NovelToon NovelToon
Gelombang Kehidupan.

Gelombang Kehidupan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Menjalin hubungan serius dan hari pernikahan pun telah ditetapkan, tentunya membuat gadis manapun akan berpikir bahwa pria itulah yang akan menjadi imam dalam rumah tangganya, tak terkecuali gadis cantik bernama Azira putri. Namun semua mimpi dan harapan indah itu hancur seketika, dengan kedatangan seseorang dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.

Lexi terus mengayunkan langkah menjauh meninggalkan bad pasien yang ditempati oleh Reka, melintas di depan meja staff dokter, melirik pada Zira yang kini tengah sibuk memeriksa reka medis pasien. Secara kebetulan Zira mengangkat pandangannya, sehingga untuk beberapa detik tatapan keduanya saling beradu. Zira buru-buru mengalihkan pandangannya kembali pada reka medis dihadapannya.

Setelah Lexi benar-benar berlalu, Zira memandang ke arah pintu di mana tubuh tegap pria itu baru saja menghilang. Kini Zira kembali teringat pada ucapan Lexi semalam yang memintanya meninggalkan calon suaminya, Leon.

"Ya Tuhan... Mengapa aku harus terlibat dengan pria kejam sepertinya?." Batin Zira merasa putus asa.

"Dokter Zira..." Lamunan Zira buyar seketika saat mendengar seruan dari salah seorang rekan sejawatnya.

"Iya, dok."

"Titipan bunga dari calon suami tercintanya dokter Zira." Rekan sejawatnya tersebut menyerahkan buket bunga titipan dari Leon kepada Zira. "Tuh, orang di depan." Dokter yang usianya beberapa tahun diatas usia Zira tersebut menuding ke arah dinding kaca di mana nampak Leon tengah berdiri sambil tersenyum hangat ke arah calon istrinya. Zira memang tak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Leon, namun dari gerakan bibirnya, Zira dapat menebak jika pria itu tengah mengucapkan kata i love you untuknya. Zira lantas membalasnya dengan senyuman hangat. Tak lama berselang, Leon pun berlalu dari tempatnya berdiri saat ini.

"Calon suami dokter Zira romantis banget, bikin iri deh." Canda rekan sejawatnya tadi dihadapan beberapa perawat yang juga bertugas di ruangan tersebut.

Zira merespon nya dengan senyuman tipis, seolah membenarkan. Leon termasuk tipikal pria romantis. Bagaimana tidak, hampir setiap hari pria itu mengirimkan buket bunga untuknya, dan dibeberapa kesempatan pria itu bahkan rela meluangkan waktunya untuk mengantarkannya langsung ke rumah sakit tempat Zira bekerja, makanya membuat sosok Leon sebagai calon suami Zira dikenal oleh para rekan kerja Zira. Hampir semua sifat yang didambakan oleh kaum hawa ada pada diri Leon.

"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang?." Batin Zira. Ia sangat dilematis dengan permasalahan yang kini tengah dihadapinya. Di satu sisi ia tidak sanggup berpisah dengan pria yang sangat dicintainya, tapi di sisi lain Zira teringat pada perkataan Lexi. Belum tentu Leon bersedia menerima wanita bekas pria lain, terlebih pria itu adalah kakaknya sendiri.

"Apa sebaiknya aku mengakui kondisiku yang sebenarnya kepada Leon? Tapi bagaimana jika apa yang dikatakan pria itu benar, Leon tidak mau menerimaku setelah tahu yang sebenarnya?." Saking banyak pikiran, Zira sampai tak menyadari kedatangan salah seorang keluarga pasien yang kini tengah berdiri didepan mejanya hendak melaporkan bahwa cairan infus milik anggota keluarganya hampir habis.

Sore harinya.

Zira mendapat telepon dari Leon.

"Halo. Ada apa, Leon?."

"Aku sudah di depan, sayang. Sore ini aku akan bermain basket dengan teman-temanku, dan aku ingin kamu ikut bersamaku!." Terdengar suara Leon dari seberang telepon.

