ardan tiba tiba setelah berdiri di samping wei rey.

wei rey tidak menjawab.

dia hanya menoleh sedikit, lalu kembali memperhatikan pelatihan han li dan revan.

"kenapa. apa tebakanmu benar" lanjut ardan.

"buat apa kau mengurusi hidupku, entah aku suka atau tidak dengan Kekaisaran, itu tidak ada hubungannya dengan sama sekali" jawab wei rey.

"tentu ada, bukankah sekarang aku adalah muridmu. pasti aku tidak akan membiarkan guruku menyimpan dendam sendiri" jawab ardan.

"tidak jelas" hanya itu yang keluar dari mulut wei rey sebelum pergi masuk ke dalam rumah.

ardan menatapnya menjauh.

"sepertinya tebakanku tidak meleset. aku harap kau akan bisa menjadi baru loncatku ke depannya" batin ardan.

setelah itu, ardan mengikuti apa yang di lakukan han li dan revan.

dalam satu hari ini, mereka hanya fokus menyerap qi.

mereka baru pulang setelah, sore hari.

"han li, apa kau mengenal wei rey itu sejak lama" tanya ardan.

han li mengangguk.

"mungkin sejak aku berumur 5 tahun. memang ada apa kak" tanya han li.

sedangkan revan, yang mendengar pertanyaan ardan ini.

dia menatap ardan dengan tatapan penuh selidik.

"apa ardan sang ceo angkuh menemukan tambahannya" ucap revan.

ardan melirik revan tajam, di tatap oleh ardan.

"jangan kek gitu dan, aku cuma becanda"ucap revan yang bulu kuduknya sudah berdiri sebagian.

" gak lucu"jawab sinis ardan.

"oh ia, kalok begitu apa kamu tau kenapa dia tinggal sendiri di hutan" tanya ardan lagi kepada han li.

"aku juga gak tau pasti kak. tapi kata ayah, kak rey dulu tinggal di kota. terus katanya kak rey lagi pengen santai, jadi dia memilih tinggal di hutan aja" jawab han li.

"tinggal di kota" batin ardan.

tak lama, akhirnya mereka sampai di rumah han li.

di sana han Lou sudah pulang, ia sedang menguliti hewan buruan.

dengan semangat, han li menolong ayahnya.

"ayah, apa hati ini dapat" tanya han li.

ayah han li menoleh dan tersenyum ke arah han li.

"tentu saja, untuk urusan berburu ka ayah jagonya"

"kalo begitu, han li harus apa yah"

"kamu suapin bumbu aja di dapur untuk masak nanti"

"siap yah"

han li dengan semangat berjalan memasuki dapur.

sedangkan, ardan dan revan tersenyum melihat interaksi anak dan ayah ini.

"ngeliat mereka, bahagia tu kayaknya sederhana ya dan. gak perlu barang mewah ataupun apa, yang pending bisa bercanda bersama ayah."

ardan masih menatap lekat punggung han luo.

"benar, sayangnya kita tidak seberuntung itu. kau yang kehilangan ayah sejak kecil, sedangkan aku memiliki ayah. tapi dia menganggapku musuh, bahkan kalo bisa dia ingin membunuhku" ucap ardan.

revan memegang punggung ardan.

"sudah dan, semua sudah berlalu" ucap revan.

ia juga mengajak ardan maju perlahan, sehingga sampai ke han luo.

"tuan han luo, lebih baik anda istirahat dulu. untuk urusan di sini biar kami" ucap revan.

han luo menoleh.

"apa kalian yakin?" tanya han luo.

"benar apa yang temanku katakan tuan han luo, anda sudah lelah berburu. sekarang lebih baik anda istirahat saja, untuk hewan ini kami yang akan mengurusnya" ucap ardan.

"ya sudah kalo begitu, lagi pula aku memang sedang lelah." ucap han luo berdiri, dan pergi.

Untuk hewan itu, kini ardan dan revan yang mengambil alih.

ardan membersihkan bagian kepala, sedangkan revan bagian kaki.

"van, kau ingat gak dengan hewan yang pertama kali kita temui di hutan ini" tanya ardan.

"hewan yang mana" tanya revan.

"hewan yang kita temui, sedang memakan manusia" jawab ardan.

"oh itu, memang kenapa?"

revan bertanya sembari memperhatikan, binatang yang tengah ia bersihkan.

"tenang, bukan ini. tapi mereka sesama karnivora" jawab ardan.

"sesam karnivora!"

"kenapa kau seolah terkejut?"

"bukan begitu, jadi selama ini kita makan daging binatang yang sudah memakan manusia?"

"tidak, daging karnivora dan herbivora itu berbeda. dan selama ini yang kita makan adalah daging herbivora. tapi sebenarnya juga tidak masalah memakan daging karnivora, apalagi monster seperti ini" ucap ardan, sembari menatap tubuh binatang di depannya.

"maksudnya?"

"coba kau rasakan sendiri, pegang dan alirkan energi qi mu ke tanganmu. walaupun energi itu tidak bersentuhan langsung, tapi ku yakin kau bisa merasakannya"

revan menurut, ia benar benar melakukannya.

"daging hewan ini, mengandung qi!...."

mereka menguliti hewan, sembari berbicara.

namun di tengah pembicaraan, ardan menyadari ada sesuatu di kepala hewan ini.

ardan mengambil sebuah batu bulat dengan sinar merah sebesar jempol di sana.

ia memutar mutar batu itu beberapa kali.

"apa ini, kenapa ada qi murni di dalamnya"bingung ardan.

mendengar ini, revan menoleh.

ia terkejut melihat apa yang ardan pegang.

"inti monster"ucap revan sepontan.

"into monster?" bingung ardan.

"ia, inti monster. sepertinya kamu sangat beruntung dan. di novel novel yang ku baca, seorang kultivator bisa menyerap inti monster ini, dan dengan inti monster kau akan lebih cepat meningkatkan kultivasi" ucap revan.

ardan hanya memutar, mutar batu itu.

"ambillah" ucap ardan sembari melemparkan inti monster itu kepada revan.

dengan sigap revan langsung menangkapnya.

"kenapa dan, padahal dengan ini kau bisa lebih cepat kuat." bingung revan.

"jangan lupa, kau adalah tanganku. jadi yang harus menjadi kuat tentu bukan aku kan"

revan tidak bisa menolak, lagi pula benar apa yang di katakan ardan ini.

dia harus lebih cepat menjadi kuat, agar mereka bisa bebas kemanapun di kota ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!