"Baiklah." Biasanya setelah bermain basket bersama teman-temannya mood Leon jauh lebih baik. Zira berencana membahas hal penting tentang kondisinya kepada Leon setelah pria itu selesai bermain basket nantinya. Jika Leon bersedia menerima apapun kondisinya sekarang, maka Zira tak lagi ambil pusing dengan ancaman Lexi.

Setelah menyudahi panggilan telepon, Zira bersiap untuk pulang.

Kedatangan Zira disambut oleh tatapan serta senyuman manis Leon.

"Bagaimana kerjaan kamu hari ini, sayang?." Mungkin bagi sebagian orang pertanyaan sederhana seperti itu tidaklah berarti tapi bagi Zira itu bisa mengurangi rasa lelahnya setelah seharian berkutat dengan rutinitas nya di ruang IGD.

"Seperti biasa, cukup melelahkan." Jawab Zira sambil tersenyum manis seperti biasanya.

Leon membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Zira masuk ke dalam mobilnya. Setelahnya, Leon pun mengitari mobil dan ikut duduk di bangku kemudi. Leon sangat menjaga Zira, bahkan di dalam hubungan mereka yang sudah terjalin selama tiga tahun Leon hanya menci-um pipi Zira, tidak lebih, dan itu hanya terjadi beberapa kali. Sangat jauh berbeda dengan pembuatan Lexi yang membuat Zira merasa pria itu telah merendahkan harga dirinya.

Begitu menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, akhirnya mobil Leon tiba di lapangan basket di mana biasanya ia dan teman-temannya bermain.

Ketika memasuki lapangan, Zira sangat terkejut dengan keberadaan calon kakak iparnya yang kini terlihat tengah memasang sepatu olahraganya.

Menyadari arah pandang Zira, Leon lantas berkata. "Sudah lama sekali aku tidak pernah lagi bermain basket dengan mas Lexi. Aku kangen melihat kehebatan mas Lexi dalam bermain basket, makanya aku mengajaknya sekalian."

Lexi yang baru saja selesai memasang sepatunya lantas memandang ke arah datangnya adiknya dan juga Zira. Sebuah tatapan datar nyaris tanpa ekspresi terpancar dari sorot mata tegas milik seorang Lexiano Fernandez.

Leon pun ikut mendudukkan tubuhnya di samping Lexi dan juga teman-temannya, mengganti pantofel yang dikenakannya dengan sepatu olahraga.

Usai bersiap-siap, Leon dan teman-temannya langsung memasuki lapangan, sementara Lexi masih berdiam diri pada posisinya.

Zira merasa tubuhnya lemas seketika di saat tinggal berdua saja dengan Lexi di bangku penonton.

"Rupanya kau cukup keras kepala juga nona Azira putri, enggan menuruti perkataanku." Ujar Lexi tanpa menatap ke arah Zira. "Apa perlu aku memperlihatkan hal mengejutkan dihadapan adikku?." Lexi melirik sejenak pada Zira.

"Jika anda sampai berani melakukan tindakan gila pasti akan berdampak juga pada hubungan anda dengan calon istri anda, bukan? Apa anda tidak takut ditinggal pergi oleh calon istri anda kalau beliau sampai tahu apa yang pernah dilakukan oleh calon suaminya terhadap wanita lain?." Kedatangan Lexi untuk menjenguk Reka di rumah sakit pagi tadi dijadikan Zira sebagai senjata untuk memutar balikkan keadaan.

Perkataan Zira seolah tidak berpengaruh sedikitpun pada pria itu. Buktinya, Lexi justru melebarkan senyum mendengarnya.

"Sepertinya anda sudah salah paham nona Azira putri. Apa yang dikatakan oleh gadis itu di rumah sakit tadi sama sekali tidak benar, dia bukan calon istri saya. Kalaupun dia tahu tentang apa yang pernah terjadi diantara kita, saya tidak peduli sama sekali." Setelah mengatakan kalimat itu, Lexi bangkit dari duduknya dan berlalu memasuki lapangan, bergabung bersama Leon dan juga teman-temannya.

Sepeninggal Lexi, Zira sontak menyadarkan punggungnya pada sandaran bangku penonton, menatap ke arah pria yang dianggapnya tak punya hati, Lexi.

"Leon adalah pria yang sangat baik, lalu bagaimana mungkin ia memiliki seorang kakak yang tidak punya hati nurani seperti pria itu?." Zira bergumam dengan perasaan tak menentu, niat dan rencananya untuk mengakui kondisinya yang sebenarnya kepada Leon pun seolah lenyap begitu saja.

Hingga detik ini, Zira masih bertanya-tanya mengapa tiga tahun lalu Lexi tega melakukan perbuatan bej-at kepadanya, padahal mereka tidak pernah saling kenal satu sama lain.

1
Felycia Fernandez
Jelas lah Zira..
kamu benci banget ma Lexi,tanpa kamu sadari suami mu banyak pengagumnya
Felycia Fernandez
ini nih ciri perempuan,nggak jelas apa maunya..
dan aku begitu juga 😆😆😆
Felycia Fernandez
good Leon 👍👍👍👍👍
Felycia Fernandez
nikahi aja Reka Leon..
kesian dia karena ambisi gila orang tuanya yang ingin berbesan dengan orang tua mu
Felycia Fernandez
sering cedera di perut ya bisa fatal nantinya...😡
Felycia Fernandez
jiaaaaah...
Mimi aja Lex 🤣
Uba Muhammad Al-varo
udah mulai terbuka hati dan pikirannya Zira ke Lexiano gara2 mendengarkan omongan orang lain🤔🤔🤔
nayoon
cie cie ada yg mulai penisirin ni
nayoon
semngat BG aku padamu 👍
nayoon
lamban laut .kamu bakal sadar zira bahwa takdir lebih indah dari yg kita rencanakan
nayoon
mungkin awalnya menikah tanpa cinta,tapi percayalah akan indah akhirnya,karna itu yg sudah aku rasakan , langsung nikah tanpa pacaran dan Alhamdulillah aku bahagia,malahan yg awalnya pacaran 2 th tanpa kejelasan aku tinggalkan dengan orang baru yg jelas pasti,ehhh malah curhat aku 🤭🤣
Felycia Fernandez: Oalah sama kita kk..
aku malah nikah karena di jodohkan 😆😆😆
sangat lama untuk menerima satu sama lain..
tapi yang sudah di satukan Tuhan sebisa mungkin jangan ada perpisahan...
total 1 replies
Ayila
makin seru ceritanya
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
thanks you thorrr dah crazy up
Lia siti marlia
yap itu lah cinta zira tak memandang logika seperti cinta lexi ke kamu zira 🥰🥰🥰🥰
Lia siti marlia
yap aku setuju kamu menikahi reka leon anggap aja simbiosis mutualisme siapa tahu nantinya ada benih benih cinta di antara kalian 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
ok thorrr gak apapa semangat buat up nya 🤗🤗🤗🤗
Lia siti marlia
aku harap lexi tidak mengeajak zira untuk tinggal selamanya di rumah keluarga fernandes 😌 supaya zira tidak merasa canggung sama leon 😁
Balqistri
dengar zira kalo dr lexi menikah karena mencintai mu
Selvia
maaf atas ketidaknyamanannya sayang🙏 sepertinya terjadi sedikit kesalahan akibat jaringan wifi yang kurang stabil sehingga terjadi update untuk pengulangan bab, tapi sudah direvisi ya.... tinggal menunggu untuk lulus review....
Uba Muhammad Al-varo: 👍💪💪💪💪💪
total 1 replies
Felycia Fernandez
ternyata pengulangan bab
Felycia Fernandez: ma sama kk Selvi..
aku nggak sabar liat Lexi meluluh kan hati Zira , apakah setangguh Dika meluluhkan hati Zaliva atau se tulus Devan meluluhkan hati aaah lupa aku kk nama mantan si Sandi 😭🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!